Cinta Dan Air Mata

Cinta Dan Air Mata
Bertemu


__ADS_3

Daniel dan juga Amira kali ini sudah komitmen bahwa mereka berdua hanya jalan-jalan saja tidak ada namanya belanja secara berlebihan, cukup seperlunya saja dan itu pun kalau memang dibutuhkan kalau tidak ya sudah hanya dilihat harganya dan setelah itu langsung pergi.


Amira mengatakan kalau jalan-jalan mereka berdua kali ini adalah jalan-jalan ala rakyat jelata, cocok hanya untuk cuci mata saja tidak usah mendapatkan apapun dan juga Lenggang Kangkung parlente tidak membawa apapun.


Daniel sudah menawarkan berulang kali akan memberikan apapun yang diinginkan oleh Amira, namun Amira pun selalu mengancamnya bahwa kalau sampai pria itu membeli apapun yang dilihatnya tanpa peduli dengan harganya maka jalan-jalan mereka hari ini bakalan berakhir saat itu juga.


"Memangnya kamu tidak ada niatan untuk membeli semua yang ada di sini, ya bukan semuanya juga sih tapi hanya satu atau dua gitu daripada kita hanya sebagai penonton saja kan malu apa kata orang duluan sama? "tanya Daniel berbisik berharap agar Amira berubah pikiran dan mau melakukan apa yang ia inginkan.


"Astaga kenapa kamu malah berubah pikiran seperti itu, tadi kan kita sudah sepakat hanya jalan-jalan doang tidak ada yang lainnya hitung-hitungkan aku olahraga supaya sehat proses lahiran bakalan lancar? "ujar Amira kesal karena Daniel selalu saja berubah pikiran di saat yang tidak tepat seperti ini.


"ya aku pikir kesepakatan kan kadang berubah makanya setiap waktu setiap detik aku selalu bertanya supaya memastikan Apakah kamu sudah berpikiran atau belum, tetapi sepertinya belum maka lebih baik kita jalan-jalan lagi mungkin 5 menit dari sekarang baru aku bakalan bertanya lagi. "jelas Daniel santai yang tidak menyadari kalau saat ini Amira Tengah menatap tajam ke arahnya.


keduanya Kini pun berjalan ke sana kemari tanpa peduli dengan orang yang begitu mengagumi sosok mereka berdua, dan sudah begitu sepanjang perjalanan Daniel tetap memegang tangan Amira karena alasannya takut wanita itu jatuh akibat kesenggol sama orang lain.


"kamu ini kalau orang lain berpikir yang aneh-aneh tentang kita gimana coba, Sudahlah lepaskan tanganku saja soalnya aku bisa jalan sendiri loh nanti kalau kesenggol juga pasti bakalan tegak lagi! "tolak Amirah tetapi Daniel memberi kode agar wanita itu tetap diam dan berjalan saja di sampingnya tanpa banyak melayangkan protes seperti itu.


"lebih baik kamu diam saja dan nikmati semua yang ada di sini kalau ada menginginkan sesuatu tinggal ngomong saja, Tenang saja kok jangan pernah berpikiran kalau aku memberikan sesuatu untuk kamu aku bakalan langsung Jatuh Miskin saat itu juga ! "begitulah tawaran yang selalu diberikan oleh Daniel kalau wanita lain sih pasti bakalan merespon dengan begitu bahagia Tetapi Amira hanya menggantikan bahunya pertanda bahwa dirinya tetap pada pendirian bahwa tidak akan meminta apapun.


kini keduanya sudah berada di dalam restoran tempat disediakannya makanan Asia, dan saat inilah Amira menarik tangan Daniel agar ikut masuk ke dalam Padahal dari tadi mereka sudah melewati berbagai macam tokoh tempat menjual branded terkenal Tetapi wanita itu tidak pernah merespon sekarang malah melihat makanan dirinya begitu menyukainya.


"untuk kali ini aku bakalan minta sesuatu kepada kamu yaitu Bisakah kamu mentraktir Ku makan makanan Asia, soalnya aku benar-benar merindukan masakan dari Negeriku itu dan juga benar-benar sepertinya merasa ngidam dadakan! "lirih Amira penuh permohonan sedangkan Daniel hanya tersenyum karena tanpa wanita itu banyak berbicara dan meminta pasti dirinya juga bakalan mengabulkannya.


Sesampainya di dalam restoran tersebut keduanya memilih tempat yang tidak jauh dari pintu keluar, soalnya saat ini itu Amira lebih sering merasakan buang air kecil dan juga wanita itu memerlukan udara yang selalu segar.


"kamu mau pesan apa biar aku yang bakalan memesankan untuk kamu, soalnya Sepertinya kamu memang benar-benar membutuhkan istirahat saat ini ?" tawar Daniel biar dia sendiri yang mengurus semuanya.


"sepertinya aku sendiri yang bakalan memesankan apa yang aku inginkan setelah melihatnya, Soalnya kalau menyuruh kamu nanti kalau aku berubah pikiran Memangnya kamu mau makan semuanya? "tolak Amira membuat Daniel ingin sekali tertawa karena memang yang setahu dirinya wanita hamil itu yang sudah usia trimester kedua dan ketiga jika soal makanan pasti mereka bakalan begitu semangat.

__ADS_1


"Ya sudah ayo aku bakalan temani kamu dan memenuhi keinginan makan kamu hari ini, ingat ya Apapun yang kamu inginkan jangan coba-coba menahannya Kalau tidak aku bakalan marah besar loh kepada kamu! "tegas Daniel dan Amira mengacungkan kedua jempolnya pertanda setuju dengan apa yang dikatakan oleh pria itu.


Daniel dan Amira berdiri di depan etalase yang tengah memajang berbagai jenis makanan dari Asia termaksud dari Indonesia, dan fokus Amira saat ini ya tertuju kepada makanan yang ada di negaranya itu membuat wanita itu berkali-kali menenggak salivanya begitu kesulitan akibat tidak bisa menahan lagi keinginan makannya.


"aku boleh tidak pesan Rendang, kemudian Sate habis itu Soto Ayam dan juga Buras? "bisik Amira pelan membuat semua orang yang di situ pasti mengira wanita itu Tengah mencium pipi pria itu tetapi ya namanya Eropa mereka tidak akan peduli dengan apa yang dilakukan oleh semua orang karena mereka sibuk dengan urusannya masing-masing.


"Astaga kamu kok malah bertanya kepadaku sih aku tidak akan pernah marah meskipun kamu memesan semua yang ada di dalam etalase itu, jadi tetapkan pilihan kamu soalnya kan kita tidak mungkin setiap hari bakalan kembali ke sini untuk menikmati semuanya kan? "tawar Daniel lagi dan Amira merasa Ya hanya itu saja yang ia inginkan saat ini Entah kalau nanti besok lusa berbuat pikiran ya urusannya nanti tetapi sekarang Ya hanya itu saja cukup baginya.


"sepertinya hanya cukup itu saja deh yang lain tunggu dulu soalnya kan perutku juga tidak sampai sebesar itu juga kan, jadi mampu menampung semua makanan yang ada di sini karena nanti jatuhnya adalah mubazir dan sayang kalau sampai terjadi hal itu karena sama saja kita tidak berterima kasih kepada berkat yang sudah Tuhan kasih!"jelas Amira.


kini keduanya sudah kembali ke tempat duduk mereka dan menunggu pesanan yang tadi sudah dicatat oleh pelayan restoran tersebut, wajah Amira begitu sumringah apalagi Daniel juga selalu menggodanya sepanjang waktu membuat wanita itu tidak bisa berhenti untuk menahan tawa dan juga senyuman di wajahnya.



"kamu kalau senyum seperti begitu bikin aku tambah cinta deh, hanya saja Sepertinya kamu lagi males ya main kita cintaan soalnya sekarang kan bukan masanya ? "goda Daniel yang terlihat seperti seseorang yang tengah begitu tersiksa dengan perasaannya.



Daniel memasang senyuman terbaiknya karena merasa tak terima dengan apa yang di katakan oleh Amira tadi, maka dari itu ia ingin menunjukkan pesonanya supaya Mungkin wanita itu berubah pikiran dan tidak akan menjelek-jelekkan dirinya lagi seperti yang tadi dilakukan oleh Amira.


"Jadi gimana Kamu sudah terpesona belum dengan tampangku saat ini, kalau belum ngomong ya supaya aku bakalan melakukan operasi plastik seperti Kebanyakan orang orang saat ini? "tawar Daniel sambil tersenyum membuat Amira ingin sekali tertawa karena memang Sebenarnya tadi itu hanya dirinya bercanda saja sebab dan dia itu merupakan salah satu tipe pria yang sempurna di kalangan wanita Eropa.


"Aduh sepertinya jangan deh Soalnya takutnya nanti mama kamu bakalan sulit mengenali anak sendiri, Jadi biarlah kamu seperti itu punya apa adanya kalau mau berubah tunggu ya saat aku kembali ke Indonesia dulu soalnya takut di sini nanti aku tidak bakal mengenali kamu!" Tolak Amira.


Daniel tertawa sampai membuat seorang pria yang duduk tidak jauh dari mereka mengepalkan tangan menahan emosi,ia merasa tak terima ketika wanita miliknya disentuh oleh pria lain yang jelas jelas tidak ada hubungan apapun dengannya.


"kurang ajar sekali pria itu berani-beraninya menyentuh milikku yang jelas-jelas sampai sekarang masih terikat denganku, aku bakalan buat perhitungan dengannya dengan cara membatalkan kerjasama ini agar dia tahu siapa sebenarnya seorang Adam Adiguna! "ujar pria itu dengan matanya yang merah menyala seolah-olah Tengah memendam emosi yang sedang ia rasakan dan siap meluapkan sewaktu-waktu.

__ADS_1


Rangga otomatis kebingungan dengan Sikap yang ditunjukkan oleh majikannya itu, sebab menurutnya kalau masalah pribadi dicampur adukan dengan masalah pekerjaan itu otomatis bakalan merugikan diri dan juga seluruh karyawan perusahaan yang sudah dibangun oleh Sakti Adiguna dari nol.


"Maafkan saya tuan jika lancang tetapi kalau memang Anda ada masalah pribadi antara Tuan Daniel, lebih baik dekati dia saja Kemudian bahas masalah apa yang membuat Anda tidak menyukai dirinya! akan tetapi Saran saya kalau anda mencampur adukkan segala macam urusan menjadi satu, otomatis bukan diri anda sendiri yang rugi tetapi Ribuan Orang dan juga perusahaan yang mengharapkan proyek tersebut. "jelas Rangga karena dirinya di situ bertugas sebagai kaki tangannya dari Sakti dan juga Dina Jika ada masalah memilih jalan ya kewajibannya adalah menuntun kembali ke jalan yang seharusnya.


Adam mengerutkan keningnya mendengar saran yang diberikan oleh asistennya selama berada di tempat itu, karena menurutnya pria itu tidak pernah berada di posisinya maka dia tidak akan pernah tahu apa yang tengah Adam merasakan saat ini.


"Kamu bisa menjabarkan kira-kira apa yang kamu rasakan, ketika milik Kamu Dan sesuatu yang masih menjadi hak kamu dibawa pergi begitu saja disentuh-sentuh di depan umum. Kalau memang kamu bisa menggambarkan rasanya seperti apa, barulah saya bakalan paham semua yang kamu katakan. Tetapi kalau kamu tidak bisa mengatakan semuanya, Saya minta Dengan hormat lebih baik anda diam! "tegas Adam yang benar-benar tidak ingin dibantah oleh siapapun sehingga nada bicaranya begitu tinggi membuat Amira yang dari tadi Tengah sibuk dengan Daniel langsung menghentikan kegiatan mereka itu karena kebetulan makanannya mereka pesan pun belum sampai.


"Aku sepertinya kenal suara itu? Astaga Ya Tuhan aku baru sadar kalau ternyata suara itu....


Nafas Amira seolah tercekat di tenggorokannya sampai-sampai tidak bisa melanjutkan kata-katanya itu lagi, wanita itu bahkan merasa seolah-olah Duri ada yang menusuk tepat di dalam jantungnya.


"Jadi gimana kita lanjutkan saja makannya soalnya kan kita sudah pesan tadi, atau kita pergi saja dari sini dan menyuruh mereka membungkuskan semua makanan itu? "Daniel tidak ingin egois menunjukkan kepada Adam bahwa sekarang Amira lebih memilih dirinya.


Amira terlihat berusaha untuk tetap tenang mencoba untuk tidak terprovokasi keadaan, karena kalau memang dirinya bertemu dengan Adam di sini Itu otomatis memang garis takdirnya harus bertemu dengan pria itu.


Akan tetapi pertanyaannya Apakah hatinya siap untuk bertemu dan berbicara serta menatap pria itu secara langsung, mengingat semua kelakuan yang telah ia lakukan kepadanya rasa sakit yang sudah diberikan dan juga pengkhianatan yang selalu Membekas dalam ingatannya.


"Apa aku bisa tidak menangis ketika bertemu dengan dia, apa aku bisa mencoba tetap kuat meskipun sebenarnya rasanya tidak mampu? "gumam Amira pelan tetapi Percayalah telinga dan dia saat ini itu Tengah berfungsi dengan benar jadi apapun yang dikatakan oleh wanita itu Ia bisa mendengarnya dengan begitu baik.


"Wanitaku adalah wanita yang paling kuat, Jangan pernah putus asa ataupun menyerah dan mengira bahwa kamu adalah wanita lemah! Tunjukkan kepada dia kalau sebenarnya apa yang dia lakukan itu salah besar, dengan mencampakkan berlian yang sangat berharga seperti kamu demi memungut batu kali yang tidak berguna itu! "ujar Daniel sambil mengusap pelan kepala Amira membuat Adam sampai-sampai mematahkan Sumpit yang sedang ia pakai saat ini.


"Cukup Sudah kesabaranku sampai di sini saja karena sudah habis hilang dan tak tersisa lagi, pria itu sedang menguji kesabaranku dan aku sangat tidak menerimanya! "tegas Adam lalu berdiri tetapi Rangga langsung menarik tangannya karena ternyata Rangga baru menyadari sesuatu hal yang berbeda dari Amirah saat ini.


"Maaf Tuan bukannya saya lancang tetapi sepertinya wanita itu sedang hamil, karena terbukti dari perutnya yang sedikit besar! "Amira tadi duduk menyampingi dirinya kemudian menaruh tas di pangkuan sehingga Adam tidak tahu sama sekali keadaan dari Amira saat ini.


kedua tungkai kaki Adam seolah-olah tidak bisa lagi menopang berat tubuhnya ketika menyadari keadaan Amira saat ini, ingin sekali ia maju kemudian bertanya tentang keadaannya namun Entah mengapa kekuatannya yang tadi muncul tiba-tiba sirna seolah tidak berbekas sama sekali.

__ADS_1


"Ya Tuhan ampunilah aku meninggalkan dia Di saat dia seperti begitu, Tuhan kalau mau menghukumku saat ini juga lakukan saja karena aku ikhlas menerima semua itu! "lirih Adam dalam hati bahkan pria itu sampai meneteskan air mata penyesalannya dan hanya bisa melihat Amira dari sudut matanya tidak berani mendekati wanita itu sebab sekarang mungkin Amira sedang menikmati kebahagiaannya dan ia tidak ada niatan untuk mengganggu tetapi Percayalah dirinya tidak akan pernah melepaskan wanita itu lagi di saat sudah ketemu seperti ini.


__ADS_2