
Andika tidak tahu sama sekali jika orang tuanya sudah tahu apa yang dirinya lakukan di luar sana, dan lebih parahnya lagi anak mereka itu sampai mau menjadi piaraan seorang wanita muda.
Namun satu yang pasti kalau mereka tidak pernah menyetujui hubungan antara Andika dan juga Franda, karena menurut mereka wanita yang tipenya seperti Franda itu bakalan senang sekali mengobral tubuhnya kepada pria di luaran sana dengan sesuka hatinya untuk mendapatkan uang.
"Pokoknya Mama tidak akan pernah setuju, kalau sampai Andika membawa pulang wanita itu ke rumah ini! Soalnya yang Mama tahu kalau wanita yang bernama Franda itu sebenarnya adalah orang yang sangat liar, karena hobinya hanya kelabing dan juga menghabiskan uang serta tidak ada kegiatan yang positif sama sekali! "ujar Veronica menolak apapun yang nantinya bakalan terjadi.
Ardi Alfian suaminya hanya bisa menggelengkan kepalanya ketika melihat tingkah istrinya yang menurutnya terlalu berlebihan, padahal seharusnya wanita itu sadar kalau Andika tidak mungkin bakalan terus berhubungan dengan Franda jika hanya dijadikan batu loncatan saja.
"Mama kan tahu sendiri Kalau Andika itu sebenarnya bukan suka dengan wanita itu, melainkan dia melakukan hal itu hanya karena ingin mendekati kakaknya tetapi kakaknya itu kan sudah menikah? "jelas Ardi yang benar-benar tidak ingin Istrinya selalu saja hidup dalam kesalahpahaman seperti itu.
"ya bukan seperti itu juga kan Pah? Anak kita itu kalau tidak dibilangin dengan baik pasti bakalan nyelenehnya minta ampun, dan kalau hal itu sampai terjadi yang ada kita bakalan pusing sendiri karena apa yang kita mau tidak sesuai dengan yang dia inginkan?"jelas Veronica karena dirinya tahu kalau Andika Sudah menginginkan sesuatu maka pria itu tidak akan pernah menundanya lagi untuk mendapatkan hal tersebut.
Ardi tentu saja tidak menampik apa yang dikatakan oleh istrinya, karena sifat anak mereka itu sudah mereka pelajari selama ini yaitu sangat keras kepala dan memiliki kemauan yang kuat.
"Ya sudah kalau begitu kita sabar saja, nanti kalau memang dia melakukan hal yang aneh-aneh. Papa yang bakalan langsung turun tangan untuk menghentikan semua kegiatan anehnya itu, tetapi sekarang lebih baik Biarkan saja dia berpikir dan mencari jalan yang terbaik dalam hidupnya!"ujar Ardi yang benar-benar tidak bisa harus selalu memperlakukan Andika layaknya anak kecil.
Veronica benar-benar merasa kecewa dengan Putra satu-satunya itu, karena yang ia inginkan adalah Andika memilih istri yang benar agar masa depannya juga terarah.
Apalagi mendekati seorang wanita nakal hanya untuk mendapatkan kakaknya itu merupakan sebuah perbuatan yang berlebihan, seharusnya Andika bisa sadar kalau semua yang dilakukannya itu salah dan hanya membuat masalah lain bakalan muncul.
"Oh iya Papa sudah menyelidiki wanita yang selama ini dikejar oleh Andika tetapi enggan untuk didekati, Soalnya kalau wanita itu masih tetap bersama suaminya lebih baik Papa cari Andika lalu membawanya pulang ke sini?"tanya Veronica memastikan karena takutnya jangan sampai Andika masih tetap pada pendiriannya dan tidak ingin berubah sama sekali.
Ardi menghela nafasnya secara perlahan karena sebenarnya dirinya juga tidak paham dengan arah pemikiran Putra mereka itu, sebenarnya Andika itu tidak susah untuk mendapatkan seorang wanita hanya dirinya saja yang terpaku pada saat wanita membuat Dia melupakan kalau ada orang lain lagi di sekitarnya.
"Ya seperti mama tahu sendiri kan kalau wanita itu sebenarnya sedang dalam keadaan tidak baik-baik saja dengan suaminya, hanya saja mungkin karena anak kita sudah terlanjur apalah itu sampai-sampai tidak bisa berpaling ke arah lain." ujar Ardi Jengah karena setiap mendapat laporan dari anak buahnya pasti akan melapor soal keadaan Andika yang membuntuti Amira kemanapun Wanita itu pergi.
"Dasar anak tidak berguna sama sekali yang ada hanya bikin malu orang tua saja, padahal wanita lain di dunia ini banyak sekali tetapi kenapa harus tertuju hanya kepada dia saja?"sungut Veronica kesal.
__ADS_1
"Tidak boleh menyalahkan Andika seperti itu jangan sampai dia punya alasan kuat melakukan semua itu, Lagian selama ini kan masih di batas wajar dia tidak melakukan hal aneh-aneh ataupun membuat kita malu kan? "jelas Ardi yang memang tidak ingin istrinya itu selalu saja salah paham dengan anak mereka sendiri.
Veronica tidak bisa berdiam diri saja apalagi jelas-jelas Ia merupakan wanita yang melahirkan Andika ke dunia Jadi jika anaknya itu melakukan sebuah kesalahan otomatis ia harus menegurnya bagaimanapun caranya sampai anak itu paham dengan apa yang ia inginkan.
"ya masa kita lihat anak kita perilakunya seperti begitu terus kitanya diam-diam saja, karena Kita sebagai orang tua tidak mendukung perubahan yang harus dilakukan oleh Andika!"ujar Veronica yang berusaha untuk tetap bersikap tenang tetapi sepertinya semua orang tidak mendukung apa yang dirinya inginkan.
Veronica jelas-jelas tidak ingin Adega mengganggu rumah tangga orang lain, ya Meskipun seperti yang dikatakan suaminya tadi bahwa rumah tangga Amira sedang dalam posisi tidak baik-baik saja.
Hanya saja masa iya anaknya yang merupakan seorang pemuda tampan harus menikah dengan seorang janda, tidak masalah kalau memang takdirnya sudah seperti itu hanya saja kalau memang jalan hidupnya masih menggantung seperti ini bukankah Andika harus lebih berusaha?
Andika yang terlalu stres memilih untuk pulang ke apartemennya untuk beristirahat, soalnya dirinya sedang bersenang-senang di diskotik tetapi malah diganggu oleh kegiatan anehnya Tania.
Ketika ingin tidur malah harus terganggu oleh telepon masuk dari Franda tadi, sungguh Ia tidak percaya pesona Apa yang sedang dipancarkan sampai-sampai para wanita itu begitu gila.
"Aku sepertinya memang harus menemui Papa, untuk meminta tolong kepada dia agar bisa menemukan Amira. Persetan kalau dia tahu masa lalu wanita itu, nanti intinya hanya satu yaitu aku bisa melihat wajahnya seperti dulu lagi"batin Andika yang memang mau tidak mau harus kembali kepada orang tuanya yang mempunyai kekuasaan lebih darinya.
Kalau nanti mereka tidak bisa membantu, yang penting intinya dirinya sudah mencoba. Karena memang orang tua mana pun, tidak akan ikhlas jika anaknya menjadi pengganggu dalam rumah tangga orang lain.
Dirinya tidak mungkin berlama-lama tinggal di dalam hotel itu meskipun biaya sewanya tidak terlalu mahal, tetapi jika dikeluarkan setiap hari ya Otomatis bakalan membludak membuat dirinya kesusahan sendiri.
...****************...
Paris,Prancis*
Daniel menatap tidak suka ke arah Amira yang hari ini terlihat sudah masuk kerja kembali, padahal dari awal ia sudah mengatakan kepada wanita itu jangan terlalu memaksakan keadaan jika belum sehat betul.
Setelah mengetahui kalau Amira hamil, pria itu mulai mempelajari tentang menjaga kondisi ibu hamil muda agar tetap sehat. Meskipun yang Amira kandung itu bukanlah anaknya, tetapi entah mengapa ia seperti merasakan begitu antusias untuk merawat bayi di dalam perutnya Amira.
__ADS_1
Sarah pun merasakan hal yang sama tetapi bukan karena ada perasaan lebih pada Amira,melainkan wanita itu tidak suka kalau Amira terlalu memaksakan diri dan berakibat keponakan nya harus kenapa napa lagi.
"Astaga Mira,kenapa kamu masuk kantor hari ini? Bukan nya kata Pak Daniel kalau kamu itu boleh masuk Minggu depan,eh kamu malah munculnya sekarang ?" Ujar Sarah kesal.
Amira tersenyum ketika mendengar apa yang di katakan oleh Sarah tadi,memang masuk akal kalau mereka cemas tapi ia lebih tahu keadaan nya seperti apa.
"Aku bosan tidak melakukan apapun di rumah karena semua yang ingin ku kerjakan dilarang oleh Bibi Surti, Padahal aku itu hanya hamil muda loh bukan sakit keras jadi diperlakukan sampai segitunya!" jelas Amira .
Sarah mendengus kesal karena menurutnya Amira itu rasa-rasanya melupakan pantangan yang Harus dipatuhi oleh ibu hamil yang masih muda, yaitu tidak boleh melakukan pekerjaan berat dan juga tidak boleh stress dan kalau bisa harus bedrest total.
"Kamu itu kenapa sih dibilangin susahnya minta ampun? Padahal kalau aku jadi kamu nih jika disuruh bedrest total aku bakalan bahagia sekali loh, karena itu otomatis aku bisa menggunakan waktu sebaik mungkin untuk istirahat kemudian tahunya hanya makan dan juga tidur! "jelas arah.
"Ya kalau kamu hamilnya dengan suami tidak masalah memang kamu harus bermanja-manja seperti itu, tetapi kalau lain ceritanya seperti aku yang sedikit lagi OTW lagi mau menjadi janda otomatis tidak boleh cengeng!" Amira ingin sekali menertawakan nasibnya saat ini yang benar-benar tidak beruntung.
"Kamu itu sabar saja karena Percayalah buah dari kesabaran itu adalah kebahagiaan, tidak selamanya Orang sabar itu bakalan buntung terus nasibnya pasti ada suatu saat di mana kebahagiaan menghampirinya!" jelas Sarah.
Daniel tidak lama muncul di hadapan mereka sambil mendorong kursi roda yang tidak ada orang duduk di atasnya, membuat Sarah dan Amira saling pandang kira-kira pria itu membawa benda tersebut untuk siapa.
"Permisi tuan, Apakah ada orang sakit yang perlu dievakuasi?"tanya Sarah penasaran.
"Ya jelas ada lah,tuh orangnya di depan kamu sekarang!"jelas Daniel sambil memunculkan bukti dirinya ke arah Amira.
"loh kok saya? Perasaan saya masih bisa berdiri dengan tenang dan juga dari tadi tidak mengeluh pusing, seperti itu tidak pada tempatnya deh soalnya sama saja dengan pemaksaan!"Tolak Amira karena memang ia merasa begitu sehat walafiat jadi tidak perlu harus diperlakukan sampai segitunya.
"Kata siapa kamu sehat, apa kamu tidak sadar wajah kamu dari tadi itu sangat pucat seperti orang yang tidak punya aliran darah? Ayo cepat naik duduk di atas ini sebelum aku yang bakalan menaikan kamu,jadi orang kok kepala batunya minta ampun!" Kesal Daniel.
"Aduh Terima kasih perhatiannya Pak tetapi benar saya itu sehat tidak perlu harus diperlakukan sampai segitunya, atau lebih baik Bapak yang naik di atas terus saya yang dorong biar sepadan!"Tawar Amira tanpa merasa bersalah sedikit mendatangkan kursi roda tersebut.
__ADS_1
Sarah ingin sekali tertawa ketika melihat wajah Daniel yang begitu tidak bersahabat, padahal sebenarnya dia pria itu sangat baik hanya saja mungkin Amira merasa bahwa dirinya baik-baik saja jadi wanita itu menolak perhatian yang diberikan oleh Daniel kepadanya.
"Saya rasa kalau mau jadi Amira pun bakalan menolak kursi roda tersebut pak, soalnya kalau dia ke kantor katanya dia bisa jalan masa iya harus didoa pakai kursi roda segala pendingin tinggal di rumah?" Sarah menimpali perkataan dari Amira tadi.