Cinta Dan Air Mata

Cinta Dan Air Mata
Sakit


__ADS_3

Amira sekedar mengucapkan kata-kata saja rasanya mulutnya itu terasa begitu kelu, semangat hidupnya itu serasa hilang begitu saja ketika mendengar apa yang dikatakan dokter tentang keadaan janinnya saat ini.


Siapa yang tidak begitu Terpukul ketika melihat dan juga mendengar anak yang sedang di dalam kandungannya harus menderita sakit akibat dirinya, pantasan selama dua minggu terakhir ini Amira merasa tubuhnya sangat tidak nyaman karena tiba-tiba mimisan kemudian pucat dan juga mual disertai dengan muntah.


Kalau saja sakit itu bisa ia tukar maka lebih baik diberikan saja kepada Adam, yang sekarang mungkin sedang bergembira dengan Franda karena dirinya yang sudah menghilang dari tengah-tengah mereka.


Hamil itu merupakan sebuah kebahagiaan tersendiri bagi Amira, karena akhirnya dirinya punya teman yang bisa dibawa ke mana-mana menggantikan sakit hatinya terhadap Adam.


hanya saja sekarang Ternyata apa yang ia harapkan Dan yang membuat kehidupannya berubah sepertinya Tengah harus berjuang mempertahankan nyawanya, dan rasa itu membuat Amira benar-benar mengutuki dirinya sendiri yang tidak becus menjaga bayinya dan juga tidak pantas menjadi seorang ibu.


Daniel tahu perasaan Amira saat ini, maka dari itu ia mendekati wanita tersebut memegang kedua tangannya dan memberikan senyuman terbaiknya.


Pria itu merasakan apa yang dirasakan oleh Amira, meskipun wanita itu berpura pura tetap kuat dimatanya.


namun Daniel tahu kalau saat ini Amira Tengah berbohong kepadanya sebab dari awal wanita itu hamil hanya dirinyalah yang mengurusnya, anak itu sudah dianggapnya seperti anaknya sendiri jadi apapun yang terjadi kepadanya otomatis dan dia bakalan ikut campur.


"kamu itu wanita kuat tidak boleh menangis apalagi menyerah dengan keadaan yang telah kamu alami saat ini, percayalah kalau bayi yang di dalam kandungan kamu itu pasti ikutan bersedih dengan perasaan kamu sekarang!" bujuk Daniel yang menginginkan agar Amira Tetap tenang dan juga tidak terlalu terbawa dengan keadaan yang sedang menimpanya.


Amira terlihat Berusaha tetap menahan air matanya agar jangan keluar sama sekali, karena sudah cukup dirinya menyiksa bayinya selama ini dengan terlalu banyak memendam beban pikiran untuk sekarang ia ingin hidupnya lebih rileks dan juga terasa begitu santai.


kalau soal kehidupan jika sudah diatur oleh Tuhan bahwa apa yang engkau punya akan diambil maka sebagaimana mempertahankannya tetap tidak akan pernah bisa bertahan, maka dari itu memilih untuk pasrah kemudian tidak terlalu membebani diri sendiri mungkin itu merupakan pilihan yang paling terbaik yang harus diambil oleh Amira.


"aku dari tadi berusaha untuk tidak menangis tetapi kamu yang malah membuat aku menjadi orang cengeng! Lain kali kalau kamu tidak punya topik pembicaraan yang lain Lebih baik keluar saja tidak usah menemaniku di sini, lebih baik aku barengan sama dokter ganteng yang wajahnya itu loh sungguh menggoda supaya nanti keluar anakku itu sangat menggemaskan seperti dokter itu! "ejek Amira tetapi bukannya membuat Daniel merasa bahagia karena Amira sudah kembali ceria melainkan dirinya merasa cemburu yang amat sangat.


"kenapa sih harus bawa-bawa dokter itu? Memangnya Menurut kamu aku ini terlalu jelek sampai-sampai tidak bisa membuat kamu jatuh cinta, padahal percaya loh kalau aku ini merupakan pria yang setia dan juga penuh kasih sayang! "ujar Daniel penuh percaya diri membuat Sarah yang baru saja kembali membeli minuman untuk Amira hanya bisa menahan tawanya.


Daniel memicingkan matanya melihat gerakan yang dilakukan oleh Sara itu seperti Tengah menahan tawanya, dan pria itu curiga kalau sebenarnya saat ini tak Sarah ingin sekali menertawakannya.

__ADS_1


"kalau mau tertawa silakan saja tidak masalah yang penting intinya ikhlas aja kalau saat terima gaji semakin berkurang angkanya, Terus kalau mau mengamuk ya terserah juga kalau sudah siap untuk angkat kaki dari perusahaan saya! "ujar Daniel dengan tidak menatap ke arah Sarah karena fokusnya sekarang itu hanya tertuju kepada Amira yang tengah kembali Murung padahal Ia sudah berusaha melakukan tingkah konyol apapun itu tetapi sepertinya pikiran Amira lagi tidak pada tempatnya.


"Amira kamu minum dulu ya Say! Aku tahu kamu lagi sedih aku tahu kamu pengen banget nangis tetapi yang aku tidak ingin tahu yaitu kamu menjadi wanita yang lemah, karena setiap masalah di dunia ini pasti akan ada jalan keluarnya tergantung kamu mau bersabar atau tidak! "ujar Sarah yang mencoba untuk membuat sahabatnya itu tidak terlalu terpuruk karena sebenarnya ketika dirinya di posisi yang sama dengan Amira ya Otomatis perasaannya bakalan seperti itu ya itu sangat Terpukul dan juga tidak percaya dengan semua masalah yang diberikan kepadanya dalam satu waktu.


"Ya jelas kandungannya bakalan bermasalah orang dia saja wanita yang tidak jelas sama sekali! Makanya lain kali kalau mau berteman dengan orang itu, jangan karena lihat tampangnya sok polos. Jadi percaya begitu saja sama saja dengan menggali kuburan sendiri, dan akhirnya kamu yang bakalan rugi karena tidak ada pemasukan yang menguntungkan diantara hubungan kalian ini. "entah tahu dari mana tetapi intinya sekarang Cahaya Tengah berdiri di hadapan Sarah dan juga Daniel sambil melipat tangannya di dada kemudian tatapannya mengarah kepada Amira yang tengah memicingkan matanya.


"kamu Kok bisa ada di sini? jangan bilang kalau selama ini kamu mau mata-mata itu lagi ya, Bisa tidak jangan terlalu bersikap sangat kurang ajar ataupun tidak menghargai privasi orang lain? "tanya Daniel kesal karena ia bakalan merasa tidak bebas ketika ada orang yang selalu saja menguntit kemanapun dirinya pergi.


Cahaya tertawa sinis karena menurutnya Amira itu punya kekuatan untuk mencuci otak seseorang, karena buktinya sekarang Daniel tidak sadar sama sekali kalau Amira itu bukanlah wanita yang baik-baik sebuah sekarang wanita itu malah hamil di luar nikah.


"Atas dasar apa kamu memberikan tuduhan seperti itu kepadaku, apa yang kamu punya sampai-sampai merasa percaya diri segitunya? Memangnya kamu tahu kalau anak ini merupakan anak yang kehadirannya tidak diharapkan sama sekali, selama aku berada di Indonesia kamu juga tahu kalau aku itu sebenarnya belum menikah atau sudah? "Amira sudah sangat emosi dengan Sikap yang ditunjukkan oleh cahaya kepadanya sebab menurutnya orang yang lebih tahu dirinya sendiri adalah dirinya bukan orang lain.


"Apa kamu punya bukti kalau kamu itu bukanlah seseorang wanita simpanan pejabat di luar sana, dan sekarang kamu malah menggaet Daniel agar bisa memberikan kamu fasilitas yang mewah dan juga berkecukupan supaya tidak usah bekerja lagi? "tanya Cahaya dengan tertawa sinis Percayalah Hal itu membuat Daniel benar-benar merasa emosi.


"Bisa tidak menjaga ucapan kamu itu dengan cara tidak merendahkan orang lain? Memangnya kamu pikir selama ini dia mau minta sesuatu kepada kamu, bukan seperti kamu yang selalu saja mengharapkan pemberian dari orang tua tanpa mau berusaha sendiri?"sinis Daniel sambil tersenyum mengejek.


"kamu kok malah membela dia? Padahal jelas-jelas kita itu sudah dijodohkan oleh tante Andara, otomatis tidak lama lagi kita bakalan menikah jadi bisa tidak jangan kamu peduli dengan urusan wanita lain?" tanya Cahaya tidak terima..


Amira dan juga Sarah Saling pandang antara merasa terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Cahaya, atau dengan Respon yang diberikan oleh Daniel kepada Cahaya saat ini.


"Satu kali lagi kamu berbicara hoax di sini, jangan menyesal kalau mulutmu itu tidak akan pernah bisa digunakan lagi untuk selama-lamanya! Dari tadi aku diam saja karena merasa menghargai kamu sebagai seorang wanita, tetapi kalau kamu hanya menyebarkan berita fitnah seperti ini maka jangan menyesal jika aku bakalan bertindak tegas!"Daniel sudah merasa kesabarannya begitu habis.


"Kalian kalau mau bertengkar bisa tidak jangan di sini? Karena di sini itu rumah sakit bukan tempat untuk ajang debat ataupun memancing keributan, syukur juga ini Rumah Sakit miliknya kamu kalau tidak dari tadi satpam pasti sudah bakalan menarik kamu keluar! "ujar Amira yang entah kenapa ketika mendengar keributan yang seperti itu membuat kepalanya bertambah pusing.


"Aku sudah mengusir dia Amira! Tetapi kamu sendiri tahu kan kalau wanita ini keras kepala dan juga susah sekali mendengar apa yang dikatakan oleh orang lain, Jadi aku harap kamu mengerti dan juga tidak terbebani dengan kehadiran dia dan Anggap saja dia itu hanya bayangan yang numpang lewat! "jelas Daniel.


pria itu tidak bisa membayangkan jika sampai Amira menjauhinya akibat kelakuan dari Cahaya, sedangkan Sarah memilih untuk menjadi pendengar yang setia soalnya wanita itu belum menemukan waktu dan tempat yang pas untuk mengerjai Cahaya.

__ADS_1


"ini wanita berkali-kali aku kerjain tetapi sepertinya belum kapok juga? Baiklah nanti suatu saat kalau kita ketemu lagi jangan menyesal kalau aku bakalan mau buat perhitungan dengan kamu nenek lampir sialan! "omel Sarah dalam hati tetapi wajahnya tetap menampilkan senyum terbaiknya soalnya permusuhannya dengan Cahaya itu hanya keduanya saja yang tahu tidak ada yang namanya pihak ketiga.


Di kediaman Adiguna sepasang suami istri itu merasa terkejut dengan kedatangan Adam malam-malam ke rumah mereka, padahal pria itu tadi berjanji bakalan pulang kembali ke rumahnya dengan Amira tetapi kenapa sekarang malah berubah pikiran dan muncul di situ.


"Kamu kenapa kembali lagi? ketakutan di sana, atau kesepian tidak punya teman ngobrol? Siapa suruh punya istri yang baik hati dan juga pengertian malah kamu buat dia pergi, sekarang kena batunya baru menyesal dan kapok sendiri terus pertanyaannya Siapa coba yang mau membantu? "Dina sudah tidak mau lagi berbicara dengan putranya itu karena Percayalah rasa kecewa Wanita itu sudah amat sangat begitu mendalam.


Adam hanya menundukkan kepalanya karena alasan dirinya kembali ke rumah ini memang seperti yang dikemukakan oleh Dina tadi yaitu ia sangat kesepian, tidak mungkin rumah yang sebesar itu hanya dirinya saja yang tinggal di dalam situ jangan salahkan Kalau pikirannya sedang membayangkan makhluk astral yang tengah tersenyum mengerikan kepadanya tanpa ia sadari.


"Ya seperti yang Mama ketahui alasannya ya seperti itu sudah jadi tidak perlu aku ngomong lagi kan? Lagian ini kan rumah besar sekali sayang dong kalau hanya dua orang saja yang tinggal di dalamnya, jadi kalau aku pulang ke sini kan tambah personel lagi sepertinya Lebih ramai dan juga lebih berwarna Soalnya mama punya orang yang untuk dimarahi setiap saat! "jelas Adam yang terlihat tidak ada penyesalan ketika Dina selalu memarahinya terus-menerus karena memang kesalahannya sangatlah fatal.


"Papa Rencananya mau pergi ke Prancis untuk mengurus bisnis di sana, tetapi karena bisnisnya di sini tidak bisa ditinggalkan jadi Papa minta kamu yang mewakilinya! Tolong kali ini jangan pernah menolak karena sudah berkali-kali kamu selalu memberikan alasan yang tidak masuk akal, Bukankah hal ini juga lebih bagus agar kamu bisa menenangkan otak di sana guna mencari jalan keluar dengan masalah kamu sekarang? "perintah Sakti Adiguna karena memang bisnis yang di Prancis itu sedang bermasalah karena ada pegawainya yang korup tetapi ia sendiri tidak bisa bertindak secara langsung soalnya perusahaan yang di sini pun sedang membutuhkan kehadirannya.


Adam mengerutkan keningnya ketika mendengar perintah dari Papanya itu, padahal seharusnya Sakti tahu kalau dirinya juga merupakan seorang pemimpin perusahaan yang otomatis harus selalu Stay di tempat.


"tapi papa kan tahu kalau aku juga sedang memimpin perusahaan di sini yang tidak bisa kutinggalkan begitu saja, kalau Papa kan sudah kebiasaan ke sana kemari jadi tidak ada salahnya dong kalau kali ini pergi lagi? "tanya Adam heran.


Sakti menghela nafasnya secara perlahan karena menurutnya putranya itu kalau diminta tolong susahnya minta ampun, padahal ini semua ia lakukan untuk masa depan Adam karena bisnis yang ia miliki nantinya yang bakalan mewariskan yaitu Adam bukan orang lain.


"selama ini papa mengikuti apa yang kamu inginkan dengan alasan tidak ingin kemana-mana karena fokus mau membangun bisnis, Tetapi setelah Papa tahu kalau kamu tidak ingin menjauh dari wanita kurang ajar itu Jadi sekarang papa putuskan kamu yang bakalan harus pergi! "tegas Sakti yang tidak ingin dibantah sama sekali.


Adam kali ini tidak bisa lagi menyangkal apa yang Papanya katakan soalnya pria itu kalau sudah mempunyai kemauan harus dituruti oleh siapapun, Lagian mungkin dengan begini dirinya bisa mengikuti langkah yang selama ini diambil oleh Papanya yaitu membangun bisnis di seluruh dunia dan juga mencari klien yang bisa dipercaya.


"kira-kira Kapan aku bakalan ke sana Dan juga nanti jalannya bareng sama siapa?" Tanya Adam penasaran membuat Sakti mengerutkan keningnya.


"Kamu mau jalan sama Amira atau sama bayangannya atau sama Selingkuhan kamu itu ? " tanya sakit.


"Loh apa yang salah dengan yang aku tanyakan barusan itu? Maksudnya aku itu kan masih baru di sana ya otomatis harus punya teman untuk menunjukkan jalan, Jadi ceritanya kalau aku sendirian di sana ya sama saja bohong dong tidak bakalan nyambung nantinya! "ujar Adam yang sangat tidak masuk akal menurut Sakti.

__ADS_1


"Terus ngapain lagi bawa-bawa nama istriku yang jelas-jelas sedang tidak ada di sini, soalnya kalau memang dia ada di sini Oh jelas aku bakalan membawa dia sekalian bulan madu! "ujar Adam ketus lalu memilih untuk masuk ke dalam kamarnya.


__ADS_2