
Amira Tentu saja tidak bisa membantah apa yang dikatakan oleh ibunya itu karena memang benar bahwa apa yang dilakukan Adam itu sebenarnya sudah sangat tidak manusiawi sama sekali, karena dengan mau dan juga sadar melakukan dosa sampai-sampai tidak memikirkan statusnya dan juga keadaan wanita yang tengah menunggunya pulang setiap sore namun tidak pernah direspon sama sekali.
jika dulu Adam tidak pernah melakukan kesalahan seperti itu, mungkin saat ini Aida Tentu saja tidak menjelek-jelekan menantunya tersebut. Dirinya pasti bakalan mendukung apapun yang mereka berdua lakukan, yang penting intinya tidak pernah melupakan bahwa status Amira ada juga Adam masihlah sebagai seorang suami istri yang sah di mata hukum dan juga agama.
__ADS_1
""memang aku paham kalau tadi apa yang Ibu katakan itu tidak ada salahnya sama sekali, hanya saja aku mohon tolong kalian mengerti dengan statusku saat ini yaitu sedang berbadan dua dan benar-benar membutuhkan kehadiran seorang suami! ya kalau misalnya orang mengatakan Kalau single parent itu merupakan sesuatu hal yang biasa saja tetapi bagiku ini merupakan luar biasa, karena pernikahanku dan juga Mas Adam itu memang benar-benar terjadi dan juga nyata Jadi untuk apa Nanti kalau dia masih sebagai suamiku yang sah! tergantung kalau misalnya ibu mau melayangkan gugatan perceraian kepadanya seperti yang Aku perintahkan kemarin-kemarin ya Otomatis status kami bakalan berhenti saat itu juga tanpa, tetapi balik lagi kalau misalnya dia nih akan berubah seperti itu masa iya kita tidak mendukung seolah-olah malah menjatuhkan semangatnya meskipun sangat masuk akal Kalau kesempatan kedua itu tidak semua orang mendapatkannya! maka dari itu selama ini aku pun selalu memohon kepada Ibu agar pengertian kemudian tidak terlalu memaksakan diri, ya mungkin dengan begitu hidup kalian bakalan bisa lebih tenang dan juga lebih nyaman seperti kemarin-kemarin! "Amira memang memiliki Pemikiran yang sangat luas Tetapi dia sampai melupakan karena terlalu luas pemikiran yaitu sampai tidak bisa membedakan mana orang yang egois dan yang tulus kepadanya.
"ibu itu hanya ingin mengingatkan kamu agar jangan salah mengambil langkah di dalam hidup Soalnya kalau kamu seperti begini terus Ya risiko bakalan kamu tanggung sendiri, setidaknya kamu kreatif lah jadi orang dan juga coba menelaah kira-kira letak kesalahan Adam itu Sebesar apa sih sampai-sampai orang di sekitar kamu dan juga Ibu sangat tidak menyukainya! karena dari awal kami tidak pernah mempermasalahkan pernikahan kalian, namun setelah melihat apa yang ia lakukan Percayalah penyesalan ibu itu sampai sekarang tidak pernah menghilang karena memang Sikap yang ditunjukkan oleh Adam itu!"penjelasan Aida itu sebenarnya bisa dipahami oleh Amira hanya saja wanita itu sepertinya menutup mata dan telinganya sampai-sampai tidak peduli dengan apa yang dikatakan oleh orang-orang di luaran sana.
__ADS_1
"aku di mana ya? kenapa malah berada di tempat asing ini, karena seharusnya ya kita berdua ada di rumah kan Semoga tidak ada niatan untuk berlibur dalam waktu dekat ?"tanya Adam dengan wajahnya yang terlihat seperti orang kebingungan membuat Amira mengerutkan keningnya karena benar-benar merasa heran dengan Respon yang diberikan oleh suaminya itu.
"loh kok kamu malah nanya, perasaan yang bawa aku ke sini juga pulau ini berasal dari manapun itu juga kamu yang tahu? jadi kalau kamu bertanya kepada aku, Memangnya kamu ingin mendengar jawaban yang seperti apa ketika orang yang kamu tanyakan itu malah lebih tidak mengerti sama sekali?"tanya Amira heran dengan pertanyaan yang dilontarkan oleh Adam layaknya seseorang yang amnesia dan dan sepertinya benar menjadi pernyataan!
__ADS_1
"Tapi aku benar-benar tidak tahu perasaan kemarin kan aku masih tidur didalam kamarku, kenapa sekarang malah berpindah ke tempat ini? "tanya Adam penasaran.