
Franda adalah tipe wanita yang memang benar-benar tidak punya rasa malu sama sekali, di dalam kehidupannya itu inginnya hanya orang lain memperhatikannya sedangkan dirinya tidak perlu harus memikirkan Mereka lagi.
kalau mau ditanya Apakah memang benar kehidupannya itu memang tidak sebahagia itu ya jawabannya tentu saja, karena orang yang hidupnya penuh dengan dendam kemudian merasa iri dan juga merasa dirinya selalu saja tidak pantas bersanding dengan orang-orang yang lebih kaya di saat itu pula hatinya bakalan terasa tertekan kemudian pikirannya bakalan travelling kemana-mana alhasil merasa tidak percaya diri.
kalaupun ditanya Bagaimana sikapnya untuk kedepannya dalam menjalani kehidupan yang saat ini,yah jawabannya tentu saja ia tidak akan pernah peduli Tentu saja tidak akan pernah mau tahu yang penting intinya Ia tetap senang,
Andika benar-benar tidak nyaman ketika wanita itu selalu saja menguntir di belakangnya padahal jalanan luas Franda bisa jalan di sisi sebelah dan ia di sisi sebelah, tetapi tetap saja tidak pernah wanita itu lakukan karena terbukti sekarang malah berada di belakangnya dan terlihat begitu mengganggu kehidupannya.
"Kamu itu sebenarnya maunya apa sih, Aku selama ini tidak pernah mengganggu kehidupan kamu tetapi kamu kenapa selalu menggangguku? Oke kalau memang kamu tidak ada niatan untuk menjawab pertanyaanku tidak masalah, tetapi intinya aku tidak suka ketika diganggu seperti begini dan juga aku paling tidak suka ketika kamu berbuat seolah-olah kita memang sedang berhubungan!"Andika mengucapkan kata-kata begitu dengan sangat kasarnya berharap agar Franda paham dan juga mengerti Kalau sebenarnya dirinya sangat tidak nyaman ketika wanita itu selalu berada di dekatnya.
hidup itu sudah ribet sebenarnya jangan terlalu dibikin ribet lagi karena nantinya bakalan terasa tidak nyaman mengawali semua kehidupan yang ada, lebih baik Dibawa santai saja kalau memang merasa tidak nyaman dia sudah menjauh cari saja titik yang membuat kamu sendiri nyaman menghargai hidup kamu dan akhirnya apapun yang kamu lakukan bakalan terasa begitu nikmat.
Franda tetap pada pendiriannya Yaitu mengikuti kemanapun Andhika pergi, ia sudah bosan yang namanya hidup miskin dan tidak punya apapun Bukankah sekarang merupakan sesuatu yang masuk akal ketika bergantung hidup kepada seorang pria.
"aku tidak akan pergi sebelum kamu mau menerima aku dan memaafkanku seperti kemarin-kemarin, dan aku juga tidak akan pernah berhenti sampai kamu sadar sebenarnya kita itu tidak akan pernah terpisahkan sampai kapanpun! "tolak Franda begitu tegas.
Andika tertawa ketika melihat kekokohan kehendak dari wanita itu sebab menurutnya keranda itu mempertahankan hubungan dengannya karena memang sudah tidak punya apa-apa lagi, coba kalau misalnya sekarang ada masih mau berhubungan dengan Franda Ya tentu saja wanita itu mana mau mengemis kepadanya seperti saat ini.
__ADS_1
"Aku sarankan kepada kamu lebih baik pergi cari pekerjaan kemudian hiduplah sebagai seorang wanita yang punya martabat, hidup itu hanya sekali jangan membuat nanti kamu mati tetapi orang masih menceritakan keburukan kamu bukan baiknya! Jadi wanita harus dijunjung tinggi Apa itu yang namanya martabak kemudian Apa itu yang namanya Harga Diri, bukan kamu menggadaikannya begitu saja hanya demi mempertahankan situasi dan kondisi dalam kehidupan kamu serta gaya hidup yang sebenarnya tidak sesuai dengan urusan kantong! "ujar Andika lalu memilih untuk masuk ke dalam mobilnya dan pergi dari situ sampai-sampai Tujuan sebenarnya pun mau tidak mau ia melupakan sejenak.
"dasar wanita sialan sukanya mengganggu kehidupan orang lain, kenapa dulu dengan begitu Bodohnya Aku mau berhubungan dengan wanita seperti itu ya? padahal di luar sana itu banyak sekali wanita yang mengejar-ngejarku yang memiliki keluarga yang lebih jelas asal-usulnya dibandingkan dia, apa memang mulai dari sekarang aku harus menghentikan kegiatanku untuk mengejar Amira secara diam-diam karena tidak tahu lagi Aksi nekat apa yang harus aku ambil kali ini! "batin Andika yang benar-benar merasa sepertinya tidak ada harapan lagi untuk memperjuangkan hubungannya dengan Amira yang memang tidak pernah mereka mulai.
Andika dulu nekat berhubungan dengan Franda karena memang ingin mencari tahu kira-kira sejauh mana wanita itu berhubungan dengan suaminya Amira, kalau misalnya hubungan mereka sudah terlalu jauh maka sekarang mungkin saatnya Andika merebut perhatian Amira dan bisa mendapatkan wanita itu sebabkan suaminya saja sudah pergi menduakannya dengan Adiknya sendiri malah.
kedua orang tua Andika ingin anaknya itu segera menikah mungkin dengan begitu sikapnya yang suka keluyuran kemudian pergi-pergi tidak jelas bakalan bisa dihentikan, karena Biar bagaimanapun Dia adalah anak satu-satunya di keluarga itu jadi otomatis penerus keluarga penerus segala-galanya dan juga harus menjadi penopang untuk kehidupan mereka saat tua nanti.
Franda menembus kesal ketika melihat mobil milik Andika Sudah semakin menjauh, pria itu bahkan bisa dibilang sepertinya enggan untuk menyentuhnya seolah-olah di tubuhnya ini ada banyak belatung yang berkeliaran sampai-sampai terasa begitu menjijikan.
Franda ingin kembali ke ruangannya Amira tetapi dirinya sedikit mewaspadai hal itu karena takutnya jangan sampai Dimas masih berkeliaran, karena Biar bagaimanapun seorang assist dan akan tetap berada di samping tuannya Meskipun tidak dalam kondisi bekerja sekalipun.
Aida yang melihat Dimas terlihat begitu gelisah sampai-sampai sering menoleh ke arah luar membuat dirinya mau tidak mau berinisiatif untuk menanyakan perubahan sikap pria itu, karena pasti ada sesuatu yang disembunyikan dan tidak mungkin disampaikan kepada Adam dan juga Amira karena nantinya pasti membuat pasangan suami istri itu akan merasa panik.
akan tetapi sebelum dirinya bertanya kepada Dimas ya lebih baik dia harus memastikan kira-kira cucunya itu memiliki nama apa saat ini, Sebab Dia bagaimanapun anak itu sudah lahir ke dunia Jadi otomatis harus memiliki nama dan juga harus memiliki masa depan yang sangat cerah.
"kalau boleh tahu tuan dan juga Nyonya, kira-kira Nama Tuan Muda apa ya Soalnya dari tadi sebelum mendengar ada yang memanggilnya?"sebelum Aida bertanya ternyata Dimas sudah lebih dulu menanyakannya karena mungkin pria itu merasa sangat penasaran dan juga tidak bisa menahan mulutnya untuk tidak bertanya.
__ADS_1
"Nah itu pertanyaan yang mewakilkan perasaan kami semua yang ada di sini! "ujar Aida menimpali pertanyaan yang dilontarkan oleh Dimas tadi.
"Arkana Dewa Adiguna!"jelas Adam sambil tersenyum karena Bukankah tidak ada yang salah jika dirinya bernama Adam Adiguna kemudian istrinya Amira Adiguna dan sekarang Anaknya memiliki nama Arkana Adiguna juga.
"Oh Jadi kalian ingin menjadikan keluarga Tiga Serangkai gitu, Wah intinya kalian keren karena Ibu juga sangat menyukai nama itu! "ujar Aidah sambil tersenyum karena menurutnya nama cucunya itu sangat cantik dan juga benar-benar nyaman ketika diucapkan dan Teduh saat didengarkan.
Arkana adalah harapan hidup terakhirnya Adam dan juga Amira, tidak ada harapan hidup yang lebih dari yang mereka harapkan saat ini, memiliki anak yang sehat Itu sudah lebih dari cukup dan intinya ia bakalan bisa membawa nama kedua orang tuanya sampai mereka berdua tidak ada di dunia ini.
"Arkana Nanti kalau sudah besar tinggalnya sama oma ya, soalnya nenek bakalan menjaga Adik kamu yang perempuan! ingat juga saat kalau sudah besar jangan sikapnya seperti papa kamu yang begonya tidak ketolongan, Nanti menyesal dari belakang eh Mama kamu sudah marah-marah soalnya bapak kamu itu memang menyebalkan! " Sindir Aida.
Sakti sebenarnya tahu jika cucunya sudah lahir hanya saja tidak bisa bergerak kemanapun karena kondisi istrinya sekarang belum stabil, bahkan Dina sepertinya belum bisa berbicara dan hanya bisa mengucapkan sesuatu lewat lirikan matanya.
"Apa kamu memang tidak ada niatan untukmu bangun sekarang atau masih tetap betah seperti itu terus,Cucu kita sudah lahir dan kalau misalnya kamu tidak ada niatan untuk melihatnya Percaya deh nanti Aida pasti bakalan menelpon dan marah-marah!"dokter memang sengaja menyuruh Sakti agar terus mengajar Dina berbicara yang meskipun hasil akhirnya wanita itu tidak bakalan ngerespon.
"jadi orang jangan terlalu cengeng Nanti katanya sikapnya bakalan seperti Adam, dan sekarang Kamu sepertinya terlucuni deh masa iya berhari-hari tidur tidak pernah merasa capek Padahal aku yang melihatnya Saja merasakan capek loh? "sambung Sakti lagi.
Dina sepertinya perginya terlalu jauh sampai-sampai lupa jalan pulang dan bahkan lupa dengan susunan dari keluarganya saat ini, karena kalau memang dirinya dekat ya Otomatis pasti tahu kalau sekarang Anaknya itu membutuhkan mereka dan tidak ingin kebahagiaan mereka itu harus digantikan dengan sesuatu yang dialami oleh orang tuanya.
__ADS_1
"harap mama mau pulang tidak usah terpuruk dan juga jangan terlalu menyiksa diri sendiri, manusia itu sebenarnya tidak pantas kesabaran takutnya jangan sampai lama karena sudah terlalu lama seperti begini akibatnya tidak mau bangun lagi ! "bujuk Sakti yang entah Sudah berapa macam kali banyak kata-kata ancaman yang ia keluarkan.