Cinta Dan Air Mata

Cinta Dan Air Mata
Tersinggung


__ADS_3

Franda jelas aja merasa tidak terima ketika mendengar perkataannya Aida tadi seolah-olah Tengah merendahkan harga dirinya, Padahal jelas-jelas dari awal wanita itu harus sadar kalau sebenarnya dirinya bukanlah orang yang bisa saja dianggap Remeh seperti yang dilakukan oleh Aida saat ini.


kalau wanita itu keras kepala terus Maka jangan harap jika Franda bakalan diam dan hanya mendengar ketika harga dirinya dijatuhkan, karena seharusnya dirinya yang merupakan anak muda bisa membuat Aida bungkam dan tidak akan merendahkan harga dirinya lagi.


apalagi Aida itu bukanlah orang ataupun sesuatu yang sangat berharga baginya karena mereka memang tidak punya hubungan kekeluargaan lagi, akibat dari perpisahan yang sudah dilakukan oleh Aida terhadap Papanya maka dari itu terlihat Franda sepertinya enggan untuk menghormati wanita tersebut.


"Eh kamu sadar diri ya kalau Sebenarnya kamu itu sudah tidak pantas menghitung hal di masa lalu , kalau memang dari awal kamu sudah tahu bapakku mempunyai satu orang anak yang masih kecil Kenapa juga kamu mau menikah dengannya! "ujar Franda sinis membuat Aida ingin sekali tertawa.


sebenarnya Aida itu adalah orang yang paling tidak suka mencari masalah tetapi kalau ada yang berani memancingnya ya jangan menyesal kalau ia bakalan mengungkit masalah itu, apalagi kondisinya sekarang sebenarnya tidak memungkinkan untuk membuat dirinya harus ribut-ribut dengan orang lain apalagi dengan tubuhnya yang kurang fit akibat baru saja keluar dari rumah sakit.


"kamu sadar tidak kalau misalnya saya tidak merawat kamu dan juga tidak menerima Bapak kamu ya entah kamu masih ada hidup di dunia ini atau tidak Saya juga tidak tahu, soalnya kan waktu kalian datang itu pakaian hanya di badan kemudian sudah tidak punya keluarga siapapun lagi serta tidak punya tempat tinggal dan juga tidak punya sesuatu yang bisa kalian pakai untuk mengenyangkan perut! "Aida bersumpah Setelah dari ini dirinya bakalan meminta pengampunan dari Tuhan karena menjadi seseorang yang sudah mengungkit-ungkit kebaikannya di masa lalu padahal sebenarnya itu tidak boleh sama sekali.


Franda terdiam karena memang kenyataannya seperti itu hanya Mungkin karena ia masih terlalu kecil jadi belum paham dengan segala kejadian yang ada, nanti sudah besar seperti ini baru dirinya yang selalu menyalahkan Aida Dan menganggap bahwa wanita itu terlalu sombong dan juga tidak pernah mau sadar diri serta terlalu berbangga hati.


"Jadi ceritanya kamu dihitung-hitungan sama saya dan juga bapak sampai-sampai lupa kalau selama ini sebenarnya Bapak juga capek mengurus anak kamu yang merupakan wanita tidak berguna itu, kalau misalnya dia tidak hadir di kehidupan saya ya Otomatis masa Adam pasti akan menjadi milik saya dan saya juga sudah menjadi Nyonya di keluarga Adiguna! "perkataan Franda itu benar-benar mengusik hati dari seorang wanita hamil yang kebetulan baru turun dari mobil beberapa saat yang lalu.


pikirannya tentang perselingkuhan suaminya saja belum beres kini wanita pelakor itu mulai datang dan mengatakan semuanya tanpa merasa malu ataupun takut sedikitpun, sebagai seorang wanita normal dan seorang wanita yang selama ini tersakiti Ya jelas saja emosinya langsung mencuat ke permukaan tanpa banyak bicara lagi dan langsung melayangkan satu buah tamparan yang begitu keras.


plak


"ahhhh... Siapa..


"Kenapa, kaget? kalau tiba-tiba ada yang datang menghajar kamu seperti tadi, atau kamu mau ingin aku tambah lagi pukulan yang seperti apa yang kamu inginkan? "tanya Amira yang baru saja muncul karena dirinya dari tadi sebenarnya menyimak apa sih ya kejadian yang terjadi di depan rumahnya sampai terdengar ribut-ribut sampai di luar jalan.


"Maksud kamu menamparku itu karena apa, atau jangan-jangan kamu ingin...

__ADS_1


"Masih kurang tamparan ku tadi dan kamu ingin menambahnya lagi, Wah Baiklah aku ini untung juga karena dalam posisi hamil tetapi sepertinya tanganku memang sedang gatal untuk menghajar orang terlebih lagi orangnya seperti kamu! "ujar Amira yang sudah ingin melayangkan bogem mentah tetapi dicegah oleh Aidah.


"Tidak perlu harus seperti itu lagi soalnya dia itu kan orangnya seperti itu kalau kita ladeni ya sama saja kita seperti dia, Biarkan saja Anggap saja ada orang gila yang sedang bertamu di rumah dan mungkin dengan begitu kita tidak akan pernah terganggu lagi! "ujar Aida membuat Franda mengepalkan tangannya menahan emosi soalnya mereka berdua secara tidak langsung sudah merendahkan harga dirinya.


"Maksudnya kalian mengatakan hal itu kepadaku, apa? orang gila dari bagian mana sih yang sedang bertamu di rumah kalian sekarang, aku ini manusia normal dan bahkan kalau misalnya aku menggoda suami kamu sekarang dia pasti bakalan langsung tergoda dan...


Plak


Bravo..


Bukan Amira yang melayangkan tamparan di wajahnya Franda melainkan kali ini merupakan giliran dari Aida, wanita paruh baya itu jelas saja tidak terima ketika ada yang berani mengusik ketenangan keluarga anaknya yang jelas-jelas sampai sekarang itu masih bermasalah.


"satu kali lagi kamu berbicara seperti itu maka jangan harap hidup kamu bakalan tenang sampai besok pagi, saya sudah Cukup selama ini bersabar dan sudah cukup kalian membohongi dan tinggal di dalam rumah ini kamu melakukan hal itu maka jangan harap kamu bakalan selamat! "tegas Aida dengan tatapannya langnya membuat Franda sedikit Waspada.


"aku akan membuat kalian menderita karena sudah...


Franda memilih untuk pergi dari situ soalnya daripada terus-menerus merespon apa yang dikatakan oleh anak dan juga Ibu pasti akan membuat dirinya merasa emosi, dari tadi perkataan yang mereka lontarkan itu benar-benar menyakiti hatinya namun ia masih enggan untuk mengakuinya tetapi sekarang dirinya benar-benar kapok.


Amira mendengus kesal ketika melihat Franda sudah pergi dari situ dan syukurlah saat ini Adam tidak ada di tempat itu , soalnya kalau suaminya itu ada jangan menyesal pria itu bakalan bernapas dengan tenang malam ini karena ia bakalan memarahi Adam habis-habisan sampai pria itu capek sendiri dan tidak akan pernah melakukan kesalahan dalam hidupnya.


"Itu orang sebenarnya maunya apa sih, kok tiba-tiba muncul dan mengganggu ketenangan orang lain padahal kita saja tidak ada niatan untuk mengganggu mereka? "omel Amira merasa kesal tetapi Aida mengusap pelan bahu anaknya itu soalnya wanita hamil sebenarnya harus bisa mengontrol emosinya Takutnya nanti dirinya bakalan kewalahan sedangkan orang lain yang dalam keadaan tidak hamil ya pasti merasa biasa saja.


"Sabar saja Nak, Jangan biarkan emosi menguasai kamu dan akhirnya kamu yang bakalan kesusahan! Jika dia melihat kamu kesusahan Percayalah nak dia akan selalu tersenyum, jadi Biarkan saja soalnya kalau capek pasti dia akan berhenti sendiri karena pasti dia akan kesal Soalnya kamu kan tidak merespon! "bujuk Aida yang berharap agar anaknya itu bersikap lebih dewasa lagi Tidak sembarangan mengambil langkah di dalam kehidupannya.


"aku lagi berusaha untuk biasa saja tetapi sepertinya tidak bisa sama sekali, soalnya itu anak sekecil itu tapi gesitnya minta ampun membuat aku jadi gemas loh Bu!"Amira masih geregetan ingin sekali memarahi Franda sampai dirinya puas karena yang pertama sudah mengganggu rumah tangganya membuat dirinya kabur ke negeri orang menyusahkan Bibi Surti kemudian sekarang malah cari perkara dengan Aida yang jelas-jelas dulu selalu mengurusnya menggendongnya ketika menangis dan menyuapinya saat kelaparan.

__ADS_1


"Orang-orang seperti mereka itu tidak akan pernah puas jika belum mendapatkan apa yang mereka inginkan, Jadi kalau misalnya kita ikut terkecoh dengan apa yang dia katakan Percayalah nak mereka bakalan berpisah di atas penderitaan kita! "jelas Aida membuat Amira hanya menghembuskan nafasnya kasar dan sekarang dirinya tersenyum ketika melihat Bibi Surti sedang muncul dari dalam rumah dengan bajunya yang sedikit basah dan juga lusuh.


"Mbak Amira, Ada ribut-ribut apa sih di luar tadi Bibi di belakang lagi cuci tapi kok dengar kayak ada heboh tetapi karena masih tanggung ya sudah tidak bisa ditinggalkan? "tanya Surti dengan wajah yang penuh penasaran.


"Ya ampun untung juga Bibi tadi tidak muncul soalnya tadi itu ada orang gila yang salah masuk dan akhirnya rumah kita yang menjadi sasarannya, tetapi untung juga karena aku sama ibu kan spesialis mengusir orang gila di akhirnya dia sekarang sudah pergi deh! "sahut Amira yang tidak ingin menyampaikan segala sesuatunya soalnya kasihan juga nanti Surti bakalan memikirkan sesuatu padahal Wanita itu sudah tua dan juga harusnya lebih mementingkan kondisi dirinya dibandingkan kondisi orang lain.


Surti hanya bisa menganggukkan kepalanya karena dirinya antara percaya dan juga tidak, soalnya suara di depan tadi itu begitu berisik seperti ada orang yang bertengkar jadi kalau misalnya sekarang Semua terlihat baik-baik saja kan perlu dipertanyakan.


"Masa sih? perasaan tadi itu benar-benar seperti ada orang yang lagi berantem, maka dari itu bibi itu buru-buru biar segala sesuatu cepat beres supaya bisa memastikan di depan ada siapa! "jelas Surti membuat Amirah hanya menggelengkan kepala merasa lucu karena sepertinya wajah wanita itu terlihat begitu penasaran.


Aida sebenarnya merasa lucu dengan tingkah dari asisten rumah tangga anaknya itu, sebab wanita itu selalu saja kalau ada yang aneh atau keganjilan yang terjadi di dalam rumah pasti dirinya merupakan orang pertama yang memastikan semuanya baik-baik saja.


"Sudahlah Bibi tidak perlu harus memikirkan sampai segitunya, lihat kan kami saja baik-baik saja dan memang tadi itu orang gila Hanya dia salah masuk rumah ya akhirnya aku sama Amira marah-marah dan akhirnya dia pergi! "Aida mengatakan hal itu karena memang tidak ada salahnya kan kalau menyamakan Franda dengan orang gila soalnya kan wanita itu bertamu di rumah orang lalu marah-marah tidak jelas padahal Tuan rumah belum tentu menerima kehadirannya di situ.


"Wah Sepertinya itu orang gila baru kabur dari rumah sakit jiwa soalnya dia sampai nyasar tidak tahu alamat, tetapi syukurlah kalian baik-baik saja soalnya tadi itu memang sumpah suaranya sampai kedengaran Di belakang! "jelas Surti lagi menanggapi apa yang dikatakan oleh majikannya itu yang sudah dianggapnya seperti keluarga maka dari itu ketika melihat mereka bermasalah rasa-rasanya membuat hatinya sedikit hancur karena keluarga yang biasanya tenang aman dan juga damai harus berantakan seperti itu.


"Ya sudah Bibi Ayo kita masuk ke dalam, Soalnya aku benar-benar capek sekali! karena semalaman tidak tidur sudah begitu Mas Adamnya rewelnya minta ampun kayak bocah, padahal menemani Mamanya ke Singapura dan aku menyetujuinya eh tiba-tiba berubah pikiran maunya ingin tinggal dan menjagaku di sini! "omel Amira ketika mengingat perbuatan suaminya itu yang selalu saja merajuk dan juga tidak ingin ditinggal padahal jelas-jelas ini semua demi kebaikan mereka bersama.


Surti dan juga Aida Saling pandang dan tertawa karena mereka sangat tahu bagaimana bucinnya Adam sekarang terhadap Amira, pria itu terlihat selalu menempel kepada istrinya kemanapun Wanita itu pergi mungkin karena takut nantinya Amira bakalan membencinya lagi dan juga tidak mau memaafkannya seperti kemarin-kemarin akibat kesalahan fatal yaitu.


Adam saat ini sedang berada di dalam jet pribadi mereka yang untuk merujuk Dina menuju ke salah satu rumah sakit canggih di Singapura, tubuhnya memang saat ini ada di jet pribadi itu tetapi Percayalah pikirannya Tengah melalang Buana kesana kemari karena ternyata sebelum pergi ada panggilan dari Rangga yang mengatakan kalau dirinya sempat melihat Daniel berkeliaran di Kompleks perumahannya Aida.


Hanya saja dirinya takut kalau terlalu posesif secara berlebihan kepada Amira membuat istrinya itu tidak suka dan juga merasa tersinggung, ia yakin Amira pasti merasa bahwa sebenarnya Adam itu tidak percaya kepadanya Padahal jelas-jelas selama ini yang selingkuh adalah dirinya sendiri.


"Kamu kenapa dari tadi kelihatan gelisah seperti itu, Kalau merasa gelisah ya sudah nanti Saat Mama sudah sampai di rumah sakit kamu langsung kembali saja! "jelas Sakti soalnya memang jika dirinya Berada di posisi Adam akan merasakan hal yang sama karena sekarang itu Amira Tengah hamil besar yang butuh pengawasan ekstra apalagi Adam itu notabene adalah suaminya.

__ADS_1


"aku tidak apa-apa kok Pah, Tenang saja soalnya nanti kalau aku kembali lagi nanti pasti Amira bakalan salah paham! Tenang saja ini hanya memikirkan soal pekerjaan dan juga memikirkan tentang mama dan sebagainya lah, aku tidak akan kembali sebelum Mama ada perubahan Soalnya ini juga permintaan dari Amira dan aku harus menghargai keinginan Istriku itu! "jelas Adam meskipun Percayalah ada rasa khawatir itu tidak akan pernah hilang dari dalam benaknya sampai kapanpun.


__ADS_2