Cinta Dan Air Mata

Cinta Dan Air Mata
Papa Nakal


__ADS_3

Aida Tentu saja tidak terima dengan tawaran dan juga permintaan yang dilakukan oleh menantunya itu, sebab menurutnya Siapa suruh melupakan anak sendiri dan sekarang malah merengek kayak anak kecil untuk menggendong bayi mungil yang ada di tangannya saat ini.


Aida ingin menggunakan kesempatan ini untuk mengadukan hal tersebut kepada Amira sebab dirinya penasaran kira-kira Respon yang diberikan oleh anaknya Seperti apa, Siapa suruh Adam mau melakukan sesuatu yang tidak jelas ya akhirnya dirinya juga harus menanggung akibat yang dilakukan itu.


Adam terlihat masih merengek berharap agar ibu mertuanya itu mau memberikan anaknya agar bisa dirinya gendong, Ya urusan perkara lainnya tentang kekhilafannya tadi Sebenarnya bukan sebuah perkara yang rumit Bukankah itu akibat dari dirinya yang tidak sengaja dan juga tidak tahu menahu.


"gimana Bu, boleh aku gendong Putraku sekarang? "tanya Adam memelas.


"Idih Jangan harap aku bakalan memberikan cucuku ini untuk kamu soalnya Siapa suruh tadi kamu sudah mengabaikan dirinya, anak baru satu saja sudah seperti begini apalagi kalau misalnya anak kamu lebih dari dua Oh Tuhan pasti kamu bakalan lupa rumah dan juga lupa segala-galanya. Jadi sebagai hukumannya pokoknya kamu tidak ada yang namanya bakal diijinkan untuk menyentuh cucuku, karena aku ingin melihat kira-kira reaksi yang bakalan ditunjukkan oleh Amira itu seperti apa dengan kelakuan kamu yang tadi," Aida tetap pada pendiriannya ya Meskipun anak yang dalam gendongannya itu merupakan anaknya Adam tapi tidak ada salahnya kan kalau membuat pria itu kapok dan tidak Mengulangi kesalahan yang sama.


Adam tentu saja tidak terima dengan apa yang dikatakan oleh mertuanya itu sebab yang namanya semua manusia ya Otomatis pasti pernah melakukan kesalahan dong, tetapi tidak perlu langsung menerima hukuman saat itu juga bukankah hari esoknya masih ada?

__ADS_1


"Tidak bisa begitu dong Bu, Masa iya kesalahanku hanya secuil doang tetapi dipermasalahkan sampai berjam-jam lamanya? Memangnya Selama ini Ibu tidak pernah melakukan dosa atau apalah itu, sampai-sampai kesalahanku yang tadi diungkit terus pasti sengaja ya sampai di Amira pun akan dibahas? "tebak Adam karena merasa yakin soalnya kebiasaan mertuanya kan mencari masalah kepadanya.


Aida tersenyum penuh kemenangan ketika menantunya itu berhasil menebak Jalan pikirannya, karena memang dari awal tujuannya ya seperti itu membuat ada merasa kapok dan tidak akan mengulangi kesalahan yang sama.


"nah itu tahu kan maksud dan tujuan ibu melakukan semuanya, jadi sebagai menantu yang Budiman Tolong ya jangan bertanya-tanya lagi , " ujar Aida karena sekarang mereka sudah sampai di tempat di mana anaknya itu dirawat maka dari itu perdebatan mereka sepanjang jalan rasa-rasanya harus segera dihentikan.


Amira yang tidak bisa tidur menoleh ke arah pintu yang sudah dibuka dan senyumnya langsung mengembang ketika melihat Baby Boy miliknya sudah datang ,Soalnya dari tadi ia memikirkan keberadaan anak itu dan kira-kira suaminya sudah berhasil menemukannya atau belum Dan ternyata Adam itu merupakan seorang penemu ulung yang handal.


Adam begitu bangga diri ketika mendengar istrinya yang memujinya seperti itu tetapi ketika menoleh ke arah mertuanya yang menatap ke arahnya juga sambil tersenyum mengejek membuat senyuman pria itu seketika langsung memudar, karena dirinya yakin sebentar lagi pasti Aida bakalan mengadukan apa yang ia lakukan tadi sehingga masalah dengan Amira yang tidak ada sama sekali bakalan langsung mencuat ke permukaan.


"kalian kenapa saling tetap tatapan seperti itu seolah-olah lagi melepaskan Rindu Yang Membara itu, padahal Ada anak kecil yang sedang digendong setidaknya Berikan dia dulu kepadaku soalnya aku kangen!" pinta Amira penuh permohonan.

__ADS_1


"ya kalau sebagai ibunya tentu saja Ibu bakalan mengizinkan kamu menggendong anakmu yang sudah kamu lahirkan sendirian tanpa ada suamimu yang menemani, soalnya dia lebih betah untuk tidur di lantai daripada menemani istrinya berjuang, "Tidak ada salahnya kan kalau menyindir seseorang jika memang kelakuannya sesuai dengan kenyataan yang disindir tersebut.


"Ibu lagi berantem sama Mas Adam? Wah jangan gitu dong aku tuh baru habis melahirkan seharusnya kalian itu adem ayem biar kalau misalnya aku mau minta tolong sesuatu kan tidak terlalu ribet, terus mas Adam kamu juga seperti ini lagi ketakutan Memangnya kamu tadi di luar itu melakukan kesalahan apa sih? "tanya Amira dengan tatapan menyelidik.


"dia yang tadi itu salah gendong anaknya orang loh Amira, terus kamu tahu tidak Emaknya anak itu badannya bongsor banget kalau dihitung Mungkin kira-kira beberapa kuintal deh ! suami kamu itu tidak bisa membedakan mana yang merupakan keturunannya dan mana yang merupakan bibitnya dan juga miliknya orang lain, untung juga emaknya tadi itu tidak melaporkan suami kamu ke polisi dengan tuduhan percobaan penculikan kalau tidak Mah sekarang Memangnya kamu bakalan melihat dia di sini?" Aida benar-benar kesal dengan menantunya itu yang kalau mau melakukan sesuatu pasti hasil akhirnya bakalan mengundang emosi orang.


"ya kan namanya tidak sengaja Tetapi setelah itu aku Letakkan lagi loh anaknya itu di dalam box, Ibu jangan provokasi gitu dong mencari masalah dan juga mencari celah agar Bagaimana caranya supaya aku dan juga Amira bisa berantem hari ini. Padahal kami baru saja menjadi keluarga yang begitu bahagia dan kalau misalnya masalah datang disaat dan tidak tepat seperti ini, rasa-rasanya sangat tidak etis karena kita sudah mengajarkan anak bayi yang tidak berpuasa itu melakukan kesalahan dan tidak ada yang namanya kata maaf ataupun pengertian dari orang-orang sekitarnya, "Adam jika soal berkelit lidah jangan menyesal jika pria itu paling jagonya.


"Idih kamu banyak alasan tadi memang kenyataannya seperti begitu Kok hanya sekarang saja kamu pura-pura menjadi orang yang tersakiti, maka nya saat istri hamil itu ditemani bukan malah dibiarkan begitu saja untung juga tidak ada pria lain yang numpang menjadi suami dadakannya Amira?"sinis Aida tidak mau kalah kalau memang menantunya itu bisa membohongi Anaknya ya jangan salahkan kalau dirinya bakalan lebih parah dari itu.


"Mas Adam ingat ya jangan melakukan kesalahan dua kali lagi Dalam hidup kamu karena saat ini aku bisa berpikir loh jika anak yang kamuu gendong itu merupakan anak dari hasil Selingkuhan kamu , soalnya kan kebiasaan kamu selalu begitu mengundang emosi orang lain membuat orang menjadi curiga dan berpikir yang tidak tidak!"

__ADS_1


__ADS_2