Cinta Dan Air Mata

Cinta Dan Air Mata
Pasrah


__ADS_3

Adam dan juga Amira saat ini sudah berada di dalam ruangan tempat Dina dirawat yaitu ruangan ICU, wanita itu bisa dibilang keadaannya sedang tidak baik-baik saja karena berbagai alat medis sedang menempel sempurna di tubuhnya.


membuat keduanya tidak bisa berkata-kata apalagi antara bingung dan juga benar-benar terkejut dengan keadaan yang tengah dialami oleh Dina, hatinya begitu hancur itulah yang dirasakan oleh Adam karena semua yang dialami oleh mamanya saat ini akibat dari kebodohan yang telah ia lakukan beberapa saat yang lalu sampai-sampai bingung menjabarkannya harus seperti apa.


Amira hanya menutup mulutnya rapat-rapat dengan kedua tangannya sambil meneteskan air mata tanpa ia sadari, Dina itu memang merupakan mertuanya tetapi Percayalah rasa sayangnya kepada wanita itu sama dengan rasa sayangnya terhadap Aida.


Dina adalah mertua yang penuh pengertian dan juga berlimpah kasih sayang tidak pernah membeda-bedakan antara dirinya dan juga Adam, bahkan bisa dibilang ketika Adam melakukan kesalahan Dina akan langsung marah besar tetapi ketika Amira melakukan kesalahan kebanyakan wanita itu hanya menasehati sambil tersenyum.


Amira begitu bersyukur ketika mendapatkan mertua yang pengertian seperti itu yang tidak pernah mempunyai banyak permintaan di dalam hidupnya, dan dirinya begitu bahagia ketika segala sesuatunya terasa begitu baik-baik saja.


namun sekarang kebahagiaannya itu rasa-rasanya akan sirna sudah tidak akan pernah bisa kembali lagi sampai benar-benar Dina baikan dan juga kembali tersenyum seperti semula, dirinya hanyalah manusia biasa ketika terjadi hal seperti ini terkadang ia menganggap bahwa semuanya berasal dari kesalahannya coba saja kalau dulu ia tidak kabur pasti Dina tidak akan mungkin seperti saat ini.


"Mama, bangun Mah ada aku dan juga istriku di sini! Mama katanya ingin memarahiku karena aku yang melawan dan juga sudah mempermalukan kalian, ayo bangun pukul aku sampai Mama puas dan juga pukul aku sampai aku sadar kalau aku sudah melakukan kesalahan! "ujar Adam dengan penuh penyesalan sampai-sampai pria yang bertubuh kekar itu mengeluarkan air mata yang begitu deras mengalir di kedua pipinya akibat benar-benar merasakan hati yang begitu sakit ketika melihat wanita yang berharga di dalam hidupnya terbaring lemah tak berdaya.


Jika ditanya Cinta Pertamanya seorang anak laki-laki maka jawabannya adalah seorang ibu, anak laki-laki itu bisa melawan apapun perkataan dari ayahnya tetapi tidak mungkin membantah apapun yang dikatakan oleh ibunya Kalau memang anak itu benar-benar memiliki hati dan juga kasih sayang yang melimpah kepada wanita yang melahirkannya.


Namun tidak sedikit anak laki-laki di dunia yang Bahkan menyakiti hati ibunya membuat kedua matanya mengeluarkan air mata tanpa henti, karena benar-benar tersakiti dengan sikap dan juga perkataan yang dikeluarkan oleh anak yang sudah susah payah ia besarkan dari kecil.


akan tetapi kasih Ibu tidak pernah ada ujungnya sehingga meskipun anaknya itu menyakitinya tetapi setiap doa malamnya setiap doa paginya dan setiap pekerjaan yang ia lakukan nama anaknya selalu dibawa-bawa, tetapi seorang anak belum tentu ketika sudah senang bakalan mengingat perjuangan ibunya menghadirkannya ke dunia perjuangan ibunya meneteskan keringat di pagi buta hanya agar anaknya itu bisa makan dan bisa melakukan sesuatu di luar sana tanpa merasakan yang namanya perut kosong.


penulis adalah seorang wanita dengan memiliki tiga orang anak laki-laki semuanya tetapi syukur karena ajaran yang selalu penulis berikan mereka menjadi anak yang berguna tidak membantah dan bahkan tidak pernah mengeluh dengan kehidupan yang autor berikan, namun pekerjaan rumah masih panjang yang mengharuskan penulis menjadi wanita yang kuat tidak Banyak mengeluh ya.

__ADS_1


"Mama bangun mah ayo Lepaskan Semua selang Yang ada sekarang dan biarkan Adam yang memakainya, Adam titip istri Adam tolong Sayangi dia jika ada merupakan sumber dukanya maka Adam ikhlas pergi agar dia tetap tersenyum! hanya saja Mama tolong bangun sekarang karena Adam Merindu akan kata-kata Mama yang penuh sindiran, yang memperlakukan Adam selalu salah tidak pernah benar sedikitpun! "lirih Adam penuh permohonan bahkan terlihat pria itu sangat tidak berdaya ketika melihat kondisi mamanya yang seperti ini.


Amira merasa Terpukul dengan apa yang dikatakan oleh suaminya itu dan benar-benar merasa sedikit bersalah, mungkin karena penolakan yang selalu ia lakukan sampai-sampai membuat Adam putus asa seperti itu.


"Mas kamu itu bicara apa sih, Mama itu wanita kuat tidak mungkin hanya karena Penyakit ini dia bakalan tetap tidur tenang seperti itu! Berdoa banyak supaya dia selalu baik-baik saja dan kembali berkumpul dengan kita serta tidak tidur seperti itu, karena aku yakin saat dia sadar nanti setelah aku mengatakan apa yang kamu ucapkan tadi aku yakin dia pasti bakalan marah besar! "omel Amira soalnya istri Mana yang mau ditinggal suaminya disaat dalam hitungan hari lagi ia bakalan melahirkan.


Adam menatap sendu ke arah istrinya itu dirinya benar-benar merasa Terpukul dengan semua yang terjadi, ketika melihat sakit yang diderita mamanya membuat pria itu akhirnya sadar kalau ia sudah melakukan kesalahan yang begitu fatal di dalam hidupnya sampai-sampai membiarkan wanita yang sudah melahirkannya itu drop seperti saat ini.


"Sayang maafkan mas yang sudah menjadi suami yang sangat tidak berguna dan tidak pernah memikirkan perasaan kamu selama ini, Mas tahu kalau kesalahan Mas itu sudah sangat fatal dengan menyakiti kamu jadi Mas mohon ampunan dari kamu dan juga keikhlasan kamu untuk memberikan maaf kepada suamimu ini!"ujar Adam penuh permohonan membuat Amira hanya bisa memaksakan senyuman di wajahnya karena sebenarnya ia ingin sekali menghajar suaminya itu agar segera sadar soalnya sekarang itu Bukan saatnya meratapi nasib tetapi harus saling menguatkan satu sama lain agar kuat menjalani semua cobaan ini.


kalau misalnya semua yang mendampingi Dina lemah dan juga Terpukul maka bisa dipastikan mereka semua akan tidak bisa saling menguatkan satu sama lain.


"Kamu itu ngomong apa sih soalnya aku bingung mau mencernanya seperti apa, Lain kali kalau mau membicarakan sesuatu ngelantur seperti ini lebih baik nggak usah ngomong sekalian deh! "omel Amira memasang wajah cemberutnya.


"kamu itu memang wanita paling sempurna yang membuat Mas benar-benar merasa bersalah karena terlambat menyadari itu, tetapi selanjutnya mas berjanji akan selalu menjaga kamu sepenuh hati dan tidak akan pernah melakukan hal bodoh seperti yang pernah dilakukan kemarin-kemarin! Jadi kalau misalnya besok lusa Mas melakukan kesalahan apapun itu tanpa terkecuali maka apapun yang Mas miliki sekarang adalah hak milik kamu Dan setelah Mama keluar dari rumah sakit semuanya akan diubah memakai nama kamu, jadi mas kerjaannya hanya menjaga aset milik kamu saja tanpa bisa memilikinya! "jelas Adam membuat Amira menggelengkan kepalanya Karena Wanita itu bukanlah tipe seseorang yang gila dengan yang namanya harta duniawi sebab yang ada dalam pikirannya hanyalah Bagaimana bisa hidup dengan tenang bisa makan dengan nyaman dan intinya keluarganya sehat-sehat saja.


"jangan seperti itu karena kalau kamu melakukan hal itu aku merasa seperti seseorang yang hanya mementingkan harta kamu saja, padahal hidup nyaman seperti ini adalah hal yang aku harapkan tidak pernah mau menginginkan sesuatu yang berlebihan karena biasanya yang berlebihan itu hanya membuat pusing. "tolak Amira membuat Adam dilanda Dilema yang berkepanjangan karena akhirnya ia tahu kenapa kedua orang tuanya itu sangat menyayangi Amira sebab aslinya sikap wanita ini dan segala macam Budi pekertinya begitu membuat orang-orang di sekelilingnya merasa nyaman.


"pantesan saja mama mau menggadaiku dengan kamu karena katanya kamu itu lebih pengertian dan juga lebih bisa diharapkan dibandingkan aku anaknya sendiri, dan aku akui kalau hal itu memang benar-benar sesuai dengan yang dipikirkan oleh Mama karena kamu sering cantik dan juga sikap kamu yang bikin semua orang merasa betah ketika berada di dekat kamu. "jelas Adam membuat Amira mendengus kesal karena menurutnya sekarang itu bukan saat yang tepat bagi dirinya untuk merasa tersanjung dengan apa yang dikatakan oleh suaminya itu.


"aku hanya manusia biasa yang tidak luput dari yang namanya melakukan kesalahan karena jika sekarang aku selalu Melakukan kebaikan maka tidak menutup kemungkinan kalau besok lusa aku pasti bakalan melakukan kesalahan, karena hilang dan juga berbuat salah merupakan sifatnya manusiawi dan semua orang pasti pernah mengalami hal itu . "jelas Amira membuat Adam tidak bisa membantah apapun yang dikatakan istrinya karena memang sesuai dengan kenyataan yang ada.

__ADS_1


sejatinya manusia itu tidak luput dari yang namanya pernah melakukan kesalahan baik disengaja mau pun yang mengalir begitu saja, karena roda kehidupan manusia itu selalu berputar mengikuti perkembangannya Mengikuti alur ceritanya yang penting terletak bagaimana orang tersebut menyikapi Apa yang terjadi.


"Mama, segera sembuh soalnya tadi papa request loh katanya cucu Mama itu hanya pengen ketemu sama neneknya tidak ingin ketemu sama kakeknya! jadi yang ingin Amira tanyakan kalau misalnya saat cucu kalian lahir terus ketemu sama neneknya saja itu kakeknya ke mana sebenarnya, jadi sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan lebih baik Mama sadar kemudian tolong marahi papa Soalnya setiap kali ngomong pasti bakalan ngelantur dan aku merupakan fans garis kerasnya Mama akan selalu membela dan juga mengatakan hal-hal yang dilakukan oleh papa selama Mama tidak tahu sama sekali! "ujar Amira yang mencoba untuk tetap tegar tetapi Percayalah ketika memperlakukan diri seolah tidak terjadi apapun itu rasanya sangat menyiksa.


keduanya pun segera keluar dari situ sebab biar bagaimanapun kondisi Amira itu tidak memungkinkan untuk berlama-lama di dalam ruangan yang steril seperti itu, maka dari itu mewaspadai hal-hal yang takutnya nanti terjadi dari awal lebih baik daripada sudah terjadi baru mewaspadainya karena itu sama saja terlambat.


Sesampainya di luar terlihat Rangga yang masih setia menemani Sakti di situ namun keduanya tidak saling berbicara satu sama lain, bukan karena sedang bertengkar atau apalah itu tetapi keduanya sedang sibuk dengan pemikiran masing-masing yang kalau misalnya disatukan maka pembahasannya tidak akan pernah habis sampai beberapa Dekade.


"gimana keadaan Mama di dalam sana, apa dia merespon kehadiran kalian atau mungkin dia sudah membuka matanya menggerakkan tangannya seperti itu? "tanya Sakti penasaran tetapi Amira dan juga Adam serempak menggelengkan kepala karena memang tidak terjadi apa-apa di dalam sana tidak.


"sabar saja Papa, karena kita Terkadang ingin mengharapkan sesuatu seperti yang diinginkan namun kenyataannya berbanding terbalik! jadi lebih baik usahakan selalu bersabar saja berharap agar mukjizat itu selalu ada, sebab yang bisa kita harapkan di dunia ini Ya hanya itu saja kalau mau menginginkan yang namanya kesempatan kedua itu pun tergantung daripada yang namanya mukjizat tadi! "jelas Amira yang dari tadi mencoba untuk bersikap Tetap tenang kemudian tidak terlalu terprovokasi dengan keadaan soalnya sama saja mau bersikap seperti apapun kondisi Dina ya tetap begitu.


"Papa hanya bingung soalnya Sepertinya kalau kita tetap bertahan di sini Mama tidak akan pernah ada perubahan, karena Papa ingin membawa mama ke negara yang pengobatannya lebih canggih ya mungkin Singapura atau apalah itu soalnya kalau menunggu tanpa kepastian ya sama saja bohong! "jelas Sakti membuat Adam dan juga Amira yang menganggukan kepala antusias karena memang harus seperti itu harta duniawi itu masih bisa dicari tetapi nyawa seseorang tidak bisa dijual di manapun.


"Sepertinya memang harus seperti itu Pah daripada hanya menunggu saja, dan mungkin Siapa tahu setelah pergi ke sana Mama baik-baik saja! "sahut Adam mengiyakan keinginan Papanya itu.


setelah melakukan perundingan yang akhirnya mereka sepakat untuk memindahkan Dina ke rumah sakit yang alat-alatnya lebih canggih lagi dan itu bukan di dalam negeri melainkan harus diterbangkan keluar, kalau soal transportasi yang mereka tidak pernah khawatir soalnya mereka memiliki kendaraan pribadi yang bisa digunakan kapan saja yang mereka inginkan.


"kamu sebaiknya pulang ke rumah dan beristirahat Biar aku sama Papa yang bakalan mengantarkan Mama ke sana, nanti kalau misalnya keadaan sudah baik-baik saja aku bakalan kembali Soalnya kan kamu juga dalam waktu dekat mau melahirkan!"ujar Adam dan Amira ya Otomatis tidak menolak sebab memang itu untuk kebaikan bersama dan Lagian pria itu bukan pergi untuk berjalan-jalan atau sekedar liburan menenangkan pikiran tetapi pergi untuk mengurus kesehatan Dina yang jauh lebih penting untuk saat ini.


Sakti tentu saja menolak keinginan dari putranya Itu sebab menurutnya Amira juga sangat membutuhkan kehadiran suaminya saat ini, jangan karena hanya mementingkan mamanya saja sampai-sampai Adam harus melupakan kewajibannya sebagai seorang suami yang harusnya selalu siaga mewaspadai keadaan Amira ini.

__ADS_1


"Papa rasa sebaiknya kamu di sini saja dan tetap menunggu Amira sampai dia benar-benar sudah beres melalui semuanya, karena kalau kamu ikut saat Mama sadar nanti pasti kamu bakalan kena marah lagi soalnya dia mana mau menyuruh kamu meninggalkan menantunya ini sendirian! "tawar Sakti.


__ADS_2