Cinta Dan Air Mata

Cinta Dan Air Mata
Bertahan


__ADS_3

Amira benar-benar tidak tahu lagi harus bersikap bagaimana antara harus melangkah maju dan melangkahi tubuh Adam yang tengah meringkuk di depan pintu apartemennya atau memilih membangunkan pria itu, sebab Biar bagaimanapun Adam itu merupakan seorang manusia dan tidak mungkin ia tega membiarkan pria itu sengsara seperti begitu saat ini.


Amira merasa bahwa hati nuraninya masih berfungsi dengan benar dan tidak mungkin harus dengan tega melihat Adam seperti itu, maka diurungkannya niatnya untuk pergi bekerja dan juga melupakan untuk menelpon Daniel yang tengah menunggunya di bawah saat ini.


Didekatinya tubuh Adam Yang sepertinya belum sadar kalau sekarang sudah pagi hari mungkin karena baru mendapatkan lelap beberapa waktu lamanya, Amira meringis ketika tahu ternyata bahwa tubuh suaminya itu bukan hanya tidur biasa melainkan ada yang tidak beres sebab suhu tubuh Adam begitu tinggi layaknya seperti seseorang yang tengah merebus air.


"Mas Adam, ayo bangun Ini sudah pagi loh! Jangan seperti begini nanti apa kata orang di sekitar sini kalau melihat kamu tidur di luar, ayo bangun Sudah soalnya aku mau pergi kerja loh dan juga Tubuh kamu ini rasanya panasnya tinggi sekali! "bujuk Amira tetapi Adam tidak bergerak sedikitpun membuat wanita itu benar-benar sedikit merasa cemas dan akhirnya memilih untuk memanggil Surti agar menyusulnya keluar.


"Bik Surti tolong!"lirih Amira pelan tetapi karena kondisinya Surti berada di dekat situ ya Otomatis mendengarkan membuat wanita itu segera berlari keluar kemudian memastikan Sebenarnya apa yang terjadi saat ini.


reaksi yang ditunjukkan oleh Surti itu sama dengan apa yang ditunjukkan oleh Amira tadi ketika melihat ada Adam di depan pintu apartemen yang mereka tempati, dan lebih parahnya lagi pria itu tidur hanya beralaskan tikar tipis dan juga selimut tanpa ada kenyamanan yang lain seperti yang selama ini didapatkan oleh Adam.


"ini Pak Adam Sejak kapan sudah ada di sini? Waduh kok semalam tidak ada yang kasih tahu kita kalau ada yang menginap di depan apartemen, terus ini kenapa kondisi tubuhnya juga panas sekali Mbak Amira takutnya Pak Adam kenapa-napa loh? "ujar Surti yang sedikit mencemaskan keadaan Adam saat ini sebab Biar bagaimanapun pria itu jarang sakit dan kalau sekali merasakan sakit ya Otomatis pasti ada sedikit yang error di antara anggota tubuhnya.


"ya Mana saya tahu orang dari Saya keluar saja dia sudah ada di sini terus panggil-panggil juga tidak mau bangun sama sekali belum lagi tubuhnya begitu panas, sudah begitu di sekitar sini tidak ada Apotek sama sekali untuk menebus obat supaya tubuhnya merasa baikan lagi!"jelas Amira yang terlihat begitu ku cemas dan sepatutnya dia ada yang Surti tidak mungkin dapat mengangkat tubuh besarnya Adam itu maka dari itu Surti memberikan saran agar Amira bisa menelpon Daniel supaya segera datang menyusul mereka ke situ agar Daniel bisa memasukkan Adam ke dalam kamarnya Amira karena biar bagaimanapun mereka masih berstatus suami istri jadi sah-sah saja kalau mereka berdua berada di dalam satu kamar bersama-sama.


"Mbak Amira tolong Ditelepon Pak Daniel nya supaya datang ke sini biar bisa bantu kita untuk mengangkat Pak Adam nya masuk ke dalam kamar, soalnya kasihan kalau dia hanya tiduran di luar sini nanti tambah sakit loh penyakitnya itu dan juga nanti takutnya jangan sampai dia tidak bisa ditolong! " karena saking paniknya sampai-sampai Surti mengatakan hal yang sangat tidak masuk akal sama sekali.


Amira mendengus kesel ketika mendengar saran yang diberikan oleh Surti tadi Kalau menurutnya hanya cemas takut penyakitnya Adam tambah parah ya tidak masalah, masa iya ini mengatakan bahwa pria itu nanti tidak akan bertahan lama di muka bumi ini kalau sampai mereka terlambat memberikan pertolongan padahal wajah Adam juga tidak pucat-pujat amat Kok seperti orang yang sakit keras dan tidak dapat tertolong lagi.


"Ya ampun Tolong jangan ngomong seperti itu dong Bik, nanti kalau dia beneran kenapa-napa gimana coba? Sudah begitu kita kan jauh dari Indonesia masa iya kita mau minta tolong sama orang-orang lain di sini, tapi ya sudahlah aku nanti telepon Daniel saja ke sini supaya bantu untuk membawa Adam masuk ke dalam kamar!"ujar Amira kemudian mengambil ponsel dari dalam tasnya lalu segera memilih untuk menghubungi Daniel yang pasti dari tadi sedang cemas karena ia tidak kunjung turun untuk pergi ke kantor bersama dengan pria itu yang sudah rela datang pagi-pagi menjemputnya agar mereka bisa jalan sama-sama.


"Halo Amira kamu itu di mana saja sih aku dari tadi loh nungguin kamu di sini hampir mau setengah jam lebih, Tadi katanya sudah mau otw Tetapi kok sampai sekarang belum muncul juga Memangnya kamu...

__ADS_1


"Maaf Daniel kamu bisa tidak ke sini sekarang juga soalnya ada hal darurat yang mesti diurus sekarang juga, dan tolong secepat mungkin ya aku takut nanti kamu bakalan terlambat dan dia bakalan kenapa-napa! "perintah Amira yang langsung memotong perkataan Daniel tanpa ingin mendengarkan secara langsung penjelasan pria itu karena menurut Amira sekarang itu kondisinya lagi darurat jadi tidak ada yang namanya basa-basi segala.


Daniel mengerutkan keningnya ketika mendengar perkataan Amira tentang dia, Lalu pria itu dengan segera pergi berlari ke apartemen Amira takutnya jangan sampai kehamilan wanita itu ada sesuatu hal yang sangat tidak beres.


Rangga yang melihat kekhawatiran di wajahnya dan dial membuat pria itu juga ikutan mengikuti pria itu dari belakang untuk memastikan Sebenarnya apa yang terjadi, sebab takutnya jangan sampai ini semua menyangkut Amira ataupun Adam karena Biar bagaimanapun tadi malam majikannya itu sempat menjadi gembel di depan pintu apartemennya Amira dan sampai sekarang ia belum ke sana untuk memastikan keadaan pria itu secara langsung.


"Aduh jangan sampai itu Tuan Daniel buru-buru ke atas ini menyangkut soal Tuan Adam atau Nyonya Amira begitu, Wah aku kenapa sih pagi ini sampai terlambat untuk memastikan keadaan mereka di sana? Semoga saja apa yang aku pikirkan benar-benar tidak menjadi kenyataan dan juga semoga mereka baik-baik saja, mungkin pria itu hanya mengkhawatirkan sesuatu hal yang tidak penting dan tidak pantas aku pikirkan hanya saja memang aku harus mengikutinya untuk memastikan secara langsung! "batin Rangga yang mulai merasakan harap-harap cemas tentang keadaan Adam saat ini dan juga berharap semua yang ia pikirkan benar-benar tidak terjadi.


Daniel yang sudah sampai tepat bersamaan dengan Rangga yang ada di belakangnya merasa terkejut ketika melihat Amira Tengah memangku kepala Adam di pangkuannya, wanita itu tengah menitikan air mata karena benar-benar kalut bingung harus bersikap Bagaimana apalagi Adam yang keadaannya begitu sangat mengenaskan belum lagi suhu tubuhnya yang begitu tinggi.


"Loh kok bisa dia ada di sini? Bukankah kemarin itu dia sudah kembali saat aku mengantarkan kamu pulang, apa jangan-jangan dia...


Rangga langsung menggeser tubuh Daniel agar Jangan menghalangi jalannya karena Biar bagaimanapun ia harus memastikan keadaan Adam secara langsung, ketika mengetahui bahwa suhu dari pria itu begitu meningkat tinggi membuat Rangga berinisiatif untuk membawa Adam ke rumah sakit saja.


"Maaf kamu mau membawa Adam ke mana? Tolong kamu bawa saja masuk ke dalam rumahku biar aku yang merawat dia Sekalian, nanti setelah dia sembuh aku ingin berbicara lagi dengannya Tapi tolong jangan membawa dia pergi dari sini! "pinta Amira penuh permohonan membuat Daniel benar-benar tidak percaya dengan apa yang dia ada di hadapannya saat ini.


Daniel bahkan sampai berpikir yang tidak tidak dan juga tidak menyangka dengan apa yang ia dengar belum lagi wajah Amira yang penuh kekhawatiran, pria itu sampai berpikir apakah selama ini dirinya sudah salah menjaga jodohnya orang?


"Tapi bukan Adam harus dibawa ke rumah sakit soalnya takut jangan sampai ada sesuatu hal yang tidak-tidak, dan saya juga tidak mau mengambil resiko dengan membiarkan dia tetap di sini tidak ada penanganan Medis sama sekali! "jelas Rangga tetapi Amira tetap menggelengkan kepalanya karena dirinya yakin Adam itu hanya kecapean dan juga kurang istirahat saja.


"Mas Adam selama ini tidak pernah sakit kecuali kalau dia capek dan melakukan pekerjaan nonstop tanpa henti, aku lebih tahu dia karena bukan hanya sehari aku hidup dengannya jadi lebih baik bahwa dia ke dalam untuk beristirahat Soalnya kalau di rumah sakit Aku tidak yakin dia bakal beristirahat dengan total yang ada dia bakalan kabur! "tegas Amira membuat semua orang di situ hanya menghembuskan nafas secara perlahan karena terlihat wanita itu kokoh pada pendiriannya yaitu harus merawat Adam sendirian tanpa bantuan siapapun apalagi tim medis lainnya.


"Amira kamu kondisinya sedang hamil loh tidak mungkin harus menambah aktivitas kamu lebih dari ini dan membuat Kamu kecapean, kamu jangan pernah memaksakan diri hanya untuk mengurus orang lain dan akhirnya ada orang lain juga yang harus kamu korbankan untuk hal ini! "jelas Daniel yang Tentu saja tidak terima kalau Amira lebih mementingkan Adam Padahal jelas-jelas selama beberapa bulan terakhir dirinya yang selalu ada di depan wanita itu ketika Amira membutuhkan sesuatu dan juga ketika kondisinya sedang ngedrop akibat kehamilan.

__ADS_1


Amira menggelengkan kepalanya meskipun dirinya tahu kalau ia sudah sangat kurang ajar terhadap Daniel, namun intinya hanya satu yaitu dirinya tidak ingin dipenuhi rasa bersalah dengan tidak bisa turun tangan langsung merawat Adam secara langsung karena pria ini sakit pun akibat dirinya juga.


"Maaf Pak Adam saya cuti selama beberapa hari ini kalau mau dipotong gaji tidak masalah yang penting Intinya saya ingin tetap merawat Mas Adam di sini, nanti kalau dia sudah pulih saya bakalan kembali ke kantor tetapi itu pun tergantung Kalau Anda masih mau menerima saya bekerja di sana! "tegas Amira dengan tatapan matanya yang benar-benar yakin dengan segala macam keputusan yang sudah ia ambil barusan dan tidak akan ada penyesalan di dalamnya karena Biar bagaimanapun Adam lebih penting saat ini.


hayo pasti para pembaca pikir author bakalan kasih kembali Adam dan Amira dalam sebuah hubungan ya?


Dipikir saja ya! kalau memang tidak berkenan Silakan masuk kolom komentar kemudian kasih deskripsi yang jelas biar autor sesuaikan dengan keinginan anda, tetapi kalau kemauannya hanya sekedar tidak ingin sama dengan novel lain rasa-rasanya sangat tidak masuk akal karena setiap novel itu sudah punya alur dan juga endingnya masing-masing dan kalian coba scroll tulisan author yang lain Karena itu sangat berbeda dengan novel yang lain kalau tidak percaya coba saja cek sendiri.....


Rangga dan juga Daniel serta Surti mau tidak mau pasrah dan mengikuti keinginannya Amira meskipun Rangga sedikit merasa terbantu, karena dengan begini otomatis Tuannya tidak perlu harus melakukan hal gila lainnya lagi untuk bisa mendapatkan Maaf dari istrinya sendiri.


"Ah ternyata perjuangan yang anda lakukan memang benar-benar keren Tuan, Tetapi hanya kasihan kondisi Anda yang bakalan menjadi taruhan seperti ini! Semoga saja dengan begini ya yang Amira bisa membukakan pintu maaf Tetapi kalau tidak bisa lebih baik anda stop melakukan hal gila lagi, karena kasihan dia lagi hamil Tetapi malah tetap bersikeras untuk merawat Anda dan tidak peduli dengan segala macam Resiko yang akan terjadi!"batin Rangga.


Daniel dari tadi mengusap wajahnya frustasi karena tidak menyangka jika apa yang ada melakukan itu benar-benar tidak pernah IA prediksi sama sekali, sebab kemarin waktu dirinya mengantar Amira pulang sudah ia pastikan kalau Adam sudah pergi dari sekitar Amira sebab dengan begitu ia bisa beristirahat dengan tenang.


Namun ternyata telepon yang berasal dari Amira tadi ternyata sedang mengkhawatirkan Adam Padahal tadi Daniel berpikir bahwa wanita itu sedang mengkhawatirkan kandungannya, kalau sudah begini entah kedepannya masih bisa ada posisi untuk dirinya di dalam hati Amira atau tidak yang penting dirinya ingin agar Adam dan Amira tidak terlalu dekat agar tidak ada rasa-rasa yang masih tersisa tumbuh kembali.


"Ya sudah kalau begitu ayo bantu saya angkat Adam masuk ke dalam kamar, hati-hati Awas kepalanya kejedot pintu nanti bakalan tambah parah lagi! "perintah Amira membuat Daniel mendengus kesel karena dirinya juga punya mata Ya otomatis mana bisa mau menganiaya orang yang sudah sekarat seperti Adam saat ini.


"Maaf nyonya, ini Tuan Adam nya mau dibawa ke kamar yang mana ya? "Tanya Rangga penasaran karena tidak mungkin dong dirinya membawa Adam ke dalam kamarnya Surti.


"ya bawa masuk saja ke dalam kamarku masa iya dia tidur bareng Bik Surti, kamu ini kalau mau kasih pertanyaan yang sesuai dong jangan hanya bikin emosi saja!"omel Amira sambil memasang wajah cemberutnya.


Daniel ingin melayangkan protes tetapi Amira memasang tatapan tajamnya membuat pria itu mengurungkan niatnya, tetapi Percayalah ia sangat merasa tidak terima kalau memang benar-benar nanti malam Adam dan Amira bakalan tidur dalam satu kamar.

__ADS_1


__ADS_2