
Sakti tahu kalau sebenarnya Adam sedang berbohong kepadanya sebab terlihat dari kegelisahan pria itu kemudian sorot matanya ada kekecewaan dan juga sedikit merasa terbebani oleh sesuatu dan dirinya adalah sudah senior di bagian itu maka dari itu ketika melihat ada orang yang bertingkah laku seperti Adam saat ini jawabannya hanya satu pasti ia Tengah Memikirkan orang yang sangat penting di dalam kehidupan nya.
Mau bagaimana lagi ketika segala sesuatunya sudah menjadi hukum alam ketika orang-orang yang sangat berharga di dalam kehidupan kita mengalami sesuatu, maka seperti ada ikatan batin karena mereka akan menyatu dan juga memiliki pikiran yang sama.
"Maafkan papa karena sudah membuat kamu cemas dan akhirnya memikirkan keadaan istri kamu saat ini, meskipun kalau bisa dibilang ini semua tidak ada sangkut paut dengan Amira tetapi tetap saja kamu pasti memikirkan dia kan? " Tanya Sakti.
Adam hanya menghela nafasnya ketika mendengar pertanyaan dari Papanya barusan sebab memang seperti itulah kenyataan yang Terjadi, mau berbohong pun sepertinya sekarang dirinya perlu teman untuk berbicara dan juga berbagi keluh kesah dalam keluarganya serta bisa bilang ia harus mengatakan semuanya tanpa ada yang ditutup-tutupi.
"Sebenarnya tadi sebelum ke sini Rangga sudah sempat melaporkan kalau dia melihat Daniel yang merupakan pria tempo hari ada sempat berkunjung ke ruang perawatan Ibu, Dia sedang berkeliaran di sekitar Kompleks Perumahan Ibu Aida dan juga Amira sekarang berada! Kalau misalnya Daniel tidak melaporkan seperti ini ya pikirannya Adam pun tidak terlalu merasa cemas Tetapi kalau akhirnya ada kejadian seperti ini, aku bingung kira-kira maksud dan tujuan pria itu berada di tempat itu apa dan juga kan apa Bukannya pulang kembali ke Prancis Tetapi malah bertahan? "Semua orang pasti bakalan berpikiran sama seperti yang tengah dipikirkan oleh Adam soalnya saya tidak masuk akal dan niat yang tidak punya keluarga di situ Tetapi malah memilih untuk bertahan.
Sakti akhirnya paham kenapa sampai Adam terlihat gelisah dari tadi ternyata ada sumber yang membuat anaknya itu harus bertingkah seperti saat ini, ya Meskipun terkadang ini hanya kebetulan saja karena ada mungkin punya rumah di situ atau mungkin dia hanya ingin beristirahat dan menikmati suasana Lalu setelah itu bakalan kembali pokoknya berbagai macam opsi lah Yang dipikirkannya.
"Setidaknya Rangga harus bisa mencari tahu kejadian secara keseluruhan barulah melaporkan ke kamu, ya jangan sampai dia memang lagi ada urusan pekerjaan di tempat itu dan kebetulan Rangga Bertemu Dengannya makanya berpikir yang aneh-aneh! Kalau misalnya kita mencurigai dia ingin menguntit ke manapun Amira pergi sepertinya sangat tidak etis, soalnya kan mereka dulu pernah bertetangga ya jangan sampai memang di sekitar ke situ ada keluarganya makanya dia datang untuk berkunjung kan tidak enak hati kalau sudah sampai terus langsung pulang begitu saja tanpa harus menyapa! "jelas Sakti yang selalu berpikiran positif Karena biar bagaimanapun dirinya adalah pengusaha terkenal tidak mungkin menilai sesuatu tanpa tahu kejadian yang sebenarnya itu seperti apa.
__ADS_1
"Kalau misalnya dia tidak melaporkan seperti ini itu artinya aku juga tidak akan bisa mewaspadainya dari awal, ya sebenarnya harus berterima kasih juga kepada Rangga karena Apa yang dia lihat selalu dilaporkan dan juga ketika keganjilan yang terjadi di sekitar Amira dia tidak diam saja. "negatif thinking itulah yang sedang dirasakan oleh Adam saat ini soalnya masuk akal gimana coba ketika istrinya sekarang keadaannya sebenarnya bisa dibilang sedang sendirian hanya ditemani oleh Aida dan juga dirinya pergi entah kapan baru kembali Jadi kalau misalnya ada yang menggunakan kesempatan seperti saat ini sebagai suami jelas saja harus mewaspadainya.
" Iya tahu karena jika Papa berada di posisi seperti kamu ya pasti akan mencurigai hal yang sama dan tidak mungkin diam saja serta menganggap seperti tidak terjadi apa-apapun, hanya saja lebih baik kamu memastikannya sendiri atau mungkin bisa dibilang ngobrol sama Rangga supaya dia harus melakukan apa biar kamu di sini juga tidak cemas dan juga merasa puas dengan keterangan yang ada! "perintah Sakti lagi membuat Adam hanya menganggukkan kepala Soalnya kalau menolak pun rasanya saran dari Papa nya itu tidak salah sama sekali.
"nanti saat sampai dulu baru aku bakalan menghubungi Amira untuk memastikan keadaannya di sana Soalnya dari tadi itu pikiranku sedang cemas bukan karena keberadaan Daniel Tetapi entah apalah itu, Takutnya jangan sampai ada orang nekat yang malah menggunakan kesempatan yang ada serta mungkin Amira ada kendala yang terjadi tetapi sampai sekarang kan belum bisa menghubunginya sama sekali!" Sahut Adam memilih untuk memejamkan matanya Soalnya kalau terlalu memikirkan sesuatu secara berlebihan rasa-rasanya membuat dirinya itu sudah seperti orang stress masalah tidak pernah habis dalam hidupnya.
Franda pulang ke rumah sambil memasang wajah cemberutnya bahkan ketika disapa oleh Fadil yang baru pulang kerja pun tidak di gubrisnya sama sekali, karena menurutnya dirinya dipermalukan itu akibat dari sadel yang memilih untuk menikah dengan Aida dan kemudian mengurusnya sampai sebesar ini akhirnya wanita itu mengeluh kan?
Fadil kebingungan dengan perubahan sikap anaknya itu pasalnya tadi pagi baik-baik saja Bahkan selalu senyum-sendirinya karena tahu bahwa bapaknya itu sudah bekerja, tetapi kenapa sekarang malah terjadi perubahan mood secara tiba-tiba membuat Fadil itu berada di posisi yang serba salah.
Franda mendengus kesal karena Bapaknya itu malah mempertahankan ingin tetap berbicara dengannya padahal sekarang dirinya sedang mogok berbicara, jangankan untuk berbicara menatap ke arah Bapaknya saja dirinya merasa enggan.
"sebenarnya maunya itu apa sih orang kalau lagi malas berbicara Ya sudah dihargai saja tetapi kenapa malah ngotot seperti itu, ya kalau mau mati silakan mati saja jangan menyusahkanku! Usahakan pergi ke panti asuhan atau kemanapun, dan jangan sampai di dekat sini ataupun di manapun Soalnya kalau orang yang mengenalku ya Otomatis mereka pasti mencibir yang tidak jelas seolah-olah mereka tahu dengan kehidupan kita selama ini! " Sahut Franda yang tidak mau kalah.
__ADS_1
Fadil yakin pasti ada seseorang yang sudah membuat emosi anaknya seperti itu karena biasanya Franda kalau marah-marah tidak jelas Ya pasti telah terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan, hanya saja pertanyaannya di mana dan juga kapan sebab dirinya juga baru pulang kerja dan anaknya itu juga baru datang tadi siang mereka tidak berbicara sama sekali dan juga tidak bertemu Jadi kalau sudah seperti ini dirinya yang bakalan dibuat kebingungan sendiri dengan perubahan sikap Franda.
Sebagai orang tua yang baik ya Fadil ingin yang terbaik untuk anaknya Apapun akan Ia berikan perhatian maupun sekaligus merendahkan harga dirinya pun tidak masalah, hanya saja terkadang yang membuat dirinya kecewa anaknya itu selalu saja melampiaskan emosinya Kepada dirinya.
"ada orang yang mencari masalah dengan kamu atau kamu yang kebalikan mencari masalah dengan mereka, dan kamu jangan seperti itu dong hanya ingin mempermalukan diri sendiri demi kepuasan kamu padahal jelas-jelas kalau misalnya kamu yang salah harus diakui saja tidak perlu Terlalu ngotot.
Franda menatap tidak suka ke arah Fadil yang menurutmu sok tahu dan juga Sok memerintah pada hidup pria itu saja tidak beres, sebagai orang tua apa yang tidak bisa berganggung jawab memenuhi semua kebutuhan anaknya kenapa sekarang malah menjadi seorang penceramah sejati.
"Jadi ceritanya di sini aku tuh yang salah dengan cara Bapak menikahi Aida pun aku yang salah, kalau tahu dulu bapak menikahi wanita seperti itu aku bakalan tidak ingin sama sekali mengizinkannya karena Akhirnya sekarang aku malah dipermalukan! asal tahu saja ya tadi itu mereka anak mama sudah mempermalukanku dan mengusirku serta mengatakan bahwa aku ini orang gila, Masa iya kalau ngomong seperti begitu aku harus mendengarkan saja dan tidak boleh berkomentar sedikitpun serta membela diri?"tanya Franda emosi.
Fadil terlihat menghembuskan nafasnya kasar karena kalau seperti begini akhirnya dirinya sadar jika anaknya itu yang telah mencari perkara dengan orang lain, setidaknya hidup Franda itu lurus sedikit saja dan juga tidak merepotkan siapapun yang mungkin membuat dirinya sedikit merasa terbantu Tetapi kalau seperti begini ya hasil akhirnya Siapa juga yang tidak bakalan stress.
"Kalau sikapnya mereka selama ini Bapak sudah tahu mereka tidak akan pernah mencari perkara dengan orang sebelum orang yang melakukannya lebih dahulu, orang meskipun terlihat dari luarnya kalem Tetapi kalau sudah berani diusik ketenangan nya maka dia bisa menjadi singa yang tiba-tiba muncul! Jadi sekarang kamu sadar dengan segala macam kelakuan kamu kemudian jangan mengulanginya lagi jika tidak ingin mempermalukan diri sendiri, Bapak sangat hafal kelakuan Amira dan juga Aida Jadi kalau misalnya kamu memberikan fitnah kepada mereka yang jelas-jelas maka tidak akan pernah membela kamu! "tegas Fadil karena mungkin dirinya terlalu memanjakan anaknya itu sampai-sampai lupa dengan yang namanya rasa bersyukur sampai-sampai lupa yang namanya rasa berterima kasih kepada orang-orang yang sudah terlibat dalam mengurusnya dan juga merawatnya hingga sebesar ini dan akhirnya mereka malah menjadi bumerang dan juga racun yang bisa mengajarkan orang-orang di sekitar.
__ADS_1
"Wah jangan bilang kalau bapak menyesal telah berpisah dari wanita itu dan sekarang malah menyalahkanku lagi, pertanyaannya itu kenapa harus jadi orang itu tidak bisa mempertahankan sikapnya kalau misalnya kita injak-injak melawan dong bukan malah diam saja! Lagian itu wanita tua Harusnya bersyukur selama hidup dengan kita tidak pernah meminta apapun saat kita pergi dari rumahnya, padahal Seharusnya kan apa yang dia punya dibagi dua sama Bapak kan tetapi lihatlah apa yang kita dapat saat dari sana yang ada itu barang-barang berharga pun disita semuanya!" jelas Franda tidak terima sebab menurutnya Fadil juga ada ambil bagi yang di dalam harta miliknya Amira.
Fadil menggelengkan kepalanya karena seharusnya yang bersyukur adalah dirinya sebab selama tinggal dengan Aida dirinya tidak pernah bekerja dan menghasilkan uang sepeserpun, bahkan bisa dibilang wanita itulah yang sudah memberikan dirinya nafkah sehingga bisa merawat anaknya sampai sebesar ini dan juga akhirnya menjadi orang yang tidak tahu diri.