
Adam benar-benar tidak menyangka jika Amira dengan tega mengatakan semua itu untuknya, padahal Ia sedang berusaha mati-matian untuk menahan ketakutannya dan juga kecemasan karena nanti bakalan ditolak oleh wanita itu.
Dan Ternyata apa yang ia takutkan benar-benar menjadi kenyataan saat ini, karena terbukti Amira memperlakukannya layaknya orang asing yang tidak pernah saling mengenal sebelumnya.
ingin sekali dirinya berteriak mengingatkan wanita itu bahwa dirinya ini adalah pria yang masih berhak atas seluruh tubuhnya, namun ketika mengingat semua kesalahan yang pernah ia lakukan rasanya kalau sampai ada melakukan hal tadi maka bisa dipastikan Ia merupakan manusia yang tidak punya rasa malu.
"Aku mau berbicara dengan kamu sekarang! jika memang kemarin-kemarin aku punya salah Oke aku bakalan minta maaf kepada kamu dan juga bakalan bersujud sembah kepada kamu, tetapi tolong Jangan memperlakukan aku seperti orang asing yang tidak pernah bertemu dengan kamu sebelumnya! "ujar Adam penuh permohonan tetapi Amira sepertinya sudah mati rasa dengan pria itu meskipun dulu dirinya sangat bucin dan tidak suka jika Adam memasang tatapan permohonan seperti itu sebab bagaimanapun kesalahannya pasti dirinya bakalan luluh saat itu juga dan akan memaafkannya tanpa memikirkan kesalahan fatal yang sudah diperbuatnya kemarin-kemarin.
Mira merasa heran dengan permintaan yang dilontarkan oleh Adam tadi, karena menurutnya Respon yang diberikan pria itu terlalu berlebihan seolah-olah dirinya tidak pernah melakukan kesalahan yang fatal selama ini.
Amira sudah berjanji kalau dirinya tidak akan pernah mengakui ataupun kembali lagi dengan Adam apapun kejadiannya, Kalau dulu dirinya sudah sangat bodoh berharap bahwa pria itu merupakan pangeran berkuda poni yang sangat manis dan juga akan selalu menjaganya setiap waktu maka sekarang pemikirannya itu sudah sirna dan berubah menjadi sesuatu yang sangat Ia sesalkan di dalam hidupnya.
"sebelum kesabaranku habis, lebih baik kamu tolong pergi dari hadapanku sekarang! aku tidak pernah mengenal kamu sebelumnya dan juga tidak pernah bertemu kamu setelahnya, Jadi kalau kamu datang ke sini terus mau membicarakan sesuatu aku rasa kamu mungkin salah orang atau hanya mungkin mengira aku itu mirip dengan seseorang! "kata-kata Amira itu begitu datar dan juga tanpa ekspresi sama sekali wanita itu bahkan terlihat begitu membenci suaminya sampai-sampai bersikap bagaikan kedua orang asing yang tengah berbicara.
"kamu jangan seperti ini dong Amira, kalau aku salah Oke aku minta maaf tetapi Tolong jangan hukum aku dengan membiarkan aku seperti ini! "pinta Adam penuh permohonan membuat Surti yang berada di belakangnya Amira ingin sekali mengetok kepala mantan majikannya itu dengan spatula supaya bisa sadar diri dan juga sadar posisi.
"Kamu ini sebenarnya telingamu masih berfungsi dengan bagus atau tidak sih Memangnya kamu mau aku harus ngomong berapa kali supaya kamu paham kalau sebenarnya aku sangat tidak suka kamu datang Dan ngomong kayak orang gila? Bisa tidak langsung pergi ketika disuruh pergi jangan harus bertahan lagi di sini Untuk berapa lama, aku punya kesibukan lain loh dan besok juga harus bekerja dan mencari uang karena aku butuh makan dan juga butuh minum serta tempat tinggal! "tegas Amira yang sangat merasa emosi karena ada masih saja tetap kokoh pada pendiriannya berada di tempat itu.
Adam tercekat ketika mendengar Amira yang sudah menaikkan satu oktaf nada bicaranya, wanita itu bahkan seolah-olah merasa sangat kesal ketika ia masih berkeliaran di sekitarnya.
kalau misalnya ya pergi meninggalkan Amira itu artinya dirinya kalah dan tidak ada kesungguhan dalam meminta maaf kepada wanita itu, namun kalau dirinya bertahan di sini terus Takutnya nanti kondisi Amira bakalan terganggu apalagi sekarang wanita Itu posisinya sedang hamil.
"aku minta maaf karena sudah melakukan kesalahan besar kepada kamu, saja aku mohon tolong jangan memikirkan masa lalu tetapi kita pikirkan saja masa depan dan juga anak kita!"ujar Adam yang ingin berniat meraih tangan Amira tetapi dengan segera ditepis oleh wanita itu karena terlihat dari sorot matanya sangat tidak suka jika Adam berani menyentuhnya.
"Jangan pernah menyentuhku dengan ke tangan kotormu dan juga jangan pernah mengucapkan kata-kata anak kita, karena dia tumbuh di rahimku dan dia besar karena kasih sayangku dia tidak peduli orang-orang yang tidak peduli padanya dan juga dia tidak peduli dengan orang yang sudah dianggapnya mati! "tegas Amira dengan tatapan nyalangnya wanita itu tadi marah Tetapi hanya level biasa saja karena menurutnya Adam juga masih sopan tetapi ketika pria itu menyangkut pautkan soal anak mereka Hal itu membuat emosi dari Amira seketika mendidih di permukaan.
"Sayang aku mohon Maafkan aku dan juga ampunilah aku, kamu bisa marah bisa memakiku bisa men teriaki aku apapun itu yang penting Intinya jangan pernah menyuruh aku pergi! "Adam yang berlutut di hadapan Amira membuat wanita itu kebingungan dengan pria yang biasanya Sombong kenapa mendadak jadi seperti begini.
__ADS_1
Surti menarik tangan Amirah agar masuk ke dalam rumah sebab dirinya sebenarnya merasa kasihan dengan Adam, saja jika pria itu tidak diajarkan artinya sebuah pengorbanan karena kesalahan maka ada bakalan tetap melakukannya di masa yang akan datang.
"Mbak Amira sepertinya Tuan Adam itu sudah benar-benar berubah, tetapi takut jangan sampai itu hanya aktingnya saja jadi lebih baik kita tutup pintunya saja dan biarkan dia di luar! "Surti sekali-sekali mengintip ke arah Adam yang masih tetap menunduk dan sambil berlutut di depan pintu apartemen mereka.
wanita paruh baya itu sebenarnya memiliki rasa belas kasihan yang begitu besar karena sudah terbiasa dengan kerasnya kehidupan ini, hanya saja dirinya tidak tega ketika melihat Amira harus nanti bakalan disakiti lagi ketika kembali bersama dengan Adam.
"maksudnya Bi Surti apa ya? "tanya Amira penasaran.
"Ya maksudnya berselingkuh dengan adiknya mbak Amira saja dia bisa melakukannya, apalagi dengan orang yang jelas-jelas tidak punya hubungan apapun dengan kita maka jangan harap dia bakalan berhenti yang ada dia bakalan tambah gila! "Surti Bukannya ingin memprovokasi Amira agar jangan memaafkan Adam hanya saja untuk saat ini Wanita itu sudah merasa bahagia ketika melihat Amira selalu tersenyum tanpa kehadiran pria itu di sekitarnya.
"Aku bakalan berbicara dengannya lagi dan untuk sekarang Tolong Bibi kembali masuk di dalam dapur dan siapkan makan malam, karena Biar bagaimanapun dia itu masih suamiku dan bukan karena aku ingin memaafkannya tetapi aku ingin kami menyelesaikan masalah ini sebaik mungkin supaya besok-besok tidak ada penyesalan! "jelas Amira dengan tatapannya yang tidak ada sorot kebahagiaan di dalamnya tetapi hanya tatapan orang yang sepertinya sudah sangat putus asa menjalani semua ini.
Surti mengikuti apa yang diinginkan oleh Amira karena memang tidak ada salahnya sama sekali kalau wanita itu berbicara dengan pria yang masih berstatus sebagai suaminya, hanya saja yang diinginkan oleh Surti yaitu untuk saat ini Adam seharusnya paham dengan kondisi Amira yang tengah berbadan dua dan tidak boleh memikirkan sesuatu yang berlebihan karena itu semua bisa mengakibatkan pada janin yang sedang ia kandung saat ini.
"kamu masuk ke dalam Soalnya ada yang ingin aku katakan dengan kamu, Jangan pernah menyalah Artikan apa yang Aku perintahkan saat ini sebagai sesuatu yang tidak pernah aku pikirkan sebelumnya! "tugas Amira membuat Adam tersenyum dan segera bangkit karena dirinya yakin dengan Amira menyuruhnya masuk ke dalam rumah itu merupakan sebuah kesempatan yang bagus dan juga sangat langka yang tidak akan pernah datang untuk kedua kalinya di dalam kehidupannya nanti.
Masih Membekas Di dalam ingatan Surti bagaimana ketika dirinya menelpon pria yang masih berstatus sebagai suaminya Amira itu sewaktu Amira pingsan di rumah, dan yang Ada Adam malah menyuruh Biarkan saja Amira mau kenapa-napa karena sekarang urusannya itu sangat penting dan lebih harus dia utamakan dibandingkan kondisi istrinya sendiri.
ternyata urusan penting yang tidak bisa ia tinggalkan adalah berselingkuh dengan Franda padahal saat itu istrinya Tengah berjuang karena kehamilan pertama dan itu merupakan anak yang mereka berdua, dan lebih sadisnya lagi Amira hari itu dikejutkan dengan dua berita sekaligus yaitu berita tentang kehamilannya dan juga perselingkuhan suaminya dengan Franda yang merupakan adik dari Amira.
Surti sebenarnya tidak punya hak untuk mencampuri urusan pribadi dengan majikannya selagi gaji yang ia terima tidak kekurangan sedikitpun dan juga dirinya tidak disiksa di rumah itu, hanya saja Entah mengapa melihat Amira menangis dalam keadaan seperti itu dan juga selama 5 bulan ini harus bekerja keras untuk bisa tetap makan membuat Surti benar-benar sangat membenci Adam apapun kejadian di masa lalu yang penting intinya hanya satu dirinya tidak ingin Amira kembali dengan pria yang tidak bertanggung jawab seperti Adam itu.
"Selamat sore menjelang malam Bik Surti, Apakah kedatangan saya di sini mengganggu waktunya Bik Surti untuk beristirahat? "tanya Adam yang ingin kembali menciptakan suasana yang mencair tidak canggung seperti saat ini.
Surti yang mendengar pertanyaan dari Adam itu hanya meringis sebentar tapi tidak ada niatan untuk menjawabnya, Terserah mau dikatakan sebagai seorang miskin yang tidak tahu sopan santun yang penting intinya ia tidak mengeluarkan kata-kata sumpah serapahnya untuk Adam.
"Silahkan duduk, Tuan!"perintah Amira.
__ADS_1
Deg
Adam merasa nafasnya tercekat di tenggorokan ketika mendengar panggilan yang diberikan oleh Amira kepadanya, padahal dulu wanita itu biasanya memanggil dirinya itu Mas Adam tetapi kenapa sekarang berubah jadi tuan dan itu terdengar begitu asing seolah-olah mereka berdua memang tidak mengenal sebelumnya.
"Terima kasih Nyonya Adam Adiguna! "sahut Adam tetapi Amira tidak peduli sama sekali padahal pria itu ingin melihat respon apa yang akan ditunjukkan oleh istrinya ketika dirinya memanggilnya seperti itu.
Amira mengangkat kedua tangannya menaruhnya di atas meja lalu menatap tajam ke arah Adam yang dari tadi tersenyum kikuk ke arahnya, padahal Dahulu ketika mereka masih tinggal sama-sama dirinya yang selalu memperlakukan Amira seperti itu tetapi kenapa sekarang ketika Amira berbalik memperlakukannya seperti Hal itu membuat pria itu benar-benar merasa tidak nyaman dan Iya yakin kalau dulu perasaan Amira juga seperti yang tengah ia rasakan saat ini.
"Perkenalkan nama saya Amira Indira, status saya sekarang itu lagi berusaha untuk bercerai dengan suami saya sendiri! maka dari itu saya mohon kepada Anda tuan yang terhormat, Mari kita berpisah saja daripada menjalani hubungan yang Toxic seperti ini saya sungguh-sungguh tidak ada niatan untuk meneruskannya! "Amira masih tetap ada pendiriannya yaitu tidak akan pernah mengingatkan Adam kalau dirinya dan juga pria itu pernah saling mengenal dahulu.
Adam merasakan pasokan oksigen di dalam paru-parunya sepertinya sangat berkurang ketika mendengar kata-kata yang dilontarkan oleh Amira tadi, padahal tadi sewaktu masuk ke dalam sini dirinya sudah merasa bahagia karena merasa yakin jika nantinya Amira pasti sudah memaafkannya makanya wanita itu mau menyuruhnya masuk ke dalam rumah.
Adam tidak menyangka jika Amira menyuruhnya masuk hanya untuk mengatakan tentang perpisahan mereka, kalau tahu niatan wanita itu seperti begini lebih baik Tadi ia langsung pulang tidak usah ada kegiatan singgah segala.
Amira yang melihat Adam hanya diam seperti itu membuat wanita itu tertawa mengejek di dalam hati karena merasa lucu, dulu saja Adam selalu mengucapkan kata-kata Perpisahan dengan begitu mudahnya kepada dirinya tetapi kenapa sekarang kebalikan Jika ia yang mengucapkannya pria itu terlihat begitu frustasi.
"Kenapa diam saja? Apa Anda masih memikirkan jawaban yang tepat yang akan diberikan kepada saya atas pertanyaan yang saya lontarkan tadi, kalau memang iya ya sudah silakan pulang kemudian kalau sudah mendapatkan jawaban yang pasti Tolong kasih surat gugatan cerainya kepada saya supaya saya langsung menandatanganinya dan setelah anda kembali ke Indonesia nanti bisa langsung mengajukannya ke pengadilan! "ujar Amira.
Bukan ini yang diinginkan oleh Adam dan bukan ini yang dipikirkan oleh Adam Setelah 5 bulan ditinggalkan oleh istrinya, yang diinginkan pria itu adalah hidup bersama dan bahagia sampai tua dengan Amira serta membesarkan anak-anak mereka yang dipercayakan Tuhan.
Adam terlihat begitu rapuh karena tidak percaya jika niat hati untuk bertemu Amira dan berbicara baik-baik ternyata malah mendatangkan kata-kata malah petaka yang tidak ingin Ia dengar sama sekali, ternyata konsekuensi dari perbuatan yang namanya Perselingkuhan itu adalah sebuah perceraian yang bakalan didapatkan meskipun awalnya ia pasti begitu bahagia Tetapi setelah melihat Amira dan juga tidak menyukai pria yang mendekati istrinya maka saat itu ia sadar ternyata dari dulu Ia memang sudah menyukai istrinya itu.
Hanya saja karena godaan Franda terlalu kuat membuat dirinya tertipu Oleh setan laknat, dan alhasil cinta yang belum ia sadari itu menghilang begitu saja dan setelah ditemukannya kembali ternyata sudah sangat sulit untuk ia gapai.
💕💕
Thanks kepada kakak yang sudah kasih komentar yang alhasil membuat mood Author hari ini terbang melayang dan alhasil membuat tulisannya tambah semangat untuk update 💖💖
__ADS_1