
"Kondisi Ibu Dina dalam keadaan yang sangat tidak baik baik saja akibat pengobatan yang selama ini tidak diperhatikan ,dan juga karena dia yang sudah hampir sebulan tidak mengonsumsi obat agar sel kanker nya tidak menyebar sehingga naik ke stadium selanjutnya!" jelas Dokter Bayu membuat semua orang saling pandang dengan pikiran yang berkecamuk satu sama lain serta bingung harus merespon seperti apa.
Bagaimana tidak bingung ketika segala sesuatunya didengar secara tiba-tiba terkesan seperti antara percaya ataupun tidak semuanya ternyata sudah terlambat, mungkin sekarang yang bisa diharapkan hanyalah mukjizat dan jika mukjizat itu memang benar-benar ada ya Otomatis segala macam kerja keras usaha dan juga doa akan benar-benar menjadi kenyataan.
Bukan ingin menjadi sosok yang tidak percaya dengan apapun dan juga bukan ingin menjadi orang yang tidak tahu bersyukur, hanya saja sifat manusia itu kan ya seperti itu tidak akan pernah puas dengan apa yang dimiliki dan juga tidak akan pernah merasa bahwa apa yang ada sekarang itu sudah cukup.
mau mengeluh terkadang harus dipikir dulu apakah keluhan kita itu sudah dibarengi dengan yang namanya kerja keras dan juga usaha, sedangkan Apa yang dilakukan Dina itu sepertinya sudah membuktikan semuanya kalau sebenarnya penyakitnya itu bisa diobati kalau memang dirinya benar-benar berusaha untuk bisa sembuh.
mau memarahi para dokter yang bertugas rasa-rasanya sangat tidak mungkin karena mereka tidak bisa memberikan paksaan kepada pasiennya, jika akhirnya Pasien itu sendiri yang meninggalkan pengobatan yang melarang pantangan yang sudah mereka berikan dan satu lagi sudah melanggar perawatan medis yang sudah mereka anjurkan.
" Ya sudah katakan saja bagaimana kondisi istri saya sekarang, biar saya lebih tahu kejelasannya seperti apa dan tidak perlu Mengulangi kesalahan yang sudah ia lakukan karena sebelum Anda mengatakan saya sudah tahu dari awal! "tegas Sakti yang sudah tidak ingin lagi lama-lama berada di ruangan itu sebab sekarang yang ada dalam pikirannya hanya ingin bertemu dengan istrinya dan memastikan keadaannya secara langsung.
Dokter Bayu menghela nafasnya secara perlahan karena dirinya yakin keluarga pasien pasti syok dengan apa yang akan ia katakan nantinya, karena memang orang yang terkena penyakit kanker biasanya ketika rasa sakit itu menghilang dia akan terlihat seperti orang normal ya Meskipun kondisi fisiknya sedikit mengalami perubahan.
Bisa makan dengan benar bisa duduk bercerita dengan siapapun kemudian bisa jalan-jalan sesuai dengan keinginan, tapi itu harus digarisbawahi jika orang-orang tersebut memang ada niatan untuk sembuh ya itu tetap melakukan pengobatan kemudian mengikuti setiap anjuran yang diberikan.
"Dengan berat hati saya katakan kalau keadaan ibu Dina Adiguna sekarang itu koma, dan dia sekarang sudah dipindahkan ke ruangan ICU! Jadi kalau misalnya ingin menjenguk dia harus satu persatu tetapi harus memakai pakaian khusus yang sudah disiapkan di sana, kalau bisa saya sarankan untuk lebih berlapang dada jangan terlalu menekan pasien dengan perbincangan yang tidak perlu karena biarpun dia tidak sadar tetapi alam bawah sadarnya masih berfungsi dengan benar! "jelas dokter Bayu membuat Sakti menatap tajam ke arahnya karena dokter tersebut sudah memperlakukannya seperti orang bodoh yang tidak paham dengan peraturan apapun dan juga mewaspadai sesuatu hal yang sangat tidak perlu di saat kondisi seperti begini.
Adam yang berdiri kemudian menatap tajam ke arah dokter itu dengan Aura yang begitu mencekam membuat Amira sedikit mewaspadai karena ia sangat paham dengan sikap temperamen milik Adam itu, Semua orang pasti akan melakukan hal tersebut jika dokter yang bertugas menangani pasien terlihat terlalu melebih-lebihkan sesuatu seolah-olah tidak ingin memberikan harapan kepada keluarga pasien agar tidak putus asa.
__ADS_1
"Saya jamin minggu depan kamu sudah tidak ada di sini karena selama berapa hari ini saya ingin kamu tetap bertahan di sini dan ingin melihat cara kinerja kamu seperti apa, setelah itu dokter Hermawan bakalan kembali bertugas apapun keadaannya saya tidak peduli sama sekali yang penting Intinya kamu tidak boleh muncul di hadapan saya lagi! "tegas Adam membuat dokter Bayu menepis tangannya dengan kasar karena menurutnya pria itu sudah sangat tidak sopan memperlakukan seorang dokter yang sangat bertugas dengan begitu tidak tahu dirinya.
"Anda siapa berani memerintah saya seperti ini? pemilik Rumah Sakit atau yang mempunyai bisnis terbesar di tempat ini, saya bakalan patuh dan juga hormat Bila perlu sampai berlutut kepada orang yang benar-benar memiliki rumah sakit ini dan juga yang berhak memberikan perintah kepada saya! "tegas Bayu yang tidak mau kalah dari Adam membuat pria itu hanya tersenyum mengejek lalu menarik tangan Amira sebelum memberikan ultimatum yang akhirnya membuat Bayu sadar telah melakukan sebuah kesalahan besar di dalam kehidupannya.
"Saya Adam Adiguna dan juga ini papa saya Sakti Adiguna Kami adalah pemilik Rumah Sakit tempat kamu bekerja sekarang dan yang memberikan kamu gaji untuk kehidupan kamu serta kamu bisa menjadi orang yang sombong, saya tadi ngomong kalau kamu selama satu minggu bakalan saya izinkan bekerja tetapi sepertinya Saya berubah pikiran maka dari itu sekarang juga Kamu cabut dari tempat ini sebelum security yang datang dan membereskan kamu! "setelah mengatakan hal itu Adam pun pergi karena percayalah orang yang lagi frustasi kemudian lagi patah semangat biasanya jika dipancing emosinya mereka bakalan cepat terpancing dan akhirnya ya terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti saat ini.
Amira tidak bisa membantu dokter tersebut karena memang ini semua juga akibat dari kesalahannya sendiri, coba kalau misalnya jadi orang lebih menjaga sikap Pasti orang lain juga tidak akan mungkin terpancing Apalagi sebagai dokter dia harus mengerti berbagai macam reaksi dari keluarga pasien ketika mendengarkan kabar yang tidak baik.
"Astaga apa yang sudah aku lakukan tadi? kenapa aku sampai melupakan nama belakang dari pasien yang sedang aku rawat tadi, kalau dia itu namanya Dina Adiguna sedangkan rumah sakit ini kan pemilik dari keluarga Adiguna? "Bayu merutuki kebodohannya tetapi sudah tidak ada waktu lagi untuk menangis sih hal itu karena saat ini sudah ada Direktur Utama tempat itu yang datang dan menegaskan agar dia segera pergi dari tempat itu.
"Maaf dokter Bayu yang terhormat kalau bisa silakan bereskan barang-barang Anda semuanya karena anda sudah tidak diterima bekerja di sini lagi, tetapi Tenang saja karena tuan Adiguna tidak mem-blacklist Anda di semua tempat karena jika tidak Saya yakin anda tidak akan pernah bisa melamar di rumah sakit manapun! "ujar pria paruh baya tersebut Lalu segera pergi dari situ.
"Kamu di sini dulu ya bersama dengan Amira karena Papa ingin ketemu sama Mama, lalu setelah itu kita gantian dan kamu Amira nak Sepertinya kamu perlu istirahat jangan terlalu memaksakan kondisi karena Mama juga pasti bakalan mengerti! "tawar Sakti soalnya Ia juga tidak tega ketika melihat menantunya harus ikut-ikutan berada di rumah sakit padahal ibu hamil itu sebenarnya tidak boleh terlalu lama berada di tempat umum seperti saat ini yang dipenuhi dengan berbagai macam pasien dengan macam-macam penyakit yang mereka derita ada yang kronis ada yang biasa saja dan ada juga yang hanya rawat jalan.
"ya sudah sayang, kamu duduk Istirahat di sini dulu Ingat jangan dekat dengan pria tidak punya kerjaan seperti dia ya! "Adam masih saja tetap posesif di saat seperti ini ketika melihat ada Rangga yang masih bertahan di tempat itu entah tadi Mereka pergi pria itu duduk atau berdiri tidak tahu sama sekali soalnya Rangga tetap mematung tidak bergerak sama sekali.
"Aku juga tidak ada niatan loh untuk dekatan sama dia soalnya sikap dia saat ini itu rada-rada mirip seperti orang yang lagi kesurupan, dan kamu tahu sendiri kan Mas kalau aku paling alergi dengan yang begituan di dalam kehidupanku? "tolak Amira soalnya mau ditawar seperti apapun ia tidak akan pernah yang namanya berdekatan dengan Rangga jika sikap pria itu tidak berubah sama sekali.
Rangga membulatkan matanya sempurna ketika mendengar apa yang dibicarakan oleh pasangan suami istri itu, mereka itu hobi sekali menjatuhkan harga diri orang lain padahal kemarin-kemarin saja hampir menangis darah hanya karena ditinggal oleh Amira akibat kebodohan yang dilakukan oleh Adam.
__ADS_1
"Tuan anda tahu ya dulu itu kata maaf harganya seperti milyaran rupiah loh, dan ketika anda memberikan tawaran milyaran tetapi kata maaf belum diberikan Saya yakin Saat itu pula Anda pasti bakalan gantung diri! "Sindir Rangga yang sudah tidak tahan lagi karena dirinya yakin tidak mungkin juga kan Adam bakalan memecatnya apalagi menghajarnya Bukankah ini adalah tempat umum jadi pria itu otomatis harus menjaga image..
Sakti sebagai seorang pria sejati yang pantang untuk menangis, Baru kali ini ia mengeluarkan air matanya setelah dulu air mata terakhir kalinya ia keluarkan ketika kedua orang tuanya Meninggal saat kecelakaan.
pria itu terpaksa mengeluarkan air matanya tanpa ia minta sebab sungguh tidak menyangka dengan keadaan istrinya saat ini yang benar-benar sangat mengenaskan, dengan jarum infus yang menancap lekat di tangannya kemudian alat pendeteksi detak jantung lalu kemudian selang oksigen dan juga ada sesuatu yang dipasang di kepalanya pokoknya Ribet lah.
"Mama kok bisa kayak gini keadaannya, katanya mau ingin sembuh karena anak-anak sudah berbaikan dan juga kembali bersatu? Bahkan mereka tadi sempat main di rumah loh dan itu Mama tahu kan kalau mereka datang, Mama sempat memarahi Adam karena dulu menyakiti menantu kesayangan mama tetapi kenapa sekarang malah seperti ini? "tanya Sakti yang berkali-kali mengejutkan istrinya yang entah merasakan perhatian dari suaminya itu atau tidak.
"Mama tahu tidak kalau misalnya di dunia ini rasa sakit seseorang bisa di request dipindahkan ke tubuh orang lain maka papa akan melakukan hal itu, mendingan papa Yang merasa sakit terus mama yang merawat Papa seperti biasanya terus Papa yang mendengarkan celotehan mama tanpa berhenti itulah yang menjadi hal yang ingin Papa dengar! soalnya kalau Papa sakit kan masih ada Mama sedangkan kalau Mama sakit Papa Siapa yang mengurus, terus nanti kalau pergi ke kantor pakaiannya Papa Siapa yang siapkan terus sarapannya makan siang juga sama makan malam? "tanya Sakti yang seolah-olah kali ini Tengah berbicara dengan istrinya yang duduk mendengarkan keluh kesah dari suaminya.
"ayo bangun kemudian ceramahi anak kesayangan kita itu soalnya tadi dia sudah memecat seorang dokter karena tidak becus mengurus kamu, padahal sebenarnya dia tidak ada salahnya hanya Cara penyampaiannya dia terhadap keluarga pasien yang tidak baik dan menurut Mama nanti harus seperti apa langkah yang baik untuk diambil? "Sakti yang sudah terbiasa berbagi masalah tentang pekerjaannya maka tidak peduli Ketika istrinya itu tidak bisa mendengar dan juga tidak bisa menjawab apapun yang ia katakan karena intinya sudah ada teman berbicara hal itu yang ia butuhkan saat ini dan juga sampai selama-lamanya..
Sakti hanya menangis karena tidak menyangka jika apa yang dia ucapkan seperti sedang berbicara dengan tembok karena tidak ada yang merespon, pria itu bahkan berkali-kali memukul kepalanya ya maksudnya untuk menyeimbangkan rasa sakit yang dialami oleh Dina.
"Bangun Sayang, jangan tidur seperti ini ngomong dong biar Papa tahu di mana sakitnya? kalau misalnya tidur seperti begini saja tidak akan ada yang bakalan tahu kalau kamu itu sebenarnya sedang merasakan sakit, tidak ada yang bakalan sadar kalau sebenarnya istriku seorang Dina Adiguna sedang berjuang melawan maut! "nada bicara Sakti sudah terdengar begitu lirih bahkan bisa dibilang pria itu seolah-olah sudah tidak punya kekuatan lagi untuk mengucapkan semuanya dan juga tidak punya kekuatan lagi untuk melihat kesengsaraan yang dialami oleh istrinya.
setengah jam berada di ruangan itu pria tersebut memilih untuk keluar setelah memastikan kalau wajahnya baik-baik saja, namun percayalah matanya begitu mau merah dan juga sedikit membengkak membuat semua orang tahu kalau pria itu baru habis menangis besar di dalam ruangan istrinya.
Ceklek
__ADS_1
Sakti memaksakan senyuman di wajahnya ketika melihat ada Adam dan juga Amira Tengah menatap tanpa ekspresi ke arahnya, dirinya tahu kedua manusia itu merupakan kekuatan untuk istrinya bisa segera bangkit apalagi ada cucu yang tinggal hitungan hari mereka tunggu kehadirannya.
"Kalian berdua masuk gih ketemu mama, usahakan ngomong ya kalau cucu Mama itu pengen ketemu sama neneknya dia tidak ingin ketemu sama kakeknya! "perintah Sakti membuat Amira hanya tersenyum lirih menahan tangisnya.