
Amira bukannya merasa cemburu dengan Sikap yang ditunjukkan oleh Adam itu hanya saja ia merasa sepertinya suaminya itu masih terikat perasaan dengan Franda, karena buktinya kalau memang ada yang biasa saja dengan Franda ya Otomatis tidak akan pernah merespon keberadaan wanita itu mau di mana saja dan kapan saja serta apapun keadaannya.
Namun kalau seperti begini keadaannya ya Otomatis istri mana sih yang tidak akan pernah memikirkan sesuatu hal yang secara berlebihan, tidak ada juga yang tidak akan pernah berpikir kalau sebenarnya suaminya itu hanya berbohong dan juga berakting kalau menyesal dengan semua kesalahan yang pernah ia lakukan di dalam hidupnya.
Kalaupun memang Adam yang pernah berjanji akan berubah 100% dari sikapnya yang selama ini berbohong dan juga suka menyakiti Amira serta melakukan sesuatu yang tidak enak, maka Anggap saja Amira tidak percaya semuanya itu dan berpikir kalau suaminya saat ini tengah berakting menjadi seorang pemain drama yang sangat terkenal.
"Ternyata kamu memang pandai bersilat lidah dan pembohong kepadaku sampai-sampai aku Sempat berpikir kalau kamu itu sebenarnya sudah berubah , namun apa yang aku saksikan dan juga aku dengar serta yang terjadi saat ini membuktikan semuanya kalau omongan semua pria yang ada di dunia ini terkadang tidak bisa dipercaya 100%! "batin Amira sambil menertawai kebodohannya karena bisa-bisa hanya mempercayai seorang pria buaya darat yang entah suatu saat masih bisa ke lautan atau tidak.
"Oke kalau memang itu kemauan kamu maka aku anggap mulai besok lusa urusan kita bakalan selesai dan aku juga tidak akan pernah dipermainkan oleh siapapun lagi, cukup sampai anak ini lahir Lalu setelah itu hubungan kita pun akan berakhir tidak ada yang namanya kesempatan kedua apalagi tidak mempermasalahkan semua kesalahan yang di masa lalu Karena bagiku kata maafku merupakan sesuatu yang berharga melebihi Intan Permata maupun berlian sekalipun. "sambung Amira lagi Tentu saja itu semua ia katakan di dalam hati karena tidak ingin juga kan dikatakan sebagai wanita stress karena bisa-bisanya berbicara sendiri di lorong rumah sakit.
Adam yang melihat punggung istrinya itu merasa sedikit was-was takutnya jangan sampai Amira bakalan salah paham kepadanya, Sebenarnya tadi Ia juga tidak ingin merespon keberadaan Franda hanya saja ya harus bisa memastikan wanita itu benar-benar menjauh dari kehidupannya dan juga kehidupan Amira karena takutnya jangan sampai setiap kali melihat Franda Amira bakalan kembali mengingat kesalahan yang pernah ia lakukan di masa lalu.
"Sayang kok kamu pergi begitu saja meninggalkan aku sendirian di sini, Seharusnya kamu tunggu dong lalu mendengarkan apa yang kami Bicarakan ya supaya Mungkin kamu tidak akan salah paham? sudah cukup dulu Aku melakukan kesalahan maka sekarang Aku ingin jujur apapun yang aku lakukan di luar sana, Jadi tolong jangan pernah berpikir yang tidak tidak dan menyangka kalau suamimu ini tidak akan pernah berubah selamanya! "ujar Adam sambil menarik tangan Amira berusaha menghentikan istrinya itu supaya mereka berdua berbicara secara baik dulu baru boleh Amira pergi masuk ke dalam ruangan ibunya bersama dirinya.
Amira tertawa sambil mengejek ke arah suaminya karena terlihat begitu panik mungkin takut bahwa kebohongannya bakalan terbongkar lagi kali ini, padahal respon Amira biasa saja tidak ingin marah juga kemudian tidak ingin maki-maki apalagi berteriak histeris mengatakan semua kebohongan yang dilakukan oleh Adam agar semua orang dengar.
"kamu lagi ngomongin apa ya? aku dari tadi jalan santai loh tidak ingin mencurigai siapapun apalagi berpikir yang aneh-aneh, Memangnya Menurut kamu aku lagi memikirkan apa Sekarang sampai-sampai kamu kelihatan panik seperti itu? pokoknya kamu tenang saja Aku ini bukan tipe orang yang curigaan sembarangan tanpa bukti nyata yang terjadi di depan mataku, jadi kamu pasti paham dong apa yang aku katakan ini supaya Maksudnya kamu tidak usah banyak bertingkah lagi soalnya aku bosan! "Amira sudah tidak bisa menahannya lagi ya Meskipun sekarang mereka sudah tinggal beberapa meter lagi untuk sampai di ruangannya Aida hanya jangan salahkan kalau ia sedang ingin marah karena kebetulan lorong rumah sakit itu sedikit sepi sebelum di situ yang dirawat hanyalah pasien VIP.
__ADS_1
Adam terlihat mengusap wajahnya kasar karena sepertinya satu lagi dirinya melakukan kesalahan dan satu lagi kekecewaan yang dirasakan oleh istrinya itu, mau merutuki kebodohannya rasanya sudah sangat tidak mungkin soalnya sudah terjadi Tetapi kalau hanya diam saja dan memilih untuk mengalah tanpa menjelaskannya Takutnya masalah yang terjadi bakalan lebih runyam dan juga istrinya itu bakalan lebih salah paham.
Adam masih berusaha menarik tangan istrinya itu kembali sambil terpaksa berlutut di hadapannya meskipun itu sebenarnya mempermalukannya Ketika nanti ada orang lain yang melihatnya, hanya saja demi Amira semua egonya ia buang jauh-jauh bahkan yang ada di dalam pikirannya saat ini Bagaimana caranya agar bisa mendapatkan Maaf dari istrinya itu.
"kalau aku salah Oke aku minta maaf kalau memang kamu tidak puas pukul saja aku biar sampai kamu puas, tetapi tolong untuk kali ini aku tidak pernah bosan-bosan meminta tolong kepada kamu tolong maafkan suamimu ini ya Meskipun kamu sudah bosan memberikan Maaf untukku karena aku tetap melakukan kesalahan yang sama! hanya saja untuk kali ini Tolong jangan dulu masuk ke ruangan ibu kita berbicara dulu menjelaskan semua kesalahan yang terjadi dan setelah itu terserah kamu mau seperti apa, tetapi yang aku inginkan yaitu kita baik-baik dulu supaya nanti saat sampai di depan mereka seolah-olah kita tidak punya masalah sama sekali! "bujuk Adam lagi Terserah jika dibilang dirinya egois tetapi Bukankah untuk mempertahankan sebuah rumah tangga itu seseorang yang biasanya kalem akan berubah jadi egois dan juga seseorang yang biasanya penurut akan berubah menjadi pemaksa pokoknya begitulah sebaliknya kehidupan manusia yang bakalan berbanding terbalik dengan sesungguhnya.
Amira tertawa sambil menghela nafasnya kasar karena ia sangat tahu dan juga sangat hafal kebiasaan Adam kalau ingin dirinya mendapatkan pembenaran, padahal seharusnya suaminya itu sadar kalau kesalahan yang ia lakukan itu sesuatu yang sangat fatal dan Bisa dibilang sudah terjadi berulang kali Dan logikanya manusia mana yang bakalan dengan sukarela memberikan maaf secara berulang kali meskipun kesalahan yang sama bentuknya yang sama dan juga orangnya yang sama.
"Jadi menurut kamu kita harus berakting di hadapan orang tua kalau kita sedang baik-baik saja, kalau memang seperti itu kenapa kamu malah melakukan hal-hal seperti begini sebelum kita bertemu dengan mereka? Harusnya kamu sadar konsekuensi yang bakalan terjadi kalau sampai kamu melakukan kesalahan yang sama setiap saat, aku ini manusia biasa loh tidak bisa hanya memaafkan kamu dan juga mengakui kesalahan yang kamu lakukan serta tidak mempermasalahkannya lagi seolah-olah kamu benar! "ujar Amira sampai-sampai dulu dirinya yang biasa kalem dan juga halus dalam bertutur kata hilang semua pergi begitu saja yang tersisa hanyalah emosi dan juga kekecewaan yang mungkin mendarah daging dan satu lagi perasaan yang antara percaya atau tidak sampai-sampai dirinya bisa terjebak dengan pria egois dan juga tidak punya perasaan seperti Adam itu.
"Wah ternyata pria itu selalu dikatakan sebagai makhluk paling egois di jagat raya ini benar sekali ya, karena terbukti sedang terjadi di hadapanku saat ini! maunya selalu benar tidak ingin disalahkan kemudian maunya apa yang diinginkan itu harus dituruti, tidak peduli dengan perasaan orang lain tidak peduli dengan perasaan pasangannya sendiri seolah-olah kata-katanya itu mutlak dan juga tidak terbantahkan! "Amira sambil menggelengkan kepala mengatakan semua itu membuat Adam tetap dalam posisi berlutut memohon agar istrinya itu mau mengampuninya Persetan dengan segala urusan yang lainnya kemudian tidak peduli juga semua sampai jam berapa dirinya berlutut yang penting intinya Maaf dari istrinya bisa ia dapatkan.
Amira sebenarnya tidak tega ketika melihat suaminya seperti itu berlutut di hadapannya seperti seseorang yang sedang melamar Kekasih Pujaan hatinya, namun sekarang berbeda mereka adalah sepasang suami istri dan sekarang di dalam kandungannya pun telah bersemayam buah cinta mereka ya Meskipun mereka melakukannya itu tanpa dasar cinta.
jiwa wanitanya otomatis muncul di permukaan saat itu juga ketika memilih harus menjadi wanita egois atau pemaaf, Bukankah Tuhan itu selalu memberikan maaf kepada umatnya meskipun Setiap hari selalu Mengulangi kesalahan yang sama atau bahkan bisa dibilang tidak pernah ada niatan untuk berubah.
"Mas tolong bangun jangan mempermalukan diri kamu seperti ini, dan juga tolong Kamu hargai perasaanku kalau aku benar-benar sedang tidak ingin mendengarkan penjelasan dari pihak manapun! Ampuni aku juga kali ini aku benar-benar egois dan juga tidak pernah menghargai apa yang kamu inginkan, hanya saja aku mohon kamu Tolong mengerti dan juga paham kalau aku juga punya perasaan yang bisa rasa kecewa dan juga marah. "nada bicara Amira sedikit diturunkan berusaha agar suaminya itu bisa memahami kalau sekarang dirinya baik-baik saja tidak sedang marah-marah ataupun tidak sedang ingin berucap kasar nanti yang berimbas kepada hubungan mereka yang kembali merenggang.
__ADS_1
Adam membangkit secara perlahan sambil menatap sendu karena istrinya itu berusaha mencari kebohongan ataupun kekecewaan di dalamnya, dan ia menemukan hal itu yaitu Amira benar-benar merasa kecewa dan terlihat gurat kesedihan yang begitu sangat di wajahnya.
"kamu marah kepada mas, Dan kamu ingin melampiaskan dengan cara apapun Mas pasti bakalan menerimanya dengan suka hati! Percayalah tadi itu Mas hanya ingin menyuruh wanita tersebut agar menjauh dari kehidupan kita, karena mas takut jangan sampai setiap kali kamu bertemu dengan dia kamu bakalan mengingat kesalahan yang pernah kami lakukan dan kamu bakalan menjauh lagi seperti ini! kami tidak pernah membahas apapun itu dan juga Mas juga tidak ada niatan untuk menjauh dari kamu tadi, Percayalah ini memang kenyataan yang terjadi Toh kalau memang kamu tidak percaya kita bakalan membalikkan CCTV kira-kira apa yang kami lakukan di lorong itu! "ujar Adam yang membuat Amira hanya bisa mengurut pelan pelipisnya yang terasa begitu nyut-nyutan karena jujur dirinya itu sedang merasa kelelahan karena perjalanan jauh yang mereka lakukan kemudian kondisi tubuhnya yang sedang hamil jadi tidak bisa berdiri terlalu lama dan belum lagi harus ada tekanan berulang kali di dalam psikisnya itu terkadang membuat dirinya itu rasa-rasanya seperti sudah capek menghadapi dunia ini.
"Ayo dalam ruangannya Ibu tidak usah terlalu lama di sini karena sepertinya mereka sedang menunggu kita, bersikaplah biasa saja soalnya tidak terjadi apapun terus kalau misalnya aku cuek Anggap saja aku lagi belajar akting menjadi seorang wanita yang tidak suka berbicara atau introvert!"Amira sudah lebih dahulu berjalan di hadapan Adam membuat pria itu ya mau tidak mau menyusulnya daripada nanti orang-orang bakalan bertanya-tanya Kenapa sih kedua manusia itu sampai berjalannya saling mendahului satu sama lain.
"Halo selamat siang semuanya maaf kita baru datang sekarang, Wah ternyata 3 manusia terpenting dalam hidupku sedang berkumpul ya? "Sapa Amira sesaat ketika ia sudah berada di dalam ruangan ibunya membuat semua orang yang sedang berbicara dalam situ langsung menoleh ke arah pintu dengan Tatapan yang terluka dan juga sepertinya antara antusias dan juga sedih pokoknya bercampur Baur menjadi satu.
Aida yang sering dipasang infus di tangannya dan saat ini tengah disuap bubur oleh Dina langsung menitikan air mata ketika melihat kehadiran orang yang paling Ia nanti Saat ini, Ibu mana sih yang tidak bakalan terluka ketika orang yang tengah tersenyum kepadanya ini adalah buah hatinya bersama dengan suami yang selalu mengerti keadaannya sampai akhir hayat memisahkan mereka.
"anakku sayang, kamu datang nak? apa ibu sakit dulu baru kamu bisa sadar untuk pulang, apa Ibu harus pergi dulu dari sini supaya kamu bisa datang dan mencari ibu? "salahkan saja Aida egois tetapi dirinya hanya ingin mengeluarkan unek-unek yang selalu bersarang di dalam benaknya ketika dilupakan oleh buah hatinya sendiri ketika buah hatinya itu lebih memilih menenangkan hatinya dibandingkan mengatakan semuanya kepada wanita yang sudah melahirkan dirinya ke dunia.
Amira berjalan secara perlahan lalu mendekati Dina dan juga Sakti kemudian menyalim tangan keduanya, Lalu setelah itu memilih mendekati tempat tidur tempat di mana ibunya berbaring.
"aku sudah datang ibu kalau mau marah terserah tetapi untuk saat ini Tolong ya masih sakit jadi marahnya di cancel dulu, soalnya menurutku kalau marah itu lebih baik diam karena diam itu adalah emas dengan begitu orang tidak kebakaran banyak ngomong! "Amira sengaja mengatakan hal itu yaitu ingin menyindir suaminya supaya menghentikan usaha membujuk-bujuk dirinya segala Karena sekarang Bukan saatnya mereka berdua berbicara karena yang ada dalam pikirannya adalah bagaimana caranya agar ia diam dan Adam paham.
"Ya tentu tidak bisa begitu dong kamu kan salah makanya ibu sebagai orang tua harus ngomong dong, bukannya anak salah malah dibiarkan saja eh malah bertambah bikin masalah! "nah tuh kan Aida selama ini sedang menunggu Adam agar bisa memarahi pria itu sekarang merupakan saat yang tepat.
__ADS_1