Cinta Dan Air Mata

Cinta Dan Air Mata
Penyesalan Tak Berujung


__ADS_3

Adam benar-benar tidak tahu lagi harus bersikap bagaimana ketika tahu bahwa Amira sengaja menyingkir dari hadapannya hanya karena merasa tidak nyaman dengan kehadirannya di tempat itu, pikiran pria itu benar-benar tidak tahu lagi harus seperti apa karena menurutnya masalah yang tengah ia hadapi ini lebih berat daripada kasus pembunuhan dan apapun itu.


Adam merasa bahwa Amira sedang membunuh dirinya secara perlahan bahkan bisa dibilang langsung pada titiknya, karena buktinya selama hidup ia jarang sekali merasa sakit apalagi yang namanya pingsan tetapi Percayalah baru dua kali mendengar Amira menyebutkan kata perceraian kondisi tubuhnya langsung sepertinya menolak dirinya untuk tetap sadar.


kalau dilihat secara kasat mata Ya memang pria itu keadaannya baik-baik saja Tetapi kalau dipikirkan secara logika, ya Otomatis keadaan Adam tidak baik-baik saja Bahkan bisa dibilang jauh dari kata baik karena semuanya berjalan tidak sesuai dengan harapan dan belum lagi rasa benci yang dirasakan oleh Amira kepadanya sepertinya sudah mendarah daging.


"kalau misalnya aku menelponnya untuk kembali dan tidak usah kegiatan menginap di rumah orang yang jelas-jelas di sini merupakan kediamannya, kira-kira dia mau mengikuti apa yang aku katakan atau tidak ya atau yang ada di malah menjauh dan tidak ingin aku berada di dalam jangkauan pandangannya? "tanya Adam membuat Rangga kebingungan harus menjawab apa sebab menurutnya Adam itu bukan anak kecil dan juga lulusan sekolah tinggi luar negeri yang ternama jadi otomatis bisa mengambil kesimpulan apa yang terbaik dan juga apa yang harus dilakukan dan juga tidak boleh.


"Saya rasa jawabannya pasti anda sudah tahu sendiri Tuan yaitu Tolong jangan membuat kebebasan Nyonya Amira terganggu dan juga tolong jangan membuat dia merasa tidak nyaman dengan Sikap yang ditunjukkan oleh anda, karena dengan dia melakukan hal ini yaitu menyingkir itu secara tidak langsung menyiratkan kalau dia sebenarnya ingin menjauh dan tidak ada niatan untuk memperbaiki semuanya! "jelas Rangga karena kalau dirinya hanya diam saja otomatis Adam itu mengambil sebuah kesimpulan yang akan Merugikan dirinya juga karena kemanapun ada yang pergi ya Otomatis di situ ada Rangga.


Bingung bercampur dengan sedih dan juga kecewa itu yang tengah dirasakan oleh Adam saat ini, sebagai seorang pemimpin perusahaan dirinya bisa menghandle semua karyawan yang ribuan tetapi menyelesaikan urusannya yang hanya terdiri antara dirinya dan juga sang istri sepertinya sangat sulit seolah-olah ada jurang pemisah yang diciptakan oleh dirinya sendiri.

__ADS_1


"kamu antarkan saja di mana tempat dia tinggal sekarang karena aku benar-benar ingin berbicara dengannya, Tolong jangan menolak permintaanku kali ini karena ini yang merupakan terpenting untuk bisa menyelesaikan masalah antara kami berdua! "perintah Adam ya Otomatis Rangga tidak akan mungkin mengabulkannya karena menurutnya Adam itu terlalu memaksa dan juga egois serta maunya didengar tetapi tidak mau mendengarkan orang lain dan juga tidak pernah menghargai apapun yang orang lain ingin kan.


"Maafkan saya tuan bukannya saya lancang atau ingin melakukan sesuatu hal yang membuat anda merasa tidak nyaman, tetapi Percayalah kalau yang saya inginkan yaitu ketenangan antara anda sendiri dan juga Nyonya Amira sebab kondisi anda sekarang juga tidak bisa dibilang sedang baik-baik saja maka dari itu tolong pahami! "tegas Rangga terserah nantinya kalau Adam tidak terima atau maupun mau marah-marah itu urusan pria itu karena dirinya hanya ingin menyampaikan apa yang ada dalam pikirannya tidak seperti Adam yang terlihat begitu memaksakan kehendak.


Adam menghela nafasnya secara perlahan karena sebenarnya dirinya takut jangan sampai kedua orang tuanya sudah bergerak untuk melakukan seperti yang diinginkan oleh Amira, Memang sih tidak masalah selama berkas itu belum sampai di tangannya dan juga selama dirinya tidak ingin menandatangani otomatis gugatan cerai yang dilayangkan oleh Amira itu belum sah untuk dibawa ke meja persidangan.


"ah sepertinya aku harus ngomong sama Papa dan juga Mama, karena aku yakin mereka pasti bakalan mendukungku sebab selama aku sampai di sini belum pernah sekalipun memberikan kabar kepada mereka!"gumam Adam kemudian mencari ponselnya yang kebetulan sedang dipegang oleh Rangga sedangkan pria itu tidak ingin menanyakan apa tujuan ada menelpon kedua orang tuanya karena menurutnya masuk akal seorang anak menghubungi orang tuanya lebih dahulu sebagai tanda Bakti dan juga sebagai tanda bahwa anak tersebut masih mengingat kalau sebenarnya dirinya masih mempunyai orang tua.


"kamu ada Mau ngomongin apa sih soalnya aku jadi penasaran loh Dari tadi saat mendengar kamu menyampaikan maksud dan tujuan kamu supaya kami datang ke sini, lain kali jangan main petak umpet seperti ini ya Soalnya kamu bikin aku mati penasaran Padahal Tahu sendiri kan kalau kondisiku sedang tidak baik-baik saja? "tanya Dina dengan wajah cemberutnya tetapi Aida dari tadi hanya memasang wajah datarnya sebab wanita itu sedang emosi dan juga berpikir hal-hal yang tidak tidak karena dirinya yakin kepergian Amira ke Prancis itu ada campur tangan Dina dan juga Sakti karena buktinya Adam dengan mudah bisa menemukan anak mereka itu.


"Ternyata benar ya kalau orang kaya itu bisa melakukan semuanya hanya karena mengandalkan uang mereka, sedangkan orang miskin melakukan semuanya itu hanya mengandalkan tenaga makanya kesampaiannya sangat lama!"perkataan Aida itu begitu ambigu di telinga Dina dan juga Sakti sebab menurut mereka wanita itu tidak seperti biasanya yang lebih ceria dan juga sudah lebih ikhlas menerima kepergian Amira di dalam hidupnya meskipun ia yakin kalau anaknya itu dalam keadaan baik-baik saja.

__ADS_1


"Kamu kenapa sih tiba-tiba berbicara seperti itu seolah-olah di sini itu kita sedang memamerkan harta kekayaan, padahal kamu tahu kan kalau dari awal kami tidak pernah lebih mengedepankan harta dibandingkan persahabatan dan juga kepercayaan di antara kita ? "tanya Dina penasaran membuat Aida tertawa sinis karena menurutnya ternyata sampai saat ini Dina dan juga Sakti belum ada niatan untuk mengakui kesalahan yang sudah mereka lakukan kepadanya sebab buktinya sekarang mereka memilih untuk bungkam.


"ya memang persahabatan kalian ke depan kan tetapi kejujuran pernah tidak kalian pikirkan sampai di tempat yang itu, karena buktinya kalian masih mengandalkan uang yang kalian punya untuk membuat seorang anak terpisah dari ibunya dan juga seorang anak bisa nekat pergi padahal jelas-jelas ada ibunya yang merupakan teman untuk curhat dan juga teman untuk berbagi masalah dan juga teman yang bisa menolongnya dalam segala macam kehidupan yang ia lalui! "Aidah benar-benar tersulut emosinya.


Deg


jantung Dina akan berhenti di tempat saat itu juga ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Aida barusan, dan dirinya sangat yakin kalau sahabatnya itu Tengah menyindir dirinya dan juga sang suami yang sudah berbohong soal kepergian Amira dari hadapannya.


"kamu tahu dari....


"Jangan banyak bicara sekarang respon panggilan yang berasal dari Putra kamu itu, Dan kalau dia ingin membujuk kamu supaya Amira membatalkan gugatan cerai maka katakan padanya kalau aku tidak akan pernah mengabulkannya! "tegas Aida yang sudah tidak ingin mendengar jawaban lanjutan dari Dina karena menurutnya sama saja percuma sebab semuanya sudah dilalui dan kebohongan itu pun sudah dirinya rasakan sampai saat sekarang.

__ADS_1


"Iya Adam, Ada apa sih sampai telepon mama di jam yang begini? Kamu tahu kan perbedaan antara waktu Indonesia dan juga Paris Berapa lama, sampai kamu telepon tidak mengukur-ngukur waktu kira-kira di sini harusnya jam apa?"omel Dina yang sebenarnya ingin sedikit menetralkan kegugupan yang ia rasa karena dari tadi Aida Tengah memasang tatapan intimidasi ke arahnya.


__ADS_2