Cinta Dan Air Mata

Cinta Dan Air Mata
Bertengkar


__ADS_3

Daniel memilih untuk maju saja Kemudian ingin berbicara dengan Adam untuk menanyakan apa tujuan pria itu berdiri di depan pintu apartemennya Sarah, sebab menurutnya ia harus bisa mencari tahu sebenarnya Bagaimana hubungan pria itu dengan Amira saat ini sampai-sampai nekat menyusul di rumah Sarah yang jelas-jelas tidak ada hubungan apapun dengannya.


Rangga yang berdiri tidak jauh dari Adam sebenarnya sadar dengan kehadiran Daniel di sekitar mereka tetapi dirinya memilih untuk tidak peduli, dan ingin melihat kira-kira reaksi yang akan ditunjukkan oleh Adam atas kehadiran pria tersebut nanti Bagaimana tinggal dirinya yang akan memantau secara langsung dan untuk memastikan kalau Adam tidak akan melakukan kegilaan di depan rumahnya orang.


"kamu untuk apa ada di sini? kalau memang Amira sudah tidak menyukai kamu ya Sudah ikhlaskan saja biarkan dia bahagia, jadi pria kau tidak peka sekali dengan apa yang diinginkan oleh wanita sampai-sampai maunya menang sendiri dan enaknya hanya di kamu sedangkan Amira dapat ampasnya! "ujar Daniel tiba-tiba tanpa tedeng Aling membuat Adam terhenyak dan menoleh ke arah sumber suara dan juga langsung merasa tersinggung dengan kata-kata yang dilontarkan oleh Daniel seperti pria itu terlalu banyak ikut campur dalam urusan rumah tangganya dan ia sangat tidak menyukai hal tersebut.


"ada hak apa kamu mengatur ngatur kehidupan antara aku dan juga Amira, kamu sadar posisi kamu sebagai apa di sini? Atau aku harus memperjelas Posisiku dulu baru kamu bisa sadar dan juga bisa pergi dari hadapan Istriku itu, karena aku ini merupakan SUAMI SAH AMIRA!"tegas Adam yang penuh penekanan membuat Daniel merasa tidak terima karena menurutnya gara-gara status sebagai seorang suami sampai-sampai Adam tega menyakiti Amira dan membuat wanita itu harus berjuang di kehamilan yang memasuki trimester ketiga ini sendirian.


Bughhhh


"Jangan pernah kamu merasa percaya diri dengan status kamu terhadap Amira itu, sudah cukup kesabaranku selama ini dengan melihat dia mencoba menjadi wanita kuat padahal sebenarnya rapuh dan tidak berdaya! "emosi Daniel benar-benar mencuat di permukaan ketika tahu dan juga dengan sadar mendengar apa yang dikatakan oleh Adam tadi.


Adam menjelaskan tidak terima dengan apa yang dilakukan oleh Daniel kepadanya sebab menurutnya pria itu tidak punya hak untuk melakukan itu kepadanya, maka dari itu ia pun membalas pukulan Daniel dengan membabi buta sebab menurutnya hanya dengan cara begini Amira bisa peduli lagi dengannya.


Bugh


Bughhhh


"Jangan pernah ikut campur atau aku bakalan melakukan yang lebih parah daripada ini dan juga jangan terlalu merasa kalau kamu adalah manusia yang terbaik, karena dari kemarin-kemarin aku sudah bersabar hanya saja Sepertinya kamu tambah membuat aku emosi! "ujar Adam yang sudah tidak punya lagi rasa sabar di dalam hidupnya karena masalahnya dengan Amira saja belum kelar kini ada datang pengganggu yang selalu saja menguntit kemanapun istrinya itu pergi.


"Kamu pikir aku bakalan meninggalkan dia begitu saja setelah Apa yang kamu lakukan kepadanya, itu tidak akan pernah terjadi sampai titik darah penghabisan pun aku bakalan tetap peduli kepadanya sampai dia benar-benar menjadi milikku! "setelah mengatakan hal tersebut dan dia pun langsung melayangkan pukulan di pelipisnya ada membuat pria itu terhuyung ke belakang apalagi kondisinya yang belum pulih betul dan juga tidak ada satu butir makanan pun yang masuk ke dalam lambungnya saat ini.


Amira yang kebetulan mendengar suara ribut-ribut di luar memilih untuk membuka pintu dan memastikan Sebenarnya ada kegiatan apa yang sedang terjadi, dan dirinya benar-benar terkejut ketika melihat Daniel yang menghajar Adam sampai segitunya sehingga membuat pria yang masih berstatus sebagai suaminya itu jatuh ke bawah lantai dengan gaya yang sangat tidak bagus sama sekali.

__ADS_1


"Pak Daniel stop! Apa yang kamu lakukan kepada Mas Adam, kalau seperti begini dia bakalan mati? Dia itu sedang sakit sudah pingsan berkali-kali masa iya harus kamu pukul lagi, apapun kesalahannya yang ngomong saja tidak perlu harus pakai kekerasan seperti ini kan?"ujar Amira yang benar-benar tidak menyangka jika Daniel benar-benar sekejam itu terhadap Adam yang jelas-jelas wajahnya sudah sangat pucat dan tidak berdaya sama sekali.


Hati Daniel mencelos ketika mendengar perkataan yang dilontarkan oleh Amira untuknya barusan, seolah-olah wanita itu tidak menghargai kalau sebenarnya Daniel melakukan hal ini untuk membela harga diri Amira dan juga membantu wanita itu untuk membalaskan sakit hatinya secara langsung atas perbuatan yang dilakukan oleh Adam kepadanya.


"kamu membela dia setelah Apa yang dia lakukan kepada kamu sampai kondisi kamu seperti ini dan juga sampai kamu meninggalkan keluarga kamu di sana karena tidak tahan dengan sakit hati , dan kamu menyalahkan aku yang sebenarnya sedang membantu membalaskan sakit hati yang kamu rasakan agar dia juga tahu bagaimana rasanya dipermainkan? "tanya Daniel setengah tertawa karena kebingungan harus bersikap Bagaimana dan juga merespon Bagaimana dengan apa yang dilakukan oleh Amira kepadanya saat ini.


Amira tidak peduli dengan kekecewaan yang sedang dilontarkan oleh Daniel kepadanya, sebab menurutnya saat ini yang terpenting adalah bagaimana caranya biar kondisi Adam ini segera ditangani oleh dokter agar tidak berlarut-larut.


"Kamu tolong bantu aku agar bisa bawa Mas Adam ke mobil dan setelah itu kita bawa dia ke rumah sakit agar segera ditangani oleh ahlinya, Soalnya aku takut ya kenapa-napa karena sudah berapa kali pingsan dan juga kayaknya dia tidak makan sama sekali deh soalnya kan yang masuk ke dalam perutnya itu kan hanya tadi pagi bubur yang dimasak Bi Surti kan?"tanya Amira sebab meskipun dirinya tidak ada di tempat tetapi ia masih bisa memastikan keadaan Adam dan juga memastikan Apakah kira-kira pria itu sudah benar-benar pulih atau tidak Tetapi malahDaniel hanya menatap tanpa ada niatan untuk membantu Rangga Yang membopong tubuh Adam karena dirinya sedang benar-benar merasakan kekecewaan kepada Amira, setidaknya wanita itu menghargai dirinya yaitu dengan cara mendukung apa yang ia lakukan bukan Malah memperlakukannya seperti seorang penjahat yang tidak tahu penjahat yang tidak tahu menghargai orang-orang yang di sekitarnya?


"Aku kecewa sama kamu Amira! Padahal aku melakukan semua ini hanya untuk mempertahankan harga diri kamu, hanya apa yang aku dapatkan benar-benar merupakan sebuah kejutan yang sempurna karena ternyata perhatian yang aku berikan selama ini tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan kehadiran suami kamu yang secara tiba-tiba itu! "setelah mengatakan hal itu Daniel pun memilih untuk pergi sedangkan Amira tidak bisa merespon ketika keadaan masih memanas seperti ini biarlah nanti Daniel sedikit tenang barulah ia berbicara dengan pria itu dan juga menjelaskan kenapa sampai dirinya benar-benar emosi tadi karena menurutnya Daniel sudah sangat keterlaluan.


"Sarah aku pergi ke rumah sakit dulu kamu tolong di sini ya tetap dengan Bibinya aku itu, soalnya tidak mungkin kan aku merepotkan kalian Padahal jelas-jelas dia bukan siapa-siapanya kalian?" Ujar Amira penuh permohonan membuat Sarah mendengus kesal karena menurutnya meskipun Adam itu bukan siapa-siapa tetapi kalau menyangkut Amira ya Otomatis pria itu bakalan menjadi siapa-siapanya juga kan.


Amira menghembuskan nafasnya secara kasar karena tidak percaya jika sarah juga ikut-ikutan seperti Daniel mempermasalahkan hal itu, padahal seharusnya mereka sadar dan juga mengerti jika dirinya punya beban moril kalau sampai melihat keadaan Adam seperti begitu tetapi tidak ada niatan untuk menolongnya sedikitpun.


Sarah memang benar-benar memperlihatkan wajah tidak sukanya ketika Amira harus begitu perhatian terhadap Adam, apalagi ketika diingat sikap pria itu dahulu yang tidak pernah memikirkan perasaan Amira sedikitpun bahkan tega-teganya menyakitinya secara langsung..


"Menurut kalian Jika dia sampai mati di sini kita akan jadi dapat masalah atau tidak, maka dari itu aku ingin membebaskan kamu supaya tidak terkena apapun yang nantinya membuat kamu kesulitan kan? dalam pikiran kamu itu hanya tidak usah menolong Adam sama sekali, ya kalau misalnya kita menemukannya di jalanan Ya tidak masalah karena pasti ada orang lain Tetapi kalau di sini nanti dikirain kita secara sengaja! "ujar Amira lalu segera menyusul Rangga membuat Sarah akhirnya menyadari bahwa memang dari dulu sampai sekarang sepertinya kebiasaan Amira ya seperti itu tidak tegaan terhadap orang lain Meskipun orang tersebut sudah benar-benar menyakiti hatinya dan juga orang tersebut benar-benar sudah membuat dirinya menjadi wanita yang tidak berharga sama sekali.


Sarah ingin sekali menyusul Amira untuk menemaninya tetapi kasihan ada Surti di situ yang tidak mungkin ditinggalkan sendirian di rumahnya, posisi wanita itu serba salah karena takutnya jangan sampai Amira bakalan kecapaian karena sendirian berada di rumah sakit sedangkan dirinya bersenang-senang tidur bangun di rumah tanpa melakukan apapun.


Surti yang tahu kegelisahan Sarah ya Otomatis berusaha menenangkannya dan juga memberikan solusi yang terbaik demi kebaikan Amira juga, karena menurutnya tidak masalah ia berada di manapun yang penting intinya Amira selalu dalam pantauan orang-orang terdekatnya tidak boleh meninggalkan dirinya hanya bertiga dengan Rangga dan juga Adam yang jelas-jelas entah apa maksud dan tujuannya mereka menyusul Amira di tempat itu.

__ADS_1


"saran Bibi lebih baik ikut saja Mbak Amiranya ke rumah sakit, jangan sampai di sana dia ingin memerlukan sesuatu kan ada yang menemaninya! "tawar Surti yang membuat Sarah begitu antusias karena menurutnya tawaran wanita itu pertanda bahwa dirinya bakalan baik-baik saja di rumah.


"Thank you very much the beautiful girl! "ujar Sarah membuat Surti mendengus kesal karena menurutnya Sejak kapan dirinya yang sudah tua bangka itu disebut sebagai seorang gadis biasanya disebut sebagai grandmother.


Sepanjang perjalanan Amira begitu merasakan kekhawatiran yang amat sangat karena Adam dari tadi tidak sadar sama sekali, membuat wanita itu tidak tahu lagi harus bagaimana dan sudah begitu entah jalan apa yang dipilih Rangga sampai-sampai Rumah Sakit pun tidak kunjung sampai.


"Kamu itu sebenarnya mau ke rumah sakit yang mana sih, sampai-sampai sekarang juga belum sampai padahal kita sudah naik mobil itu lebih dari setengah jam? ingat menjadi taruhan ya jadi jangan pernah mengulur waktu yang akhirnya membuat kamu yang bakal menyesal karena, Soalnya kamu tahu sendiri kan Bagaimana sifat Papa Sakti kalau sedang marah itu tidak akan pernah bisa ada yang bakal membloknya dan juga membela kamu? "omel Amira yang kesal dengan Rangga yang seolah-olah tidak peduli sama sekali dengannya.


Rangga tidak merespon membuat dirinya seperti seorang yang tuli sehingga apapun yang dikatakan oleh seseorang di jok belakang itu terasa Hanya seperti hembusan angin yang lewat tidak usah dipedulikan sama sekali, sedangkan Amira benar-benar merasa gemas dengan Sikap yang ditunjukkan oleh Rangga seperti sedang memancing amarah di dalam dirinya itu agar segera keluar.


Amira masih berusaha untuk tetap tenang Tetapi kalau dalam waktu 15 menit lagi mereka tidak sampai maka bisa dipastikan ia bakalan marah besar terhadap pria yang ada di hadapannya yang tengah menyetir itu, namun sekarang masih ditahan ya karena melihat kondisi Adam yang dari tadi tetap tertidur seolah baru saja selesai meminum obat tidur jadi segala macam keributan yang terjadi tidak akan pernah bisa ia pedulikan.


Sarah yang mengikuti Amira Ya otomatis langsung menuju ke rumah sakit terdekat yang biasa didatangi dirinya ketika sedang merasakan tidak enak badan, namun yang menjadi pertanyaannya dirinya sedikitpun tidak melihat keberadaan wanita hamil itu dan juga kedua orang yang sangat ia kenal.


Sarah bahkan memilih untuk tidak keluar dari mobil sama sekali untuk memastikan jangan sampai mungkin Rangga memilih jalur yang lain akhirnya terlambat datang ke tempat itu, namun ya seperti itu hanya orang lain yang datang dan juga pergi tetapi tanda-tanda bahwa Amira dan juga yang lainnya datang sepertinya tidak ada sama sekali.


"ini Amira dan yang lainnya ke mana ya Kok sampai sekarang belum muncul-muncul juga, padahal itu kan pria tadi sudah babak belur dihajar Pak Daniel masih Sampai sekarang mereka belum mendapatkan penanganan?" batin Sarah yang belum mencurigai apapun karena menurutnya masih masuk akal jika Rangga memilih jalan yang sedikit memutar hanya agar bisa cepat sampai dan juga terhindar dari segala macam kemungkinan.


Amira yang berada dalam mobil Rangga mulai merasakan kegelisahan karena sudah lebih dari 20 menit tidak ada tanda-tanda ada rumah sakit di dekat situ, karena sekarang yang ada dirinya seperti berada di bandara tempat jet pribadi biasa mendarat dan juga ia sangat hafal salah satu jet pribadi yang tengah terparkir di situ yang ada logo keluarga Adiguna.


"Bandara....


Belum selesai Amira merasa terkejut tiba-tiba ada yang mendekap mulutnya dari belakang sehingga membuat wanita itu tidak sadar diri, sehingga membuat semua orang yang tengah khawatir dengannya tidak tahu sama sekali keadaannya Sebab semua terjadi begitu tiba-tiba.

__ADS_1


__ADS_2