
Amira sebenarnya tidak menyetujui permintaan yang dilontarkan oleh Daniel tadi karena menurutnya itu sama saja ia tidak menghargai keberadaan Adam, balas dendam sih tidak masalah tetapi tidak perlu harus melakukan hal yang sama seperti yang pernah dilakukan Adam dulu.
Adam yang pernah melakukan kesalahan yang bisa dibilang mungkin Masih Membekas dalam ingatan Amira atau tidak wanita itu tidak bisa memastikan secara langsung, hanya saja kalau misalnya Amira mengikuti jejak suaminya itu ya sama saja mereka berdua merupakan orang-orang yang bisa dibilang tidak pernah berpikir sesuatu dengan baik langsung asal melakukannya saja tidak pernah memikirkan konsekuensinya.
Daniel masih menunggu kepastian kira-kira Apakah permintaannya itu bakalan disetujui oleh Amira atau tidak, kalau soal Adam sebenarnya dirinya juga tidak terlalu peduli Bukankah dulu ada melakukan sesuatu tidak pernah bertanya dulu kepada Amira?
semua orang yang ada dalam ruangan itu sebenarnya ingin melayangkan protes kepada Daniel yang menurut mereka sudah sangat keterlaluan dan juga tidak punya etika, dapat peraturan dari mana mau ngomong sama istrinya orang berduaan saja Padahal jelas-jelas di situ banyak orang.
"kamu yakin Mau mengajak menantu saya untuk berbicara hanya berdua saja tidak ada orang ketiga, padahal sebenarnya kamu sadar kan kalau orang ketiga itu yang bakalan membuat hubungan menjadi rusak? maksud saya orang ketiga itu bukan berupa manusia tetapi berupa makhluk astral dan selalu saja membuat pikiran orang menjadi tidak baik, dan saya tidak ingin hal itu terjadi kepada menantu saya karena Biar bagaimanapun kondisinya sekarang itu tidak memungkinkan dia harus pergi dengan orang asing? "tanya Dina penasaran sebab wanita itu masih mencoba untuk berpikir positif tetapi Percuma saja tidak akan pernah bisa sebab takutnya jangan sampai akhirnya menyetujui tawaran yang diberikan oleh Daniel tadi.
"ya bukan seperti itu juga Tante Saya memang ingin ngomong kepada Amira bukan di tempat yang memang Hanya kami berdua tetapi ada orang-orang lain, hanya saja untuk urusan ini bisa tidak memberikan ruang gerak kepada dia karena Biar bagaimanapun saya adalah seorang pria yang mempunyai adab yang Tentu saja tidak mungkin merampas istri dari suaminya langsung! "jelas Daniel karena menurutnya tidak ada yang salah bahwa mengajak Amira berbicara soalnya pembicaraan mereka itu masih masuk dalam ranah yang ada sopan santunnya tidak yang sampai sebagaimana juga kan.
"kamu sadar tidak ajakan kamu tadi itu sebenarnya sudah sangat tidak sopan? Bisa tidak kalau mau membicarakan sesuatu yang langsung di depan kami semua tidak perlu harus berduaan saja, saya sebagai seorang suami ya jelas saja tidak terima kalau istri saya kamu bawa pergi untuk ngomong sama dia! "tegas Adam yang sebenarnya dari awal sudah menolak keberadaan Daniel di situ tetapi mau bagaimana lagi karena pria itulah yang berjasa membawa Surti kembali.
Daniel tertawa ketika mendengar keegoisannya Adam sebab menurutnya pria seperti itu tidak akan pernah menghormati wanita, maunya mereka di luar sana bebas Sedangkan para istri tidak boleh melakukan apapun bahkan bisa dibilang mungkin ruang gerak Amira selalu dibatasi oleh Adam.
"Oh jadi ceritanya kamu melarang istri kamu untuk berbicara berdua dengan saya hanya karena kamu takut Amira bakalan melakukan hal yang sama seperti kamu, yaitu selingkuh? Coba kamu lihat baik-baik tambang istri Kamu itu memangnya dia berniat melakukan seperti yang kamu lakukan, Padahal selama di Prancis dia menjadi Primadona lho meskipun keadaannya seperti itu tetapi tidak pernah ada niatan dari dia untuk menduakan pernikahan kalian? "jelas Daniel membuat Adam benar-benar hancur bukan karena merasa dihina tetapi memang seperti begitulah kenyataannya.
__ADS_1
"Pak Daniel, Saya rasa Anda terlalu jauh dalam mencampuri urusan rumah tangga kami! Jika ada yang perlu dibahas dan itu menyangkut pekerjaan oke saya bakalan menuruti apa yang anda inginkan karena memang kontrak kerjasama kita belum selesai, Tetapi kalau mau membahas soal apapun itu yang termaksud urusan pribadi maka saya minta maaf karena saya akan menolak hal itu! "tegas Amira menolak permintaan dari Daniel karena Biar bagaimanapun dirinya adalah wanita bersuami.
Daniel terdiam ketika mendengar jawaban yang diberikan oleh Amira itu dan Percayalah dirinya benar-benar terluka karena sepertinya jalan menuju kebahagiaan itu masih sangat jauh, memang banyak wanita di luaran sana yang Mungkin sifatnya hampir sama dengan Amira kemudian segala sesuatunya hampir mirip tetapi pertanyaannya Apakah hatinya mau menyesuaikan dengan seseorang yang hanya mirip atau hampir sama bukan langsung dengan orangnya itu yang mungkin bisa membawa perubahan dalam kehidupannya.
Aida menatap ke arah anaknya itu sebab menurutnya Amira terlalu keras dan juga tegas menolak permintaan dari Daniel yang sebenarnya tidak ada salahnya sama sekali, kalau memang dari awal Amira tidak ingin dekat dengan pria manapun Ya seharusnya tidak boleh memberikan harapan kepada Daniel agar pria itu tidak nekat sampai datang menyusul ke tempat ini.
"sebenarnya tidak ada yang salah dengan ajakannya tadi itu, kalau memang ada hal yang harus kalian bahas ia tidak masalah untuk apa juga keberatan Bukankah seperti yang dia katakan tadi Kalau tempat ini ramai? Biarkan saja jangan pernah melarang Amira untuk melakukan apapun karena anakku itu tahu apa yang harus dilakukan, kalau kamu harus melarangnya seperti ini terus jangan menyesal kalau suatu saat anakku bakalan merasa bosan dan akan meninggalkan kamu seperti yang kamu lakukan kepadanya tempo hari! "Aida sudah bosan setiap hari harus melihat anaknya itu tunduk dan juga patuh di hadapan Adam seperti dulu sekarang dirinya ingin Amira bisa mengangkat wajahnya tinggi-tinggi kemudian menunjukkan kepada Adam dan juga kepada dunia kalau dirinya sudah bangkit dan tidak akan pernah hanya menjadi wanita yang diperintah tetapi tidak pernah memberikan perintah.
"Tapi Ibu, dapat peraturan dari mana seorang wanita bersuami hanya berduaan dengan pria yang jelas-jelas bukan muhrimnya. apalagi kalau aku menolak hal itu terjadi seharusnya dia bisa menghargai keputusanku sebagai seorang suami dong, karena Biar bagaimanapun Ridhonya istri itu terletak pada suaminya Jadi kalau misalnya suaminya tidak mengikhlaskan ya harusnya dihargai! "tegas Adam meskipun itu berbicara dengan Aida sebab Biar bagaimanapun ia sudah salah maka dari itu Amira tidak boleh salah mengikuti langkahnya biarlah semua dosa dirinya yang tanggung yang penting intinya istrinya itu dalam keadaan baik-baik saja dan tidak melakukan hal-hal yang sama seperti yang pernah ia lakukan sebelumnya.
Amira memegang tangan suaminya lalu tersenyum kepadanya mencoba memberikan kepastian kepada Adam kalau dirinya baik-baik saja dan tidak akan pernah melakukan hal-hal yang tidak diinginkan, dirinya bukan anak kecil yang bisa saja ditipu ataupun dipermainkan karena ia juga punya pikiran yang sudah dewasa yang bisa saja merasa sedikit terganggu ketika sesuatu hal yang membuat dirinya merasa tidak nyaman.
Surti dari tadi hanyalah menjadi pendengar yang setia karena biar bagaimanapun ia tidak bisa mengganggu privasi dari para majikan yaitu, di sini ia hanyalah seorang asisten rumah tangga yang otomatis tidak bisa mengatur segala sesuatu urusan majikannya Apalagi itu bersifat pribadi.
"Mbak Amira kalau memang merasa keberatan ya sudah nanti Bibi sama Mas Adam bakalan berdiri tidak jauh dari kalian tetapi masih sedikit memberikan privasi buat ngomong, soalnya kasihan juga Pak Daniel sudah jauh-jauh dari Prancis hanya untuk bertemu dengan anda tetapi tidak bisa berbicara Empat Mata. Kan rasanya seperti kita terlalu tega!"bujuk Surti sebab biar bagaimanapun ia tidak tega ketika melihat wajah Daniel yang penuh kekecewaan akibat penolakan yang dilakukan oleh semua orang pada hal maksud dan tujuan pria itu sebenarnya tidak ada salahnya sama sekali.
kini Daniel dan Amira sudah berada di taman rumah sakit sedangkan Surti dan Adam memutuskan untuk tidak mengikuti keduanya, karena mereka berusaha untuk memberikan kepercayaan kepada Daniel dan juga menghormati Amira yang jelas-jelas merupakan seorang wanita terhormat.
__ADS_1
"Bagaimana keadaan kamu sekarang? Apa bahagia dengan suami kamu itu, atau hanya pura-pura tersenyum di hadapan orang lain tapi sebenarnya hati terluka?"tanya Daniel sambil menatap lurus ke depan karena Percayalah Kalau iya menatap ke arah Amira air matanya sebagai seorang pria akan Luruh saat itu juga padahal seorang pria itu pantang menangis di hadapan wanitanya.
Amirah tersenyum ketika mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh Daniel tadi, karena menurutnya Bahagia itu cukup dirasakan oleh Pribadi tidak bisa ditunjukkan kepada orang lain karena sama saja mau ditunjukkan Bagaimana cara pun orang itu tidak akan pernah merasakan seperti yang kita rasakan.
"kalau mau ditanya bahagia ya jawabannya aku harus bahagia, kalau ditanya Apakah aku tersenyum atau hanya pura-pura ya jawabannya aku tersenyum tanpa pura-pura sama sekali! meskipun kesalahan Suamiku itu besar tetapi Percayalah si entun di dalam sini juga butuh kasih sayang dari papanya sendiri, meskipun terkadang orang menganggap bahwa aku bodoh karena bisa-bisanya memaafkan pria yang tidak punya rasa Setia maka jawabanku ya kalian pintar dan aku bodoh Maka jangan pernah samakan diri kalian dengan Si Bodoh ini! "Amira mengatakan semua itu dengan perasaan yang penuh kekecewaan dan juga tidak percaya kalau orang-orang di sekitarnya itu seolah-olah menjadi juri di dalam kehidupannya padahal yang ia butuhkan itu adalah dukungan dari mereka dan juga mungkin sedikit rasa iba agar dengan begitu Akhirnya bisa berpikir dengan positif dalam menjalani kehidupannya.
Daniel menghembuskan nafasnya kasar ketika mendengar jawaban yang diberikan oleh Amira yang tidak sesuai dengan harapannya, Salahkah Kalau pria itu ingin mendengar jawaban bahwa Amira saat ini tidak berbahagia dan ingin sekali pergi menjauh maka Daniel akan menjadi orang pertama yang membawa Amira berlari daripada semua masalah yang ada.
"Jadi ceritanya kamu sekarang sudah bahagia, terus air mata kamu Beberapa bulan yang lalu itu untuk menggambarkan apa ya? kekecewaan yang sesaat atau merasa kecewa karena diduakan atau mungkin lagi sedang akting menangis, soalnya aku yang tidak menjalani kehidupan rumah tangga seperti kamu saja merasa tidak suka Apalagi kamu yang menjalaninya! "jelaskan karena tidak menyangka jika dulu dirinya begitu merasa iba dengan apa yang terjadi kepada Amira padahal seharusnya dulu ya harus bersikap biasa saja karena wanita itu saja bangkit secara tiba-tiba tanpa disadarinya.
Amira tertawa ketika mengingat dulu Bagaimana tangisannya yang begitu pilu sehingga membuat orang lain di sekitarnya merasa kasihan, mengingat Hal itu membuat dirinya benar-benar marah sama lu karena betapa cengengnya Padahal semua itu akibat dari mood kehamilannya yang masih awal-awal.
"Yah masa iya orang menangis harus ditahan? situ kalau mau menangis ya sudah tuh terserah aku juga tidak bakalan melarang , jadi jangan dibahas lagi dong nanti aku beneran menangis lagi nih!"omel Amira tidak terima sedangkan Daniel masih tetap dalam mode seriusnya.
"jadi gugatan cerai yang sudah kamu katanya siapkan kira-kira Kapan mau dilayangkan ke pengadilan, atau sudah berubah pikiran dan memilih untuk memberikan kesempatan kedua kepada pria itu? Wah ternyata kamu ini orang baik Coba saja kalau semua wanita di dunia ini sebaik kamu, entah Berapa banyak pria yang sudah memutuskan untuk memiliki wanita lain di luaran sana soalnya kan selalu diberikan kesempatan kedua?"Daniel masih tetap dalam mode awal yaitu ingin mengeluarkan semua unek-unek dan rasa kecewanya mungkin dengan begitu ia bakalan merasa puas dan kembali ke Perancis dengan perasaan tenang.
"Ya ampun Kenapa sih masih membahas hal itu? kalau misalnya mengingat terus hal-hal di masa lalu ya Otomatis kita tidak bisa maju dong untuk menata masa depan, Oke aku tahu aku salah karena sudah menjadi wanita yang lembek dan mau saja ditipu tetapi mau bagaimana lagi semua sudah terjadi Mau mengulang kembali juga rasanya sangat mustahil? "Amira selalu ingin memiliki positif thinking di dalam hidupnya soalnya terlalu berpikiran negatif juga rasanya sangat merugikan diri sendiri.
__ADS_1
"ya tidak ada yang salah soal itu hanya saja cara kamu itu yang sebenarnya tidak baik, Kalau memang dari awal hanya ingin meredakan rasa kecewa ya tidak mungkin harus pergi jauh-jauh kan dan alhasil membuat aku harus seperti ini! memang di sini aku yang terlalu baperan sampai-sampai tidak bisa membedakan mana urusan pekerjaan dan juga urusan pribadi, tetapi tidak melulu juga aku yang salah Soalnya di sana kamu sendiri tahu kan Bagaimana kedekatan kita dan juga bagaimana perhatian yang selalu aku berikan bahkan tanpa kamu minta. "bukan ingin menjadi seseorang yang pamrih tetapi tidak ada salahnya juga kan kalau membantu seseorang itu mengharapkan sesuatu bukan berupa barang tetapi membalas perasaan yang diberikan.