Cinta Dan Air Mata

Cinta Dan Air Mata
Hilang Fokus


__ADS_3

Andara yang melihat putranya itu sudah bersiap-siap merasa heran sendiri karena setahunnya hari ini Daniel benar-benar Lagi mager, makanya dirinya pun tidak ingin memaksakan lagi kehendaknya Soalnya biar bagaimanapun tubuh seseorang juga perlu istirahat.


maka dari itu ketika melihat Daniel pergi ia langsung menatap tajam ke arah Michael karena menurutnya suaminya itu tuh sungguh sangat keterlaluan masa Ia mengurus perusahaan saja tidak bisa sampai-sampai harus datang menjemput Daniel, Kalau sudah seperti begitu rasa-rasanya anaknya itu tidak akan pernah mendapatkan jodoh lagi Soalnya tiap hari waktunya habis dipakai hanya untuk bekerja dan juga bekerja.


"Kamu tadi pulang ke sini hanya untuk menjemput Daniel agar pergi kembali ke kantor? kelakuan kamu itu dari dulu sampai sekarang tidak bisa berubah maunya hanya menyusahkan urusan pekerjaan itu kepada anak kamu itu saja, padahal kamu tahu kan kalau dia itu lagi sedang mencari calon istri Tetapi kalau kita orang tua tidak mengerti dengan apa yang dialami ya jangan menyesal saja kalau sampai mati pun kita tidak akan pernah menggendong cucu! "sarkas Andara kesal karena kalau memang pekerjaan itu bisa dilakukan oleh Michael Kenapa harus Daniel yang disuruh pergi dan menyelesaikan semuanya seolah-olah kehidupan anaknya itu hanya untuk bekerja dan juga bekerja tidak usah melakukan yang lainnya seperti mencari jodoh ataupun memperluas pergaulannya begitu.


"Ya habisnya mau bagaimana lagi, itu proyek kan dia yang pegang dan juga semua program-programnya juga dia yang atur masa iya Papa yang mengambil alih tanpa memberitahukan kepada dia? kalau misalnya nanti dia kembali terus melihat perubahan yang sudah Papa lakukan, Memangnya Mama bakalan tanggung jawab kalau dia bakalan mengamuk dan juga tidak senang dengan keputusan yang sudah diambil? Lagian Papa juga mau ikutan ke kantor kok bukan mau berduaan dengan mama, soalnya kan sekarang bukan jamnya takutnya tadi saja mau Nyosor eh tahu-tahunya kedapatan sama Daniel kan malu! "omel Michael lalu pergi meninggalkan istrinya itu yang tengah mendumel kesel soalnya dirinya itu ingin sekali memiliki menantu agar bisa dibawa pergi belanja kemudian bisa buat menemaninya di rumah kemudian melakukan aktivitas apapun itu yang penting intinya ia punya teman tidak seperti sekarang malah duduk bengong kan kalau semuanya sudah pergi.


"Mau punya anak lagi biar rumah jadi rame, tapi masa iya di umur seperti begini harus melahirkan lagi? nanti kalau sakitnya tidak ketulungan seperti saat mau melahirkan Daniel memangnya aku mampu melewatinya, Oh Tuhan tolonglah hambamu ini yang sedang merasakan kesepian karena tidak ada yang menemani sama sekali! "lirih bandara frustasi yang memang dari awal dirinya ingin sekali memiliki anak lagi tetapi ternyata kejadian tidak terduga menghampirinya saat itu sehingga mau tidak mau membuat dirinya tidak bisa lagi memiliki anak akibat rahimnya yang sudah diangkat.


meskipun terkadang Michael menyarankan dirinya untuk mengadopsi seorang anak supaya bisa menemani di rumah, tetapi ia merasa lebih baik mengurus anak kandung dibandingkan anak adopsi karena Takutnya nanti suatu saat mereka pasti bakalan mencari orang tuanya dan tidak akan pernah memikirkan kita lagi serta Kalau bertemu baik Kalau mereka masih sadar kalau tidak pasti kita bakalan langsung dilupakan saat itu juga.


Daniel yang pergi ke kantor siang hari ya Otomatis jalanan yang ia lewati tidak terlalu macet karena semua orang pada sibuk dengan urusan masing-masing, sehingga tidak membutuhkan waktu yang lama ia sudah sampai di lobby kantor dan terlihat Sarah yang begitu antusias akan kedatangannya bukan karena mau menemui gebetannya melainkan ingin menanyakan gimana dengan kelanjutan infonya tentang Amira.


Daniel yang melihat Sarah menghampirinya mendengus kesal karena ia yakin setelah ini mereka berdua pasti bakalan menjadi bahan omongan satu kantor, Lagian Sarah bisa-bisanya melakukan sesuatu tidak melihat tempat dulu padahal meskipun urusan mau seribet apapun bisa menunggu nanti kan?


"Permisi Pak, maaf jika tidak sopan tetapi saya ingin bertanya tentang Amira sebab....


"stop berhenti di situ Jangan pernah dekat ataupun menghampiri saya, karena saya tidak ingin orang lain berpikiran yang tidak-tidak! kalau kamu banyak berbicara lagi saya pastikan kamu tidak akan pernah bisa menggunakan mulut kamu untuk berbicara, ingat ya kita tidak sampai Sedekat Itu juga ini semua karena Amira jadi jangan pernah merasa sok akrab! "tegas Daniel yang sebenarnya smooth-nya sedang tidak baik hari ini hanya saja karena Michael datang dan memaksa dirinya yang tidak mau otomatis ia harus turun langsung ke lapangan meskipun Terkadang ada rasa kayak setengah hati melakukannya sebab dirinya juga bisa merasakan capek kalau terlalu di porsi setiap hari.

__ADS_1


Sarah langsung menghentikan langkah kakinya ketika mendengar intruksi dari Daniel tadi, dirinya bahkan tidak percaya jika pria itu ngegas kepadanya padahal maksud dan tujuannya tidak terlalu buruk-buruk amat yaitu hanya ingin mengatakan hal yang terjadi.


"Wah itu orang Kenapa sensitif sekali hari ini? Padahal Biasanya kalau pembahasan menyangkut Amira Dia paling getol untuk mendengarkannya, Kenapa dia tega seperti itu ya seolah-olah aku ini Sedang membahas masalah pribadi antara dia denganku? "omel Sarah dalam hati dan berjanji jika Daniel nanti bertanya tentang Amira Jangan harap ya bakalan berbicara dengan pria itu yang menurutnya hobinya hanya marah-marah ketika sedang merasa ada yang tidak nyaman di dalam pikirannya.


"kamu Kenapa mukanya ditekuk seperti itu, terus itu tadi Pak Daniel masuk ke dalam marah-marah tidak jelas sampai aku juga kena batunya? "tanya Diana penasaran.


Sarah mendengus kesal Ketika Harus mendengar pertanyaan tentang menyangkut majikannya yang tadi sudah membuat dirinya dan merasa seperti dipermalukan, padahal Ia hanya ingin menanyakan sesuatu yang penting setidaknya berilah sanggahan yang penting juga supaya mungkin dirinya merasa puas dan tidak akan pernah mengganggu hari yang dilewati oleh Daniel nantinya.


"aduh bisa tidak jangan membahas pria aneh itu lagi soalnya sudah membuat aku bingung dan juga aku sangat pusing memikirkannya, soalnya itu orang sangat menyebalkan sekali karena bisa-bisanya aku ketika ingin membahas sesuatu hal yang penting dia malah membentakku seolah-olah aku tidak punya harga diri sama sekali! "Sarah yang merasa harga dirinya benar-benar diinjak hari ini oleh Daniel dan berjanji tidak akan pernah lagi membahas sesuatu yang penting apapun terhadapnya meskipun pria itu merupakan atasannya sekalipun.


"eh Biar bagaimanapun dia itu majikan kita di sini jadi mau tidak bahas pun harus dibahas, pasti dia sudah Membuat kamu emosi ya sampai-sampai Kelihatan hari ini sensitif sekali? "tanya Diana sambil tersenyum mengejek membuat Sarah ingin sekali mencakar rekan kerjanya itu karena sudah memancing emosinya.


"ini ada sangkut pautnya sama Amira kan, Memangnya sampai sekarang dia belum ditemukan? Terus wanita yang tinggal bersamanya sekarang ada sama siapa, Soalnya kan dia tidak punya keluarga sama sekali di sini? "akhirnya Diana sadar jika permasalahan yang sedang dialami oleh Sarah ini pasti menyangkut soal Amira soalnya Sarah itu sangat berteman dekat dengan Amira bagaikan saudara kandung yang tidak terpisahkan sama sekali.


Sarah menghembuskan nafasnya kasar ketika mendengar pertanyaan dari Diana Itu, Percayalah wanita itu rasa-rasanya benar-benar stres dan juga tidak menyangka dengan apa yang sudah terjadi saat ini dan juga lebih parahnya lagi jika kalau kandungan Amira bermasalah terus pertanyaannya kira-kira tempat di mana ada membawa pergi Amira itu ada dokternya atau tidak.


"Kamu kan tahu sendiri kalau selama ini aku jarang sekali bergaul dengan orang kecuali sama kamu dan juga teman-teman kantor itu juga seperlunya saja, tapi berbeda dengan Amira Aku merasa seperti ada hubungan yang dekat tidak pernah terpisahkan dan bahkan bisa dibilang aku merasa seperti kami itu lahir di rahim yang sama! Itu semua tidak pernah aku rasakan meskipun pada keluarga kandungku sekalipun, maka dari itu ketika dia menghilang tiba-tiba seperti ini asal kamu tahu saja hatiku benar-benar tidak tenang bahkan makan minumku pun sudah tidak betul semuanya saking cemasnya memikirkan dia! "terlihat benar-benar wajah frustasi milik Sarah itu membuat Diana hanya bisa mengusap pelan bahu wanita tersebut karena dirinya juga sebenarnya tidak tega ketika melihat harus mengalami kejadian seperti itu hanya saja mau bagaimana lagi Bukankah dia pergi dengan suaminya dan suami Mana yang tega menyakiti anak dalam kandungan istrinya yang merupakan darah dagingnya kecuali suami itu merupakan setan yang berasal dari neraka jahanam.


"lebih baik kita positif thinking saja mungkin suaminya itu hanya ingin mengajak Amira jalan-jalan melepas penat dari segala macam kesibukan, Soalnya kalau kita selalu berpikiran yang tidak tidak dan juga berpikir yang ke arah yang negatif ya Otomatis kita juga yang bakalan dirugikan nantinya! "bujuk Diana berharap agar Sarah lebih rileks dan juga melupakan segala macam permasalahannya dengan Daniel karena pria itu pasti mengalami hal yang sama seperti yang dialami oleh Saras saat ini yaitu kecemasan yang berlebihan terhadap Amira.

__ADS_1


keduanya kini memilih untuk melanjutkan pekerjaan karena biar bagaimanapun ada tugas yang harus mereka jalankan, tidak mungkin kan hanya memakan gaji buta tanpa melakukan apapun dan hobinya hanya bergosip sesuatu yang sebenarnya tidak pantas untuk digosipkan.


sebab kalau nanti mereka menggosipkan tentang Amira dan jika suatu saat Amira Kembali ke tempat itu pasti namanya sudah salah di hadapan para karyawan lain, maka sebelum hal itu terjadi lebih baik diwaspadai dari awal bukan kah setiap orang itu memiliki pemikiran yang masing-masing?


"ah sial Kenapa pikiranku selalu tertuju kepada Amira saja? dia sebenarnya lagi sedang berbuat apa dan juga pria itu Kenapa sampai bisa nekat menculiknya, Toh kalau memang Amira sudah tidak mau ya sudah lepaskan saja biar nanti aku yang bakalan lanjut untuk menjaganya Karena Aku pastikan tidak ada bakalan Satu Tetes pun air mata yang turun ketika bersamaku nanti! "ujar Daniel yang benar-benar frustasi sampai-sampai niat awalnya untuk datang ke situ agar bisa meeting bersama dengan para karyawan lainnya mendadak menjadi Blank.


Daniel seharusnya sadar meskipun ia berusaha agar tidak membuat Amira menangis dan juga Amira menghadapi kesedihan serta kekecewaan dalam hidupnya, tetapi ada Andara yang jelas-jelas tidak suka jika Daniel menyukai istri orang apalagi menunggu istri orang itu menjadi seorang janda kemudian kembali memperistrikannya.


jadi sama saja kalau misalnya Daniel ingin Amira bahagia Tetapi keluarganya tidak mendukung apa yang ia lakukan itu, karena pastinya Amira bakalan tertekan dan juga Amira pasti bakalan merasa bersalah karena mungkin dengan hubungannya dengan Daniel membuat pria itu menjauh dengan wanita yang sedang melahirkannya yaitu Andara.


"kamu kok masih di sini Seharusnya kan pergi ke ruangan meeting untuk melakukan meeting Setelah itu kamu pulang, Terserah kamu mau galau sepanjang hari atau sampai kapanpun yang penting intinya sekarang tugas dan tanggung jawab kamu harus segera di selesaikan ! "omel Michael yang baru datang ketika dirinya menuju ke ruangan meeting tetapi putarnya tidak ada di sana makanya dirinya berbelok ke arah ruangan Daniel dan ternyata benar pria itu sedang marah-marah tidak jelas bahkan terlihat seperti orang yang lagi belajar stress.


"Ah Papa biarkan aku tenang sedikit dong daripada nanti sampai di sana aku bakalan marah-marah kepada mereka, ini otak aku lagi sedang tidak bisa diajak kompromi jadi nanti kalau terlalu dipaksakan akibatnya bisa fatal dan juga terjadi hal-hal yang tidak diinginkan! "bujuk Daniel karena memang mood-nya masih belum bagus untuk bisa diajak kompromi dan juga keinginannya untuk melanjutkan pekerjaan belum ada jadi ia masih berusaha untuk tetap tenang dan juga sejenak melupakan masalahnya dengan Amira.


"masalah pribadi biarkan tertinggal di rumah karena sudah sampai di kantor itu adalah masalah profesionalitas, jangan sampai kamu gagal fokus hanya karena memikirkan soal Amira yang sebenarnya boleh kamu pikirkan Tetapi hanya sekian persen saja soalnya dia masih merupakan tanggung jawab orang lain! "tugas Michael lalu menarik paksa dan dia agar segera keluar dari ruangan tersebut karena menurutnya galau sih boleh tetapi jangan berlebihan hanya membuat sakit mata orang-orang yang melihat.


Daniel memasang tatapan tidak peduli ketika seluruh karyawannya merasa aneh dengan sikap antara papa dan juga anak itu, di mana Daniel memasang wajah malas tahu sedangkan Michael Tengah memasang tatapan membunuhnya seolah-olah tidak suka dengan apa yang dilakukan oleh Daniel.


"Oke Papa biarkan aku sendiri karena aku punya kaki yang bisa digunakan buat jalan, tapi kalau Papa seperti begini rasa-rasanya aku itu anak kecil yang segala sesuatunya diatur oleh orang tua tanpa bisa berdiri di kaki sendiri! "omel Daniel membuat Michael ingin sekali tertawa akhirnya anaknya Itu kembali kepada mode awal yaitu Arogan.

__ADS_1


__ADS_2