
Daniel menatap tajam ke arah Sarah yang menurutnya tidak mendukung keputusan untuk membujuk Amira agar mau naik ke atas kursi roda, seharusnya pegawai nya itu yang bekerja padanya mendukung apapun keputusannya meskipun bertentangan dengan pemikiran sekalipun.
Amira yang merasa bahwa Sarah mendukung keputusannya langsung mengacungkan kedua jempolnya ke arah wanita itu, pertanda bahwa ia sangat menyukai dukungan yang diberikan oleh Sarah kepadanya tadi.
"Kamu kenapa malah mendukung dia seperti itu? Bukannya kamu harus bersyukur kalau ada yang perhatian kepada Amira, bukan malah kamu membuat dia tambah besar kepala dan menolak bantuan yang aku berikan?" tanya Daniel tidak terima dengan perkataan yang dilontarkan oleh Sarah tadi.
"Saya itu bukannya tidak mendukung Tuan, hanya saja sepertinya Anda terlalu berlebihan! Soalnya kalau memang dia merasa tidak mampu berjalan pasti dia bakalan tinggal di rumah dan tidak akan melakukan aneh-aneh, soalnya yang hamil kan dia kemudian itu juga anaknya dia Masa iya seorang ibu tega menyakiti anak sendiri? " jelas Sarah santai.
Daniel mendengus kesal lalu memilih menarik tangan Amira, agar ikut dengannya tidak peduli lagi kursi roda itu. Ia Letakkan sembarang, bukankah di tempat itu ada cleaning service yang bertugas menempat kembali barang-barang yang tidak digunakan lagi oleh karyawan kantor.
"Ayo kamu ikut dengan saya saja, jangan pernah bergaul dengan manusia seperti dia itu! Soalnya hanya bisa membuat otak kamu menjadi tidak bisa berpikir dengan jernih!"ajak Daniel yang tidak menghiraukan penolakan yang dilakukan oleh Amira kepadanya soalnya kalau ia diam saja bisa dipastikan bakalan ia marahi itu Sarah sampai puas.
"Ya Pak jangan salah ya, kalau saya ini merupakan sahabat satu-satunya yang dimiliki oleh Amira di tempat ini. Jadi seharusnya apapun yang dia lakukan, Saya dukung lah masa iya saya malah mendukung anda! "jelas Sarah tidak terima.
Daniel tidak peduli dengan apa yang dikatakan oleh wanita itu karena ada hanya memancing keributan,sebab Sarah kalau ngomong pasti tidak akan pernah berhenti sampai mungkin itu mulutnya capek sendiri.
Amira sebenarnya tidak ingin berjalan sambil ditarik oleh Daniel seperti ini, karena Percayalah kalau mulut para karyawan di situ sangat-sangat tidak bisa ia bendung satu persatu dan menjelaskan duduk perkara yang sebenarnya.
"Sepertinya tangan saya dilepas dulu deh soalnya kan saya bisa jalan sendiri, kalau ditarik seperti begini rasa-rasanya kayak kerbau yang lagi dicucuk hidungnya! "tawar Amira tetapi Daniel tidak peduli sama sekali karena wanita itu pasti bakalan kabur lagi darinya seperti yang sudah-sudah selama ini.
Cahaya yang dari tadi melihat interaksi antara Daniel dan juga Amira mendadak jadi emosi, meskipun Daniel waktu itu sudah sempat mengancamnya atas perbuatan yang sengaja ia lakukan terhadap Amira namun wanita itu seolah melupakannya.
"Itu Daniel Kenapa sih harus dekat dekat dengan wanita itu terus, Padahal dia kan lagi hamil masa iya aku yang masih single seperti begini tidak diinginkan sama sekali? "Cahaya emosi melihat kedekatan antara Daniel dan juga Amira bahkan tidak peduli dengan keadaan sekitar mereka yang masih banyak pegawai di situ.
Sarah yang kebetulan melintas tersenyum mengejek ke arah Cahaya yang terlihat sedang mengintip kebersamaan antara Daniel dan juga Amira, dirinya sudah berjanji kalau menemukan wanita itu pasti ia bakalan balas dendam dan sekarang merupakan saat yang tepat bagi Sarah untuk membalas perbuatan Cahaya kepada Amira.
Sarah berjalan secara perlahan lalu kemudian dengan sengaja menyenggol Cahaya yang sedang mengintip, membuat wanita itu langsung jatuh dengan kedua lututnya yang lebih dahulu mengenai lantai.
"awww, siapa sih jalan yang tidak pakai mata sampai akhirnya tabrak orang seperti ini? "Gerutu Cahaya kesal.
__ADS_1
Sarah memasang wajah biasa saja tidak ada menampilkan wajah bersalahnya, karena menurutnya itu masih kurang dengan Apa yang dirasakan oleh Amira sampai-sampai wanita itu kehilangan banyak darah.
"Astaga ada orang ya di situ, aku pikir tadi tidak ada orang makanya aku jalan saja tidak peduli?"tanya Sarah pura-pura memasang wajah bersalahnya.
"Ya jelas ada orang lah! Makanya lain kali itu jalannya pakai mata jangan pakai kaki, kalau jalannya terlalu pakai kaki akibatnya mata kan tidak jadi berfungsi dan akhirnya menabrak orang sembarang!" ujar cahaya kesal tetapi Sarah ingin sekali tertawa karena merasa lucu.
"Wah di mana-mana itu jalannya pakai kaki Karena kalau pakai mata gimana langkahnya, sepertinya kamu harus pulang kemudian belajar ulang lagi biar otak kamu sedikit pintar!"ejek Sarah.
"kamu itu wanita sialan ya! Awas aja aku bakal mengadukan semua ini kepada Daniel agar dia yang bakalan mengurus kamu nantinya, Memangnya kamu pikir kamu itu siapa bisa-bisanya mengejekku seperti tadi?"Cahaya begitu bahagia ketika membanggakan Daniel.
"Oh maksudnya kamu tuan Daniel Smith, yang lagi naksir berat sama sahabat aku itu yang namanya Amira?"tanya Sarah dengan wajah yang sangat menyebalkan menurut Cahaya.
Sarah sengaja mengatakan kalau Daniel menyukai Amira dan ingin melihat Bagaimana Respon yang akan diberikan oleh wanita tersebut, dan memang Respon yang diberikan oleh cahaya itu sangat-sangat keren Karena Wanita itu terlihat menahan emosinya ketika mendengar ada orang lain yang menyebutkan Amira di hadapannya.
"Kata siapa Daniel itu naksirnya sama Amira dia kan merupakan calon suamiku dan tante Andara sudah merestui itu, kamu jangan pernah menyebarkan fitnah karena nanti kalau Tante antara mendengarkannya kamu pasti bakalan diusir dari sini dan menjadi gembel di luar sana! "ujar Cahaya penuh percaya diri.
"Oh ya? Perasaan kemarin Tuan Daniel ngomong deh sama satpam kalau orang yang bernama cahaya dan juga berwajah jelek, jangan pernah masuk ke dalam perusahaan ini lagi tetapi kenapa kamu bisa lulus ya jangan-jangan kamu Lewat Pintu Belakang?"ujar Sarah yang tidak pernah mau kalah jika ada orang yang seperti dengan sengaja menjatuhkan harga dirinya.
Hanya saja wanita yang berambisi untuk menjadi istrinya orang kaya Makanya lebih memilih untuk memasang wajah temboknya, untuk kembali ke tempat itu dan meminta maaf kepada Daniel secara langsung agar pria itu mau memaafkannya dan menerima dirinya sebagai calon istrinya sesuai dengan keinginan Andara Mamanya Daniel.
"Eh Kata siapa seperti itu, asal kamu tahu saja ya tadi itu kan ke Andara yang mengantarkanku ke depan? Jadi kalau aku ke sini ya otomatis karena mereka tahu siapa aku sebenarnya, Dan juga Apa hubungan aku dengan Daniel di sini!"ujar cahaya berbohong tetapi percayalah Sarah bukanlah seorang wanita yang mudah sekali untuk percaya yang namanya sebuah kebohongan.
"Ya sudah kalau begitu Kamu tunggu sini saja, soalnya aku bakalan menelpon Tuan Daniel untuk memastikan kira-kira dia sedang menunggu tamu yang bernama cahaya tidak? Soalnya tadi dia sempat berpesan katanya tidak ingin diganggu oleh siapapun, karena ingin berduaan dengan Amira saja tanpa melibatkan orang ketiga termasuk aku apalagi orang lain!"Sarah memang benar-benar sedang menikmati peran untuk mengerjai cahaya.
Melihat wajah emosinya Cahaya itu merupakan kesenangan tersendiri bagi Sarah, dan merasa berhasil membuat mental wanita itu menjadi turun dan tidak bisa berkutik lagi.
"Tidak perlu menelponnya nanti aku bakalan sendiri menyusulnya ke dalam, Kamu itu jangan sok-sokan mengatur hidup orang lain Memangnya hidup kamu sudah benar?"tolak Cahaya karena memang tidak berani kalau sampai Sarah menelpon Daniel maka kebohongannya bakalan terbongkar dan membuat dirinya pasti malu sekali.
"lho jangan seperti begitu dong! Kasihan kalau aku tidak menelpon Tuan Daniel otomatis kamu bakalan menunggu di sini tanpa kepastian, jadi mumpung kuota nelpon aku lagi banyak tidak masalah dong aku membantu kamu yang sedang kesusahan seperti ini?"Sarah hari ini memang sepertinya mendapatkan sebuah Jackpot yang besar karena akhirnya bisa bertemu dengan wanita songong seperti Cahaya kemudian mengerjainya sampai puas Lalu setelah itu membiarkan Wanita itu pergi dengan emosi yang siap meledak sewaktu-waktu.
__ADS_1
"Kamu itu Dibilangin kok ngeyel sekali ya? Aku kan sudah bilang nanti aku bakalan pergi sendiri ke ruangannya Daniel, jadi kamu tidak perlu dong harus menyombongkan diri seperti itu? "kesal Cahaya.
Sarah terlihat menahan tawanya ketika wajah cahaya yang begitu emosi terhadapnya, Padahal baru diserangnya sedikit saja respon Wanita itu sudah sangat berlebihan. Bagaimana kalau iya mengikuti cara Cahaya yang menjulid orang lain itu ya?
"Sepertinya reaksi kamu itu terlalu berlebihan, aku tadi kan ngomongnya baik-baik ya kamu responnya juga baik-baik dong cantik tapi oplas? Kalau seperti begini kelakuan kamu Percayalah mau sampai dunia kembali ke tahun satu masehi pun tanda, tuan dan dia tidak akan pernah klepek-klepek seperti kamu soalnya kan Amira itu paket lengkap!"Sarah tidak tahu jika dari tadi Daniel hanya bisa menahan tawanya ketika melihat dan juga mendengar kata-kata yang dilontarkan oleh resepsionis di kantornya tersebut.
"Baguslah wanita itu tahu posisinya di mana dan berhasil membuat nenek lampir itu menjauh dari dekatku, habisnya Mama cari calon istri kira-kira dong masa iya yang modelan seperti begitu dibawa pulang ke rumah?"sungut Daniel lalu memilih untuk kembali ke ruangannya Amira yang terlihat masih sibuk dengan berkas yang ada di hadapannya dan itu semua merupakan berkas penting yang akan dipakai oleh Daniel saat meeting bertemu dengan klien nanti siang.
"Ingat kerja sih boleh, fokus pun tak masalah tetapi jangan lupakan kesehatan sendiri! Karena kalau kamu drop lagi, otomatis pekerjaanku bakalan menumpuk lagi seperti itu dan kamu juga yang bakalan kewalahan! "Daniel sengaja memperingatkan Amira agar wanita itu paham Jika ia tidak pernah mempermasalahkan Amira mau bekerja dengan cara apapun yang penting intinya tidak pernah melupakan kesehatan.
"Baik Pak saya janji tidak akan pernah sakit lagi, dan kalau Saya sakit Saya tidak akan pernah menyusahkan Anda lagi soalnya lihat berkas yang menggunung seperti ini saja mataku rasa-rasanya mau loncat dari tempatnya! "Jelas Amira yang benar-benar sampai tidak mampu memilah berkas yang mana yang lebih harus didahulukan saking terlalu menggunungnya.
"Ya sudah kalau memang kamu tidak berhasil memilah sampai siang nanti, lebih baik meetingnya diundur besok pagi supaya Maksudnya kamu bisa bekerja tetapi secara perlahan dan tidak terlalu memaksakan kondisi! "jelas Daniel tetapi kamera tentu saja menolak saran dari pria itu.
"ya jangan seperti itu dong Pak, meeting kali ini dengan klien itu merupakan meeting yang sangat penting karena ini demi kelangsungan proyek yang sedang berjalan! Kalau misalnya ditunda terus ya nanti kita juga yang bakalan rugi, terus nanti semua pemegang saham dan juga Kepala Divisi akan melayangkan protes akibat keteledoran kita! "jelas Amira karena ia tidak ingin masalah pribadi dan juga kantor disamakan karena dengan begitu dirinya sudah sangat tidak profesional sama sekali.
"peduli apa dengan para Kepala Divisi dan juga para pemegang saham, Karena perusahaan ini membangun merupakan papa dan aku sudah menjalankannya selama 3 tahun jadi Sudah tahu Seluk beluk bekerja di sini! "jelas Daniel dengan penuh percaya diri.
"Ya anda benar sekali tetapi sepertinya rasa percaya diri anda itu tidak pada tempatnya, Karena kalau saya jadi Anda tidak akan pernah memberikan tawaran yang seperti tadi anda lakukan itu karena nanti karyawannya jadi besar kepala! "jelas Amira yang sengaja menyindir Daniel.
Daniel memilih untuk pergi tidak mengganggu Amira yang sedang bekerja dan juga tidak ingin berdebat dengan wanita itu, karena dari dulu sampai sekarang peraturannya wanita pasti bakalan selalu menang dan pria akan selalu salah.
Amira memilih fokus kembali dengan berkas yang ada di hadapannya karena menurutnya dengan fokus bekerja Ia bakalan melupakan masalahnya sejenak, karena Percayalah pergi dari rumah dalam kondisi hamil karena suami selingkuh dengan orang terdekat itu merupakan sebuah masalah yang sangat besar dan sangat menyakitkan.
Amira tidak percaya jodoh yang disiapkan oleh ibunya merupakan seorang pria yang sangat tidak punya perasaan , dirinya mengikuti kemauan Aida karena merasa bahwa pilihan ibunya itu tidak akan pernah salah.
Namun apa yang diinginkan oleh Aida ternyata tidak pernah menjadi kenyataan sedikitpun, karena buktinya ada malah menyia-nyiakan Amira dengan begitu sangat.
"Bagaimana keadaan Ibu di sana?Apa Ibu kecewa karena aku pergi tanpa pamit,kalau iya maka aku minta maaf Bu." lirih Amira dalam hati tapi tetap berusaha agar tidak mengeluarkan air matanya sebab nanti Daniel pasti bakal berpikiran yang tidak tidak kepadanya.
__ADS_1
Amira sangat merindukan Ibunya itu yang merupakan wanita yang telah melahirkannya ke dunia, Hanya saja karena saking kecewanya terhadap suaminya sendiri Amira memilih pergi meninggalkan wanita itu tanpa pamit dan juga tanpa kabar Sampai saat ini.
Ia yakin saat ini Aida pasti sedang mencemaskan keadaannya hanya saja untuk menelpon ibunya rasa-rasanya sepertinya ia belum sanggup melakukannya, karena ketika mendengar suara Aida Percayalah Amira yang dari awal persatuan akan langsung lemah.