Cinta Dan Air Mata

Cinta Dan Air Mata
Pergi


__ADS_3

Amira yang sudah sampai di apartemennya langsung menuju ke kamarnya dan melupakan keberadaan seseorang yang tengah tertidur di atas ranjangnya saat ini, wanita itu menyimpan tas kerjanya di atas nakas lalu setelah itu melepaskan heels yang ia pakai dan juga pakaiannya hingga menyisakan hanya tanktop dan juga hot pants.


setelah itu dirinya memilih untuk sampai tidak menyadari jika dari tadi Saat ia masuk Adam sudah membuka matanya akibat mendengar bunyi pintu, pria itu tidak berani mengeluarkan suara sedikitpun karena Takutnya nanti Amira bakalan berteriak ataupun salah paham dengan kehadirannya di sini.


karena buktinya wanita itu berbuat seolah-olah di ruangan itu tidak ada orang lain lagi selain dirinya, dan maka dari itu Amira pun memilih untuk biasa saja ketika harus mengganti pakaiannya.


Amira yang sudah masuk di dalam kamar mandi langsung dibuat terkejut ketika dirinya kembali keberadaan Adam di tempat itu, dia tidak menyangka jika tadi sudah begitu ceroboh dengan melakukan sesuatu hal yang sangat memalukan.


"Ya Tuhan apa yang sudah aku lakukan tadi dengan melakukan hal yang sangat memalukan seperti itu, dan juga kenapa aku tidak sadar kalau sebenarnya tadi aku yang menyuruhnya tetap berada di dalam kamar itu? "batin Amira yang merutuki segala kebodohan yang sudah ia lakukan dan juga tidak percaya jika dirinya bisa Setelah dari itu dengan melupakan sosok lainnya yang ada di dalam kamar tidurnya untuk saat ini.


Wanita itu sudah tidak jadi mandi dan memilih keluar dengan menggunakan bathrope yang ada Lalu setelah itu keluar dari kamar mandi untuk memastikan, kira-kira ada masih ada di tempat itu atau mungkin pria itu sudah keluar tadi saat Dirinya belum sampai dan dengan begitu maka otomatis ia selamat.


Adam yang mendengar pintu kamar mandi yang sudah dibuka dari dalam memilih untuk pura-pura tidur dengan cara memalingkan wajahnya ke arah lain, membuat Amira menghembuskan napasnya lega dan juga bersyukur ternyata pria itu dalam posisi masih tertidur dan otomatis ia tidak perlu harus memikirkan apapun lagi.


"Ah syukurlah dia masih tidur coba tadi kalau misalnya dia sedang membuka mata dan melihat semua yang aku lakukan, kalau begitu lebih baik aku ganti pakaian saja deh dan keluar menemui Bik Surti soalnya tadi tidak sempat menanyakan tentang keadaannya?"Gumam Amira pelan yang masih bisa didengar oleh Adam yang kebetulan tidak tidur karena hanya pura pura saja.


Setelah menyelesaikan kegiatan nya, Amira memilih untuk segera keluar kamar agar Nanti saat ada bangun tidak menyadari keberadaannya di tempat itu.

__ADS_1


Sesampainya di luar Ia baru menyadari keberadaan Rangga yang sedang fokus pada laptop yang ada di hadapannya, Padahal tadi saat dirinya masuk ke dalam apartemen tidak terlihat adanya pria itu tetapi kenapa sekarang tiba-tiba Muncul ya?


"Selamat siang Nyonya, anda sudah pulang dari kantor? "tanya Rangga penasaran membuat Amira menatap heran ke arahnya karena menurutnya pria itu sebenarnya tidak perlu harus akrab seperti itu karena dirinya sedang tidak ingin akrab dengan siapapun.


"kamu asistennya Adam kan? Bagaimana keadaan Tuan kamu sekarang, dan tadi kamu sudah Panggil dokter atau belum untuk memastikan keadaannya? Karena tadi sebelum jalan kan saya sudah pesan untuk menghubungi dokter agar bisa memeriksa keadaannya dia, Lalu setelah itu menyuruh dia minum obat tetapi sebelumnya harus makan dulu dan apa Bik Surti sudah melakukan seperti yang saya katakan?"tidak ada niatan dari Amira untuk menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh Rangga itu karena menurutnya pertanyaan itu hanya basa-basi saja Entah harus dijawab atau tidak tergantung dari orang yang ditanya tersebut.


Amira memilih untuk tidak peduli dan mengacuhkan saja pertanyaan itu karena menurutnya dirinya tidak terlalu mengenal dekat sosok asisten dari Adam tersebut dan juga tidak ada kepentingan harus berbincang lebih dengan pria itu, karena waktu mereka bertemu di kantor itu hanya membahas soal pekerjaan saja dan pembahasan itu juga kebanyakan dilakukan oleh Daniel bukan dirinya.


Rangga memilih untuk tidak mempermasalahkan pertanyaannya yang tadi tidak dipedulikan oleh Amira Karena itu adalah haknya wanita tersebut, Lagian Sejak kapan dirinya yang notabene merupakan seorang bawahan berani memberikan perintah kepada majikan sendiri karena itu sama saja dengan mencari masalah di saat yang tidak tepat dan juga lebih memilih untuk tidak punya apa-apa.


"Terus tadi dia sudah minum obat atau belum? "tanya Amira lagi karena memang harusnya seperti begitu kan orang sakit diberi obat bukan malah diberikan sebuah hal yang sangat tidak berguna sama sekali dan adanya membuat pusing semua orang.


"Dia sudah minum obat setelah makan sampai habis bubur yang dibuat oleh Bi Surti tadi, dan sekarang dia istirahat karena efek obat yang tadi diberikan itu menimbulkan kantuk yang berlebihan maka dari itu Tuhan Adam tidak keluar kamar seharian ini!"jelas Rangga.


"Oh ya sudah nanti kalau Tuan kamu itu sadar bahwa dia ke sini saja soalnya Ada hal penting yang ingin saya sampaikan kepada dia, dan kamu tahu kan tidak mungkin kalau Hanya kami berdua saja di dalam kamar tersebut dan saya juga tidak ada niatan untuk memanggil dia dengan cara apapun! "jelas Amira memilih menonton acara televisi soalnya dia hanya ingin mengingatkan kepada Rangga bahwa entah mereka sadari atau tidak Dan juga mereka ketahui atau mungkin melupakannya Kalau Ani Raden juga ada itu sebenarnya sudah tidak pantas disebut sebagai suami istri lagi.


suami istri itu jika masalah Sebesar apapun tetapi mereka tidak pernah ya namanya pisah rumah sampai perbulan-bulan lamanya, dan suami istri itu tidak ada namanya pihak tersakiti oleh karena ulah pihak yang lainnya mulai dari keegoisan dan juga kebiasaan serta ketidaksetiaan yang merupakan momok yang paling berharga dalam rumah tangga.

__ADS_1


Rangga yang sudah tahu apa yang ingin dibicarakan oleh Amira memilih langsung menuju ke dalam kamar wanita itu dan membangunkan Adam segera mungkin, karena dirinya tidak ingin masalah ini berlarut-larut dan alhasil antara Adam dan juga Amira bakalan memikirkan sesuatu hingga pekerjaan mereka pun jadi terbengkalai.


"Permisi tuan Adam Bisakah Anda bangun sebentar soalnya Nyonya Amira ingin berbicara Empat Mata kepada Anda saat ini juga, jadi kalau memang Sekarang saatnya untuk memelas ataupun meminta maaf katakan saja Tetapi kalau misalnya Harapan itu tidak sesuai dengan kenyataan Saya harap anda memakluminya saja! "jelas Rangga membuat Adam langsung segera bangkit dan menghembuskan nafasnya secara perlahan karena pria itu tadi memilih bertahan di kamarnya berharap agar Amira menyusulnya ke dalam atau mungkin membangunkannya dan juga langsung menanyakan keadaannya saat ini juga tidak perlu harus menyuruh lewat orang lain ataupun mencari tahu semuanya.


"Kenapa tidak dia ya saja yang memanggil secara langsung, kenapa harus kamu padahal kamu itu kan sebenarnya orang lain dan tidak punya hubungan apapun dengan kami berdua kan?"tanya Adam tidak terima membuat Rangga mendengus kesal karena menurutnya pria seperti itu tidak pantas untuk disebut sebagai seorang suami karena tidak punya rasa tanggung jawab sedikitpun.


"Anda harus bersyukur Tuhan karena nyonya Amira masih mau pulang ke rumah ini di saat Anda masih ada di dalamnya sini, dan juga dia sudah mengizinkan anda untuk beristirahat di dalam kamarnya yang jelas-jelas merupakan area privasi bagi seseorang. Jadi tolong ikuti saja apa yang ia inginkan dan jangan Banyak mengeluh karena keluhan anda itu akan membuat saya juga yang bakalan kesulitan tanpa meskipun itu memang tugas dan tujuannya saya tetapi Tolong jangan lupa untuk pekerjaan yang lain yang tidak pernah ada habisnya.


"Ya sudah ayo kita keluar Aku penasaran apa yang ingin dikatakan kepadaku nantinya, Kalau memang dia memberikan kode kepada kamu untuk keluar lebih baik kamu ikuti saja apa yang menjadi keinginannya karena Percayalah Saya tidak ingin membuat dia merasa kurang nyaman! Tetapi lebih baik sepertinya ada kamu supaya menjadi saksi pembicaraan kami berdua dan juga menjadi saksi bahwa saya benar-benar berniat untuk berubah dan itu semua tergantung dari kamu dan juga kemauan kamu apakah kamu melakukan seperti yang saya katakan atau tidak! "ujar Adam.


tampak Amira sedang sibuk dengan layar televisi yang ada di hadapannya tetapi Percayalah matanya memang tertuju ke arah benda yang menyala itu tetapi pikirannya sedang mengarah ke tempat lain, mungkin begitulah seseorang yang sedang punya banyak beban pikiran sampai-sampai melupakan kalau kondisi hamil itu sebenarnya harus lebih rileks dan juga tidak terlalu menjadi seseorang yang begitu memaksakan kehendak untuk berpikir.


"kamu sudah pulang? Maaf tadi ketiduran jadi tidak sempat menyambut Kamu, tetapi aku janji kalau nanti kamu pulang lagi dari kantor aku bakalan menyambut dengan begitu baik tidak seperti saat ini sungguh sangat-sangat menjengkelkan ya? "tanya Adam sambel tersenyum tetapi berbeda dengan Amira yang malah menatap heran kearahnya tanpa ekspresi sedikitpun.


"Bisakah kamu duduk sebentar karena ada hal penting yang ingin saya bahas dengan kamu tetapi tolong ini adalah pembahasan yang pertama dan juga terakhir kalinya, Karena kamu tahu saja kan Kalau aku minta sesuai dengan perkataanku dari awal yaitu kamu menghargai semua keputusan yang akan aku ambil nantinya! karena mau kamu memaksa seperti apapun keputusanku sudah pula tidak akan pernah kembali dan juga tidak akan pernah merajut kembali cerita yang sudah hilang, kalau hilangnya sementara itu tidak masalah tetapi kalau dibuat-buat ya itu sangat masalah!"jelas Amira yang sebenarnya sudah sedikit tersulut emosinya karena menurutnya Adam itu terlalu mengulur-ngulur waktu Seolah dirinya tidak punya pekerjaan lain lagi sehingga harus melayani pria itu terus.


"maaf soalnya habis mau bagaimana lagi kalau aku tidak melakukan hal seperti ini maka kamu tidak akan pernah mau berbicara denganku lagi, Bukankah malam itu kamu sudah mengatakan bahwa itu merupakan pembahasan terakhir dan Percayalah rasa-rasanya duniaku begitu runtuh ketika mendengar apa yang kamu katakan itu! "jelas Adam berharap agar Amirah percaya bahwa apa yang ia katakan itu benar-benar tulus dan juga tidak ada kebohongan sama sekali.

__ADS_1


__ADS_2