Cinta Dan Air Mata

Cinta Dan Air Mata
Merawat


__ADS_3

Adam kini sudah dibawa masuk ke dalam kamarnya Amira sedangkan wanita itu menyuruh Rangga untuk segera menelpon dokter untuk datang memeriksa kondisi Adam, dan ketika dirinya melihat wajah Daniel yang sepertinya sangat tidak senang dengan apa yang ia lakukan langsung mendekati pria itu guna untuk menenangkannya.


"Ya sudah kalau memang kamu keberatan saya merawat dia kalau begitu kita pergi ke kantor saja biar nanti Bi Surti yang memberikan dia obat sekaligus dengan asistennya itu, soalnya saya juga tidak enak hati lo Sudah berapa hari tidak masuk ke kantor layaknya seperti nyonya besar masuk kalau lagi senang terus kalau lagi nggak mood Enakan tidur di rumah saja! "jelas Amira membuat Daniel tersenyum di dalam hati karena pikirnya tadi bahwa wanita itu akan merawat Adam seperti perkataannya dari awal namun ternyata semuanya itu salah besar karena buktinya sekarang Amira malah membujuk dirinya secara tidak langsung agar ia tidak usah ngambekan seperti itu.


"kamu serius tidak mau merawat dia itu? soalnya tadi kan kamu percaya diri sekali menyuruh dia masuk ke dalam rumahnya kamu terus membawa masuk ke dalam kamarnya kamu karena katanya kamu bakalan merawat dia, ya jadinya aku lemas lah masa iya orang yang sudah menelantarkan kamu malah diurus sedangkan aku yang selama memperhatikan kamu mana dibiarkan berlalu begitu saja! "omel Daniel membuat Amira hanya menggelengkan kepalanya.


"ya masa iya aku membiarkan saja dia tidur di luar sama saja bawa aku itu manusia yang tidak punya hati nurani sama sekali dong, tidak masalah mau bagaimanapun yang penting intinya Apapun yang terjadi aku bakalan selalu mendukung keputusan yang dia lakukan! Tetapi Percayalah aku masih terikat status yang jelas dengan dia Jadi kalau misalnya setelah melihat dia sakit terus aku meninggalkannya, itu sama saja aku sifatnya dengan dia itu tidak ada beda jauh yaitu sama-sama tidak punya hati nurani yang tergerak untuk mengasihani orang lain! "ujar Amira membuat Rangga yang sudah selesai menelpon dokter pribadi yang biasa ia sewa ketika dirinya sakit hanya bisa menghembuskan nafasnya kasar ketika mendengar percakapan yang terjadi antara Amira dan juga Daniel yang sepertinya lupa kalau di tempat itu ada dirinya juga.


"aku tahu kalau misalnya terlalu banyak perintah dan juga ingin maunya ya sama saja aku tidak menghargai pernikahan kalian dan juga kita berdua kan tidak ada hubungan apapun, Hanya saja aku tidak ingin kamu terlalu bertemu dengan orang yang sudah menyakiti kamu dulu dan alhasil luka yang seharusnya secepat itu sembuh akan kembali berdarah tanpa kamu sadari. "jelas Daniel membuat Amirah hanya tersenyum karena memang tanpa semua orang sadari dan juga tanpa Adam pikirkan dirinya setiap malam memikirkan sikap pria itu di luaran sana nantinya karena setahunya orang yang sudah sekali tidak setia dan juga orang yang sudah sekali selingkuh otomatis dia bakalan ketagihan penyesalan ini itu pasti hanya berlaku beberapa bulan saja setelah itu bakalan kembali ke tabiat awalnya.


"kamu sudah selesai menelpon dokter?"tanya Amira penasaran ketika melihat Rangga kini sudah berada di dekat mereka.


"sudah Nyonya, mungkin setengah jam lagi dia bakalan sampai di sini!" jelas Rangga.


"Ya sudah saya tinggal karena mau pergi ke kantor dengan Daniel nanti kamu sama Bi Surti yang mengurus dia ya, kalau misalnya dia tanya saya ke mana katakan saja kalau saya lagi cari uang untuk menghidupi diri saya sendiri dan juga calon anak saya! kalau memang dia mau menetap di sini Ya tidak masalah tetapi kalau dia mau pulang ya sudah biarkan saja, yang penting intinya hanya satu kalau dia sadar katakan bahwa saya tidak menyukai kegilaan yang sudah dia lakukan di depan rumah saya seperti semalam!"jelas Amira.


"Maafkan Tuan Adam kalau begitu Nyonya, karena sudah membuat anda merasa tidak nyaman dari semalam sampai saat ini dan juga membuat waktu anda terbuang percuma! "jelas Rangga karena memang seperti begitulah kenyataannya buktinya saat ini Daniel dan juga Amira sudah terlambat ke kantor lebih dari setengah jam.

__ADS_1


"Tidak masalah yang penting intinya ingat apa yang saya katakan tadi, Kalau dia mau pulang ya sudah Biarkan saja dia pulang Tetapi kalau dia mau tetap di sini ya biarkan saja! Nanti Bi Surti tolong bikinkan bubur ya untuk dia, supaya kalau mau minum obat kan tidak terlalu serat di tenggorokan karena lambungnya sudah terisi. Dan kalau misalnya dia kena penyakit apa atau apa, Jangan kabarkan kepada saya tetapi langsung kasih tahu orang tuanya di Indonesia karena mereka lebih berhak!"Amira secara tidak langsung sudah menyiratkan kalau dirinya sudah membentengi kehidupannya agar apapun yang menyangkut Adam dirinya tidak boleh tahu dan juga tidak ingin tahu karena ia sudah mengembalikan pria itu kepada orang tuanya seperti Adam yang sudah mengusir dirinya dari kehidupan pria itu.


"Baiklah Nyonya Saya akan melakukan seperti yang Anda perintahkan semuanya tanpa Terlewatkan sedikitpun, dan sekali lagi saya minta maaf karena sudah membuat anda tidak nyaman dan juga pekerjaan Anda jadi terbengkalai begitupun juga kepada Anda tuan Daniel Terima kasih karena sudah menolong! "Rangga terlihat lebih tenang dan juga tidak mungkin memaksa diri agar Amira mau tinggal dan merawat Adam di tempat itu karena Biar bagaimanapun kedua orang itu sedang terlibat konflik internal yang hanya diketahui segelintir orang tetapi Percayalah perbuatan pria itu yang sedang tidak sadar begitu Membekas Di Hati Amira buktinya sekarang wanita itu terlihat peduli Tetapi hanya begitu saja tidak sampai selebihnya.


ketika sampai di parkiran Daniel ingin memastikan Apakah Amira berubah pikiran atau tidak karena kebetulan mereka belum sampai di kantor jadi waktunya berubah pikiran masih bisa dilakukan, karena dirinya juga melihat ada sedikit rasa khawatir di wajahnya Amira ketika melihat keadaan Adam seperti itu tetapi balik lagi semuanya tergantung daripada keinginan wanita itu apakah mau tetap tinggal atau pergi.


"Amira Saya tahu kamu sedang kecewa dengan pria itu dan juga saya tahu kamu sedang mencoba membentengi diri agar tidak ada niatan untuk kembali kepadanya, tetapi melihat keadaannya sekarang kalau memang kamu ingin kembali dan merawat dia dia tidak masalah saya pun tidak keberatan kok Karena setelah saya pikir kamu memang masih pantas merawat dia dan juga dia pantas untuk diurus oleh kamu! semua tergantung lagi kepada kamu mau niatnya Seperti apa dan juga maunya bagaimana, saya tidak akan pernah memaksakan kehendak karena kamu bukan anak kecil lagi pilihan kamu pun tidak pernah kamu langsung ambil secara spontanitas pasti kamu sudah memikirkannya secara baik! "jelas Daniel membuat Amira yang tadinya hendak membuka pintu mobil pria itu langsung menatap ke arahnya tanpa ekspresi.


"bohong Kalau saya bilang saya tidak cemas kepada dia dan juga bohong Kalau saya bilang biasa saja kalau lihat dia sakit seperti itu, karena Biar bagaimanapun saya punya hati nurani dan juga saya masih punya tanggung jawab tetapi tanggung jawab itu bakalan tetap ada kalau dia pun memberikan tanggung jawab untuk menjaga saya seperti layaknya suami pada umumnya! mereka karena dia itu getarannya sepertinya sudah mulai berkurang mungkin karena saya sudah mulai memupuk rasa benci sehingga akhirnya dulu yang saya sangat mencintainya sekarang sudah mulai memudar, jadi saya tetap pada pendirian kita pergi ke kantor soalnya pekerjaan saya di sana juga numpuk dan Kalau memang dia kenapa-napa ya Pasti nanti Bik Surti bakalan telepon saya! "jelas Amira sambil tersenyum lalu segera masuk ke dalam mobil dan mengajak Daniel agar mereka segera pergi karena Biar bagaimanapun Daniel itu bos besar di tempatnya bekerja sedangkan dirinya hanya bawaan biasa sekaligus asisten pria itu jadi tidak masalah dong kalau kemanapun dan dia pergi ia mengikuti semua orang kantor pun terlihat cuek tidak terlalu menanggapi.


Berbeda dengan Amira yang benar-benar tidak menyangka tingkah Adam yang begitu konyol karena bisa-bisanya memilih tidur di depan rumahnya tanpa kenyamanan seperti biasanya, padahal setahunya ketika mereka berdua sudah berbicara dan dirinya masuk ke kamar pria itu sudah pulang Namun ternyata bukan pulang ke rumah malah melipir kembali ke apartemennya.


"Kamu itu maunya apa sih Mas? dulu saat kamu pulang kerja pasti akan ada aku yang selalu menemani dan juga menyambut Kamu dengan senyuman yang begitu tulus, tetapi kamu tidak pernah menanggapinya malahan yang ada kamu merasa begitu terganggu ketika berdekatan denganku sampai-sampai Aku itu kamu anggap sebagai benalu di dalam hidupnya kamu! sekarang Aku memilih untuk menjauh tetapi kamu malah mendekati aku dengan cara yang tidak jelas dan juga hanya membuat waktuku terbuang percuma, padahal Seharusnya kamu hargai perasaanku yang benar-benar terluka tetapi sepertinya kamu tidak pernah menyadari hal itu karena yang kamu pikirkan adalah perasaan kamu saja! "batin Amira karena memang seperti itulah kenyataannya.


"Apakah dengan melihat pengorbanan dia yang seperti itu, Amira bakalan kembali dan memaafkan semua kesalahan yang pernah dia lakukan serta melupakan rasa sakit hati yang sedang dirasakan saat ini? "batin Daniel sehingga membuat keduanya larut dalam pikiran masing-masing sampai lupa dengan kebiasaan mereka selama ini Kalau bertemu pasti bakalan heboh dan membahas sesuatu hal yang sangat tidak penting dan juga terkesannya tidak masuk akal.


keduanya sampai di perusahaan dalam keadaan yang sudah mulai sepi karena semua orang sudah pada sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing, berbeda dengan Sarah yang kebetulan merupakan resepsionis di situ menatap penuh kebahagiaan ke arah Amira karena akhirnya wanita itu muncul juga ke kantor setelah beberapa hari izin karena kondisinya yang tidak memungkinkan.

__ADS_1


"Oh Astaga my sweet heart, akhirnya kamu muncul juga padahal aku sudah kangen berat loh sama kamu! gimana keadaan kamu sudah baikan atau belum Dan juga kok bisa-bisanya sih datang di jam seperti ini, Padahal kamu itu selalu on time dan juga tidak pernah sedikitpun ada niatan untuk datang terlambat ke kantor? "tanya Sarah penasaran tetapi Daniel langsung memberi kode agar wanita itu segera diam karena dirinya dan Amira harus segera menuju ke ruangannya.


"kamu bisa tidak jangan banyak bicara dulu sudah tahu bahwa sekarang sudah terlambat Tetapi malah asik mengajak Amira buat ngobrol, mendingan kamu pergi ikut casting acara gosip saja deh Soalnya lebih cocok mulut kamu itu kan tidak pernah mau berhenti berbicara Jadi kalau kamu ke sana mencoba ikut hal itu pasti langsung lolos dan langsung jadi presenter nomor 1! "omel Daniel Lalu menarik tangan Amira yang tidak peduli dengan tatapan semua orang kepada mereka berdua karena Percayalah semua orang tahu bahwa Daniel itu statusnya masih single tetapi kenapa sekarang malah sibuk dengan wanita hamil.


"Eh kalau boleh tahu itu anaknya ibu Amira itu dengan Pak Daniel atau bukan ya, soalnya sepertinya Pak Daniel sibuk sekali lo dengan segala urusannya Amira! "Tanya salah satu pegawai di kantor.


"Eh asal kamu tahu ya di sini itu kantor bukan tempat untuk acara gosip lebih baik kamu pergi casting saja supaya lolos jadi presenter nomor 1, sekarang itu Waktunya kerja jadi jangan banyak berbicara pergi sana sebelum aku bakalan teriak-teriak dan marah-marah tidak jelas kepada kamu! "Nah tuh kan tidak ada salahnya kan Sarah membolak-balikkan apa yang dikatakan Daniel kepadanya tadi supaya maksudnya impas dan dengan begitu ia merasa sedikit puas karena tidak di anak tirikan atau diskriminasi di perusahaan itu.


Daniel dan juga Amira sudah sibuk dengan berkas mereka masing-masing karena biar bagaimanapun sekarang itu sudah hampir telat untuk bertemu dengan klien, Amira yang sudah berapa hari ini tidak masuk merasa benar-benar terbantu dengan keberadaan Diana yang dapat menghandle semua pekerjaannya sehingga sekarang wanita itu tidak perlu kesusahan lagi karena pekerjaan tidak ada yang menumpuk di mejanya.


Surti dari tadi sudah sibuk membuatkan bubur untuk Adam karena dirinya yakin pria itu dari semalaman belum makan dan juga sesuai pesan Amira tadi untuk merawat mantan majikan itu, Sedangkan Rangga memilih untuk membalas email yang masuk tentang pekerjaan karena Biar bagaimanapun walau kondisi Adam yang tidak memungkinkan Tetapi semua pekerjaan harus tetap berjalan.


Ketika Rangga sedang sibuk terdengar ada bel berbunyi dari depan dan dirinya yakin itu merupakan dokter pribadi yang disuruhnya datang ke tempat itu, maka dengan segera Rangga bangun dan membuka pintu sehingga menampilkan wajah dokter tersebut yang begitu keheranan karena tidak biasanya Rangga memanggilnya ke tempat lain.


"maaf tuan Rangga kalau boleh tahu ini rumahnya siapa ya, soalnya saya begitu asing dengan tempat ini?"tanya dokter tersebut penasaran.


"jangan banyak tanya tetapi lakukan saja tugasmu untuk memeriksa majikan saya, setelah itu Katakan Apa penyakit yang dia derita dengan detail tanpa kekurangan satupun! "tegas Rangga lalu memilih untuk menunjuk jalan ke arah dokter tersebut untuk segera memeriksa Adam yang dari tadi belum sadarkan diri atau mungkin mengantuk.

__ADS_1


__ADS_2