
Percayalah perkataan Surti yang begitu ambigu membuat semua orang yang ada di dalam ruangan situ merasa penasaran yang begitu amat sangat, tidak mungkin juga kan wanita setua itu mendapatkan gebetan yang kemudian mengajaknya kembali ke Indonesia untuk bertemu dengan keluarganya guna meresmikan hubungan mereka?
Hanya saja wajah Surti itu sepertinya memang tidak bercanda sama sekali kalau memang dirinya datang ke tempat itu membawa dengan seseorang, soalnya setahu mereka seperti itu merupakan seseorang yang tipenya tenang kemudian tidak bisa terlalu berbaur dengan orang-orang yang baru dikenalnya.
"Bibi tolong deh jangan bercanda seperti itu! memangnya Bibi ke sini itu barengan sama siapa sih, Bukankah orang di luar negeri itu tidak terlalu peduli dengan urusan orang lain apalagi orang tersebut tidak mereka kenal? oke fix sekarang Bibi sampai sini dengan selamat Aku percaya apa yang Bibi katakan, hanya saja tolong jangan setengah-setengah seperti ini menyampaikan informasinya karena Percayalah aku itu lama-lama bisa mati penasaran!"jelas Amira yang begitu gemas dengan sikap dari asisten rumah tangganya itu tetapi Surti hanya mengangkat kedua bahunya tinggi-tinggi pertanda tidak punya Jawaban dari pertanyaan yang dilontarkan oleh Amira tadi.
semua orang di ruangan itu hanya tertawa karena Amira begitu penasaran sampai-sampai sekarang dirinya memilih untuk duduk di samping suaminya sambil menyandarkan kepalanya di bahu Adam, ia tidak ada yang salah dong Bukankah mereka itu adalah pasangan halal jadi mau melakukan apapun yang penting intinya tahu situasi dan tempat ya sah-sah saja.
"kamu kenapa? Bingung, terus pengen tahu? ya sudah nanti saja pasti juga Bibi bakalan jujur kepada kamu tentang siapa yang menemaninya datang ke sini, soalnya kan Bibi Surti pasti tidak tega dong melihat Istriku yang cantik ini menjadi galau gara-gara dibohongin?" tanya Adam sambil menoleh ke arah Surti yang terlihat membuang muka Karena Wanita itu masih ingat betul Bagaimana perjuangan Amira untuk bisa kembali tersenyum seperti saat ini.
Suri tidak suka dengan sikap Adam dulu yang terang-terangan menyakiti Amira meskipun istrinya itu dalam keadaan tidak baik-baik saja, karena inginnya adalah sebagai seorang suami setidaknya harus menunjukkan rasa kasih sayangnya kepada istrinya meskipun dari awal ia tidak menghendaki hal itu.
Adam adalah pria yang tidak bertanggung jawab menurut versinya Surti dan juga merupakan pria yang sangat tega menyakiti istrinya tanpa memikirkan perasaan mereka, kalau salah ya harusnya di akui kemudian tidak mengulangi lagi Tetapi malah membiarkan saja kesalahan itu sampai diketahui sendiri oleh Amira Percayalah itu merupakan rasa sakit yang amat bagi seorang wanita.
"Mbak Amira Bagaimana keadaannya sekarang? Apa....
"Bibi Tolong kalau mau membahas itu nanti saja ya, karena aku yakin Mas Adam pasti bakalan berubah! "Amira langsung memotong perkataan Surti karena menurutnya jika wanita itu mempertanyakan hal tersebut dihadapan semua orang ya sama saja bakalan mempermalukan Adam.
Daniel yang tadi hendak masuk langsung mengurungkan niatnya tersebut karena dirinya benar-benar merasa kecewa dengan jawaban yang diberikan oleh Amira tadi, seharusnya wanita itu sadar kalau Surti hanya ingin mengulang kembali kesalahan yang pernah dilakukan oleh Adam ya mungkin dengan begitu pria itu bakalan sadar dan tidak akan mengulanginya lagi.
__ADS_1
Surti hanya memaksakan senyuman di wajahnya meskipun ada rasa kecewa di dalamnya, karena yang ia inginkan yaitu Amira tidak pernah melupakan ya Meskipun kebaikan seseorang itu harusnya diberikan tanpa pamrih Tetapi hanya mengingat saja kalau dulu Amira pernah terluka dan juga memilih untuk pergi hanya karena perbuatan Adam.
"Ayo Pak masuk saja ke dalam mungkin semua orang penasaran! "perintah Surti yang ingin memberikan kejutan kepada Adam entah nanti apa yang terjadi dan juga bagaimana Respon yang ditunjukan oleh pria tersebut yang penting intinya Surti ingin membuat ada menyesal kalau sebenarnya di luar sana itu masih banyak pria yang mengantri untuk mendapatkan hatinya Amira kalau sampai ia sakiti berulang kali.
"Sebenarnya Siapa sih yang Bibi bawa datang ke sini, Apa mungkin dia adalah....
Adam langsung memeluk erat pinggang istrinya karena jangan sampai apa yang ia pikirkan benar-benar menjadi kenyataan yaitu orang yang selama ini mencari perhatian kepada Amira yang datang mengantarkan Surti ke tempat ini, dan kalau sampai hal itu terjadi takutnya jangan sampai Amira bakalan tersentuh dan berubah pikiran alhasil bakalan memilih untuk meninggalkannya dan mengajukan gugatan cerai mereka yang sempat tertunda itu.
"Permisi semuanya, maaf saya mengganggu waktunya! "Amira membulatkan matanya sempurna ketika mengenali suara tersebut yang menurutnya suara itu adalah orang yang selama ini menemaninya berbulan-bulan ketika berada di Prancis dan juga selalu mengurus dirinya ketika mengalami morning sickness itu sangat tiba-tiba kemudian merasa ngidam dadakan yang tidak jelas dan pokoknya mengurus segala macam sindrom yang tengah mendekat kepadanya.
"loh Pak Daniel, Kok bisa datang ke sini? Barengan sama Bi Surti tadi terus kalau boleh tahu Sarah nya ada di mana, Bukankah kalau bapaknya Jalan otomatis sarah juga bakalan ikut Masa iya hanya kalian berdua saja?"tanya Amira beruntun membuat Daniel merasa gemas karena dirinya sangat tidak suka ketika ia yang sudah capek-capek datang Amira malah menanyakan orang lain.
"Maaf kamu siapa ya? Terus kenapa berbicara seperti itu kepada menantu saya, seharusnya kamu menghargai dong keberadaan kami di sini?"Dina benar-benar dibuat kebingungan dengan kehadiran Daniel yang tiba-tiba lalu kemudian berbicara begitu akrab dengan Amira padahal seharusnya ada basa-basinya dulu dong.
"perkenalkan mah dan juga semuanya serta kamu masih Adam, kalau dia ini merupakan Pak Daniel Smith yang merupakan bosnya aku saat di Prancis dulu! Dia ini dulunya pernah tinggal di Indonesia dan merupakan tetangga depan rumahnya kami, ibu pasti tahu soalnya kan mamanya yaitu tante Andara Smith kan dan suaminya namanya Michael!"Amira memperkenalkan Daniel seperti itu padahal yang pria itu inginkan ya mungkin Amira akan memperkenalkannya sebagai calon suami masa depannya namun itu Sudahlah karena apa yang diharapkan oleh manusia terkadang bentrok dengan para ciptaan Tuhan yang lain sehingga tidak pernah satu pemikiran.
"Oh kamu anaknya Andhara dan juga Michael, Wah Welcome back in Indonesia! Terima kasih ya kamu sudah mau menerima anak saya bekerja di perusahaan kamu, dan maaf juga jika dia pergi tanpa pamit kepada kamu dia mau bagaimana lagi namanya masalah rumah tangga terkadang tiba-tiba muncul kemudian menghilang lalu kembali muncul lagi!"Aida begitu antusias ketika ada orang yang sudah membantu anaknya seperti itu Sedangkan Dina mengerutkan keningnya karena menurutnya wajah Daniel itu seperti mencemaskan Amira tetapi bukan hanya sebagai atasan dan juga bawahan melainkan bisa dibilang lebih dari itu.
"Terima kasih Tante, Ya sudah buka kewajiban saya menolong orang yang tersakiti dan juga tidak punya tujuan karena memang sesama manusia ya harusnya seperti itu kan? "sindir Daniel sambil menatap tajam ke arah Adam yang dari tadi sepertinya tidak berminat dengan percakapan semua orang yang ada di tempat itu.
__ADS_1
"terima kasih ya Pak karena Sudah menemani Bibi datang sampai di sini soalnya kasihan Aku bukan melupakannya hanya saja memang belum sempat untuk kembali, padahal sudah rencana kalau Ibu sudah sedikit membaik dan juga sudah diizinkan pulang maka aku sama Mas Adam dan juga mama sama papa bakalan pergi menjemput Bibi di sana sekaligus pamit kepada Pak Daniel dan juga Sarah yang selama ini sudah banyak membantu kesusahan kami berdua! "jelas Amira dan dirinya benar-benar tersenyum ketika merasa bahwa genggaman tangan Adam itu begitu erat ketika dirinya sedang berbicara dengan Daniel seperti tadi.
"oh itu suami yang kamu katakan sukanya membuat orang lain menangis hanya karena kebodohannya, Saya bingung kok bisa-bisanya Ya saya juga bisa bekerja sama dengan perusahaannya?"Daniel mengatakan hal itu sambil tertawa mengejek sedangkan Sakti yang tengah serius dengan berkasnya langsung meletakkan semuanya dan berdiri lalu menatap ke arah Daniel.
"maaf tuan Smith saya memotong pembicaraan anda sekarang, hanya saja ingin saya sampaikan kalau sebenarnya masalah pribadi dan juga masalah rumah tangga seseorang itu hanya yang berhak mengurusinya hanyalah lingkup dalam rumah tangga itu tersendiri! Apabila ada sesuatu yang tidak jelas dan juga menyinggung perasaan atau bisa dibilang sangat tidak disukai, ya itu tidak boleh dibawa dalam resiko pekerjaan karena profesionalitas dalam pekerjaan itu selalu dibutuhkan artinya tidak mencampur adukan antara masalah pribadi dan juga masalah pekerjaan! "Sakti jelas saja tidak terima ketika perusahaannya Disinggung seperti itu padahal kesalahan Adam ia sebagai orang tua tidak pernah menyuruh dan juga tidak pernah mendukung serta tidak pernah memfasilitasi maka dari itu jangan pernah mengatakan semuanya yang seolah-olah keluar enggak Adiguna itu mendukung Adam untuk menduakan Amira.
Daniel hanya menghembuskan nafasnya kasar sampai-sampai bingung harus berbicara seperti apa karena menurutnya semua perkataannya itu sebenarnya tidak ada yang salah sama sekali, yang pertama dirinya tidak punya sangkut pautnya untuk mengatakan semua ini dengan Sakti Terus yang kedua seharusnya mereka semua berterima kasih karena selama Amira di Prancis dirinya yang sudah bantu mengurus wanita itu.
meskipun terkesan secara berlebihan karena melakukan sesuatu mengharapkan imbalan namun ia namanya manusia hidup otomatis ingin melakukan sesuatu yang menguntungkan dirinya juga tidak hanya menguntungkan orang lain, maka dari itu ketika ia memberikan perhatian kepada Amira yang diharapkannya yaitu balasan dari wanita itu bukan Malah mengabaikannya seperti ini dan lebih parahnya lagi kembali ke negaranya tanpa pamit satu kata pun kepada Daniel.
"Saya minta maaf kalau sudah menyinggung anda dengan mengatakan semua ini kepada Anda di depan semua orang tentang yang namanya masalah pribadi dengan pekerjaan, hanya saja ingin saya ingatkan kalau Sebenarnya saya itu hanya mengatakan sesuatu yang memang benar saya tahu dan juga saya lihat bukan malah Saya hanya berpikiran yang tidak-tidak ataupun mencurigai saja!"jelas Daniel dan Sakti menganggukkan kepala pertanda paham namun yang menjadi tolak ukur adalah apa yang sudah dikeluarkan oleh pria itu tadi bukan sekarang setelah Sakti memberikan sanggahan barulah Daniel mulai memutar balikan apa yang ia katakan.
"oke baiklah saya di sini Yang mewakili Amira sebagai suaminya Kalau memang perbuatan saya yang lalu sudah membuat kamu kesusahan Oke saya minta maaf, tetapi Percayalah Saya tidak punya niatan untuk melakukan semua itu dan membuat orang lain yang merasakan akibatnya karena dengan menyakiti istri saya saja saya sudah merasa tobat dan kapok serta tidak ada niatan untuk mengulanginya lagi! "jelas Adam yang memilih untuk mengalah karena memang seharusnya Ia juga berpikir secara rasional kalau misalnya dulu saat Amira ke Prancis kemudian tidak ada Daniel dan juga tidak ada bantuan darinya entah bagaimana nasib istrinya itu saat ini.
Daniel dari tadi hanya menatap ke arah Amira yang lebih memilih untuk menoleh ke arah suaminya sampai-sampai setiap kali tatapan mereka bertemu wanita itu selalu membuang muka, Amira sebenarnya merasa tidak enak hati kepada Daniel karena sudah selalu memberikan bantuan kepadanya sampai-sampai tidak terhitung jumlahnya baik melalui tenaga dan juga materi.
Amira sangat paham kalau sebenarnya Daniel itu mempunyai perasaan lebih darinya hanya saja dulu ya selalu mengatakan kalau tidak akan pernah menjanjikan sesuatu yang entah nanti bisa ditepati atau tidak, meskipun waktu itu pernikahannya dengan Adam sedang mengalami gejolak hanya saja kalau dirinya memberikan harapan kepada pria lain rasa-rasanya dirinya dengan Adam sama saja karena masih terikat status yang jelas belum bercerai resmi Tetapi malah berhubungan dengan orang lain yang jelas-jelas itu merupakan sebuah perbuatan yang dilarang Dan juga mungkin masuk dalam kategori zina.
"it's oke no problem! Hanya saja boleh tidak saya berbicara dengan istri Anda berdua saja, Tenang saja kok saya orangnya sopan tidak akan melakukan hal yang neko-neko apalagi menculik dia untuk membawa pergi dari hadapan anda? Saya akan menyampaikan hal ini secara garis besar yaitu Ada hal penting yang harus kami bahas, sebelum dia kembali mengikuti Anda pergi berlibur atau apalah itu! maka dari itu saya Mohon pengertiannya dari semuanya dan juga dari anda sebagai suami sahnya, tenang saja saya tidak akan pernah memaksakan kehendak apalagi menginginkan sesuatu yang bukan merupakan milik saya!"jelas Daniel yang berharap agar semua orang paham.
__ADS_1