Cinta Dan Air Mata

Cinta Dan Air Mata
Patah Hati


__ADS_3

Daniel bukanlah anak kecil yang ketika ditolak Langsung menangis termewek-mewek, dirinya sudah setua itu untuk harus jungkir balik kemudian menangis serta menyesali nasib yang tengah menimpanya saat ini.


kalau ditanya bagaimana perasaannya Oh jawabannya tentu saja dirinya benar-benar tidak menyangka kalau Amira lebih memilih Adam dibandingkan dirinya, Padahal kalau ditanya seberapa setia yang ia punya maka jawabannya sebesar dunia pun akan Ia berikan yang penting intinya percaya.


Apalagi baru pertama mengenal yang namanya cinta langsung merasakan seperti ini, istilahnya itu seperti ditinggal pas lagi sayang-sayangnya.


"Sudahlah Pak tidak perlu sampai segitunya juga kan, namanya hidup terkadang itu tidak sesuai dengan yang diharapkan makanya semua orang itu diharapkan untuk selalu bersabar! Ya kalau misalnya Mbak Amira masih tetap bertahan dengan kehidupan masa lalunya itu artinya memang jodohnya tidak akan pernah berakhir, dan menyiratkan serta menyuruh kalau Bapak itu harus berjuang lebih keras lagi untuk mendapatkan jodoh masa depan!"jelas Surti yang berharap agar Daniel lebih bisa bersikap dewasa lagi tidak perlu harus seperti begini terus responnya yang mungkin Akhirnya bisa Merugikan dirinya sendiri.


Daniel tahu kalau Surti menginginkan yang terbaik untuknya hanya saja sebagai seorang manusia Bolehkah Ia tetap berkeras hati, yaitu ingin tetap mendapatkan Amira meskipun nanti satu dunia bakalan melarangnya dan termaksud kedua orang tuanya pun pasti mungkin tidak akan pernah terima.


"Nanti kita lihat saja Bibi, Aku mau mencari wanita lain atau memilih untuk bertahan tetap seperti ini saja! soalnya dalam pikiranku masih berusaha untuk tetap berharap kalau misalnya Amira itu tetap akan meninggalkan suaminya suatu saat nanti, karena orang yang sudah terbiasa dengan yang namanya tidak setia Percayalah ia pasti bakalan berulang kali melakukannya meskipun berjanji akan berubah dan juga tidak akan pernah mengulanginya lagi tetapi yang namanya sikap seseorang kan kita tidak tahu Apalagi sudah tua itu pasti tidak ada niatan untuk berubah!" jelas Daniel membuat Surti tidak bisa mengeluarkan nafasnya karena menurutnya pria seperti Daniel itu jika sudah memiliki kemauan yang keras maka sulit untuk berubah.


"jangan ngomong seperti itu dong Pak, Padahal di luaran sana banyak loh wanita yang mungkin masih bisa anda dapatkan dibandingkan Mbak Amira! Atau mungkin jangan sampai berjodoh dengan Mbak Sarah soalnya dia orangnya cantik kemudian rajin dan juga wanita karir, lalu satu bahasa lagi dengan Anda dan kemudian orangnya juga memiliki sikap yang dermawan seperti Mbak Amira Jadi intinya sepertinya mereka berdua tidak terlalu beda jauh! "bujuk Surti karena menurutnya pastinya jika memang Daniel berjodoh dengan Sarah maka ia pasti dengan sedang hati menyetujuinya dan tidak akan pernah menghalanginya Karena Wanita itu juga memiliki sikap yang begitu Dermawan seperti Amira.


Daniel tidak percaya jika Surti sampai menyuruh dirinya untuk menikah dengan Sarah yang jelas-jelas wanita yang bersuara cempreng dan juga menyebalkan minta ampun, berdekatan dengannya selama beberapa detik saja sudah membuat hidup Daniel berantakan apalagi menghabiskan hidup bertahun-tahun dengannya rasa-rasanya itu seperti ia sedang mendapatkan musibah tanpa Penghujung.


"Astaga Bibi kalau mau menjodohkan aku itu setidaknya dengan orang yang benar-benar sesuai dengan kriteria aku, memangnya pernah Bibi dengar Amira itu ngomongnya keras-keras dan juga pernah bibir dengar Amira itu hobinya marah-marah? nah wanita yang tadi ngomongnya saja selalu pakai teriak sampai-sampai gendang telinga rasa-rasanya mau pecah, terus kalau misalnya orang salah sedikit ngomelnya dari pagi sampai pagi nah manusia seperti itu mau dijodohkan denganku rasa-rasanya Aku lebih baik jadi perjaka sejati saja deh!" jelas Daniel sambil bergidik ngeri karena membayangkan Harus satu ranjang dengan Sarah itu rasanya seperti sebuah musibah yang terbesar dan yang merasa itu bukanlah sebuah Anugerah.


Surti tertawa ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Daniel tadi seolah-olah itu memang berasal dari hati nuraninya yang paling dalam, meskipun terkadang tidak bisa dipercayainya tetapi Ya begitulah perasaan seseorang tidak bisa kita paksakan agar sesuai dengan apa yang kita inginkan.

__ADS_1


"Oke kalau begitu Mungkin wanita yang membuat Pak Daniel merasa nyaman sebelum kedatangan Mbak Amirah, karena tidak mungkin dong sudah Setua ini masih tidak memiliki gebetan sama sekali? mungkin dengan kembali dengan dia kehidupan Pak Daniel bisa berubah dan juga tidak memikirkan yang di sini lagi, seharusnya kan Dicoba dulu toh kalau misalnya tidak sesuai dengan yang diharapkan barulah berhenti tapi kalau belum apa-apa Sudah menyerah ya sama saja bohong. "bujuk Surti sudah seperti seorang Mak Comblang sejati yang mencoba untuk memberikan perubahan kepada hidup Daniel padahal seharusnya dirinya tidak perlu melakukan semua itu.


"boro-boro dekat dengan wanita orang tiap hari kerjaanku hanya dekat dengan berkas yang menumpuk sudah seperti Gunung Mount Everest yang tidak pernah ada ujungnya sama sekali, terus Lalu setelah itu pilih untuk pulang ke rumah berhadapan dengan mama yang hobinya hanya marah-marah tidak jelas Lalu setelah itu tidur maka dari itu duniaku ya memang monoton saja tidak ada bagus-bagusnya sama sekali mau menyesalinya tetapi itulah yang membuat aku nyaman mau bagaimana lagi? "jelas Daniel membuat Surti tidak tahu lagi harus membujuk Seperti apa soalnya sama saja semua versi sudah dicobanya tetapi sepertinya tidak ada perubahan sama sekali orang Daniel yang hidupnya seperti begitu saja mulus kayak jalan tol.


"Ayo kita masuk ke dalam soalnya takut jangan sampai mereka bertanya-tanya Kenapa kita menghilang seperti ini, takutnya jangan sampai mereka mengira kalau kita kabur akibat Pak Daniel yang mungkin ditolak sama Mbak Amira!" ajak Surti sebab Biar bagaimanapun dirinya tidak mungkin pergi dari situ.


keduanya berjalan berdampingan dengan tidak membahas apapun lagi karena sesuatu yang untuk dibahas pun rasa-rasanya sudah tidak ada sama sekali, sedangkan Amira yang sudah berada di dalam ruangan tempat Aida dirawat terlihat hanya memasang wajah sumringahnya karena memang tidak perlu ada hal yang harus ditangisi saat itu juga.


"Bagaimana urusannya tadi, Lancar?"tanya Adam yang sedikit menjeda perkataannya."kalau memang belum lancar Ya sudah diselesaikan saja supaya mungkin dengan begitu kamu bisa merasa lebih nyaman, soalnya aku tidak ingin melihat kamu dalam keadaan yang tidak baik-baik saja seperti saat ini.


Amira tersenyum ketika mendengar tawaran yang diberikan oleh suaminya itu,"aku baik-baik saja kok, Lagian aku bukan anak kecil yang hobinya hanya mewek doang hanya karena hal seperti ini. "jelas Amira.


"Maaf ya gara-gara aku kamu harus seperti begini dan juga kamu harus pusing memikirkan masalah yang tidak pernah ada habisnya, Aku janji tidak akan pernah mengulangi hal yang sama yang meskipun janjiku itu bisa dibilang sudah sangat terlambat karena seharusnya saat kita menikah janji yang sudah aku ucapkan itulah yang harus aku pegang sampai kapanpun. "penyesalan yang dikatakan oleh Adam itu sebenarnya sudah sangat terlambat karena yang di perlukan sekarang yaitu bukti soalnya berjanji itu sudah mereka lewati masanya kemudian sikap yang seperti Tengah terpuruk sedih dan juga menyesal itu pun rasanya sangat tidak perlu karena pria itu harus membuktikan kesungguhannya bahwa dirinya benar-benar berubah.


"Sebenarnya tidak boleh memberikan janji jika suatu saat kamu tidak bisa menepati dan alhasil janji itu hanyalah sebuah kebohongan sebagai Bunga Tidur, lebih baik ikuti saja alurnya Nikmati saja prosesnya toh nanti kalau memang sesuai dengan yang diharapkan semuanya bakalan baik-baik saja Tetapi kalau misalnya kamu hanya hobinya berjanji aku rasanya itu seperti sedang dibohongi." jelas Amira.


Sakti benar-benar mengacungkan kedua jempolnya dan memberikan apresiasi kepada jawaban yang diberikan oleh menantunya itu, karena memang sikap seorang wanita yang harusnya seperti itu tidak boleh termakan dengan rayuan pria manapun ketika sudah membuat kesalahan Kemudian datang meminta maaf ya setelah itu dimaafkan kemudian besok lusa terulang lagi kesalahan yang sama.


"kamu dengar sendiri kan jawaban yang diberikan oleh istri kamu itu dan seharusnya kamu bersyukur memiliki wanita yang pemikirannya sangat luas,, bukan sepicik yang kamu miliki Dan juga sebodoh yang kamu rasakan karena sekolah tinggi-tinggi Kalau pikirannya hanya sedang hal itu ya tetap sama saja tidak akan berguna hal-hal yang kamu pelajari!"Lagi Dan Lagi semua orang rasa-rasanya sangat tidak mendukung keberadaan Adam di situ hanya satu saja yang ia ketahui dengan pasti kalau Amira tidak mungkin membuang dirinya padahal bisa dibilang ada orang loh yang dengan senang hati datang dan menyusulnya ke tempat ini.

__ADS_1


"Aku kan sudah ngomong ke kamu dari awal kalau sebenarnya aku ini bukan Tuhan yang bisa saja memberikan maaf kepada orang ketika melakukan kesalahan, tetapi yang aku minta ketika aku sudah berusaha untuk menerima semuanya Tolong jangan kamu Ulangi lagi karena aku bingung kira-kira besok usaha hatiku masih seluas saat ini atau tidak. "ujar Amira penuh permohonan berharap agar suaminya itu paham kalau sebenarnya istrinya itu tengah merasakan kekecewaan tetapi berusaha ditahan ya dan tidak ada niatan untuk mengeluh.


Adam hanya menundukkan wajahnya tidak berani menatap mata istrinya yang benar-benar ada guratan kesedihan di dalamnya, kesedihan karena memikirkan rumah tangga mereka yang hancur berantakan kemudian kondisi ibunya yang bisa dibilang tidak mendukung belum lagi keadaannya yang sekarang ini.


"kamu tenang saja nak, karena di dunia ini kamu tidak pernah sendirian ada kamu yang akan selalu mendampingi kamu sampai kapanpun! kalau misalnya anak kami ini melakukan sesuatu seperti kemarin-kemarin, kamu tenang saja dia bakalan kami coret dari daftar kartu keluarga Lalu setelah itu kamu adalah satu-satunya anak kami ya Meskipun statusnya sebagai menantu!"Dina adalah orang yang sukanya to the point tidak ingin menghabiskan kata-katanya hanya untuk membahas sesuatu yang menurutnya sudah basi tetapi yang ia inginkan sekarang itu bagaimana caranya mengancam Adam agar tidak Mengulangi kesalahan yang sama.


"Anak mama itu ada berapa sih sampai-sampai setiap kali marah pasti mengancam ku hanya dengan kata-kata itu saja, kalau misalnya Mama mencoretku dari daftar kartu keluarga ya Otomatis hanya sisa Papa sama Mama doang masa iya kerja berat setiap hari tetapi tidak ada hasilnya sama sekali!"Amel Adam tidak terima.


Dina membulatkan matanya sempurna karena tidak percaya anaknya Bisa Ngomong kurang ajar seperti itu. "makanya jadi anak itu punya sopan santun dan juga jangan suka bikin malu orang tua ya kalau misalnya anak yang tidak tahu diri seperti kamu jangan menyesal dong kalau tidak bakalan dianggap sebagai anak dari kami, jadi kalau misalnya suatu saat hal itu terjadi Jangan kaget ya karena ini sudah menjadi perjanjian kita dari awal.


"Halo semuanya maaf mengganggu Ya, kira-kira lagi ngobrolin apa sih? soalnya tadi kami datang pun kalian lagi serius Lalu setelah itu kami masuk mengganggu semua kegiatan itu, eh setelah pergi dan kembali lagi ternyata kalian serius lagi ya sudah sok atuh dilanjutkan. "jelas Surti membuat semua orang tertawa karena wanita paruh baya itu terlihat seperti orang yang merasa diasingkan di tengah-tengah semua orang yang ada di situ.


"Astaga Bibi Kenapa sih datang terus ngomongnya seperti itu, ya kita ini lagi ngobrolin soal Mas Adam yang bakalan dicoret dari kartu keluarganya Adiguna! Jangan merasa seperti orang asing gitu dong, Masa Iya Bibi yang selama ini hidup bertahun-tahun dengan kami malah memperlakukan diri sendiri seperti itu! Oh iya Pak Daniel aku hampir lupa Silahkan duduk, Maaf ya tempatnya seadanya Soalnya kan ini memang hanya sementara saja!"Amira berbuat salah memang tidak terjadi apapun antara dirinya dan Daniel karena memang kenyataannya seperti itu mereka berdua tadi itu kan hanya membahas tentang keputusan Amira yang memilih untuk memaafkan suaminya Lalu setelah itu tidak ada pembahasan lainnya lagi mengarah kepada urusan pribadi mereka masing-masing.


"Terima kasih, tapi Sepertinya saya harus pergi sekarang juga soalnya ada janji sama teman! maaf ya Jika mengganggu semuanya dan juga membuat kamu sebagai suaminya Amira merasa tidak nyaman, tolong jaga dia jangan pernah sakiti dia lagi seperti kemarin-kemarin karena jika sampai hal itu terjadi maaf karena aku bakalan datang menjemput dia dari kamu! " Daniel tetap saja pada pendiriannya kalau iya akan memperjuangkan Amira suatu saat nanti.


orang lain di ruangan itu hanya menggelengkan kepalanya karena sepertinya posisi Adam itu kalau bisa dibilang belum baik-baik saja, sebab jika dia melakukan sedikit saja kesalahan terhadap Amira Percayalah sudah ada orang yang sedang mengantri untuk menggantikan posisinya.


"Wah Boy, sepertinya posisi kamu belum aman sebagai Tuan Suami dari Amira! Makanya lain kali itu kalau sudah dikasih istri di depan mata Jangan mencari yang lain, lihatkan hasil dari perbuatan kamu sendiri mau menyesal pun sudah terlambat!" Sinis Dina.

__ADS_1


__ADS_2