Cinta Dan Air Mata

Cinta Dan Air Mata
Adam Sanjaya


__ADS_3

Amira mau tidak mau mengurungkan niatnya itu ketika Surti yang diajaknya untuk keluar rumah malah memilih untuk berdiam diri dan tidak pergi kemanapun, wanita itu juga sebenarnya tahu kalau ini sudah malam dan tidak cocok untuk seorang wanita hamil harus keluyuran hanya saja Entah mengapa batinnya itu seperti menyuruh bahwa ia harus keluar dan mengecek apa yang ada di luar saat ini.


Surti tahu Amira pasti kecewa kepadanya sebabnya bagaimanapun orang hamil itu sangat cepat sekali merasa lapar, jadi masuk akal kalau Amira ingin pergi dan juga membeli jajanan mungkin mau ngemil sekalian karena usia kandungan yang sudah sampai trimester kedua itu.


"Nanti besok pagi saja ya, Bibi bakalan temenin deh pergi cari jajan tetapi sepertinya Susah. Soalnya hanya orang Indonesia dan juga orang Asia saja yang hobinya jajan , orang Eropa dan juga yang lainnya sepertinya lebih hobi makan di rumah daripada makanan yang cepat saji dan juga dijual oleh orang! "jelas Surti karena memang seperti itulah kenyataannya di negara kita Jajanan itu merupakan sebuah hal yang harus jadi tidak salah lagi kalau dipikir-pinggir jalan selalu berseliwer aneka macam jajanan yang bisa untuk mengganjal perut dikala lapar dan juga dikala sedang santai.


"Iya tidak masalahku Bik hanya saja Entah mengapa aku tuh kayaknya kepingin banget, tapi tidak masalah Sepertinya kalau menunggu sampai besok aku masih sanggup kok melakukannya! "jelas Amira yang tidak ingin membuat Surti merasa bersalah kepadanya dan alhasil wanita itu bakalan mengajak dirinya pergi saat itu juga.


Surti tersenyum karena ternyata Amira paham dengan apa yang menjadi keinginannya, karena buktinya wanita itu tidak membantah sama sekali dan malah terlihat begitu mendukungnya dan jelas-jelas hal ini membuat wanita itu merasa begitu dihargai oleh majikannya itu meskipun Terkadang ia menolak pemberian dari Amira yang menurutnya lebih membutuhkan uang daripada dirinya.


"Maafkan Bibi ya Mbak Amira soalnya bukannya tega membuat Mbak Amiranya kelaparan, hanya saja ini kebaikan Mbak Amira dan juga Dedek bayinya yang kasihan kalau dibawa pergi keluar dari rumah sedangkan kondisi dan juga waktu yang sangat tidak memungkinkan! "batin Surti menatap sendu ke arah punggung Amira yang sudah memilih masuk kembali ke dalam kamarnya karena ingin melanjutkan istirahat.


Di dalam hidup terkadang apa yang kita inginkan tidak bisa kita dapatkan saat itu juga, sebab Biar bagaimanapun kita masih bisa harus dituntut dengan berbagai macam pilihan yang begitu sulit dan terkadang sangat tidak masuk akal.


namun Satu yang pasti bahwa Apapun yang terjadi kedepannya Percayalah bahwa kehidupan seseorang itu sudah diatur oleh penciptanya, Mau Dibawa Ke arah mana kemudian Mau dirubah yang bagaimanapun tetap sama saja seperti itu tidak ada yang bisa harus mengatur sesuai dengan kemauannya.


"aku tadi kenapa ya tiba-tiba Pengen lihat di luar Ada apa di sana Dan juga biasanya malas tahu kenapa jadi mendadak kepo begini ya, Ah mungkin bawaan bayi yang merasa tidak betah terlalu berlama-lama di dalam apartemen saja tanpa menghirup udara bebas di luar sana! "batin Amira yang mencoba menghubungi ibu tirinya sendiri sebab wanita hamil itu cepat sekali Merasa suntuk dan juga bosan kalau hanya berada di satu tempat saja.


Adam meringkuk kedinginan karena dirinya lupa membawa selimut akibat otak sama pikiran lagi tidak sinkron alhasil merugikan diri sendiri, namun bagaimana lagi ketika semua sudah terjadi dan mau mengeluh pun rasanya tidak pada tempatnya.


Rangga yang berada di dalam mobil sebenarnya merasa kasihan kepada Adam apalagi sekarang cuaca Eropa sedang ekstrem kadang panas sangat panas sekali dan terkadang dingin itu sangat dingin.

__ADS_1


"Tidak mungkin juga kan aku harus meminta tolong kepada satpam itu untuk memberikan selimut karena nantinya pasti Tuan Adam bakalan marah, Tetapi kalau aku tenang saja seperti ini dan tidak melakukan apapun Takutnya nanti dia yang bakalan kesakitan dan alhasil semua pekerjaan di sini bakalan terbengkalai!"ujar Rangga monolog dan alhasil memilih untuk memberi kode kepada satpam tersebut agar mendekat kepadanya dan bersyukur juga di dalam mobilnya itu Ia sempat membeli selimut namun lupa dikeluarkan dan alhasil barang tersebut tetap bertahan di dalam mobilnya.


"Permisi tuan bolehkah saya minta tolong sebentar, untuk membawakan selimut ini kepada majikan saya yang saat ini tengah tidur di depan Apartemen istrinya yang tadi itu? kalau anda mau ini ada ongkos atas bantuan yang sudah anda berikan kepada saya karena, soalnya kasihan dia tidur tanpa menggunakan selimut pasti rasanya sangat tidak nyaman sekali! "jelas Rangga membuat satpam tersebut hanya tersenyum sebab dirinya salut dengan perjuangan yang dilakukan oleh Adam demi bisa mendapatkan Maaf istrinya dan tidak semua orang bisa melakukan hal gila yang seperti dilakukan oleh Adam saat ini.


"ah anda tidak perlu membayar saya dengan bantuan yang diminta barusan itu Sebab saya dengan senang hati pasti bakalan membantu orang itu, karena saya sangat salut dengan perjuangan yang sedang ia lakukan dan juga pengorbanan yang tidak mengenal situasi dan kondisi di sekitarnya! "jelas pria tersebut Lalu mengambil selimut yang ada di dalam bungkusan yang diberikan oleh Rangga dan membawanya pergi ke depan Adam.


Adam yang sedang meringkuk merasa terkejut ketika satpam tersebut menyodorkan selimut di hadapannya, padahal dirinya sedang tidak meminta tolong kepada siapapun dan juga tidak mengeluh dari tadi hanya memilih untuk diam saja dan menikmati semuanya.


"Tuan ini selimut Untuk Anda dan tolong dipakai lah karena biar bagaimanapun pengorbanan sih boleh perjuangan sih Tak masalah tetapi jangan sampai menyiksa diri sendiri, karena kalau nanti besok lusa Anda tersiksa pertanyaannya Siapa yang bakalan melanjutkan perjuangan jika bukan diri anda sendiri saat ini? "jelas satpam tersebut yang ketika melihat raut wajah dari Adam yang hendak menolak titipan yang diberikan oleh Rangga tadi.


"Terima kasih banyak atas pemberian ini! "ujar Adam yang tidak enak hati karena sepertinya kesalahan yang pernah ia lakukan dan juga perjuangan yang sedang terjadi saat ini malah membuat orang lain kesusahan.


"Saya hanya melanjutkan pemberian dari orang yang tadi datang bersama dengan anda itu, karena dia terlihat begitu khawatir dan sepertinya tidak tega jika anda melakukan semua ini sendirian! "jelas satpam tersebut Lalu menepuk pelan bahu Adam dan pergi meninggalkannya.


Di kediaman Adiguna tampak Sakti dan juga istrinya sangat tidak percaya dengan apa yang mereka lihat dan juga mereka dengar dari laporan yang diberikan oleh Rangga hari ini, bagaimana tidak Mereka melihat Putra mereka itu Tengah meringkuk di depan apartemennya Amira dengan beralaskan sebuah kasur tipis dengan selimut yang menutupinya tanpa bantal ataupun kenyamanan yang lain yang biasanya ia dapatkan selama ini.


Sakti dan juga Dina antara ingin tertawa tetapi merasa kasihan juga sih karena Biar bagaimanapun potret orang yang sedang melakukan perjuangan itu adalah anak mereka sendiri, yang sedang memperjuangkan memperbaiki rumah tangganya Tanpa mereka yang bisa mendampingi sebab Takutnya nanti jangan sampai Amira salah paham dan malah menjauhi mereka pula.


"Astaga papa itu beneran anak kita Adam? Kok dia mau ya tidur di situ padahal benar-benar dingin banget loh cuaca Eropa saat ini, Wah dia memang ya mau berjuang tetapi rasanya perjuangan itu hanya membuat dia tersiksa sepertinya? "jelas Dina karena memang seperti itu kenyataannya Adam sedang berjuang untuk mempertahankan rumah tangganya dengan Amira tetapi tidak di waktu yang tepat dan juga tempat yang pas.


sekarang pertanyaannya kalau misalnya besok pagi Amira keluar dan menemukan Adam di situ dan respon wanita itu terlihat biasa saja, ya sama saja bohong dong perjuangan Adam semalaman menahan dingin dan juga tidak nyaman dengan tempat tidur yang saat ini ia pakai.

__ADS_1


"Ya habisnya bagaimana lagi kalau kita melarangnya juga tidak mungkin kan dia mau mendengarkan apa yang kita katakan, Terus kalau kita diam-diam saja juga tidak mungkin dia bakalan meminta saran dari kita soalnya itu anak Kan lagi berjuang ingin membuktikan bahwa dirinya merupakan seorang pria sejati! "jelas Sakti yang merasa kalau Apa yang dilakukan Adam itu tidak ada apa-apanya dengan sakit hati yang di alami oleh Amira dan juga kehamilan pertama yang benar-benar menyiksa wanita itu padahal sebenarnya Adam tersiksa karena pria itu yang mengalami morning sickness.


"Sepertinya kita sudah terlalu lama berbohong kepada Aida Takutnya nanti dia tidak akan pernah mempercayai kita lagi, Jadi bagaimana kalau sebentar kita pergi jujur kepada dia tentang keberadaan Amira dan juga keadaan dia saat ini Serta Adam yang sedang berjuang! Terserah nanti kalau dia mau marah atau apapun itu karena memang Resiko yang harus kita terima ya seperti begitu, hanya saja aku tidak ingin terus larut dalam kebohongan ini dan menyebabkan Aida selalu merasa bahwa anaknya telah menghilang!"saran Dina membuat Sakti tidak bisa lagi berkutik Banyak soalnya istrinya itu kalau sudah mengatakan sesuatu bakalan tetap pada pendiriannya dan tidak akan pernah berubah pikiran sama sekali.


"Ya sudah terserah mama mau seperti apa yang penting intinya nanti kalau Aida marah-marah tidak boleh merespon yang berlebihan, karena ingat Mama itu juga punya penyakit dan tidak boleh menyiksa pikiran sendiri kalau memang sampai hal itu terjadi maka Papa tidak akan pernah membiarkan Mama melakukan hal ini di saat apapun Sampai Mama sembuh total! "jelas Sakti memperingatkan Dina yang kalau Aida marah-marah wanita itu pasti bakalan sedih kemudian mogok makan dan lebih parahnya lagi akan langsung panas tinggi karena selama ini ia menyayangi Aida itu seperti menyayangi dirinya sendiri.


"Mama bakalan berbohong kalau ngomong bahwa nanti Aida marah terus Mama bakalan baik-baik saja dan akan tersenyum, karena apa-apa sendiri kan tahu bagaimana hubungan kami berdua selama ini yang tidak pernah terpisahkan sama sekali dan juga bagaimana kami besar bersama meskipun lahir dari rahim yang berbeda dan juga orang tua yang berbeda! "jelas Dina.


inilah yang membuat Sakti tidak menyukai sikap istrinya itu ketika memilih untuk jujur kepada Aida, sebab menurutnya istrinya itu lebih memilih menggunakan hati ketika bersama Aida sedangkan kepada orang lain dihina paling tidak suka ditindas atau lagi harga dirinya direndahkan oleh siapapun.


"Papa tahu kalau mama menyayangi Aida itu seperti menyayangi diri sendiri, hanya saja tolong jika menyayangi sesuatu secara berlebihan itu sebenarnya sangat tidak bagus karena nanti kalau kehilangan rasanya itu bakalan ingin ikut mati saja! "jelas Sakti yang berharap agar istrinya itu paham bahwa hubungan antara dirinya dan juga Aida itu memang sangat dekat bahkan bisa dibilang mengalahkan kedekatan saudara kandung hanya saja tidak perlu harus merespon segala yang dikatakan Aida itu secara berlebihan dan alhasil merugikan diri sendiri seperti yang tengah dilakukan oleh Adam saat ini.


pukul 02.00 dini hari barulah pria itu bisa memejamkan mata karena kantuknya yang sudah menyerang dirinya dari tadi, lupalah sudah soal keberadaannya saat ini dan juga soal kenyamanan yang selama ini ia dapatkan sebab tidur beralaskan tikar ternyata lumayan juga sih bisa membuat Adam terlelap Padahal selama ini pria itu sangat jauh dari kata tidur dan lebih untuk fokus pada pekerjaannya.


Amira pagi ini rencananya bakalan berangkat bareng ke kantor bersama dengan Daniel karena kebetulan pria itu tadi sudah menelponnya pagi-pagi sekali, padahal sebenarnya Amira sudah menolaknya tetapi Daniel mengatakan bahwa mau Amira menolak atau tidak yang penting intinya dirinya bakalan datang ke tempat itu sekarang juga.


Surti merasa heran ketika melihat pagi-pagi sekali Amira sudah bersiap Padahal kemarin katanya wanita itu diberi cuti selama dua hari oleh Daniel, Namun nyatanya Amira itu merupakan seseorang yang sangat tidak tenang di rumah dan alhasil wanita itu memilih untuk pergi ke kantor saja dibandingkan tinggal di rumah dan tidak melakukan apapun.


"Mbak Amira mau ke kantor sekarang, perasaan kayaknya kemarin Pak Daniel ngomongnya Kalau Mbak Amiranya itu besok baru boleh pergi ke kantor! "tanya Surti penasaran.


"Oh iya semalam Karena Gabut ya akhirnya aku memberi kabar kepada Daniel Kalau hari ini bakalan masuk kerja, nanti dia yang bakalan menjemput kok dan katanya tunggu di bawah saja soalnya lagi buru-buru jadi tidak sempat mampir! "jelas Amira.

__ADS_1


"Oh iya ini Kebetulan Bibi sudah mengiris buah-buahan yang segar supaya buat Mbak Miranya bisa ngemil nantinya, jadi nanti simpankan di kotak bekal supaya bisa dibawa ke kantor sekalian dikasih buat Mbak Sarah nya juga! "jelas seperti membuat Amira benar-benar tersentuh dengan segala ketulusan yang diberikan oleh wanita itu.


Amira tidak tahu jika sekarang di depan pintu apartemen yaitu sedang tertidur suaminya maksudnya lelaki yang masih berstatus sebagai suaminya saat ini, karena terbukti saat Amira membuka pintu ternyata ada sedang tertidur meringkuk di depan pintu apartemennya membuat wanita itu benar-benar terkejut karena dikiranya semalam itu Adam sudah pergi dari situ.


__ADS_2