
Hati Amira itu bukan terbuat dari emas yang meskipun digerus oleh air laut kemudian dimakan oleh waktu tetap bakalan Abadi, meskipun digantikan dengan berlian sekalipun tetap tidak akan pernah hilang keemasannya karena memang dia adalah Abadi.
Apa yang Amira miliki itu hanya seonggok daging yang tidak berdaya terdiri dari darah yang menggumpal yang bisa saja merasakan sakit yang amat dalam ketika dikhianati oleh orang terdekatnya, Ya kali kalau ada melakukannya dengan orang lain tetapi ini dengan adik perempuan yang dulu dia gendong yang diberikannya kasih sayang dengan begitu tulus tetapi kenapa malah menikamnya dari belakang.
kalau memang Adam dari awal tidak menyetujui Perjodohan mereka setidaknya pria itu menghargai janji suci yang dia ucapkan di depan penghulu, dengan begitu mungkin Amira hanya merasa bahwa waktu yang belum menentukan perasaan mereka Tetapi kalau sudah seperti begini Akankah Adam benar-benar menyesalinya atau hanya menyesal sekarang kemudian kedepannya bakalan mengulangi hal yang sama?
akan tetapi Melihat kesungguhan dan juga kekecewaan serta kesedihan di mata suaminya Percayalah Amira merasa sedikit tidak tega , karena Biar bagaimanapun mereka pernah berbagi ranjang yang sama berbagi selimut yang sama dan juga berbagai peluh yang sama juga.
maka dari itu ketika ditanya Apakah Amira akan memilih memaafkan Adam maka jawabannya kalau Tuhan saja memberikan kesempatan kedua kepada umatnya Kenapa Amira tidak, kalau Tuhan saja mengampuni umatnya Kenapa sesama umat tidak saling mengampuni?
setiap orang ya pernah memang melakukan kesalahan itu tidak dipungkiri tetapi terkadang kesalahan itu hanya sesuatu hal yang kecil bukan terlalu fatal dan bisa dimaklumi apalagi yang tidak disengaja, hanya saja pertanyaannya kesalahan Adam itu apakah karena tidak kuat menahan godaan atau mungkin dirinya saja yang imannya tidak terlalu kuat atau mungkin perasaan kepada istrinya yang tidak ada.
Amira menatap lekat ke arah Adam yang dari tadi hanya menundukkan kepalanya tidak berani menatap ke arah istrinya itu, rasa malu dan juga rasa takut kehilangan melebur menjadi satu di dalam benak pria tersebut yang rasa-rasanya ingin berteriak kepada dunia ambil saja nyawanya Jangan biarkan dirinya melihat Amira berbahagia dengan orang lain.
"sekarang Kalau boleh aku balik Mas Misalnya, ini misalnya ya bahasanya belum sudah menjadi kenyataan! jika aku selingkuh di depan kamu bersama dengan Dimas kira-kira perasaan kamu seperti apa, Padahal Dimas itu adalah orang kepercayaan kamu yang selalu kamu beri wewenang dalam pekerjaan kamu dan juga kehidupan pribadi kamu Eh malah menikam kamu dari belakang? " tanya Amira dan ini memang hanya berandai-andai tetapi jawaban ada diperlukan sama sekali jangan sampai pria itu terlalu egois dan maunya dirinya boleh melakukan kesalahan sedangkan Amira tidak boleh sama sekali.
Adam terlihat menghela nafasnya kasar karena menurutnya ini merupakan pertanyaan jebakan yang berasal dari istrinya, Kalau boleh jujur ya suami Mana mau melihat istrinya mendua dengan seseorang yang selama ini selalu saja berjalan di belakangnya yang ketika ada keperluan apapun pasti dia merupakan orang pertama yang bakalan dimintai tolong.
"Kalau boleh jujur dari lubuk hatiku yang paling dalam Aku ingin yang menjadi milikku hanya milikku saja tidak boleh disentuh oleh orang lain, Tetapi kalau mengingat apa yang sudah terjadi di belakang sebenarnya egois kalau aku boleh melakukannya sedangkan kamu tidak! Hanya saja aku tidak ingin membuat kamu berdosa hanya karena ingin balas dendam dengan apa yang aku lakukan, manusiawi ya pasti ingin melakukannya supaya biar sama-sama merasakan sakit hati tetapi kalau soal agama aku rasa tidak usah karena dosa ditanggung sendiri-sendiri bukan bersama-sama!"Amira puas dengan jawaban yang diberikan oleh Adam karena memang itu dari awal yang merupakan Yadnya ingin agar suaminya paham dan juga ingin agar suaminya itu tidak terlalu berpikiran yang negatif ke arah yang tidak sehat dan alhasil merugikan diri sendiri apalagi ini menyangkut soal hubungan mereka yang jelas-jelas beberapa bulan lagi akan lahir Buah Hati di tengah-tengah mereka.
"ternyata kamu semakin hari semakin keren loh memberikan jawaban, Lain kali kalau bisa sebelum melakukan sesuatu berpikir dulu seperti ini karena nanti kamu juga yang bakalan dirugikan! Oh iya kita jangan pulang dulu deh soalnya ini kan rumah bulan madu kita kenapa tidak digunakan saja, kasihan loh papa buang-buang sebanyak ini tapi kita malah membiarkannya saja kalau dulu sih kamu kan masih gila jadi aku ikuti saja tetapi sekarang kalau kamu mau pulang ya sudah pulang saja aku tidak takut untuk sendirian di sini! "usir Amira membuat Adam tertawa karena menurutnya ternyata secara sadar istrinya itu sebenarnya mempesona melebihi apapun yang ia temukan di dunia ini hanya saja dirinya terlambat menyadarinya.
__ADS_1
"Jadi ceritanya aku dimaafkan dan kita tidak akan pernah yang namanya bakalan bercerai, atau kamu hanya ingin membuat aku lambung tinggi ke atas udara Lalu setelah itu kamu menjatuhkanku ke bawah tanah sampai segitunya sampai-sampai aku bingung cara bernafas yang benar itu bagaimana? "tanya Adam memastikan membuat Amira mendengus kesal karena pria itu ada saja pembahasannya padahal Amira sedang ingin melupakan masalah mereka berdua sejenak tetapi sepertinya Adam itu orangnya harus to the point dan ingin sesuatu yang pasti.
"Astaga kamu itu dengerin aku ngomong nggak sih, Kuping kamu kan masih berfungsi dengan benar kan? sekarang bisa tidak jangan membahas sesuatu yang tidak perlu dibahas jika hasil akhirnya bakalan Bertengkar Lagi, aku itu lagi mau menikmati hariku loh Tetapi kalau kamu bahasa hal-hal yang aneh lagi aku bakalan beneran minta pulang nih! "omel Amira tidak terima membuat Adam mengurungkan niatnya untuk mengungkit sesuatu yang ingin mereka berdua kubur secara perlahan.
"Ya sudah kalau begitu kita bakalan memulai Semuanya dari awal, kalau aku salah silahkan Ingatkan saja bila perlu hukum aku sekalipun karena memang itu yang seharusnya terjadi! Jangan pernah berhubungan dengan pria lain jika memang itu menyangkut hal-hal yang terlalu pribadi, Tetapi kalau untuk pekerjaan dan sesuatu sehari-hari yang memang kamu perlukan sama sekali aku tidak akan pernah mengekangnya Karena aku tahu itu hanya akan membuat kamu merasa sakit hati! Dan Untukku Aku berjanji kepada kamu semua aktivitas yang aku lakukan di luar rumah bakalan aku memberi kabar kepada kamu satu kali 24 jam, supaya kamu sadar kalau sebenarnya kesalahan yang dulu merupakan pelajaran yang paling berharga untukku dan tidak akan pernah yang namanya kesalahan itu untuk kedua kalinya!"Adam mengatakan hal itu dengan penuh keseriusan tidak ada kebohongan di dalam bicaranya karena memang pria itu sudah dewasa tidak ada yang namanya memikirkan sesuatu terlalu berlebihan alhasil hanya memakan waktu dan membuang-buang kesempatan percuma.
Amira hanya mengangkat bahunya pertanda dirinya sekarang sedang menunggu kejujuran dan juga pembuktian yang dilakukan oleh Adam terhadap hubungan mereka, karena menurutnya tidak perlu harus menunggu banyak berbicara hanya untuk membuktikan sesuatu lebih baik langsung dilaksanakan saja karena memang itu yang paling penting yaitu Memberi bukti bukan janji.
"kamu Tolong telepon Papa sama Mama dan juga Ibu dong biar mereka tidak jadi pergi mendaftarkan gugatan cerai kamu kepadaku, Soalnya aku takut nanti jangan sampai mereka sudah melakukannya ya mau tidak mau kita bakalan repot lagi dan takutnya kamu benar-benar melakukannya! "jelas Adam memasang wajah cemberutnya soalnya pria itu sangat takut jangan sampai istrinya bakalan berubah pikiran.
"Astaga nanti sebentar malam kan masih bisa masa iya harus sekarang juga, aku tuh lagi pengen liburan bukan malah pengen melakukan hal-hal yang tidak jelas dan hanya membuang-buang waktu? "tolak Amira tetapi Adam tetap kokoh pada pendiriannya bahwa istrinya itu harus segera menghubungi Aida Untuk membatalkan semua rencana yang sudah dijalankan oleh Amira dari awal.
"Ya ampun kamu kenapa sih malah aneh-aneh seperti ini, aku kan sudah ngomong pasti bakalan menelpon ibu tapi nanti malam soalnya sekarang pengen menikmati suasana di sini bukan malah harus respon dengan semua yang kamu katakan! "Amira tetap pada pendiriannya tetapi Adam malah bangkit dan masuk ke dalam villa lalu mengambil ponsel istrinya itu dan berlari keluar memberikannya kepada Amira dengan tatapan memerintah.
"Kenapa? "tanya Amira sambil memasang wajah kesalnya.
"ya telepon Ibu sekarang, tidak perlu menunggu sampai malam kan sekarang ponselnya sudah ada di tangan kamu! "jelas Adam membuat Amira jelas saja mendengus kesal karena kembali lagi sikap memerintah pria itu.
"Oh jadi sifat kamu seperti begini yang bilang mau berubah dan tidak akan mengulangi hal yang sama lagi, sedangkan janji itu baru kamu ucapkan beberapa menit yang lalu tetapi sekarang kamu malah mengulanginya lagi? Wah kalau seperti begini Menurut kamu aku bakalan harus percaya dengan apa yang kamu janjikan, atau malah melanjutkan semua yang sudah Aku perintahkan kepada ibu dan juga orang tua kamu? "tanya Amira yang jelas saja tidak terima ketika Adam kembali kepada mode awalnya yaitu Arogan dan juga suka memerintah serta ingin apa yang ia inginkan itu harus di turuti oleh orang lain tanpa terkecuali dan apapun keadaannya Amira tetap harus patuh.
Adam terdiam ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Amira dan baru sadar dengan kesalahan yang sedang ia lakukan saat ini, ternyata memang benar mengucapkan itu sangat gampang tetapi melakukannya terasa begitu berat dan mungkin karena sudah mendarah daging jadi kalau Berubah itu rasa-rasanya sangat lambat perubahan yang terjadi.
__ADS_1
"Ya sudah mana ponsel kamu aku bawa kembali ke rumah Lagi tidak usah menghubungi Ibu kamu biar nanti malam saja deh, Maaf tadi jika memaksa soalnya hanya takut kamu berubah pikiran tetapi aku percaya dan juga Maafkan Aku kalau sudah menjanjikan sesuatu tetapi tidak ada niatan untuk menepatinya! "ujar Adam letih lesuh dan lelah membuat Amira ingin sekali tertawa tapi ditahannya saja soalnya kalau tidak pasti ada bakalan tersinggung dengan apa yang ia lakukan itu.
"Aduh ngapain juga Barangnya sudah dibawa keluar Kok malah disimpan kembali, sini aku bakalan menelpon Ibu untuk mengikuti apa yang kamu inginkan tadi tetapi ingat ya jangan sampai aku bakalan berubah pikiran! " jam Amira dengan nada penuh ketegasan membuat Adam begitu senang dan akhirnya langsung mencium pipi istrinya membuat wajah Amira memerah.
"Eh kamu jangan asal main Sosor saja ya Memangnya kamu pikir ini tembok apa,lihat tempat dan situasi serta kondisi di sini jangan asal bikin malu diri sendiri!"omel Amira sedangkan Adam sudah tidak peduli lagi karena dirinya benar-benar merasa bahagia ketika melihat istrinya itu berubah pikiran.
Aida yang kebetulan sedang berada di ruko dikejutkan dengan panggilan masuk dari Amira, padahal dirinya mengira bahwa anaknya itu sedang marah kepadanya karena terlalu menjelek-jelekkan Adam.
"Ya halo nak ada apa? "tanya Aida penasaran.
"Ibu lagi sibuk tidak, soalnya Ada hal penting yang ingin aku bicarakan? "tanya Amira memastikan.
"ya sibuk sih sibuk Tetapi kalau memang ada hal penting ya sudah ngomong saja tidak apa-apa, soalnya masa iya anak sendiri menelpon kok malah Ibu abaikan begitu saja!" jelas Aida sambil tersenyum meskipun anaknya itu tidak bisa melihat raut wajahnya saat ini.
Amira menghela nafasnya secara perlahan karena sebenarnya dirinya bingung bagaimana nanti Respon yang bakalan ditunjukkan oleh ibunya ketika mendengar apa yang ia katakan nanti, karena memang mendengar semua perkataan yang dilontarkan oleh Amira kemarin terdengar bahwa Aida benar-benar melakukan penolakan jika sampai dirinya kembali kepada Adam lagi.
"aku sudah ngomong kan ke ibu kemarin kalau saat ini aku sama Mas Adam lagi liburan di Villa yang dibelikan oleh Papa Sakti untuk kami berdua waktu itu, dan aku juga sudah pernah bilang bakalan mencoba memaafkan Mas Adam apapun kesalahannya dan memberikan kesempatan kepadanya demi mengingat buah hati kami dan juga demi Mengingat bahwa tidak ada salahnya kan kalau saling memaafkan? "tanya Amirah secara perlahan tetapi ada kegugupan di dalamnya karena takut nanti Respon yang diberikan oleh ibunya itu bakalan berlebihan.
Aida ingin sekali melayangkan protes tetapi dirinya juga tidak ingin membuat anaknya itu memikirkan sampai terlalu berlebihan dan berimbas pada kandungannya, ya Sebagai seorang wanita tentu saja ia tidak terima ketika anaknya disakiti tetapi sebagai seorang manusia tidak ada salahnya kan kalau memberi kesempatan kedua kepada Adam.
"Ibu mendukung Apapun yang kamu lakukan tetapi Percayalah kalau sampai dia melakukan kesalahan yang kedua kali tanpa kamu suruh pun Ibu bakalan mendaftarkan gugatan cerai kamu, ingat nak sebagai seorang perempuan jangan terlalu lemah dan mau diinjak-injak karena Biar bagaimanapun harga diri kita itu sangat mahal." jelas Aida.
__ADS_1