Cinta Dan Air Mata

Cinta Dan Air Mata
Akhirnya


__ADS_3

Setelah memberi sugesti kepada Amira agar Jangan membantah apa yang ia katakan, Daniel dan juga Diana memilih untuk pergi ke ruangan meeting bertemu dengan klien mereka yang sudah menunggu mereka dari tadi.


Mereka berdua terlihat tidak berbicara sama sekali karena sedang sibuk dengan pikiran masing-masing antara memikirkan respon Amira tadi, dan juga kira-kira siapa pria yang hendak bertemu dengan Daniel saat ini yang terlihat sepertinya membawa perubahan bagi diri Amira yang biasanya semangat bekerja.


Daniel berusaha untuk tetap tenang dan bersikap santai saja tetapi percaya dirinya adalah pria normal dan juga manusia normal yang otomatis punya keceritaan dalam dirinya, hanya saja kalau terlalu berlebihan Takutnya nanti berimbas kepada Amira yang merasa tidak nyaman jika dirinya terlalu ikut campur lebih dalam.


Diana mau buka pintu ruangan meeting lalu menyuruh Daniel yang masuk lalu setelahnya ia mengikuti pria itu dari belakang, setelah berada di dalam Mereka melihat tatapan tidak suka dari Adam mungkin karena mereka terlalu lama atau karena memang pria itu wataknya seperti itu setiap kali bertemu dengan orang.


Rangga berdiri dan menyambut pemimpin dari perusahaan saat ini mereka bertamu dan sikapnya selalu saja humble dan juga wajahnya itu menghargai orang lain, membuat Daniel merasa nyaman soalnya dirinya Sudah beberapa kali bertemu dengan Rangga yang diketahui hanya sebagai wakil dari pemimpin perusahaan sebab pemilik perusahaan tersebut menetap di Indonesia.


"Maaf saya datang terlambat Soalnya tadi ada insiden kecil di ruangan, tetapi Terima kasih karena sudah bersedia menunggu meskipun Ya terlambatnya lumayan lama! "jelas Daniel yang tidak enak hati.


"tidak masalah Tuan terkadang apa yang terjadi tidak sesuai dengan yang kita perkirakan, tetapi saya bersyukur anda tetap datang ke sini dan menghargai kedatangan kami untuk datang dan juga membahas kerjasama Kita! "sahut Rangga yang memang tidak terlalu mempermasalahkan kedatangan Daniel yang sedikit Terlambat untuk menemui mereka.


"maaf kalau boleh tahu ini dengan siapa ya? "tanya Daniel kepada Adam yang dari tadi Hanya duduk saja seolah-olah tidak merespon kehadirannya di tempat itu padahal seharusnya Adam sadar diri kalau dirinya datang dan bertamu di rumahnya orang ya otomatis harus menghargai tuan rumah.


"Perkenalkan Dia anak dari pemilik perusahaan yaitu Tuan Adam Adiguna, kebetulan dia yang akan membahas kerjasama sebab dikirim langsung oleh Tuan Sakti dari Indonesia!"Rangga memberi kode kepada Adam agar berdiri dan menghargai kehadiran Daniel di situ.


"Halo saya Daniel Smith! "ujar Daniel tersenyum.


"Halo perkenalkan saya Adam Adiguna anak dari tuan Sakti Adiguna, maaf jika tadi dari awal sikap saya tidak menyenangkan! "Adam akhirnya mengakui kesalahannya dan tidak ingin memperpanjang suatu urusan yang menurutnya hanya bakal memakan waktu.

__ADS_1


"Tidak masalah karena Semua manusia pasti pernah melakukan kesalahan tetapi intinya ada kesempatan kedua yang selalu ada, maka dari itu saya juga minta maaf karena membuat anda tidak nyaman sebab bukan kami yang menunggu tetapi anda yang malah menunggu di sini Padahal kami yang mengundang Anda untuk datang ke tempat ini! "sikap Daniel selalu saja seperti itu lebih dewasa dan juga lebih berpikir positif tidak terlalu ingin mempermasalahkan sesuatu hal yang tidak perlu untuk dipermasalahkan.


Diana mulai melakukan presentasi yang seharusnya dilakukan oleh Amira sehingga membuat wanita itu sedikit kocar-kacer karena tidak mengerti materi yang akan dibawakan, membuat Adam memicingkan matanya merasa heran dengan kinerja dari pegawai yang dimiliki oleh Daniel saat ini.


Daniel sebenarnya merasakan hal yang sama seperti yang dirasakan oleh Adam maka dari itu ia memberi kode kepada Diana agar menghentikan persentasinya, kemudian berbicara secara langsung kepada Adam kenapa sampai terjadi sedikit ketidaknyamanan seperti saat ini.


"Maaf Tuan Adam kalau presentasi kali ini tidak sesuai dengan apa yang Anda pikirkan dan juga yang anda harapkan, karena tadi sebenarnya Asisten saya yang secara langsung membawakan materi ini tetapi berhubung dia lagi halangan secara mendadak membuat sekretaris Saya yang mewakilkannya! "jelas Daniel membuat ada menggerutkan keningnya karena perasaan asisten dan juga sekretaris itu adalah satu karena sama-sama bekerja untuk majikannya.


"Ceritanya anda punya dua asisten saat ini? Kalau boleh tahu Sekarang dia ada di mana ya supaya Mungkin kita bisa bertemu secara langsung dengan dia, tidak masalah kalau memang dia tidak bisa ke sini kita bisa langsung datang saja kepadanya Kalau memang dia ada di kantor saat ini?"tanya Adam penasaran karena menurutnya pembahasan kerjasama Ini harus selesai saat ini juga dan dirinya tidak bisa menunggu lagi maka dari itu biarlah kali ini ia mengalah dengan memilih untuk mengikuti kemana saat ini asisten yang dikatakan oleh Daniel itu berada.


Daniel menghembuskan nafasnya secara perlahan karena kebingungan Apakah ia harus membawa kliennya itu pergi menghadap Amira, sedangkan tadi Respon wanita itu terasa begitu sangat asing dan juga tidak seperti biasanya membuat Daniel sedikit Waspada.


"Asisten Tuan Daniel memang lagi sedang ada di kantor hanya saja Dia sedang tidak enak badan maklum faktor kehamilan jadi terkadang moodnya sedikit hancur, Tetapi kalau memang Anda ingin membahas pekerjaan nanti kalau bisa lewat via telepon saja mungkin dengan begitu bisa sedikit dipahami Kalau dia mengatakan secara langsung?"tawar Diana memastikan membuat Daniel mengacungkan jempolnya karena ternyata sekretarisnya itu bekerja dengan begitu baik di saat yang mendadak seperti ini.


"Ya sudah tidak masalah silakan lakukan via telepon, kita akan di sini dan dia yang akan menjelaskan secara langsung sesuai dengan yang Anda sarankan tadi! "Adam memilih untuk mengalah karena seumur hidupnya baru kali ini ada yang presentasi sesuatu proyek kepadanya hanya melalui via telepon dan entah mengapa dirinya seperti tidak keberatan tidak seperti Ia yang biasanya.


Daniel tersenyum karena ternyata Adam mau mengalah dan mengerti dengan keadaan mereka saat ini, maka dari itu ia segera langsung menelpon Amira dan meminta asistennya itu untuk segera menjelaskan persentase yang diinginkan.


"Halo Amira kamu bisa jelaskan persentasi yang sudah kamu Siapkan kemarin, soalnya Tuan Adiguna ingin mendengarkan secara langsung karena tadi Diana menyampaikannya agak sedikit bermasalah! "ujar Daniel yang didengar jelas oleh Adam sosok yang dipanggil namanya Amira sama dengan istrinya yang pergi karena kesalahannya.


Daniel sengaja males speaker panggilan tersebut agar didengar oleh semua orang yang ada dalam ruangan itu, Amira yang berada di seberang merasa jantungnya berpacu begitu cepat karena takutnya jangan sampai orang dalam ruangan itu adalah orang yang ingin Ia hindari.

__ADS_1


Nama Adiguna memang banyak tetapi nama pemilik banyak perusahaan hanya satu-satunya di negerinya yaitu Sakti Adiguna dan juga anaknya, maka dari itu Amira waspada sekali takutnya jangan sampai pria tersebut adalah suami yang ia tinggalkan atau jelasnya mungkin sekarang pria itu sudah menggugat cerai dirinya.


"Ya sudah baiklah aku bakalan menjelaskan lewat telepon! Maafkan saya jika tidak bisa hadir di tempat itu saat ini, soalnya Kondisi saya tidak memungkinkan tetapi tidak mengurangi rasa hormat saya kepada tuan-tuan yang sudah bersusah payah datang ke tempat kamu! "ujar Amira yang mencoba Tetap tenang dan tidak terprovokasi dengan keadaan.


"Suara itu? Kenapa suara itu sangat mirip dengan miliknya Amira, Kenapa setelah sampai di tempat ini aku selalu terbayang-bayang dengan wajahnya? "batin Adam frustasi.


Rangga menyadari perubahan gerak tubuh Adam yang terlihat lebih gelisah saat ini, bahkan bisa dibilang pria itu berkali-kali membenarkan cara duduknya untuk posisi yang lebih nyaman tetapi sepertinya tidak bisa.


sepanjang Amira menjelaskan persentase tersebut Adam tidak fokus mendengarkan penjelasannya tetapi fokus untuk mengenali suaranya, semakin pria itu mendengarkannya semakin ia yakin kalau itu merupakan suaranya Amira.


Daniel yang menyadari kegelisahannya Adam langsung memberi kode kepada Almira agar menghentikan penjelasannya tersebut, karena menurutnya Percuma saja Amira berbicara panjang lebar jika kliennya satupun tidak ada yang menangkapnya.


"Amira bisa kamu hentikan dulu! Yang penting Intinya jangan pernah kamu matikan panggilan ini nanti saya bakalan berbicara dengan Tuan Adiguna dulu, kalau memang keadaannya sudah kembali membaik kamu bisa menjelaskannya lagi seperti yang tadi kamu lakukan dari awal! "perintah Daniel kepada Amira.


"Tidak lanjutkan saja jangan pernah berhenti untuk berbicara! "perintah Adam ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Daniel barusan.


semua orang yang berada di dalam ruangannya itu Saling pandang karena baru kali ini mereka merasa aneh dengan seorang pemimpin perusahaan, yang bersikap seperti tubuhnya ada di situ tetapi pikirannya sedang Berkelana kemana-mana.


Amira ingin sekali mematikan panggilan tersebut ketika mendengar suara yang sangat tidak asing yang berbicara hanya beberapa kata tadi, dan suara tersebut yang menyuruhnya untuk terus berbicara itu adalah orang yang paling ia kenal di dalam hidupnya dan suara itu adalah suara suaminya atau lebih tepatnya menuju ke mantan suaminya Kalau memang sekarang Adam sudah menggugat cerai dirinya.


"Ya Tuhan kenapa harus ketemu dia lagi dan juga kenapa dia bisa harus datang ke sini terus kenapa Papa sama Mama tega mengirimkan dia untuk ke tempat ini, Padahal mereka akan tahu kalau aku pergi dari rumah hanya karena bermasalah dengan anak mereka?" tangis Amira dalam diam karena di tempat itu juga ada Sarah yang tengah memperhatikan gerak-geriknya yang tidak biasanya.

__ADS_1


"kkamu baik-baik saja kan? Kalau memang kamu tidak sanggup melanjutkan presentasi ini biar saya yang bakalan pergi ke ruangan meeting, untuk menjelaskan kepada Tuan Daniel kalau kamu memang benar-benar tidak bisa bekerja?"tawar Sarah ketika melihat wajah pucat milik Amira itu.


__ADS_2