
Amira memilih untuk pasrah tidak ingin membantah kata-kata Surti lagi, karena dirinya juga merasa kasihan kepada wanita itu yang terlihat begitu tulus kepadanya.
karena pijatan yang diberikan oleh Surti begitu nyaman membuat Amira tanpa sadar Sudah terlelap karena saking kecapean juga hari ini, meskipun pekerjaannya itu tidak mengangkat barang yang berat tetapi Percayalah hanya duduk kemudian memeriksa berkas itu adalah sesuatu yang cukup melelahkan juga.
"Kasihan Mbak Amira, dalam kondisi yang seperti begini malah hamil dan juga tidak ada yang bertanggung jawab! Kenapa Pak Adam sampai setega itu kepadanya ya, Kenapa juga harus ada niatan untuk berselingkuh dengan wanita cocor bebek itu?"sungut Surti dalam hati karena kalau ia Pak kalau ia berbicara secara langsung Takutnya nanti Amira bakalan mendengarkan perkataannya itu dan entah nanti bagaimana respon wanita itu.
Surti memilih untuk memperbaiki posisi tidurnya Amir agar lebih nyaman Lalu setelah itu memasang selimut kepadanya.
Surti adalah wanita paruh baya yang sangat pengertian dan juga sangat menyayangi Amira layak nya anak sendiri,hal itu yang membuat Amira percaya dan juga sangat menghargai dirinya.
__ADS_1
Padahal ada anak anaknya yang harus ia urus dan juga ia perhatikan,daripada malah memperhatikan anak orang yang jelas jelas tidak punya hubungan apapun dengan nya.
Anak anaknya di kampung sudah besar dan punya keluarga masing masing jadi otomatis punya tanggung jawab masing masing, dan juga suaminya sudah meninggal lama jadi otomatis Surti bebas mau ke mana saja dan melakukan apa saja karena tanggung jawabnya sekarang adalah dirinya sendiri.
Amira juga sangat mengenal anak-anak Surti di kampung karena wanita itu sering berkomunikasi dengan mereka, dan juga mengirimkan sedikit rezeki ketika Amira mendapatkan bonus dari novel yang ia tulis.
Kebetulan Surti tengah menyiapkan makan malam untuk mereka berdua tiba-tiba Daniel datang kemudian menekan bel Apartemen mereka itu, menurunkan niatnya itu untuk melakukan pekerjaan di dapur dan memilih untuk mengecek kira-kira tamu Siapa yang datang.
Ketika Surti membuka pintu Apartemen dirinya betapa terkejut ketika melihat ternyata itu adalah Daniel yang merupakan pemimpin di perusahaan Amira bekerja, tetapi wanita itu masih tertidur entah sudah mempunyai janji dengan Daniel atau belum.
__ADS_1
"Bagaimana ya mas? Soalnya Mbak Amiranya lagi tidur dan saya tidak tega membangunkannya, soalnya sepertinya dia kelelahan sekali jadi tidur sangat dibutuhkannya saat ini!" Surti benar-benar tidak tahu lagi harus bersikap bagaimana Karena syukurlah Daniel memahami apa yang dia katakan.
Daniel tersenyum mendengar pertanyaan dari wanita yang tinggal bersama dengan Amira itu, karena memang tujuannya datang ke tempat itu yaitu untuk makan bersama dengannya malam ini.
"Kebetulan saya datang ke sini itu untuk membawakan makanan agar kalian berdua bisa makan bersama dengan saya malam ini di sini, Jadi kalau Bibi belum masak lebih baik tidak usah masak sekalian soalnya makanan yang saya bawa ini banyak sekali dan tidak mungkin habis kalau hanya kita bertiga jadi tidak usah ditambah-tambah lagi ya!"jelas Daniel membuat surat tersenyum karena ternyata di kota asing Seperti itu ada yang peduli dengan mereka.
"Apa tidak merepotkan? Soalnya Bibi juga mau masak nih tetapi tadi karena baru habis memijat kakinya Mbak Amira jadinya tertunda, jadi karena sekarang dia lagi tertidur Makanya Bibi mau mulai kerja supaya kalau dia bangun setelah mandi langsung makan malam!" Ujar Surti.
"Sudahlah pokoknya hari ini Bibi Lebih Baik istirahat, gunakan tenaga yang sudah tua itu baik-baik jangan terlalu boros. Karena nanti kalau sakit kasihan Amira juga kan, Apalagi hanya kalian berdua di sini tidak ada orang lain lagi?" Daniel memberikan pengertian kepada Surti agar paham dengan kondisi yang tengah mereka jalani saat ini.
__ADS_1