
Adam tidak bisa berkutik ketika mendengar istrinya yang memarahinya lagi untuk saat ini ya memang bisa dikatakan ini juga merupakan kesalahannya, Siapa suruh mencari masalah dan juga menciptakan masalah dan alhasil tidak bisa menyelesaikan sendiri.
sebagai seorang suami ya sebenarnya bisa dibilang sangat tidak dianjurkan untuk melakukan kesalahan di saat istrinya dalam keadaan nifas seperti itu, hanya saja Manusia Biasa tidak pernah luput dari yang namanya salah kemudian Manusia Biasa tidak pernah luput yang dari namanya melakukan dosa terkadang yang disengaja maupun secara tidak sengaja.
Adam tidak punya pembenaran untuk dirinya sendiri sebab ini semua juga karena dirinya yang teledor dan tidak hati-hati serta tidak bertanya Kalau memang tidak tahu, Padahal di sana ada suster kemudian di setiap box tempat ditidurkan para bayi yang baru lahir pasti ada nama ibunya dan juga nama anaknya.
"Sayang, aku minta maaf karena sudah melakukan kesalahan dan membuat kamu kecewa! Hanya saja Percayalah sebagai seorang suami aku sudah cukup melakukan kesalahan satu, dan untuk mengulangi kedua kalinya aku kapok dan tidak akan pernah mengulangi hal itu lagi dan juga aku berjanji akan menjadi seorang suami yang siap siaga, "tegas Adam yang penuh keyakinan bahkan bisa dibilang keyakinan pria itu tidak perlu dipikirkan dua kali lagi karena apa yang dia keluarkan itu secara spontanitas.
Amira tertawa karena sejatinya ia tadi itu hanya mengerjai suaminya Ya maksudnya suasana jangan terlalu tegang-tegang amat sih, Apalagi Aida yang sebenarnya Tengah menertawakan kebodohan menantunya itu atau bisa dibilang mungkin keanehan yang tengah dialami oleh Adam.
Adam yang tengah serius mata peron ke arah istrinya dan mertuanya yang malah cengengesan padahal Ia sedang berbicara serius loh saat ini, dan akhirnya ia sadar kalau sebenarnya dirinya itu Tengah dikerjai dan ternyata mereka berhasil mengerjai dirinya buktinya Ia sekarang antara merasa marah tetapi sekaligus lucu dengan ketidak pekaannya itu.
"Jadi ceritanya aku dari tadi itu dikerjain sama kalian dan kalian sukses mengerjaiku makanya merasa bangga, tetapi Syukurlah jika memang hal ini membuat kalian merasa nyaman dan tidak memarahiku lagi it's oke! "Adam sebenarnya ingin mengeluarkan unek-unek yang dia rasakan namun daripada nantinya dirinya bakalan diserang balik ya lebih baik memilih untuk diam Bukankah diam itu emas.
"Ini Sayang, gendong anak kamu terus jangan lupa kamu kasih nama dia yang paling keren pokoknya intinya yang tidak akan pernah dilupakan! nanti kalau misalnya sudah diberi nama tolong kamu jangan lupakan juga dengan istrimu ini kalau dia sudah berhasil memberikan seorang anak yang sangat tampan, kira-kira kamu belikan dia lah barang branded gitu biar mungkin tenagaku bisa pulih lagi agar tahun depan kembali melahirkan!"Amira sengaja bercanda dengan suaminya agar suasana tidak terlalu canggung sebab terlihat Adam sepertinya mawas diri takut jangan sampai Amira masih marah atas kesalahan yang pernah ia lakukan sebelumnya.
"perusahaan akan aku berikan rumah akan aku berikan ginjalku pun akan aku berikan yang penting Intinya kamu selalu ada disampingku, dan kalau misalnya aku berbuat salah ambil saja nyawaku sekalian yang penting intinya aku tidak ingin melihat kamu menangis untuk kesekian kalinya! "perkataan Adam itu begitu tegas dan terlihat begitu ada ketulusan di dalamnya tidak ada nada bercanda apalagi bermain dengan yang namanya perasaan.
Aida tersenyum ketika melihat anaknya sudah mulai menerima kembali keberadaan suaminya, karena inti dari sebuah rumah tangga adalah memiliki Pondasi yang kuat maka bangunannya akan tetap kokoh dan begitulah Yang namanya kepercayaan saling menjaga serta saling memiliki satu sama lain.
"Ibu bahagia kalau kalian bahagia dan Intinya Ibu bakalan mendoakan yang paling terbaik untuk kalian, jangan pernah merasa kalian sendirian karena di dunia ini kita merupakan sebuah keluarga susah senang bakalan dihadapi bersama tidak ada yang namanya kamu atau dia, " jelas Aida.
Amira tersenyum ke arah ibunya itu karena menurutnya sudah cukup membuat wanita itu menangis kemudian sudah cukup membuat Aida harus memiliki rasa kecemasan yang berlebihan karena dirinya, yang penting intinya semua ini sudah ia lalui tergantung dari Bagaimana Tuhan memberikan takdirnya lagi untuk kedepannya yang untuk sekarang ia menikmati dengan Bahagia.
__ADS_1
"jelas saja Ibu aku bakalan menjaga istriku sampai kapanpun dan tidak akan pernah melakukan hal bodoh seperti kemarin-kemarin lagi, karena kesalahan yang aku lakukan kemarin Anggap saja jika aku sedang tidak waras dan juga Anggap saja bahwa itu bukan aku! Meskipun aku yakin jika perasaan kecewa masih tetap ada di dalam dirinya, hanya saja aku percaya kalau Istriku itu memiliki hati yang begitu lapang dan akan menerima keadaan suaminya sampai kapanpun, "ujar Adam yang ingin sekali menangis karena kebahagiaannya hari ini benar-benar begitu lengkap.
Adam tidak menyangka jika hari ini ia mendapatkan yang namanya kebahagiaan berlipat ganda di dalam hidupnya, karena anak pertamanya dengan Amira merupakan seorang anak cowok yang otomatis penerus keluarga Adiguna dan saat ini pula Amira terlihat sudah mulai membuka dirinya dan tidak lagi mempermasalahkan dendam di masa lalu.
Dimas yang baru datang membawakan barang-barang yang diperintahkan oleh Adam tadi merasa terkejut ketika melihat Franda yang berada tidak jauh dari ruangannya Amirah, ya Meskipun ia yakin wanita itu memang tidak tahu bahwa ada majikannya di dalam ruangan itu namun saja pria itu merasa tidak suka karena menurutnya Franda itu adalah manusia pengganggu.
franda merasa terkejut ketika melihat Dimas yang membawa begitu banyak barang, seolah-olah ada orang yang menginap di rumah sakit tersebut membuat pikirannya mulai bertanya-tanya kira-kira siapa.
wanita tadi itu sudah selesai memasang alat kontrasepsi di tubuhnya dan kini sedang dalam perjalanan pulang, Namun karena ruangan bersalin itu jaraknya tidak jauh dari ruangan KB makanya wanita itu jelas saja melihat dengan jelas keberadaan Dimas.
"kamu Dimas kan, asistennya Mas Adam? Wah kebetulan kita bertemu di sini, Memangnya kamu ingin bertemu dengan siapa ? "tanya Franda penasaran bahkan kini wanita itu sudah mulai selingkuhkan mencari sana-sini dan akhirnya ia sadar ketika melihat siluetnya Aida berada di dalam salah satu ruangan yang tidak jauh berada dari dekatnya saat ini.
Dimas memilih tidak menjawab sama sekali pertanyaan wanita itu sebab menurutnya mereka bukan siapa-siapa Jadi untuk apa harus menerangkan secara detail, yang ada hanya bakalan membuang-buang tenaga percuma dengan sesuatu hal yang tidak penting dan juga hanya akan membuat Franda merasa berbangga diri karena dikira bahwa dirinya merespon.
"kalau misal nya Tuan Adam terpengaruh ataupun tergoda dengan anda mungkin saat itu matanya sedang rabun entah rabun dekat atau rabun jauh pun saya tidak bisa memastikan, tetapi intinya hanya satu jika dibandingkan dari ujung rambut sampai ujung kuku kaki kayaknya Nyonya Amira paling the best soalnya dia adalah tipe wanita idaman seluruh dunia, "balas Dimas bersikap santai saja soalnya wanita seperti Franda itu ketika mencari masalah ya Ada saja bahan pembicaraannya sampai-sampai yang nyeleneh pun Akan diucapkan.
Franda menatap tajam ke arah Dimas yang menurutnya sangat kurang ajar ketika berbicara, harusnya pria itu sadar jika dirinya dulu merupakan wanita yang sangat berharga di dalam hidupnya Adam dan otomatis harus memberikan hormat kepadanya.
"kamu itu hanya asisten biasa yang tidak ada nilainya sama sekali Tetapi malah berani kurang ajar dengan saya, Nanti kamu lihat saja ya ketika saya bertemu dengan Mas Adam saya bakalan mengadukan semua perbuatan kamu kurang ajar itu! "terlihat Franda begitu Ketus ketika berbicara dengan Dimas karena menurutnya ya dari segala macam segi ya memang kalah dari Amira apalagi wanita itu sebenarnya merupakan seorang wanita yang mandiri dan juga berpendidikan tinggi Tidak sepertinya hanyalah seseorang yang lulusan Diploma berbeda dengan Amira yang merupakan sarjana Strata 1.
Dimas itu paling tidak suka membuat keributan apalagi berbicara dengan wanita karena menurutnya dari dulu sampai sekarang wanita itu merupakan racun dunia dan juga Makhluk Paling merepotkan, maka dari itu ia paling tidak suka ketika berhubungan dengan wanita-wanita yang seperti Franda tetapi berhubung wanita itu sedang ingin ribet dengannya Tidak ada salahnya kan kalau ia meladeni?
"saya itu sebenarnya tidak ingin meladeni makhluk sampah karena sejatinya sampai itu sebenarnya harus dibuang di dalam tong sampah karena itu adalah tempatnya yang paling tepat, tetapi menyangkut sampah itu dibuang di tengah jalan dan menghalangi jalan saya ya akhirnya saya harus bisa membereskan dia tanpa menyentuh karena takutnya ketularan penyakit, "Dimas berbicara sambil terkekeh karena menurutnya wajah Franda yang tengah emosi itu merupakan sebuah hiburan tersendiri di tengah dirinya yang benar-benar sedang kecapean menghadapi semua pekerjaan yang tidak ada habisnya.
__ADS_1
Franda mengepalkan tangannya emosi bahkan sampai menghentakkan kakinya tidak peduli dengan rasa sakit karena dirinya yang sehabis memasang alat kontrasepsi di tubuhnya, Tetapi setelah menyadari wanita itu mulai meringis kesakitan membuat di masanya menggelengkan kepalanya karena ia sangat paham apa yang terjadi dengan Franda soalnya menurutnya di era modern seperti ini siapa sih yang tidak tahu yang namanya alat kontrasepsi.
"Wah Saya yakin anda pasti sedang mencari target selanjutnya kan, ya soalnya dunia sekarang itu butuh yang namanya makan gratis numpang hidup gratis kemudian ada yang membiayai gaya hidup yang makanya harus menyediakan payung sebelum hujan daripada nanti jebol!"ejek Dimas lalu memilih untuk masuk ke dalam ruangan majikannya Soalnya kalau 10 menit lagi ia meladeni Franda Maka jangan menyesal jika saat itu juga terdengar telepon yang berasal dari Adam dan memakinya karena geraknya yang terlalu lelet.
karena ada kaca yang tembus pandang maka dari itu Franda bisa melihat dengan jelas Amira yang tengah tersenyum, dan sekali-kali terlihat ada mengecup sayang kening istrinya itu pertanda bahwa pria itu memang sangat mencintai Amira saat ini.
"aku tidak terima kalau kalian berbahagia di atas penderitaan aku dan juga bapak, kami harus berjuang keras untuk bisa makan dan juga punya tempat tinggal sedangkan kalian sudah menerima dan juga memiliki fasilitas mewah tetapi masih sempat-sempatnya membuat kami seperti ini! Pokoknya aku pasti bakalan membalas semua perbuatan kalian itu tanpa ada namanya belas kasihan, karena aku sangat tidak terima dengan kebahagiaan yang telah kalian rasakan sebab itu sama saja kalian menari di atas penderitaanku, "desis Franda sambil mengepalkan tangannya emosi dan memilih untuk meninggalkan tempat itu karena hatinya benar-benar sakit melihat kemesraan sepasang suami istri yang berbahagia.
Franda yang tidak melihat jalan dengan baik akhirnya tidak sadar dan menabrak tubuh seseorang yang juga sepertinya sedang menguntit, dan karena di situ hanya ada ruangan VIP yang diisi oleh Amira maka dari itu Franda yakin jika orang itu tujuannya ingin mengetahui keadaan orang di dalamnya.
Bughh
"Eh kalau jalan itu pakai mata ngapain sih sampai pakai nabrak orang segala, Memangnya kamu pikir di depan kamu ini tiang listrik Apa jadi dibiarkan begitu saja tidak dipedulikan?" omel Franda yang kesal membuat pria yang menabraknya seketika langsung menoleh ke arah sumber suara.
"kamu..
"Andika...
keduanya saling memanggil satu sama lain dan terlihat Franda begitu antusias karena ia sudah sangat lama tidak bertemu dengan Andika, sedangkan pria itu terlihat sangat tidak suka ketika bertemu dengan Franda di saat seperti ini dan juga dirinya mengingat kembali perbuatan wanita itu terhadap Amira.
"Andika, kamu ke mana saja sih selama ini sampai-sampai aku selalu mencarimu kemana-mana Tapi tidak pernah bertemu? "tanya Franda yang ingin sekali memeluk pria itu tetapi dengan segera Andika mengelak soalnya pria itu sangat merasa tidak nyaman ketika berada di dekat wanita yang menurutnya sangat menjijikan.
"Berhenti di tempat Jangan pernah mendekatiku apalagi ada niatan untuk menyentuhku, dan satu lagi saya tidak pernah mengenal kamu dan juga tidak pernah berhubungan dengan wanita seperti kamu Dan kalau memang pernah dulu saya berhubungan dengan kamu maka saya anggap itu merupakan sesuatu hal yang terjadi saat saya sedang tidak waras! "ujar Andika lalu memilih untuk kembali Padahal tadi niatnya ia ingin menguntit keberadaan Amira soalnya tadi dirinya ketika berada di rumah Amira untuk menunggu wanita itu malah melihat Dimas keluar dari rumah dengan tergesa-gesa sambil menenteng beberapa tas dan akhirnya ia memilih untuk mengikutinya dan sekarang berakhir di tempat ini Tetapi malah bertemu dengan orang yang tidak diharapkan.
__ADS_1