
Beruntung di Pulau terpencil itu masih ada dokter yang ditugaskan oleh para orang kaya untuk bisa stay 24 jam di situ dan memeriksa para pengunjung yang terluka, maka dari itu Amir sangat bersyukur karena akhirnya Adam ditangani dengan begitu baik tanpa harus menunggu lebih lama lagi.
jadi selama Adam pingsan otomatis Amira punya kesempatan untuk menghubungi Sarah dan juga yang lainnya serta menghubungi ibunya sendiri, alasan dirinya memilih untuk menghubungi di saat seperti begini karena ia yakin kalau sahabatnya itu tidak akan mungkin bisa melacak dirinya Karena Adam sudah mematikan GPS yang menghubungkan dirinya dan juga orang lain.
"Ya aku kan hanya ingin ngomong kepada kalian kalau sebenarnya aku itu baik-baik saja keadaannya jadi tidak perlu mencemaskanku secara berlebihan, karena aku tidak bakalan merasa tenang kalau sampai aku di sini senang-senang sedangkan kalian di sana malah pusing dan juga mumet serta memikirkan hal yang tidak perlu dipikirkan! "jelas Amira karena dari tadi Sarah selalu saja memarahi dan juga menyalahkannya karena pergi tanpa pamit dan juga tidak memberitahukan sama sekali serta Percayalah mereka saat ini sedang berpikir kalau Amira itu merupakan korban penculikan yang dilakukan oleh Adam dan juga Rangga hanya saja tidak akan masuk akal kalau suami menculik istrinya sendiri sedangkan pernikahan mereka itu masih sah.
"kamu berpikirnya seperti itu tetapi orang lain ya Loh di sini panik mencari kamu, Kecuali kalau kamu pergi pamit terus ngomongnya baik-baik ya kita juga tidak mungkin dong selebay ini? hanya saja kalau kamu selalu berpikir bahwa kamu itu benar orang lain Salah kamu sudah sangat keterlaluan loh, aku tidak masalah mengurus Surti sendirian di sini dan juga tidak masalah jika tanggung jawab yang kau miliki itu dibebankan kepadaku tetapi yang kami takutkan itu hanyalah keselamatan kamu Amira! "omel Sarah yang dari tadi sepertinya stoknya belum habis karena buktinya wanita itu tidak berhenti ngerocos tanpa jeda bahkan bisa dibilang ini merupakan ajang mengeluarkan unek-unek yang sudah ia pendam beberapa hari ini.
"nanti tolong ngomong ya sama Daniel untuk jangan mencariku karena aku sekarang sedang bersama dengan mas Adam hanya tadi dia sempat kecelakaan, aku juga bingung kok bisa ya udah sempet Setelah dari itu Padahal selama ini kan dia orangnya teliti dan juga paling tidak suka jika ada sesuatu hal yang nantinya akan merugikan ya? "Amira sepertinya telah curhat tentang Adam kepada Sarah padahal sebenarnya wanita di seberang itu merasa emosi dengan pria yang sudah membawa pergi sahabatnya tanpa pamit bahkan bisa dibilang sepertinya sudah sangat keterlaluan.
" mau dia kecelakaan kek mau dia terjun bebas atau main parasut terus tidak kembali-kembali pun aku tidak peduli sama sekali, yang aku pikirkan itu Kamu bukannya orang lain apalagi suami yang kurang ajar dan juga tidak tahu tanggung jawab seperti dia! "omel Sarah kesal sebab Amira malah menceritakan sesuatu hal yang tidak ingin Ia dengar sama sekali.
"Wah kamu kok jadi marah-marah seperti itu padahal kamu kan tahu kalau Mas Adam itu juga merupakan umat Tuhan yang pantasnya untuk dihargai dan juga dihormati serta dikasihani, tapi kok kamu sekarang malah nyolot ternyata kamu kalau marah itu mengalahkan aku yang lebih hamil loh yang selama ini selalu kalem dan juga tenang serta tidak suka ngomong banyak!" ejek Amirah membuat Sarah yang sedang marah memilih tertawa sebab ternyata perkataan sahabatnya itu bisa membuat moodnya yang sedang jelek sedikit membaik ingat ya sedikit bukan sudah.
"ini semua gara-gara kamu menyebut nama pria aneh itu coba saja kalau tadi kamu membuat salah lain pasti aku juga tidak mungkin marah-marah seperti ini kan, Memangnya di dunia ini tidak ada pria lagi sebaik Daniel perasaan masih banyak deh dan aku rasa stoknya itu lebih kalah keren daripada pria Indonesiamu itu! "omel Sarah tanpa henti.
"Eh asal kamu tahu nggak pria Asia itu merupakan orang yang paling keren dan juga setianya minta ampun tidak suka daerah ituan karena mereka sukanya beginian, hanya saja kamu belum pernah mencobanya karena aku yakin saat kamu mencobanya percayalah kamu bakalan nagih dan tidak akan pernah berhenti! "goda Amira lagi membuat Sarah mendengus kesal bahkan kini pembahasan mereka pun sudah lari dari awal.
__ADS_1
Surti merasa bahagia ketika mendengar suara Amira yang terlihat begitu senang dan juga tidak ada nada tertekan di dalamnya seolah-olah menyerahkan Kalau wanita itu dalam keadaan baik-baik saja, Jadi kalau memang Amira merasa bahagia bersama dengan Adam saat ini toh dirinya bisa apa karena memang dari awal yang ia inginkan hanyalah kebahagiaan yang selalu dirasakan oleh Amira Tanpa Air Mata atau apapun itu.
"boleh Bibi ngomong sama mbak Amiranya? "tanya Surti pelan karena Biar bagaimanapun ponsel Sarah lah tempat Amira Berbicara saat ini.
"itu suaranya Bi Surti ya, bisa kasih ponsel ke dia supaya aku pengen ngomong sama dia soalnya Ada hal penting yang harus kami berdua bicarakan? "pinta Amira dengan suaranya yang begitu memelas karena ia sebenarnya merasa tidak enak hati kepada Surti karena pergi meninggalkannya begitu saja dan lebih parahnya lagi karena kepada orang yang jelas-jelas tidak ada hubungan keluarga sama sekali dengan wanita itu.
"Halo Mbak Amira, Bagaimana keadaannya di sana? Apa pak Adam menyakiti Mbak Amira, Kalau iya katakan saja biar Bibi bakalan minta tolong sama Tuan Daniel untuk mencari keberadaan Mbak Amira sampai ketemu! Soalnya daripada Bibi tidak tenang di sini karena memikirkan keadaannya Mbak Amira di sana yang entah bagaimana dan juga sama siapa, lebih baik mbak Amiranya dicari sama Tuan Daniel sampai ketemu Lalu setelah itu pulang lagi ke sini biar kita bisa kumpul sama-sama lagi! "jelas Surti pelan menyampaikan apa yang membuat dirinya mencemaskan Amira sampai berlebihan ya Meskipun sekarang Wanita itu pergi bersama dengan pria yang berstatus sebagai suaminya.
Amira tersenyum mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh Surti dari seberang itu, dirinya bersyukur karena selama ini ia selalu dikelilingi oleh orang-orang yang sangat perhatian kepadanya.
"keadaanku baik-baik saja kok Bi Jangan cemas, malah Mas Adam tidak pernah memperlakukanku buruk seperti dulu yang pernah Bibi lihat! Maaf ya aku pergi tanpa bilang-bilang karena memang dari awal aku tidak tahu sama sekali rencana mereka, Eh tau-taunya aku sudah ada di dalam jet pribadinya Ya sudah tidak mungkin kabur orang lagi posisinya di udara! dia juga sudah tidak membahas soal masalah rumah tangga kami lagi, hanya saja sekarang aku lagi bingung soalnya tadi Mas Adam kecelakaan terus kepalanya mengeluarkan darah yang begitu banyak entah bagaimana hasil pemeriksaan dokter aku belum tahu sama sekali! "jelas Amira yang begitu terdengar nada kekhawatiran di dalamnya membuat Surti bisa tersenyum sebab menurutnya Amira itu sudah besar mana yang buruk dan yang tidak dirinya juga sudah dapat menentukan pilihan.
"Terima kasih bibi, ingat ya Selama aku tidak ada jangan terlalu memikirkan sesuatu berlebihan karena Percayalah kalau aku di sini itu baik-baik saja! kalau ada sesuatu yang Bibi inginkan Bilang saja pada Sarah nanti dia yang bakalan memberikannya terus nanti saat aku pulang Baru aku ganti uangnya, Soalnya kalau sekarang kan tidak mungkin soalnya aku lagi tidak ada di tempat! "Surti Tentu saja tidak menolak apa yang dikatakan oleh Amira itu tetapi yang ia inginkan sekarang yaitu bisa melihat majikannya tersebut untuk memastikan keadaannya secara langsung.
"Ya sudah mbak Amir hati-hati di sana rawat Pak Adamnya baik-baik supaya dia segera pulih soalnya hanya dia yang bisa bibit percaya untuk menjaga Mbak Amira nya saat ini, ingat ya selalu kasih kabar Kalau memang ada sesuatu hal yang tidak diinginkan terjadi karena Bibi yakin pasti Mbak sarannya akan segera melakukan pertolongan pertama yang diperlukan oleh Mbak Amira di sana! "setelah mengatakan hal itu Amira pun mematikan panggilan tersebut karena sekarang adalah giliran dirinya menghubungi ibunya.
saat menghubungi Aida jantung Amira berdetak begitu cepat karena merasa cemas Takutnya nanti ibunya itu bakalan marah dan juga kecewa karena selama ini hanya baru sekali ia menghubungi Aida setelah itu tidak sama sekali bahkan dirinya seperti hilang ditelan bumi.
__ADS_1
Aida yang duduk termenung tidak melakukan kegiatan apapun karena memang Ia hanya tinggal sendiri jadi kalau misalnya semalam dirinya masak banyak ya Otomatis pasti masih sisa sampai saat ini maka tinggal dipanaskan saja tidak perlu harus merepotkan diri.
wanita itu benar-benar terkejut ketika mendapat panggilan dari anak selama beberapa hari ini selalu saja membuat dirinya gelisah, ingin sekali Aida berteriak bahagia karena akhirnya Amira menghubunginya dan juga sadar kalau dirinya masih punya orang tua yang harusnya selalu diberi kabar.
"Halo Amira, ini Beneran kamu kan Nak? Ibu sedang tidak bermimpi kan karena selama ini kamu selalu lupa dan juga tidak sadar kalau kamu itu sebenarnya masih punya ibu di dunia ini, dan juga kalau bisa cukup yang kamu marah dan kamu jauhin orang-orang yang memang dari awal tidak punya niat baik dengan kamu jangan sampai kamu memperlakukan ibu sama seperti mereka! "lirih Aida yang benar-benar ingin menangis karena tidak percaya akhirnya anaknya itu menghubunginya lebih dahulu.
Amira juga sebenarnya Tengah menahan tangisnya karena merasa bersalah dengan apa yang dilontarkan oleh ibunya barusan, dirinya sebagai seorang anak Ya jelas tidak boleh memperlakukan Aida seperti begitu apalagi ibunya itu merupakan seorang single parent yang jelas-jelas hanya memiliki Amira saja di dalam kehidupannya.
"Maafkan Amira Bu, bukan ingin melupakan ibu atau menjadi anak yang durhaka tetapi ini semua demi kebaikan Amira yang benar-benar merasakan begitu terluka! ya Meskipun Awalnya aku sadar kalau keputusanku ini sangat tidak benar hanya saja mau bagaimana lagi semua sudah terlanjur terjadi Mau membalikkan waktu ke semula lagi rasanya juga tidak mungkin! "jelas Amira berharap agar ibunya itu paham kenapa sampai ia mengambil keputusan yang begitu singkat tanpa berunding dulu dan juga tanpa mengatakan semua masalahnya itu kepada ibunya sendiri.
Aida terdengar menghela nafasnya secara perlahan karena memang apa yang dikatakan oleh anaknya itu sebenarnya tidak ada yang salah sama sekali, mungkin saja yang membuat dirinya kecewa karena Amira tidak pernah bercerita tentang keadaannya seolah-olah menganggap bahwa dirinya itu merupakan orang lain.
Namun semua sudah terjadi Mau mengembalikannya Kembali ke semula lagi rasa-rasanya sudah sangat tidak mungkin, apalagi mau memarahi Amira yang jelas-jelas sekarang saja Entah di mana Dirinya pun tidak tahu yang penting intinya anaknya itu bisa menjaga diri dengan begitu baik.
"kalau keadaan kamu baik-baik saja maka Ibu bersyukur sekali karena ternyata Tuhan masih melindungi kamu di mana saja, ingat setiap masalah yang kamu hadapi itu Tuhan sudah menyiapkan solusi dan juga keadaan yang paling indah pada waktunya yang nantinya datang tidak akan pernah kamu sadari! Saran ibu kalau memang rasa tidak sanggup lagi bertahan di situ lebih baik pulang saja, Soalnya biar bagaimanapun Surti itu punya keluarga dan tidak enak hati kalau kita harus selalu menyusahkan dia sedangkan keluarganya saja tidak pernah melakukan hal itu."jelas Aida membuat Amira paham tetapi mau bagaimana lagi semua sudah terlanjur terjadi mau kembali memperbaiki dari awal juga rasa-rasanya sudah tidak mungkin lagi.
"Nanti kalau Kondisinya Mas Adam Sudah agak mendingan barulah kami bakalan pergi menjemput Bi Surti untuk dibawa kembali ke tempatnya Ibu, soalnya sekarang Pak Tua itu lagi kecelakaan dan alhasil pingsan berjam-jam Belum sadar juga membuat aku saja bingung harus berbuat apa kepadanya! "omel Amira yang Entah harus ditujukan kepada siapa karena memang dirinya benar-benar kesal dengan sikap suaminya itu yang bisa-bisanya teledor sampai akibatnya membuat dirinya yang kecelakaan.
__ADS_1
Aida mengerutkan keningnya ketika mendengar bahwa menantunya itu kecelakaan dan alhasil tidak sadarkan diri, membuat wanita itu mewanti-wanti Takutnya nanti dengan keadaan Adam itu bakalan membuat Amira kesusahan.
"memangnya kalian Sama siapa di situ Kok bisa-bisanya tidak ada Surti? perasaan dia kan ikut sama kamu kan Jadi tidak mungkin dong kalau kamu sendirian saja saat ini, Astaga jangan bilang Adam melakukan sesuatu yang tidak tidak kepada kamu dan alhasil kalian hanya berdua saja? "terka Aida yang merasa yakin jika Adam pasti melakukan sesuatu yang tidak jelas kepada Amira dan membuat anaknya itu terdengar begitu panik nada bicaranya.