
Dina yang tadi sedang sibuk dengan tanamannya di luar langsung menghentikannya kegiatannya ketika melihat Franda yang muncul, mobil yang dipakai wanita itu dirinya sangat tahu karena merupakan hasil keringat dari Adam yang bukannya diberikan kepada istri sahnya malah diberikan kepada wanita pelakor itu.
Tetapi wanita itu memilih untuk melihat kira-kira Apa tujuan Franda datang ke tempat itu, kalau datang untuk mengganggu putranya otomatis dirinya tidak akan pernah diam saja karena Biar bagaimanapun dirinya sudah capek berurusan dengan manusia seperti mereka.
"itu orang ngapain ya datang ke sini? kalau memang dia mau menemui Adam ya sudah silakan temui saja, Lalu setelah itu pergi dari sini tetapi jangan berbuat drama ataupun Apa yang membuat tetangga jadi berpikir aneh-aneh! "batin Dina lalu memilih untuk pergi ke kamarnya Adam untuk memastikan kira-kira pria yang tidak tahu setia itu mau menemui Franda atau tidak.
Adam yang tidak tahu apapun Hanya bisa melihat Franda dari luar jendela, bukan karena merindukan wanita itu hanya saja dirinya mengutuki kebodohan yang telah ia lakukan sampai-sampai bisa terpesona dengan jeratan wanita itu.
"Adam buka pintunya mama mau bicara sekarang! "tegas Dina membuat Adam langsung membukakan pintu untuk mamanya itu karena dirinya juga penasaran kira-kira apa yang ingin dikatakan oleh Dina kepadanya.
"Ada apa Mah? kalau mau ngomong ya sudah tinggal ngomong saja aku juga bakalan mendengarkan dan tidak akan membantahnya, kalau mama mau marah-marah saja karena aku juga tetap akan mendengarkannya Sebab aku tahu kalau aku itu sangat salah di sini! "Adam terlihat lebih pasrah karena dirinya sangat tahu jika Franda tadi muncul pasti dilihat oleh Dina dan Mamanya itu berpikiran yang aneh-aneh.
"kamu pikir saya itu tidak punya kerjaan jadi sibuk dengan kamu kemudian mengurusi hidup kamu yang sudah besar, dari kecil saya sudah capek loh masa iya sudah besar saya harus melakukan semuanya sendirian lagi? "ujar Dina tajam membuat Adam hanya bisa terdiam saja karena memang pria itu dari awal sudah pasrah jika nantinya Dina bakalan memarahinya habis-habisan.
"Kamu kenapa tidak pergi menemui Kekasih Pujaan Hati kamu itu bukannya kalian itu saling cinta? Sepertinya dia datang itu karena merasa kangen dengan kamu Makanya sekarang alasannya berdiri di luar pagar, sambil menoleh ke arah rumah berharap agar Pangeran berkudanya bakalan keluar dan menghampirinya! "sinis Dina dan Adam hanya bisa menundukkan kepalanya karena masuk akal Mamanya itu marah besar kepadanya sebab dirinya juga yang salah di sini.
"Bukan seperti itu juga kan Mah? Aku dari semalam itu tidak menelpon siapapun bahkan ponselku saja aku tinggalkan di rumah sakit, jadi kalau dia datang mau berbuat apapun itu mungkin urusan antara dia dan juga Bapaknya kalau soal denganku itu tidak ada campur tangan sama sekali. "jelas Adam berharap agar Mamanya itu paham kalau dirinya benar-benar berniat untuk berubah.
"Ya sudah terserah dari kamu mau jujur atau berbohong itu merupakan hak kamu melakukannya, yang penting intinya kami sudah tidak mau pedulikan semua urusan kamu apapun itu kecuali menyangkut Amirah! "semalaman Dina tidak bisa tidur karena benar-benar memikirkan keadaan menantunya itu dan kalau memang wanita itu dalam keadaan hamil maka mereka sudah sangat berdosa sekali.
Franda setelah memastikan kalau Fadil sudah masuk ke dalam mobil langsung memilih untuk meninggalkan tempat itu segera, dirinya tidak ingin berlama-lama di situ karena nanti yang ada bakalan mengundang emosi dari Adam.
"Lain kali kalau mau pergi ke rumah itu lihat-lihat dulu kira-kira ada Adam atau tidak, karena aku waktu itu sudah diancam olehnya jika kembali menunjukkan wajahku maka dia bakalan Tidak segan untuk melakukan sesuatu yang tidak terduga! "ujar Franda yang terdapat wajah ketakutan di dalamnya padahal wanita selicik itu pasti punya 1001 Cara untuk membuat Adam bertekuk lutut.
Fadil Tentu saja tidak terima ketika melihat Franda yang mulai seperti menyerah untuk mendekati Adam, karena menurutnya jika anaknya itu berhenti mendekati Adam otomatis mereka memang bakalan menjadi salah satu gembel selanjutnya di dunia ini.
"Pokoknya bagaimanapun caranya kita harus berusaha agar itu ada mau bertanggung jawab dengan kamu, Bila perlu Kamu pura-pura hamil supaya dengan begitu dia bakalan melupakan Amira dan akan tetap peduli dengan kamu. "ujar Fadil tersenyum Devil karena sepertinya pria itu sudah mempunyai ide yang paling Cemerlang untuk membuat Adam tidak bisa lagi berpaling daripada Franda.
__ADS_1
Franda menghela nafasnya kasar karena menurutnya jika dirinya berbohong hamil orang yang jenius seperti Adam pasti bakalan tahu, apalagi mereka sudah berapa lama tidak melakukan hubungan itu dan juga Franda tidak dalam masa subur Jadi sepertinya untuk hamil sulit bakalan terjadi.
"Sepertinya kalau untuk rencana membohongi dia dengan kehamilanku lebih baik tidak usah saja, daripada Nanti dia bakalan melakukan sesuatu yang tidak terduga dan aku sudah capek harus disakiti terus menerus ! "Franda tetap saja menolak karena di dalam pikiran wanita itu jika Adam sudah berubah dan memilih untuk peduli dengan Amira maka ada Dika yang ia yakin pasti bakal bisa memberikan uang seperti yang dilakukan oleh Adam kepadanya.
Fadil Tentu saja tidak terima mendengar penolakan yang dilakukan oleh anaknya itu, karena menurutnya jika Franda tidak mengikuti apa yang ia mau ya Dari mana lagi dirinya Bakalan mendapatkan uang yang banyak.
"Jangan seperti itulah nak! Hidup sekarang itu perlu uang ada uang orang bakalan menghargai kita dan segala sesuatu urusan jadi mudah, Tetapi kalau tidak ada uang kita itu bakalan diinjak-injak dan tidak ada yang bakalan peduli dengan kita sedikitpun! "jelas Fadil.
"Aku benar-benar tidak ingin lagi berhubungan dengan keluarga Adiguna sampai kapanpun, sudah cukup kemarin aku melakukan kesalahan dan kali ini aku benar-benar kapok dan tidak ingin mengulanginya lagi! "tolak Franda tegas membuat Fadil mau tidak mau hanya bisa pasrah dan mengikuti saja alurnya kira-kira kapan Franda bakalan berubah pikiran.
"Kita dapat uang dari mana lagi? Kamu kan tahu sendiri sepertinya Aida memang benar-benar bakalan menggugat cerai Bapak, karena buktinya kemarin dulu dia memberikan uang kepada bapak saja hanya 2 juta dan berkata itu harus hemat selama sebulan! "jelas Fadil.
Franda tidak ingin membahas soal Aidah karena menurutnya gara-gara wanita itu membuat Adam mengetahui kebohongannya, padahal seharusnya Aida itu hanya mengurusi putrinya yaitu Amira dan tidak perlu harus ikut campur dengan urusan yang dilakukan oleh Franda.
"Ya sudah kalau dia memang menggugat cerai Bapak, tinggal cari istri lagi Bapak kan masih muda pasti banyak yang mau! "saran Franda malas tahu.
Franda yang mendengar Bapaknya itu memilih diam dirinya tahu kalau sebenarnya Fadil tidak ada niatan untuk bercerai dari Aida, Namun karena terlanjur sudah sakit hati dan juga dipermalukan dirinya tetap bakalan melarang kalau sampai Bapaknya Itu kembali kepada Aida.
"Pokoknya sampai kapanpun aku tidak akan pernah mengizinkan bapak kembali kepada Aida, karena aku yakin wanita sombong itu bakalan mempermalukan kita lagi seperti waktu itu! "tolak Franda tegas kalau menyangkut soal hubungan antara Aida dan juga Fadil yang sepertinya sudah tidak bisa dipertahankan lagi.
Fadil Dilema saat ini, di tengah harus memperjuangkan masalah tempat tinggal dan juga kebutuhan hidup. Dirinya yakin pasti ada permasalahan yang lain lagi akan muncul, dan itu menyangkut dengan hubungannya dan juga Aida nantinya!
"ya kita lihat saja bagaimana kedepannya kalau memang jalan kami harus berhenti di sini ya Bapak ikhlas, Tetapi kalau memang kami ditakdirkan untuk tetap bersama sampai kapanpun Bapak yang minta kamu untuk ikhlas! "sahut Fadil.
"Sepertinya kalau mau minta bapak kembali kepadanya itu tidak akan pernah terjadi Pak! soalnya itu suami anaknya saja sudah aku rebut, masa seorang ibu mau melihat anaknya harus berhadapan dengan kita setiap saat? "Franda seolah tidak merasa bersalah sama sekali ketika dirinya sudah menyakiti hati Amira.
Keduanya pun memilih untuk mencari kontrakan yang jaraknya tidak terlalu jauh dari kediamannya Adiguna, sebenarnya itu semua sudah ditolak oleh Franda tetapi Fadil masih tetap bersikeras kalau ia harus mendapatkan harga yang setimpal dengan apa yang dilakukan oleh Adam kepada Franda.
__ADS_1
Tidak masalah jika pria itu tidak ingin bertanggung jawab dengan Franda, karena yang mereka butuhkan saat ini itu uang. Kalau memang Franda sampai hamil atau pun sebagainya, zaman sekarang kan sudah canggih ya tinggal mengeluarkan uang semua masalah bakalan beres.
"Tidak apa-apa ya kita tinggal di kontrakan yang sempit yang penting Intinya bisa terbebas dari hujan dan juga panas, kalau memang Bapak ingin tinggalnya di ruangan ber-ac kemudian pergi ke mana-mana menggunakan mobil kalau mau makan selalu yang enak-enak Ya sudah jadi gigolo saja!"ujar Franda tidak ada beban sama sekali karena menurutnya dirinya harus impas dengan Bapaknya karena pria itu yang sudah memaksa ia harus menjadi seorang wanita murahan untuk merebut Adam.
Fadil tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Putri kesayangannya itu, sampai-sampai menyuruh dirinya melakukan pekerjaan yang sangat memalukan dan juga tidak sesuai dengan umurnya saat ini.
"kamu kurang ajar sekali ya dengan orang tua? Siapa yang mengajarkan kamu attitude separah itu, sampai-sampai bisa menyuruh Bapak melakukan pekerjaan yang tidak masuk akal seperti begitu? "Fadil benar-benar tidak menyangka jika anaknya itu menyuruhnya melakukan pekerjaan yang mengandung begitu banyak resiko dan juga salah satu yang paling penting yaitu penyakit menular nantinya.
"Aku ingin agar Bapak rasa apa yang selama ini aku rasakan, ketika selalu saja minta uang dan memaksa aku agar bisa tampil lebih sempurna. Supaya bisa menggaet Adam yang jelas-jelas dari awal tidak ada rasa sama sekali denganku, karena buktinya sekarang dia membuang layaknya sampah! "ujar Franda yang tidak peduli mau dibilang anak durhaka tidak masalah yang penting apa yang ia pikirkan sudah dikeluarkan.
"Ya itu karena kesalahan kamu yang sangat tidak masuk akal sama sekali, Coba saja dari awal kamu sudah mengambil semua hartanya begitu banyak pasti sekarang kita tidak seperti begini!"Fadil yang tidak pernah bekerja itu malah mengajarkan anaknya sesuatu hal yang sangat tidak masuk akal.
"Terserah Bapak mau ngomong apa yang penting intinya untuk sekarang aku yang bakalan menentukan Pilihanku, dengan siapa aku bakalan melanjutkan hidupku dan juga tidak akan pernah mendengarkan perintah dari orang lain! "ujar Franda yang memilih untuk berhenti berdebat dengan Bapaknya yang menurutnya dari dulu sampai sekarang tidak pernah mau mengalah Padahal selama ini hanya pengangguran kelas kakap dan hobinya hanya numpang hidup dan minta-minta doang.
Aida yang sudah kembali ke rumah memilih untuk memasukkan semua barang-barang Franda dan juga Fadil di dalam kardus, lalu dipanggilnya para tetangga dan juga orang-orang yang kurang mampu yang kebetulan lewat di situ untuk mengambil semua aja dan membawa pergi.
mereka bahkan sampai tidak percaya ketika pakaian-pakaian Franda yang bagus-bagus itu diberikan oleh Aida kepada mereka dengan begitu cuma-cuma, bahkan segala macam perhiasan wanita itu kemudian laptop yang masih sangat bagus diberikan oleh Aida tanpa memungut biaya apapun.
"Ibu yakin mau memberikan kami pakaian sebagus ini dan juga laptop serta kasur yang seempuk ini, kenapa tidak masuk ke dalam forum jual beli pasti banyak orang yang berminat untuk membelinya? "tanya para tetangga itu memastikan.
"Ibu mau atau tidak barang-barang Ini kalau tidak mau nanti saya bakalan Panggil tukang sampah untuk membuangnya saja, soalnya sudah sangat penuh rumah saya karena melihat barang-barang ini makanya saya ingin mengosongkan saja supaya lebih luas dan jauh dari virus! "jelas Aidah yang mana mungkin membicarakan masalah pribadinya kepada orang-orang yang selama ini sejarang berbicara dengannya.
Tentu saja Mereka menolak ketika Aida mengatakan bakal membuang di tempat pembuangan sampah, karena menurut mereka pakaian Itu bukan lagi layak pakai tetapi seperti masih baru dan pantas untuk dipakai.
Begitupun dengan miliknya Fadil meskipun itu semua Ia yang membelikan tetapi apapun yang sudah diberikan kepada Fadhil itu bakalan dirinya buang, karena ia sudah menganggap Fadil itu layaknya sampah jadi apapun yang disentuh oleh pria itu dan juga atas namanya itu bakalan dirinya buang.
Semua pemulung yang lewat di situ pun tidak luput dari barang-barang yang dikeluarkan oleh Aida untuk mereka, hari itu mereka tidak pergi memulung karena menurut mereka apa yang diberikan oleh Aida itu lebih dari cukup dan bisa dibilang untuk biaya hidup mereka berbulan-bulan.
__ADS_1
Aida begitu merasa bahagia ketika rumahnya terasa begitu luas dan juga segala sesuatu milik orang-orang benalu itu sudah tidak ada, dirinya tidak peduli kerugian yang ia dapatkan yang penting Intinya satu yaitu ia tidak lagi melihat sosok mereka dan juga semua yang menyangkut mereka.