
Adam mau tidak mau mengikuti permintaan yang diberikan oleh Amira tadi sebab menurutnya permintaan ibu hamil itu biasanya akibat rasa ngidam yang dialami, jika tidak dituruti menurut mitos sih anaknya bakalan ngeces entah benar atau tidak autor pun bingung soalnya salah satu pun anak autar tidak pernah mengalami yang namanya ngeces 🤣.
"Kamu kenapa wajahnya ditekuk seperti begitu seolah-olah tidak ada keikhlasan dengan ajakan yang aku berikan tadi, kalau memang tidak mau ya sudah aku juga tidak akan pernah memaksakan kehendak soalnya sadar diri aku mah apa gitu? "emosi Amira sudah mulai mencuat ke permukaan Padahal dari tadi Adam tidak ada melayangkan protes dengan ajakan yang diberikan.
Adam jelas saja panik ketika mendengar nada kekesalan yang dilontarkan oleh Amira barusan, seharusnya wanita itu sadar kalau dirinya pasti bakalan dengan senang hati mengikuti apa yang diinginkan oleh Amira hanya saja insiden yang baru saja terjadi itu membuat urat malunya masih terasa begitu kentara.
"Ya sudah aku minta maaf tetapi tidak ada niatan kok untuk menolak ajakan yang kamu berikan tadi, hanya saja masih berpikir nanti kalau saat aku keluar itu kira-kira respon semua orang Bagaimana ya dengan apa yang aku lakukan tadi? "tanya Adam tetapi Amira memilih untuk Bodoh amat soalnya kan itu merupakan perbuatan pria itu bukan dirinya Jadi untuk apa ya harus perlu capek-capek untuk memikirkan semua solusi yang terbaik.
Adam yang melihat Amira tidak peduli dengan keadaannya ya mau tidak mau pasrah saja soalnya kalau mau menjawab pun bakalan salah mau meminta untuk tetap tinggal di Villa pun bakalan lebih salah lagi, ternyata memang dari dulu sampai sekarang posisi pria itu selalu salah entah karena apa yang mereka lakukan di masa lalu sampai-sampai peraturan yang mengatakan bahwa pria selalu benar itu diubah dengan peraturan novel terbaru yaitu wanita selalu benar dan balik lagi jika wanita salah akan kembali ke peraturan awal yaitu Wanita tetap akan yang paling benar
"Ya sudah kalau begitu Mas pakai kacamata dulu deh Biar orang-orang mungkin ya melupakan kekonyolan yang baru saja, karena masih yakin kamu pasti tidak mau dong suami kamu yang tampan membahana ini ditertawai oleh satu penduduk pulau? "goda Adam sambil mengeringkan matanya membuat Amira menatap heran ke arahnya sebab menurut wanita itu rasa percaya diri Adam terlalu tinggi sampai-sampai tidak sadar kalau Amira mah tidak akan terpengaruh jika dirinya mau ditertawakan satu benua pun.
"Oke Baik Si utun kalau karena hari ini kita jalan-jalan usahakan jangan pernah membuat Bunda kesusahan ya, kalau yang harus kamu susah kan yaitu pria yang ada di samping Bunda ini soalnya gara-gara dia membuat kita harus menikmati liburan tidak tepat waktu! "Sindir Amira lagi-lagi Adam hanya bisa menggaruk kepalanya soalnya sepertinya ketika berada di Pulau itu istrinya itu bakalan selalu memarahinya setiap saat seolah-olah dosa yang ia lakukan itu begitu parah dan tidak akan pernah termaafkan sama sekali.
"kamu tidak ada niatan pakai payung atau topi gitu soalnya kan di luar panas sekali, nanti takutnya kamu bakalan hitam dan alhasil pasti kamu bakalan....
Belum lagi Adam menyelesaikan perkataannya Amira sudah memasang tatapan tajamnya terhadap pria itu, soalnya wanita paling sensitif dengan yang namanya hitam dan juga gemuk serta jelek karena itu merupakan sebuah kata-kata yang bisa dibilang dunia tenang bakalan langsung jadi perang dunia.
"Oh jadi ceritanya kamu mau mengatakan kalau kulit aku itu bakalan menjadi hitam dan gelap serta jelek Lalu setelah itu kamu bakalan mengejekku seperti dulu, dan akan pergi mencampakanku dan mencari bule-bule yang kulitnya putih mulus bersih tanpa celah serta hobinya doyan gituan? "tanya Amira yang sudah berdiri bersedekap dada sambil melototkan matanya begitu lebar ke arah Adam hampir saja mata itu loncat keluar untung juga masih ada kelopaknya.
__ADS_1
"Ya ampun Astaga bukan maksudnya Mas tadi ngomong seperti begitu hanya saja mewaspadai saja kan sebelum terjadi, lagi yang sudah kapok loh dulu melakukan hal yang gila sekarang sudah insyaf dan tidak akan pernah mengulangi hal yang sama soalnya pelajaran yang diberikan Sekarang aku sudah kapok sama sekali dan tidak ingin melakukannya lagi! "janji Adam sambil mengangkat tangannya tinggi-tinggi membuat Amira ingin sekali tertawa ketika melihat wajah ketakutan suaminya itu seolah-olah membawa Amirah saat ini bakalan mengeluarkan sayapnya dan terbang pergi dari pulau itu tanpa mau menoleh ke arah Adam lagi.
"Idih mau kamu kapok atau tidak itu bukan urusanku soalnya laki-laki itu setiap katanya tidak akan pernah bisa dipegang ketika sudah melakukan satu kali kebohongan dalam hidupnya, karena aku merupakan orang yang paling pintar jadi cukup mengerjaiku seperti dulu lagi karena Sekarang aku tidak ingin menerima kata-kata gombalan yang menurutku sangat tidak tepat waktu! "setelah mengatakan hal itu Amira pun berjalan lebih dulu meninggalkan suaminya yang tengah berdiri menatap tak percaya ke arahnya karena mood Amira itu terkadang berubah-ubah layaknya roller coaster kadang di atas kadang di bawah dan kadang pula hanya berhenti di tempat.
"tadi Dianya marah sambil teriak-teriak sekarang kok malah senyum-senyum seperti begitu, wah ajaib sekali moodnya orang hamil kalau seperti begini terus lama-lama hidupku bakalan menjadi lebih nano-nano rasanya. "gumam Adam monolog.
Keduanya kini menikmati liburan santai ala pasangan yang lagi berbulan madu yang dipenuhi dengan keromantisan dan juga tawa canda serta apapun trik yang menggelikan, jika orang lain melihatnya Ya bakalan berpikir seperti itu karena memang tempat itu hanya dikhususkan untuk orang-orang yang ingin berbulan madu.
akan tetapi kenyataannya berbanding terbalik sebab keduanya itu kini hanya ingin saling membahagiakan diri masing-masing, jika Adam ingin membahagiakan diri dengan cara bisa dekat dengan Amira toh kalaupun nanti saatnya jika mereka memang akhirnya bercerai dan berbeda dengan Amira yang memilih untuk menyenangkan dirinya sendiri yang selama ini sudah terlalu banyak memikul beban pikiran yang kadang membuat dirinya enggan untuk melanjutkan hidup.
"kita ini kelihatannya kayak pasangan romantis ya? "nah tuh kan Adam mulai bertingkah lagi padahal dari tadi Amira sudah berpesan agar tidak mengeluarkan kata-kata aneh dan sangat tidak masuk akal serta membuat Amira merasa muak.
Adam tidak memikirkan keadaan Rangga yang saat ini benar-benar merasakan Dilema yang amat sangat parah, pria itu bukannya merasa rugi Ketika nanti akan didepak keluar dari perusahaan Adiguna hanya saja ia merasa bersalah ketika melanggar pesan yang diberikan oleh Sakti kepadanya bahwa tidak usah ikut campur sama sekali dengan masalah rumah tangga yang dihadapi oleh Adam dan juga Amira karena tugasnya hanyalah mengurus perusahaan.
Rangga bahkan saat ini rela terbang kembali ke Indonesia hanya untuk bertemu dengan Sakti dan juga mengakui semua kesalahan yang pernah ia lakukan selama Adam berada di Perancis, bukan ingin merayu agar pria itu tidak jadi memecatnya karena Biar bagaimanapun kesalahan yang ia lakukan itu sangat fatal namun Satu yang Pasti ingin dirinya memberikan rasa hormat kepada majikannya itu karena selama ini sudah memberikan kepercayaan kepadanya untuk mengurus perusahaan yang besar.
Dina sangat menyayangkan keputusan yang diambil oleh suaminya itu karena gara-gara perbuatan Adam sampai-sampai Rangga pun harus terkena imbasnya, Padahal selama ini pria itu sudah mati-matian menjaga perusahaan Sakti di Prancis ketika pria itu sibuk dengan urusan yang ada di Indonesia dan tidak sempat pergi ke sana untuk mengecek keadaan semuanya.
"kalau Menurut Mama jika Papa itu terlalu berlebihan dalam mengambil keputusan, karena Harusnya kan tidak perlu menyalakan hal ini 100% kepada Rangga sebab Biar bagaimanapun dia itu hanya pesuruhnya kita saja selama di sana maka dari itu apapun yang diperintahkan Adam masa iya dirinya berani menolak? Berpikirlah secara rasional dong masa iya seorang bawahan bisa menolak perintah dari majikannya, sedangkan pekerjaan yang ia miliki itu merupakan penopang masa depan yang membuat hidupnya bisa lebih berguna? "tanya Dina berharap agar suaminya itu lebih berpikir jernih tidak mengedepankan rasa emosi untuk menyelesaikan sebuah masalah.
__ADS_1
"Bukan seperti itu juga kan Mah? kalau misalnya dia tidak diberi pelajaran otomatis bakalan melakukan kesalahan yang sama seperti ini di kemudian hari karena tidak pernah diberikan efek Jera, Papa melakukan ini semua juga karena dia yang lebih dulu melakukan kesalahan masa iya orang-orang duduk tenang kalau kita malah mengorek kehidupannya kan Rasanya sangat tidak etis ? "jelas Sakti yang tetap pada pendiriannya jika sebuah kesalahan harus ada sebuah konsekuensi yang akan diterima tidak peduli apapun kesalahannya dan apapun orangnya tetap akan diperlakukan sama saja.
"Setiap orang pasti bakalan melakukan kesalahan dan apa papa lupa selama dia bekerja dengan keluarga kita ini adalah kesalahan pertamanya yang paling fatal, tetapi sebenarnya harusnya Papa sadar kalau dia itu hanya memberikan kesempatan kepada Adam dan juga Amira agar bisa berbicara dari hati ke hati dan juga agar bisa saling mengenal satu sama lain dan juga intinya yaitu jika memang mereka masih merasa cocok pernikahan akan dilanjutkan dan jika mereka sudah merasa tidak cocok ya mereka bakalan bercerai! "Dina Bukannya ingin mendukung anaknya itu untuk bisa Rujuk Kembali dengan Amira hanya saja ia ingin agar segala sesuatu masalah di dunia ini dicoba dulu untuk menjalani penyelesaiannya tidak perlu harus mengambil kesimpulan secara langsung padahal penyelesaiannya saja belum dicoba.
Sakti mengusap wajahnya kasar sebab memang benar apa yang dikatakan Dina itu sebenarnya tidak ada yang salah,hanya saja ia Terlanjur kecewa kepada Adam dan juga tidak tega terhadap Aida yang jelas-jelas sudah merasa dibohongi oleh keluarga mereka.
"Papa sudah merasa malu terhadap Aida karena pasti merasa bahwa saat ini kita sudah mempermainkannya, Mama kan tahu sendiri bagaimana respon Aida ketika tahu kalau kita selama ini sudah menyembunyikan Amira dan sudah berbohong kepadanya! "jelas Sakti membuat Dina akhirnya tersadar dengan posisi sahabatnya itu yang sudah beberapa hari ini sangat susah untuk dihubungi.
"ah Aida aku memang benar-benar sampai-sampai melupakan keberadaan sahabatku itu, semoga saja dia selalu dalam keadaan baik tidak menyimpan dendam terlalu lama terhadap keluarga kita karena memang Apa yang dilakukan oleh Adam dan juga kesalahan yang terjadi itu di luar dari ekspektasi sedikitpun! "ujar Dina yang wajahnya sudah sedikit tirus akibat menolak semua pengobatan dan juga memilih untuk rawat jalan tidak ada yang namanya menginap di rumah sakit karena menurutnya penyakitnya itu biasa saja toh kalau memang sudah waktunya untuk berpulang ia harus ikhlas dan juga pasrah tetapi intinya anaknya itu bisa kembali ke jalan yang benar dan juga bisa mempunyai wanita yang bisa mengurusnya.
"ah Tuan Adam anda sekarang sedang liburan bersama dengan istri tetapi aku malah Nelangsa seperti ini bukan patah hati malah rasa-rasanya seperti tulang-tulangku sudah tidak berguna, nanti siap atau tidak siap aku bakalan terima semua konsekuensi yang akan diberikan oleh Tuan Sakti kepadaku!"Rangga yang berada di dalam pesawat benar-benar frustasi dengan keadaannya saat ini kenikmatan tidak pernah ia dapatkan kemudian Apa yang dilakukan oleh Adam tidak pernah IA suruh tetapi kenapa malah resikonya harus dirinya yang tanggung.
...****************...
Franda kini bener-bener tidak tahu lagi harus melanjutkan hidup seperti apa soalnya Fadil bapaknya tidak bekerja sama sekali untuk menghasilkan uang sekedar bisa membeli makanan untuk mereka berdua, karena kerjaannya Fadil Tiap hari hanya duduk di depan televisi kemudian menonton acara apapun yang ditampilkan seperti anak kecil dan ketika saat ada yang lucu tertawa ada yang tidak pas bakalan ngomel sepanjang hari lalu lapar Pergi mencari makan hanya begitu saja kerjaannya.
Fadil bahkan tidak berpikir dari mana anaknya mendapatkan uang dan juga dari mana Franda sampai perginya selalu sore dan pulangnya Keesokan paginya, sudah begitu dirinya itu selalu dijemput dengan orang-orang yang berbeda pula namun intinya yang Fadil inginkan yaitu semua kebutuhannya tercukupi entah mau apapun Franda lakukan di luaran sana itu tidak ada sangkut pautnya dengan dirinya toh Franda dengan sukarela melakukannya tidak ada unsur paksaan sama sekali.
"Bapak tolong dong besok Pergilah cari kerjaan soalnya aku lihat itu di depan ada yang lagi ngebangun rumah dan rumahnya itu Gede banget, pasti mereka membutuhkan tenaga kerja yang lumayan banyak jadi tidak ada salahnya kan kalau bapak mencoba untuk pergi melamar di sana siapa tahu diterima! ya mungkin dengan begitu kebutuhan kita bakalan sedikit tercukupi tidak perlu harus pas-pasan seperti ini, soalnya kan kalau kita berdua bekerja otomatis uangnya dihasilkan juga pasti sedikit Lumayan bisa lebih banyak daripada sekarang! "saran Franda membuat Fadil menatap tajam ke arahnya seolah tidak terima dengan apa yang dikatakan oleh wanita itu.
__ADS_1