Cinta Dan Air Mata

Cinta Dan Air Mata
Ajakan Berbicara


__ADS_3

Rangga sebenarnya sudah tidak tahan lagi karena dirinya harus menjadi jembatan dan juga tempat untuk Adam melampiaskan emosinya, padahal pria itu kalau memang tidak suka jika Amira dekat dengan pria lain Lebih baik berbicara secara langsung kepada orang yang mumpung sekarang ada di hadapan mereka.


hanya saja melihat keberanian yang sama sekali tidak dipunyai oleh Adam membuat pria itu tidak tahu harus bersikap seperti apa lagi, dan juga menurutnya Adam sebagai seorang pria hanya tahu berbuat kesalahan tetapi bertanggung jawab rasanya sangat tidak mungkin sama sekali.


"Maafkan saya tuan Bukannya ingin lancang hanya saja saya ingin memberikan saran kepada anda dan saya rasa ini merupakan sesuatu yang terbaik, daripada nanti menyesalinya suatu saat saya rasa itu merupakan hal yang sangat tidak baik! "ujar Rangga membuat Adam menoleh ke arahnya yang tadinya sedang fokus melihat Amira sudah beranjak pergi dari toko perhiasan tersebut dan entah di bawah dan lihat ke arah mana Dirinya hanya mengikuti langkah kaki mereka saja dari belakang.


"katakan Cepat sebelum kehilangan jejak mereka! Jadi orang kok lelet amat sih dan hanya membuat aku yang bakalan kewalahan nantinya, Dan kalau itu semua terjadi kamu yang harus bertanggung jawab mencari keberadaan istriku sampai ketemu! "kesal Adam sebab menurutnya tingkah dari Rangga itu sudah seperti seseorang yang lagi kasmaran padahal tidak sesuai dengan postur tubuhnya dan juga gerak-gerik dirinya.


Rangga hanya pasrah ketika kena semprot terus-menerus dari Adam yang merupakan pria sedang merasakan api cemburu, padahal yang melakukan hal itu bukanlah dirinya tetapi kenapa sekarang malah yang selalu disalahkan secara terus-menerus.


"sebaiknya kita mengikuti Nyonya Amira sampai ke mana tempat dia tinggal, Lalu setelah itu kita pergi agar Tuan Daniel tidak curiga dan akhirnya bisa menghalangi anda untuk bertemu dengan Nyonya Amira! setelah memastikan Tuan Daniel pergi maka tidak ada salahnya kan kalau kita pergi ke arah Nyonya Amira, dan setelah itu Anda berbicara Empat Mata dengannya mencoba memperbaiki segala macam kesalahpahaman yang telah terjadi di antara kalian! "saran Rangga dan Adam menyukainya sebab sekarang pria itu yang tadi selalu saja ketus dan marah-marah berubah menjadi tersenyum.


"Sejak kapan otak kamu berfungsi dengan benar seperti ini, Dan asal kamu tahu ya saran yang kamu berikan tadi itu kenapa tidak terpikirkan olehku dari kemarin-kemarin ya? "tanya Adam dengan nada yang begitu antusias sedangkan Rangga menatap heran ke arahnya karena menurutnya Adam itu baru sampai kemarin dan baru bertemu Amira hari ini kenapa malah membahas soal yang hari lalu kalau tidak ingin ditinggalkan Amira Kenapa waktu dulu tidak menjaga wanita itu sebaik mungkin dan malah bermain api dengan orang yang tidak jelas.


Rangga yang tidak ingin mencari masalah dengan Adam tentunya tidak mungkin dong memarahi pria itu secara langsung seperti apa yang telah Ia pikirkan saat ini, maka dari itu ia memilih untuk jalan aman saja terserah nantinya ada mau melangkah Seperti apa itu merupakan urusan pria itu sebab dirinya bukan anak kecil lagi yang segala sesuatu dalam kehidupannya harus diatur oleh orang lain.


"Ah itu kebetulan idenya baru terlintas di dalam benak beberapa detik yang lalu, maka dari itu langsung saya eksekusi supaya idenya tidak langsung dilupakan begitu saja!" jelas Rangga.


Akhirnya keduanya memilih untuk hanya sambil lalu memperhatikan Daniel dan juga Amira yang terlihat akan pulang ke sebuah apartemen, yang mereka yakini kalau itu merupakan apartemennya Amira karena terletak di kawasan yang biasa saja dan juga padat penduduk tidak seperti apartemen kalangan elit lainnya.


Adam yang dari seberang jalan memilih untuk memperhatikan Amira hanya bisa tersenyum ketika melihat wanita itu mengusap pelan perutnya yang sudah terlihat membuncit, yang ia yakini usianya pasti antara 5 sampai 6 bulan mengingat Wanita itu pergi meninggalkannya juga sudah 5 bulan lebih lamanya.


"kamu baik-baik saja ya nak di dalam sana dan jangan pernah menyusahkan Mama kamu, cukup apa saja yang membuat dia terluka dan juga membuat dia marah tetapi kamu Tolonglah jaga perasaannya! "batin Adam dalam hati.


Rangga sebenarnya ikutan kasihan melihat keadaan Amira saat ini, karena seorang wanita hamil harus tinggal berdesakan di apartemen yang terlihat begitu penuh dengan para penghuni yang lain.

__ADS_1


namun dirinya tidak mungkin menolong wanita itu secara langsung, jika belum ada perintah terbaru dari Sakti secara langsung.


"Apa dia tidak sengsara seperti itu tempat tinggalnya, apalagi dengan perutnya yang semakin membesar seperti itu? "ujar Adam pelan tetapi masih bisa didengar oleh Rangga dengan begitu jelas.


"ya sebenarnya tidak masalah kalau memang Nyonya Amira merasa nyaman tinggal di situ dan juga sesuai dengan kantongnya, karena itu artinya Dia adalah orang yang tidak terlalu memaksakan diri ketika kondisinya memang tidak bisa memungkinkan dirinya menjadi orang lain! "Rangga menimpali perkataan majikannya itu.


Daniel setelah mengantarkan Amira masuk ke dalam apartemennya memilih untuk kembali ke rumahnya saat itu juga, karena menurutnya saat ini sudah aman sebab Adam terlihat tidak sedang mengikuti wanita itu dan juga terlihat Amira begitu karena kelelahan membutuhkan istirahat yang cukup saat ini.


meskipun Amira tidak mengusirnya secara langsung tetapi dirinya juga sadar posisi tidak mungkin harus meminta lebih kepada wanita itu, maka dari itu dengan membiarkan Amira istirahat yang cukup dirinya rasa itu merupakan sebuah hal yang terbaik.


"kamu kalau ada apa-apa tolong kabari aku secepatnya ya supaya aku bisa langsung datang ke tempat ini dan memberikan pertolongan pertama kepada kamu, dan juga kalau ada orang yang tidak diundang datang ke tempat ini Tolong segera kabari security Lalu setelah itu memberitahukan aku supaya aku bisa datang untuk menjaga kamu supaya tetap aman! "perkataan Daniel itu terdengar begitu terbelit-belit bagi Amira membuat wanita itu menatap jengah ke arahnya.


"ini itu Eropa guys Sejak kapan kalau tidak Diundang mereka bakalan datang nyelonong dan keluar masuk rumah orang begitu saja, kamu itu pikirannya selalu aneh-aneh saja deh dan juga mencurigai orang tidak jelas nanti kalau mereka marah-marah kita juga kan yang bakalan kerepotan? "omel Amira lalu segera menutup pintu dari dalam karena jika ia tidak melakukan hal itu maka bisa dipastikan Daniel bakalan ngoceh sepanjang waktu.


Daniel hanya tersenyum sembari memilih untuk kembali ke rumahnya, sebelum memastikan keadaan di sana Apakah baik-baik saja bagi Amira atau tidak karena dirinya sangat waspada jangan sampai ada bakalan menggunakan kesempatan yang ada untuk mendekati istrinya lagi.


Adam dan juga Rangga yang tadi di dalam mobil langsung keluar saat itu juga ketika melihat dan dia sudah meninggalkan parkiran apartemen tersebut, keduanya Saling pandang dan juga merasa begitu bahagia karena ternyata Penantian mereka selama beberapa menit itu tidak sia-sia terbukti sekarang Daniel sudah pergi dan tidak curiga kepada mereka berdua.


"Kamu tunggu di sini saja dan segera kabari saya kalau pria itu kembali suatu saat nanti, dan juga satu lagi jangan pernah kamu melaporkan kejadian ini kepada papa karena kalau sampai hal itu terjadi resiko bakalan kamu yang tanggung! "tegas Adam yang tidak ingin dibantah oleh siapapun dan terlihat Rangga hanya mengacungkan kedua jempolnya pertanda bahwa dirinya mendukung apapun keputusan yang diambil oleh Adam saat ini.


Adam dengan langkah perlahan tapi pasti pergi menemui Amira yang apartemennya sudah mereka ketahui Alamatnya di mana, sebab Tadi mereka sengaja membayar seseorang untuk mengikuti Daniel dan Amira lalu itu menyuruh orang tersebut kembali jika sudah mengetahui tempat yang pasti di mana Amira tinggal.


Sesampainya di depan pintu apartemen tersebut Adam tampak ragu-ragu Antara harus menekan bel atau berdiri di situ saja, karena pria itu yang tadi beberapa menit yang lalu keberaniannya begitu mengambang di udara sekarang tiba-tiba lenyap pergi begitu saja seolah-olah benar merasa ketakutan nanti bakalan diusir oleh Amira saat ini juga.


"kalau misalnya aku masuk ke dalam terus dia mengusirku nanti gimana coba, tapi kalau aku tidak masuk ke dalam kapan kami bakalan berbicara? aku tidak perlu harus capek-capek membayar orang untuk menemukan dia karena ternyata dia sudah muncul sendiri di hadapanku, maka dari itu pertandanya bahwa Tuhan sebenarnya sengaja mengirimkan aku ke tempat ini dan akhirnya membawa istriku bisa bertemu denganku! "tanpa Adam sadari kalau sebenarnya Tuhan lah yang mengirim Papanya Sakti untuk membantu agar anak dan menantunya itu bisa kembali bersama meskipun sebenarnya kesalahan yang ada melakukan itu sangat fatal di dalam sebuah pernikahan karena tidak ada kesetiaan kemudian tidak ada kejujuran di dalam hubungan mereka.

__ADS_1


Berusaha setia tapi tidak ada kejujuran itu juga sama saja bohong, karena kunci sebuah rumah tangga yaitu kesetiaan dan juga kejujuran kedua itu merupakan landasan yang paling kuat.


"Aku harus bisa karena aku adalah seorang pria dan seorang pria sejati itu tidak boleh lari daripada masalahnya, sebab masalah yang sudah ia ciptakan harus dirinya pula yang menyelesaikannya Karena itu adalah tipe seorang pria yang bertanggung jawab dan mau berkomitmen dalam sebuah hubungan dan juga mau berubah karena kesalahan! "batin Adam berusaha menguatkan dirinya sendiri lalu segera memencet bel apartemennya Amira dengan sekali-kali mengeluarkan nafasnya secara kasar berusaha untuk tetap tenang dan juga Tegar serta akan menerima apapun konsekuensi yang bakalan ia dapatkan ketika Pintu itu terbuka.


Amira yang baru saja selesai mandi menatap heran ke arah pintu yang terdengar bunyi bel dari luar, sebab menurutnya kalau Daniel tidak mungkin karena pria itu baru saja pergi dan kalau pencuri ya Mana ada pencuri bakalan menyalakan bel rumah yang ada mereka bakalan mencongkel pintu secara langsung.


"Bik Surti Tolong dibukakan dong pintunya siapa tahu ada tamu yang penting! Habisnya kepala aku nih masih basah loh, nggak sempat lepasin handuknya jadi tidak enak kalau menemui tamu dalam keadaan seperti begini! "pinta Amira.


Surti dengan segera pergi membuka pintu dan Percayalah wanita yang tidak mudah lagi itu benar-benar terkejut dengan sosok yang tengah berdiri tersenyum ke arahnya saat ini, wanita itu ingin mundur dan menutup pintu kembali tetapi dengan segera Adam menahan pintu tersebut menggunakan tangannya karena tidak ingin jika Surti menutupnya lagi.


"Bibik Surti aku mohon Tolong jangan Tutup pintunya kembali Soalnya aku mau berbicara dengan istriku, dan kali ini aku sangat-sangat meminta tolong jangan menolakku ataupun mengusirku dari sini! "bujuk Adam penuh permohonan.


Surti sebenarnya enggan menanggapi permintaan dari Adam tadi, karena dirinya masih mengingat dengan jelas Apa yang dilakukan oleh pria itu terhadap Amira ketika wanita itu jatuh pingsan dan mendengar kabar bahagia untuknya sedangkan Adam malah sibuk dengan Franda..


"Maaf anda siapa ya? kata majikan saya hari ini dia tidak ingin menerima tamu sedikitpun, Jadi kalau tidak ada kepentingan bisakah untuk pergi karena dia memang benar-benar tidak ingin diganggu?" pinta Surti yang seolah-olah tidak mengenal Adam sama sekali bahwa sosok yang ada di hadapannya itu merupakan mantan majikannya.


Amira yang merasa heran ketika Surti yang pergi ke depan katanya untuk membuka pintu tidak kembali-kembali juga, dan terdengar nada bicara wanita itu sedikit meninggi seolah-olah orang yang pertama itu sedang melakukan sesuatu hal yang tidak diinginkan oleh wanita tersebut.


Amira dengan segera melepaskan handuk yang ia pakai menutupi rambutnya masih basah tadi, lalu menyusul Surti ke arah pintu depan untuk memastikan kira-kira Siapa yang bertamu di jam segini dan juga Mengapa Surti sampai mengeluarkan suaranya yang begitu tinggi.


"Bi Surti Memangnya ada siapa yang datang....


nafasnya Amira terdekat di tenggorokan seolah tidak ingin keluar lagi dari tempatnya yang seharusnya ia lalui, wanita itu bahkan tidak percaya sama sekali jika orang yang ingin Ia hindari malas sekarang berdiri Tengah tersenyum ke arahnya dan juga menampakan ekspresi seseorang tidak punya salah sama sekali..


"Bik Surti tolong ditutup saja pintunya soalnya itu orang sepertinya Salah alamat deh, dan kita juga tidak mengenal dia kan jadi kalau orang asing tidak boleh masuk dalam rumah ini sama sekali! "Sindir Amira yang tidak ada niatan lagi untuk menatap ke arah Adam bahkan kini wanita itu lebih fokus ke arah lain seolah-olah kehadiran Adam di situ tuh sudah seperti bayangan yang Numpang lewat saja.

__ADS_1


"aku mohon Amira Biarkan Aku berbicara dan juga meminta maaf secara layak untuk kamu, tolong jangan menghindari aku seperti ini karena rasa-rasanya aku mau mati saja deh kalau kamu sampai melakukan itu semua! "ujar Adam yang benar-benar merasa bersalah.


__ADS_2