
Amira Tentu saja tidak mungkin mengabaikan keadaan anaknya di dalam kandungannya untuk saat ini, karena menurutnya masalahnya itu hanya dengan Adam bukan dengan orang lain apalagi anak kecil yang jelas-jelas belum terlahir ke dunia itu.
maka dari itu memeriksakan kondisi dari bayinya adalah sesuatu hal yang selalu rutin dilakukan oleh Amira, meskipun itu semua harus mengeluarkan biaya yang bukan sedikit karena mengingat bahwa selama berada di luar negeri ia tidak pernah mengurus yang namanya jaminan kesehatan atau mungkin di sana tidak memakai semua itu.
"aku Pastinya selalu memeriksa keadaan dia di dalam sini supaya ingin mengetahui kira-kira beratnya sudah normal atau belum , sebabnya bagaimanapun hanya dia yang aku punya selama di sana maka dari itu mempertahankannya merupakan sebuah keharusan! "ujar Amira membuat mertuanya itu merasa lega dan begitu pula yang dirasakan oleh Aida ternyata anaknya itu tidak melupakan hal yang penting.
"lain kali jangan pergi lagi kalau misalnya dia selingkuh dari kamu ya sudah tinggal selingkuh balik lagi kan, jangan berbuat seolah-olah wanita itu merupakan makhluk lemah jadi bisanya hanya disakiti tetapi menyakiti balik kita tidak sanggup melakukannya. "ujar Dina membuat Amira membuatkan matanya sempurna karena Ia memang sama sekali tidak pernah berpikiran ke arah yang seperti dikatakan oleh mertuanya itu.
Adam ingin sekali menjawab tetapi terlihat Sakti menepuk pelan bahu anaknya itu agar Adam tidak usah berkomentar sama sekali, karena Bukankah semua yang dikatakan semua orang yang ada di situ itu benar Jadi kalau misalnya ya membela diri sama saja dirinya secara tidak langsung mendukung apa saja yang ia lakukan nantinya.
"lebih baik kamu diam saja jangan banyak berkomentar sama sekali karena asal kamu tahu saja ya Semua yang dikatakan oleh Mama kamu itu sesuai dengan kenyataan yang terjadi, jadi orang jangan terlalu banyak mengeluh ataupun menjawab apa yang dikatakan oleh orang lain Jika tidak ingin membuat mereka tersinggung nantinya."gumam sakti pelan tetapi masih bisa didengar oleh anaknya itu membuat Adam mendengis kesal karena sepertinya semua orang itu sedang bekerja sama untuk membuat mentalnya turun.
"sudah terserah kalian semua Mau mengatakan apa karena sama saja mau aku membela diri pun tidak ada yang bakalan membelaku juga, apa tahu aku salah dan aku tahu Seharusnya aku tidak boleh berkomentar Teman jawab lebih baik hanya poster diri tidak usah banyak berkomentar apalagi lebih banyak mengeluh! "omel Adam tidak terima sama sekali soalnya dirinya selalu disalahkan seperti begini rasa-rasanya seperti ingin terbang melayang tetapi tidak ada yang mendengar.
"kamu bekerja di sana? Terus kalau begitu Surti nya Tinggal di mana....
Amira langsung terkejut ketika mendengar nama Surti karena selama beberapa hari ini ia seolah melupakan keberadaan wanita paruh baya itu yang sudah menemani dirinya kemanapun, merasa bersalah Tentu saja sangat ada dan juga benar-benar tidak menyangka kalau dirinya bisa setedor ini.
"Ya Tuhan, Ibu! Aku hampir lupa Soal keberadaannya Bii Surti! kok bisa-bisanya ya aku sampai seperti ini melupakan keberadaan orang yang sangat penting di dalam kehidupanku ketika sendirian di negeri orang, Astaga nanti apa yang bakalan dikatakan oleh anak-anaknya kalau sampai aku meninggalkan dia sendirian di sana? "ujar Amira frustasi karena sampai dirinya melupakan sesuatu hal yang penting akibat Apa yang dilakukan oleh Adam pun secara tiba-tiba seperti itu.
__ADS_1
"Ya terus gimana dong, Rangga juga ada di sini Jadi kalau mau minta tolong orang Untuk mengantarkan kembali sepertinya tidak mungkin? Atau jangan-jangan kita llebih baik menyewa jet pribadi untuk menjemput dia kembali saja, soalnya kasihan sih dia kalau sampai sendirian di sana dan bingung mau ngapain karena bahasa di sana juga kan sedikit rumit untuk dimengerti oleh Surti"tawar Dina tetapi Amira menggelengkan kepalanya karena ia yang sudah melakukan kesalahan jadi harus menyelesaikannya dalam waktu dekat juga.
"tapi...
Derth derth derth
Belum lagi Amira selesai menjawab tawaran yang diberikan sudah ada panggilan masuk dan sepertinya ada ikatan buatan antara dirinya dan juga syuting saat ini orang yang sedang mereka bicarakan sedang menghubunginya, membuat Amira dengan segera langsung mengangkat panggilan tersebut karena takutnya jangan sampai Surti sedang terkena masalah di sana.
"Halo Bibi, Bagaimana keadaannya di sana? Maaf ya aku kembali ke sini tanpa memberitahukan dahulu kepada bebek supaya kita bisa sama-sama kembalinya, tapi di sana Sarah memperlakukan bibit dengan baik kan Atau mungkin dia marah-marah tidak jelas seperti biasanya?" Tanya Amira cemas sekaligus penasaran.
Surti terkekeh geli ketika mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh Amira barusan seolah-olah Surti Sebenarnya sekarang lagi berada di dalam penyekapan orang jahat, karena Amira sampai secemas itu dan juga memberikan pertanyaan yang beruntun Tidak seperti biasanya yang sukanya kalem kemudian lebih memilih untuk mendengarkan daripada didengarkan.
"syukurlah kalau begitu Soalnya Sumpah aku cuma sekali loh memikirkan keadaannya Bibi di sana Apalagi dengan aku yang tidak ada di situ kemudian tidak ada aku yang bisa menemani Bibi, apalagi kalau bisa dibilang Sarah itu kan masih bujangan kemudian dia selalu pergi pagi pulangnya sore Takutnya nanti tidak ada yang bisa memperhatikan bibi! "jelas Amira Karena Wanita itu sudah dianggap seperti mengganti Aida ketika berjauhan dari ibunya itu.
"Mbak Sarah nya baik kok dianya bahkan selalu mengajak Bibi jalan-jalan biar katanya tidak bosan, padahal Bibi tahu kalau dia capek soalnya kan sepulang kerja langsung jalan-jalan kemudian terkadang kami makan di luar!"ujar Surti mengingat Apa yang dilakukan oleh Sarah ketika Hanya mereka berdua yang berada di apartemen wanita itu padahal setahunnya Sarah itu pasti merasa lelah karena dari pagi sampai sore berkutat dengan berkas dan juga pekerjaan yang tidak ada habisnya dan setelah pulang dari kantor bukannya menikmati waktu istirahat malah mengurusi Surti yang menurut Sarah takutnya wanita itu bosan ketika ditinggal sendirian.
"Sarah memang orang paling baik bahkan kita beruntung ketika bertemu dengan orang sebaik itu selama berada di Perancis, Bibi sekarang lagi di mana Kok kedengarannya kayak ada suara tukang bakso masa iya di sana ada yang jualan bakso sambil teriakan seperti itu? "Amira sempat menangkap bunyi suara-suara mangkok yang di pukul oleh para penjual kemudian ada hiruk pikuk seperti sudah berada di Indonesia.
Surti tertawa karena ternyata pendengaran Amira itu berfungsi dengan begitu baik karena terbukti hal-hal yang sepele seperti itu pun disadari, dan memang sepertinya ia harus bisa membuat Amira merasa penasaran dan juga mencari tahu semuanya supaya tinggal lihat kira-kira Respon yang diberikan oleh wanita itu nantinya bakalan seperti apa.
__ADS_1
"Mbak Amira nya sekarang ada di mana, soalnya sepertinya sunyi sekali padahal kan katanya lagi liburan? "tanya Surti yang bukannya menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh Amira tadi kini dirinya malah balik memberikan pertanyaan seolah-olah pertanyaan Amira itu dibiarkan menggantung begitu saja.
"Aku udah di rumah sakit Soalnya Ibu lagi dirawat di rumah sakit yang seperti biasanya itu, tapi Bibi kok bukannya menjawab pertanyaan aku malah balik bertanya sih? Padahal aku lagi penasaran loh sebenarnya Bibi sekarang itu ada di mana, Kok bisa-bisanya ada ribut-ribut di belakang situ?"tanya Amira merajuk karena tidak tahu kah Surti kalau sebenarnya dirinya Tengah merasa penasaran ingin memastikan sebenarnya wanita itu ada di mana saat ini.
"ya nanti saja deh pokoknya kalau tahu keadaan Mbak Amiranya baik-baik saja lebih baik matikan dulu teleponnya Soalnya ada pekerjaan yang harus diurus, Maaf ya pertanyaannya Bibi gantung dulu soalnya kan Cuaca lagi tidak enak jadi sesuatu harus perlu digantung dengan begitu baik!"Surti sudah kembali ke modenya seperti dulu yaitu selalu menggoda Amira meskipun wanita itu merupakan majikannya tetapi ketika melihat wajah cemberut Amira itu menurutnya sangat menggemaskan dan Rindunya kepada anak-anaknya di kampung rasa-rasanya langsung terobati dengan keadaan dan juga mood Amira yang kadang-kadang berubah itu.
"Yah kok malah dimatiin sih? padahal aku masih ingin tahu loh sebenarnya Bibi sekarang itu ada di mana, Ini orang Kenapa sih semakin hari semakin parah padahal sudah tahun baru loh? "omel Amira karena merasa bahwa dirinya sedang dikerjai oleh Surti dan ia sangat tidak menyukai hal itu terjadi.
Aida memasang tatapan penasaran kepada putrinya itu ketika melihat wajah Amira yang sedang cemberut, karena setahunya kalau Amira sedang cemberut seperti begini pertanda bahwa ada sesuatu hal yang membuat dirinya merasa tidak nyaman.
"Kenapa Amira dengan Surti nya di sana, dia baik-baik saja kan maksudnya tidak ada sesuatu hal yang perlu dicemaskan?"tanya Aida penasaran sedangkan Amira hanya menggelengkan kepalanya dan memilih untuk duduk di samping suaminya yang dari tadi sedang berkutat dengan laptop dan juga berkas-berkas yang diberikan oleh sapi seolah-olah rumah sakit itu merupakan ruang kerja kedua bagi Adam.
"kamu mau apa sayang, biar Maksudnya Mas Belikan sekarang juga soalnya wajah kamu itu loh sangat lucu? "tawar Adam membuat Amira menatap tajam ke arahnya karena secara tidak langsung suaminya itu sebenarnya sudah mengejek dirinya dari tadi.
"tolong deh Mas jangan berlebihan begitu ngomongnya, aku itu lagi sedang tidak ingin makan apapun dan juga sedang tidak ingin membeli apapun karena sekarang lagi merasa kesal! "omel Amira membuat ada memilih untuk bungkam karena sama saja jika dirinya bertanya Terus yang ada nanti Amira bakalan bertambah kesal kepadanya.
"Amira sekarang ada di mana, Bik?"tanya seseorang penasaran.
"Ayo kita ke rumah sakit sekarang soalnya tadi Mbak Amira ngomong katanya ibunya lagi dirawat di sana, ya mungkin dengan begitu kedatangan kita bisa membuat suasana jadi lebih aman dan juga nyaman serta mungkin Mbak Amira sedikit merasa lega karena Bibi yakin dia pasti sedang mencemaskan keadaan Bibi yang dikiranya sedang berada di tempat asing sekarang! "ajak Surti membuat seseorang yang menemaninya dari Prancis tersenyum karena dirinya juga sangat tidak sabar menunggu kedatangan Pujaan hatinya tetapi sepertinya Iya yang harus memberikan kejutan kepada wanita tersebut.
__ADS_1