
Andika mendengus kesal ketika melihat ke agresifan wanita yang ada di sampingnya saat ini, padahal seharusnya Tania sadar kalau dari tadi itu Dika merasa tidak nyaman dengan kehadiran di sekitarnya tetapi wanita itu sepertinya sudah memutuskan semua urat malunya.
Buktinya sekarang terlihat Tania malah lebih merapatkan tubuhnya untuk dekat dengan Dika, meskipun pria itu memasang tatapan horornya seolah-olah ingin menerkam Tania saat ini juga bukan karena menyukainya tetapi karena merasa emosi.
"Kamu bisa tidak jaga jarak denganku dan juga tidak perlu harus sedekat ini, karena aku berbeda dengan pria diluaran sana yang akan tergoda dengan bentuk tubuh kamu yang menurutku ini sangat menjijikan! "ujar Dika datar karena tengah menahan emosinya.
Lalisa yang melihat sahabatnya itu sepertinya sudah hilang kendali memilih untuk mendekati Tania dan menarik tangannya agar segera menjauh dari Dika, karena pria dengan tipe seperti Dika itu terlihat sangat merasa tidak nyaman kalau ada wanita yang lebih agresif daripada seorang pria.
"Biarkan saja, tidak usah dekat-dekat dengan dia bisa kan Tania? Memangnya kamu tidak malu kalau ditolak dari tadi tetapi kamu tetap saja nyosor lebih dulu, aku yang lihatnya saja rasa-rasanya risih masa iya kamu gara-gara Adam kok seperti begini sifat kamu jadinya? "tanya Lalisa setengah berbisik karena menurutnya Tania itu wanita berkelas tidak pantas harus mengejar seorang pria sampai segitunya.
Tania mendorong tubuh Lalisa agar segera menjauh darinya, Karena Wanita itu terlihat begitu sangat penasaran dengan penolakan yang dilakukan Dika kepadanya.
"Kamu bisa tidak lepaskan tanganku soalnya urusanku dengan pria ini belum selesai, kalau kamu mau pulang atau mau berjoget silakan saja tetapi Jangan menggangguku! "ujar Tania yang ada bicaranya sudah terdengar patah-patah mungkin karena kesadarannya yang mulai menipis akibat dirinya yang mengkonsumsi minuman keras tanpa sadar kalau sebenarnya tubuhnya itu tidak terlalu kuat untuk minuman itu.
"Ya urusan kamu apa dengannya? Bukannya kamu juga baru ketemu, masa iya sudah memikirkan urusan yang tidak jelas? Yang ada itu kamu bakalan Malu sendiri loh, kalau diantara kita di sini ada yang memvideokan hal ini lalu memviralkannya? "tanya Lalisa yang masih mencoba membuat Tania sadar.
"Ya kalau mereka membuat aku menjadi viral itu urusannya, Papa bakalan membuat hal itu lenyap di muka bumi! Tetapi saat ini jangan kamu mendekat ataupun mengganggu, apa yang ingin aku lakukan dengannya! "sahut Tania santai saja.
Dika menghempaskan kuat tangan Tania yang dari tadi menggenggam lengan bajunya itu, pria itu ingin pergi dari tempat itu sebab menurutnya Percuma saja datang untuk bersenang-senang. Kalau akhirnya ada gangguan yang tidak membuat dirinya nyaman.
"Heiii, Dika kamu mau ke mana? Untuk apa kamu pulang bukannya di sini lebih enak dan juga membuat pikiran kita lebih rileks, sudah begitu banyak cewek-cewek cantik rugi kalau kita meninggalkan mereka sebelum mencicipi ? "tanya Alvaro penasaran.
"Wanita yang ada di sini, semuanya satupun tidak bisa membuat aku merasa terpesona! Yang ada mereka membuat aku benar-benar merasa jijik, dengan tubuh yang mereka pamerkan itu! "ujar Dika lalu pergi dari situ.
"Wah tuh anak kesambet setan apa sih sampai-sampai menolak pemandangan surga dunia yang sedang disuguhkan, padahal biasanya dia paling rakus di antara kami semua tetapi kenapa kali ini sudah seperti seorang pria Alim? " Omel Alvaro yang merasa Jengah dengan sikap yang ditunjukkan oleh Dika.
"Itu teman kamu kenapa dari tadi kok terlihat sangat tidak menyukai sahabatku ini, padahal asal kamu tahu ya dia ini selalu menjadi bahan rebutan di manapun dia berada? "tanda Lalisa memastikan.
"Temanku itu lagi patah hati, jadi Sudah tahu kan kalau orang patah hati? Biasanya ingin menghabiskan hari dengan minum dan juga wanita tetapi dia berbeda, soalnya yang membuat patah hati itu wanita makanya dirinya terlihat sangat membenci ketika bertemu dengan wanita yang agresif! "jelas Alvaro membuat Lalisa paham tetapi pertanyaannya Apakah Tania paham jika kondisinya sedang on seperti itu.
"eh Lalisa Di mana pria yang tadi, kenapa sudah tidak ada lagi? Padahal wajahnya itu sangat mirip seperti Adam? "tanya Tania penasaran karena dari tadi wanita itu sibuk dengan minuman jadi lupa dengan keberadaan Dika sejenak.
Lisa mendengus kesal ketika mendengar pertanyaan dari Tania tadi, karena menurutnya Wanita itu sudah mempermalukan diri sendiri dengan begitu murahan terhadap seorang pria yang jelas-jelas menolaknya.
__ADS_1
"Ah kalau kamu datang ke sini hanya membuat keributan lebih baik kita pulang saja, kamu lihat semua orang pada tertuju matanya ke arah Kita akibat kebisingan yang kamu lakukan! "sungut Lalisa.
Tania sepanjang malam itu melakukan hal gila karena wanita itu sengaja membuka mini dress yang ia pakai, sehingga yang tertinggal di tubuhnya saat ini adalah underwear yang sedang dia pakai syukur-syukur juga tidak dibukanya kalau tidak pasti bakalan ada tontonan tari striptis.
Lalisa hanya menggelengkan kepalanya, meskipun dirinya merupakan wanita nakal tidak masuk dalam kategori wanita yang baik-baik. Namun Apa yang dilakukan oleh Tania itu merupakan sebuah kegilaan, yang menurutnya tidak ada yang bisa menahannya.
"Astaga itu orang selama bertahun-tahun saja sudah bisa melupakan Adam, tetapi kenapa baru ketemu tadi langsung gilanya kambuh lagi?"Lalisa memilih untuk duduk dan menjadi penonton setiap gerakan yang dilakukan oleh Tania karena jika melarangnya sama saja wanita itu bakalan lebih parah dari yang ada saat ini.
Alvaro dari tadi tersenyum-senyum melihat Apa yang dilakukan oleh Tania itu, dirinya akui kalau bentuk tubuh wanita itu sangat perfect tetapi sayangnya Dika malah menolaknya mentah-mentah.
"Coba saja kalau dia mau aku dekati pasti aku bakalan memberikan sesuatu yang paling indah, yang tidak pernah ia dapatkan dari orang lain dan juga tidak akan pernah ia lupakan seumur hidupnya! "ujar Alvaro pelan yang tidak sadar jika sebenarnya Lalisa tengah mendengar apapun yang ia ucapkan.
"Hei Bung jangan bermimpi kalau wanita seperti Tania itu bakalan mau dengan pria seperti kamu ini, standarnya itu begitu tinggi makanya ketika pria yang menjadi standarnya itu meninggalkannya dirinya bakalan terlihat gila seperti itu! "ujar Lalisa lalu pergi mendekati Tania yang sudah tambah melakukan sesuatu yang lebih gila lagi daripada itu.
Dika yang sudah berada di dalam mobilnya hanya bisa menghela nafasnya kasar ketika tidak tahu tujuannya harus ke mana, Kalau masalah uang ya memang dirinya punya tetapi sepertinya pria itu tidak ada niatan untuk membeli sebuah Hunian yang layak untuk ia gunakan.
""Franda kamu memang keterlaluan dengan menghancurkan rasa percaya yang sudah aku berikan untukmu, Kenapa tidak katakan dari awal kalau kamu sebenarnya berselingkuh dengan suaminya Amira? Karena jika aku tahu kamu sudah menyakiti hati wanita itu secara tidak langsung, maka aku juga tidak ingin mendekati kamu dalam alasan apapun! "lirih Andika yang sudah tidak tahu lagi harus mencari Amira kemana sedangkan waktu itu ia sempat bertanya kepada Franda tetapi wanita itu memang jelas-jelas tidak tahu sama sekali keberadaan Kakak tirinya itu.
"Percuma saja aku mendekati kamu untuk mengetahui semua rahasia tentang Amira jika akhirnya seperti begini, kalau yang aku jaga dan juga aku perhatikan siang dan malam itu hanya merupakan omong kosong belaka! "sambung Andika lagi.
Pria itu mulai mencari tahu tentang kehidupan Amira dan juga orang-orang yang berhubungan dengannya, dan ketika dirinya mengetahui kalau Amira memiliki adik tiri yang sangat membencinya maka dari itu Andika memilih untuk mendekati wanita itu agar tidak mengganggu kehidupan Amira lagi.
Namun ternyata Andika malah kecolongan sebab yang ada adik tirinya itu ternyata sudah merebut suami dari Amira, sehingga membuat pria yang berstatus sebagai suaminya itu selalu menyakitinya secara fisik dan juga mental tanpa hentinya.
Dika memilih untuk menginap di hotel terdekat,sebab selama setahun belakangan ini dirinya tidak pernah pulang kerumahnya .
Sebab kalau dirinya pulang pasti pertanyaan kedua orang tuanya hanya kapan bakal membawa pulang calon menantu,karena usia Andika yang sudah matang dan juga kedua orang tuanya yang sudah ingin menimang cucu.
Keluarganya merupakan orang yang terpandang dan bisa di bilang bukan keluarga yang biasa saja,tapi pria itu memilih untuk tidak pulang karena belum bisa membawa pulang calon mantu untuk kedua orang tuanya.
Franda kini memilih untuk tidak mencoba menghubungi siapapun, karena dirinya harus bisa mendapatkan mangsa yang baru untuk dapat menunjang kehidupannya nanti.
Bukankah mangsa yang lama merupakan orang-orang yang sudah tahu kelakuannya selama ini, jadi otomatis ya harus bisa mencari orang yang bisa dipengaruhinya dan juga bisa memberikan apapun yang ia inginkan.
__ADS_1
...****************...
Amira hari ini sudah dibolehkan untuk pulang karena kondisinya yang sudah sedikit stabil jadi tidak perlu dirawat lebih lama lagi, selama dirinya berada di rumah sakit hanya ada Daniel dan juga Sarah yang secara bergantian menjaga dirinya.
Surti ia biarkan tinggal saja di rumah Karena Wanita itu sudah tua jadi tidak bagus kalau berlama-lama di rumah sakit, dan juga ia tidak ingin merepotkan wanita tersebut dengan harus meluangkan waktu istirahat untuk menjaga dirinya.
"Bagaimana kalau kamu itu tinggal bersamaku saja dengan Bibi Surti, Ya maksudnya kan semakin banyak orang yang menjaga kamu semakin bagus? " Tawar Sarah.
Amirah tersenyum mendengar tawaran yang diberikan oleh Sarah kepadanya, sebab menurutnya wanita itu mempunyai ketulusan yang sangat amat Amira hargai.
"Terima kasih atas tawarannya! hanya saja aku itu tidak enak hati kalau terus merepotkan kamu, buktinya darah saja sudah aku minta apalagi yang lainnya?" ujar Amira sambil tertawa.
Sarah memberengut kesal ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Amira tadi, padahal dirinya tulus mengatakan semua itu tanpa ada niatan untuk mencari muka atau apapun itu.
"Kita itu sama-sama hidup di negeri orang dan juga tidak punya siapa-siapa, aku memang orang Eropa tetapi asal Aku bukan dari sini! Jadi sesama perantauan otomatis apapun masalah yang dihadapi oleh teman-teman kita, ya kalau kita bisa bantu kenapa tidak dibantu sebisa kita?" ujar Sarah yang begitu serius.
Amira tentu saja bahagia ketika ada orang yang begitu tulus dan juga tidak ada kebohongan di dalam sifat yang ditunjukkan padanya, padahal awalnya dirinya mengira bahwa ia tidak akan punya siapa-siapa lagi selain Surti di negara itu.
"Terima kasih banyak karena selama ini kamu sudah begitu perhatian dalam meringankan beban hidupku, aku janji jika suatu saat aku mempunyai kelebihan pasti bakalan mentraktir kamu makan ataupun minum sesuka yang kamu inginkan! "Amira mengatakan hal tersebut sambil tersenyum tetapi Sarah malah mendengus kesal ke arahnya.
"kamu itu kalau ngomong terlalu banyak terima kasihnya sampai-sampai orang yang dengar pun jadi emosi! Aku itu membantu kamu karena memang aku niat untuk membantu, Jadi kalau kamu ingin membalas budi atau apapun itu lebih baik tidak usah karena aku tidak mengharapkannya. "jelas Sarah serius.
Daniel pagi ini sebenarnya jadwalnya harus meeting dengan klien di kantor, hanya karena Amira bakalan pulang dari rumah sakit makanya pria itu meminta jadwal meetingnya diundur 3 jam lamanya.
Pagi-pagi sekali pria itu sudah bersiap diri menuju ke rumah sakit membuat Andara merasa terkejut dengan tingkah putranya itu, tetapi Michael merasa biasa saja karena menurutnya anak laki-laki ya hobinya pasti keluyuran entah mau malam Entah mau pagi buta itu urusan mereka.
"kamu ada jadwal ketemu dengan klien pagi ini, soalnya kamu sudah rapi benar biasanya kan selalu molor hobinya kamu ? "tanya Andara memastikan.
"Astaga Mama anaknya siapa pagi-pagi sekali kok malah direpotkan, iya aku ini mau ketemu klien tapi setelah menjemput Amira dan mengantarnya kembali ke apartemen karena hari ini dia pulang dari rumah sakit! "jelas Daniel.
Andara menghela nafasnya kasar dari awal memang pertama dirinya tidak menyetujui kalau Daniel dekat dengan Amira, Tetapi setelah bertemu dengan wanita itu rasa ibanya mendadak langsung muncul hanya saja takutnya Amira itu masih berstatus istri sah orang dan jika Daniel mendekatinya itu merupakan sesuatu yang tidak baik.
"Sebenarnya Mama itu tidak larang kamu mau ketemu sama siapa saja itu terserah kamu , hanya saja yang Mama inginkan itu kamu cari tahu dengan benar kira-kira sebenarnya status Amira itu apa saat ini? kkalau memang dia masih punya suami yang sah maka kamu tanya alasannya kenapa dia pergi, kalau memang pria itu menyakiti Amira secara fisik dan juga mental ya kita bakalan membantu Amira agar bisa terlepas dari jeratan suaminya itu!"jelas Andara karena Biar bagaimanapun membiarkan seorang pria dan juga wanita berdekatan tanpa ikatan pernikahan itu merupakan sesuatu yang sangat dilarang oleh agama.
__ADS_1
"aku paham dengan apa yang mama katakan, hanya saja asal Mama tahu kalau hubungan aku dengan Amira tidak sampai Sedekat Itu sampai harus mengorek segala macam urusan pribadinya! "sahut Daniel lalu segera pergi dari situ.