Cinta Dan Air Mata

Cinta Dan Air Mata
Aku baik


__ADS_3

Amira memilih untuk pergi ke luar kamarnya menikmati suasana di sekitar pantai itu, tidak perlu harus terpuruk pada suatu masalah karena Biar bagaimanapun Hidup itu harus dijalani bukan hanya berhenti satu tempat saja.


Meskipun dirinya tahu kalau itu semua hanya sia-sia saja karena terlihat Adam sepertinya tetap ada pendirian bahwa dirinya tidak bersalah, kalau memang Selingkuh itu tidak dipermasalahkan Kenapa orang rame-rame memukul cerai ketika kedapatan kalau pasangannya itu tidak bisa setia.


Amira berjalan ke arah Pantai tanpa alas kaki dirinya ingin menenangkan pikiran dengan cara memberikan kehangatan kepada telapak kakinya mungkin bisa menyalurkan rasa nyaman juga kepada pikirannya, menyesal tentu saja ia menyesal karena datang ke sini tetapi dengan semua terjadi rasanya terlalu berlebihan jika harus berteriak dan juga marah-marah kepada Adam.


Adam itu merupakan seorang yang dominan tidak pernah mau menghargai perasaan orang lain apalagi dirinya hanya yang berstatus sebagai istri, papa dan Mamanya saja tidak pernah IA pedulikan jika dirinya menganggap bahwa pikirannya itu selalu benar apalagi Amira yang jelas-jelas tidak punya hubungan darah dengannya bisa saja ia tinggalkan sewaktu-waktu ketika dirinya mau.


maka dari itu untuk memaksakan agar Adam mengakui semua kelakuan yang pernah ia lakukan dulu rasa-rasanya itu sangat mustahil, Biarlah waktu yang menjawab yang penting intinya Amira tetap membuat dirinya merasa nyaman dengan semuanya tidak perlu harus memaksakan kehendak agar orang lain sepemikiran.


tidak perlu harus melakukan sesuatu yang berlebihan agar mendapat pengakuan yang penting intinya berjalan sesuai dengan rencana itu lebih dari cukup, kalau ditanya kecewa ya so pasti ada rasa kecewa itu karena Amira merupakan manusia biasa yang punya rasa marah yang punya rasa sedih dan juga kecewa pokoknya intinya dia bisa berjalan satu kali untuk merasakan semua itu.


"Aku tidak membenci kamu Mas Adam, tetapi yang tidak bisa aku pikirkan sampai sekarang kenapa kamu selalu saja mengelak daripada kelakuan kamu itu? Oke kalau memang aku tidak pernah sesempurna seperti yang kamu inginkan, tetapi Tolong perhatikan pernikahan kita yang sah dan juga sakral yang tidak mungkin bisa kamu permainkan! "batin Amira yang mencoba untuk tetap tidak pernah menangis Apalagi itu ada sangkut pautnya dengan Adam.


Derth derth derth


Amira yang sedang termenung tiba-tiba mendapat panggilan dari nomor yang sangat tidak asing baginya dan ia tahu bahwa itu merupakan Daniel, dirinya hanya menghembuskan nafasnya secara perlahan lalu merespon panggilan dari pria tersebut yang entah ada keperluan apa sampai menghubunginya.


"Iya halo Pak, Ada apa ya ? "tanya Amira penasaran dan terdengar helaan nafas berat dari seberang.


"Kamu di mana sekarang? kirimkan alamat kamu sekarang karena aku bakalan pergi ke situ dan menjemput kamu untuk pulang, jangan aneh-aneh dan juga jangan coba untuk menipu karena aku bukanlah anak kecil yang bisa saja kamu permainkan! "tegas Daniel yang benar-benar tidak ingin dibantah.

__ADS_1


Amira tersenyum mendengar kata-kata penegasan dari Daniel yang seolah-olah dirinya itu telah melakukan kesalahan sampai-sampai pria tersebut begitu gemas kepadanya, padahal Amira sekarang sedang berlibur dan juga sedang bersama dengan Adam yang jelas-jelas pasti bisa menjaganya soalnya pria itu kan sudah ditugaskan oleh orang tuanya dan juga negara untuk bertanggung jawab terhadap Amira.


"Ya ampun Pak jangan terlalu berlebihan lah! Aku itu sedang bersama mas Adam yang jelas-jelas merupakan suamiku, jadi otomatis dia bisa menjagaku dong dan masa iya tanpa izin darinya aku bisa pulang seperti dulu lagi! "jelas Amira yang memang dari awal tidak ingin memberikan harapan untuk Daniel karena Ia memang tidak ada niatan untuk menjalin hubungan serius dengan siapapun masa Ia baru gagal langsung Mencari Pengganti itu sama saja dirinya gila seperti Adam.


Daniel Ya jelas saya tidak terima karena Lagi Dan Lagi Amira membela Adam yang jelas-jelas pernah menyakitinya secara langsung tanpa menunggu waktu lama lagi, maka dari itu ketika mendengar pembelaan yang dilakukan manusia mana saja pasti tidak akan pernah menerimanya dan mengakui semua itu baik-baik saja.


Kalau saja Daniel bisa menghilang seperti yang biasa dilakukan Om Doraemon Ya tentu saja sudah dilakukannya, tidak perlu harus memaksakan Amira agar memberikan alamat kepadanya karena dirinya juga sudah bisa melacaknya sendirian hanya saja Takutnya nanti sampai di sana Amira bakalan tersinggung dengan apa yang dilakukannya itu.


"ya Kamu benar sekali kalau Adam itu merupakan suami kamu dan aku tidak pernah bisa menyangkal akan kenyataan itu, hanya saja yang aku minta sama kamu ini aku lakukan demi kebaikan kamu dan juga bayi yang ada dalam kandungan kamu yang jelas-jelas butuh pengawasan ekstra yang tidak bisa kamu biarkan begitu saja hanya demi menghargai perasaan pria yang tidak pernah menghargai perasaan kamu sebelumnya! Sebagai istri ya benar kamu harus tunduk kepada perintah apapun dari suami kamu itu memang sebuah keharusan, Tetapi kalau Apa yang kamu lakukan itu malah menyakiti diri kamu sendiri yaitu sama saja kamu tetap membiarkan orang lain melakukan hal itu terus-menerus kepada kamu! " Daniel tidak tahu lagi harus mengucapkan kata-kata seperti apa agar Amira paham.


"Oke aku tahu kalau kamu ingin memperjuangkan Aku kemudian ingin agar aku tetap sehat, tetapi Tahukah kamu kalau aku sedang berjuang bagaimanapun caranya agar Mas Adam paham Kalau kami tidak mungkin bisa bersama lagi! kami menjalani pernikahan dengan baik-baik ya meskipun ada drama yang namanya perjodohan, tetapi itu tidak masalah karena sudah lewat dan aku mau kamu mengakhiri pernikahan ini juga secara baik-baik pula tidak ada yang namanya penyesalan di kemudian hari atau pun ada hati yang kecewa Aku tidak ingin semua itu terjadi! "jelas Amira berharap agar Daniel paham karena mengucapkan kata perpisahan itu bukan sesuatu hal yang gampang yang hanya diucapkan ketika tidak menginginkannya lagi Lalu setelah itu besok lusa ada penyesalan dan kembali lagi itu rasa-rasanya sudah tidak etis seperti menodai kesucian dari pernikahan itu.


"oke baiklah Terserah kalian mau berbicara apa tetapi intinya aku harap kamu baik-baik saja dan tidak terkena apapun, karena jika sampai Kamu kenapa-napa jangan menyesal kalau aku bakalan bertindak nekat kepada pria yang kamu sebut sebagai suami kamu itu! Asal kamu tahu saja kalau aku tidak pernah peduli dengan status kalian Jika dia membuat kamu tidak nyaman, dan satu lagi jika sampai hari ini terjadi Maafkan aku Amira karena aku bakalan bertindak dengan caraku! "tegas Daniel lalu segera mematikan panggilan tersebut Soalnya percuma saja berbicara panjang kali lebar dengan Amira jika di dalam otak wanita itu tetap membenarkan semua yang dilakukan oleh Adam kepadanya.


"Maafkan aku Daniel, bukannya bermaksud ingin melupakan semua kebaikan kamu selama ini tetapi ini semua di luar dari kuasaku! Kalau Kamu marah ya aku mau makluminya karena memang itu masuk akal Sebab aku begitu tega menyakiti kamu berulang kali Padahal kamu selama ini tidak meminta banyak, hanya meminta agar aku selalu baik-baik saja Kemudian tidak terluka dan juga tidak menangis akibat merasakan kekecewaan yang begitu sangat! "jelas Amira dalam hati karena memang seperti begitulah kenyataannya tidak mungkin juga dirinya harus memaksakan sesuatu yang berlebihan pada akhirnya nanti bakalan membuat Daniel kecewa untuk kesekian kalinya.


Daniel merupakan tipe pria yang pengertian selalu saja ingin berusaha membahagiakan pasangannya, meskipun yang ia pilih itu merupakan sebuah kesalahan Karena Wanita itu masih berstatus sebagai istri orang tapi Bukankah perasaan itu hadir dengan sendirinya tanpa bisa dipaksakan ataupun diminta?


"kamu di sini Padahal aku cari loh di dalam sana? Tadi ngobrol sama siapa Sepertinya kamu sampai kelihatan frustasi begitu, apa kamu berbicara dengan ibu kalau begitu tolong sampaikan kepadanya bahwa aku benar-benar minta maaf! "ujar Adam lirih bahkan sekarang pria itu duduk di samping Amira tanpa Mau memandang ke arah wanita tersebut karena dirinya benar-benar merasa malu kalau memang yang Amira katakan itu sesuai dengan kenyataan.


"Mas Adam baik-baik saja kan? "tanya Amira karena memang masuk akal sebab Ia melihat wajah Adam begitu pucat seolah-olah tengah merasakan sakit tetapi ditahannya tidak mengeluh ataupun memberitahukan kepada semua orang tentang keadaannya yang sebenarnya.

__ADS_1


"Aku baik-baik saja kok, tadi sedang berusaha mengingat sesuatu yang pernah aku lakukan dulu yang seperti kamu katakan! Hanya saja aku masih bisa menemukan kepingan-kepingan kecil ketika aku melontarkan kata-kata yang menyakitkan untuk kamu, maka dari itu aku datang ke sini mengajak kamu pulang karena tidak ingin membiarkan kamu terluka lebih lama lagi!" ujar Adam sampai tersenyum getir membuat Amira menitikan air mata karena tidak percaya jika suaminya itu sampai serapuh itu.


"Mas Adam maafkan aku, tetapi Tolong jangan seperti ini! "ujar Amir sambil memegang kedua pipi Adam dan menatap sendu ke arahnya Karena Wanita itu benar-benar terluka ketika melihat Adam terluka seperti itu.


Adam memaksakan senyumannya sambil menatap ke arah Amira dan juga gantian mengusap pelan pipinya, dirinya juga sangat tidak ikhlas jika wanita yang ada di hadapannya ini tersakiti ataupun mengalami sesuatu hal yang membuat dirinya akan menyesali suatu saat nanti.


"kamu tidak salah Jadi tidak perlu meminta maaf kepadaku karena di sini akulah yang bersalah, jika yang harusnya meminta maaf ya itu aku jadi kamu jangan mengucapkan kata-kata itu karena aku yang akan sangat terluka karena merasa seperti orang yang tidak punya salah dan dosa sama sekali kepada kamu! "ujar Adam penuh permohonan tetapi Percayalah Amira sudah terlanjur begitu tidak tega terhadap Adam sehingga dirinya memeluknya pria itu dengan begitu erat membuat ada mengeluarkan tangis yang begitu sedih karena tidak percaya jika menyia-nyiakan wanita seperti yang seperti Amira itu.


"Aku tidak ingin kehilangan kamu Aku tidak ingin kehilangan dia dan aku tidak ingin kehilangan kalian, tetapi aku bisa apa ketika semua sudah kulakukan dan juga dosa yang sudah kuperbuat begitu besar aku yakin kamu tidak mungkin memaafkanku!"jelas Adam lagi sambil menggelengkan kepalanya karena dirinya memang tidak ingin mendengar Amira menangis seperti itu.


siapa saja Berada di posisi Adam pasti bakalan merasa bersalah sekali karena sudah menyakiti istrinya sendiri dalam keadaan hamil seperti itu, jika dipilih lebih baik ia menghilang di tengah lautan tidak usah kembali lagi dan juga tidak usah menunjukkan wajahnya kepada wanita tersebut agar Amira tetap tersenyum dan tidak pernah menyadari kalau ada pria sekurang ajar dirinya.


"kamu tidak salah Mas Keadaan yang membuat kita harus seperti ini, aku ikhlas tidak bersama dengan kamu yang penting Intinya kamu selalu baik-baik saja! mungkin saja jodoh kita memang berakhir sampai di sini saja tidak ada yang namanya kelanjutan lagi, Jadi kalau mau dipaksa bagaimanapun sebetulnya tidak akan pernah mungkin terjadi karena ego kita yang terlalu tinggi! "jelas Amira karena memang seperti itulah kenyataannya.


Amira mempertahankan egonya Karena ia merasa bahwa dirinya tidak pernah melakukan yang namanya pengkhianatan dalam pernikahan mereka dan sudah berusaha menjadi istri yang baik, sedangkan Adam tetap mempertahankan egonya merasa bahwa pernikahan tanpa cinta dengan Amira itu harusnya ia bisa memilih wanita yang lain di luar sana sesuai dengan kemauan yang kriterianya dan juga yang membuat jantungnya itu berdebar kencang.


Jangan pernah salahkan kedua orang tua mereka juga yang sudah menjodohkan mereka tanpa membicarakan hal ini terlebih dahulu, karena sejatinya misteri Tuhan itu tidak ada yang bisa menebak ataupun tidak ada yang bisa mencari tahu dari awal maka semuanya itu terjadi begitu saja mengalir tanpa bisa untuk dicegah.


"Ayo kita kembali ke dalam tidak usah kamu berlama-lama di sini dan bila perlu kita ke masih saja barang-barang, supaya aku bisa menelpon Orlando agar membawa jet datang ke sini dan membawa kita pulang ke Indonesia sekarang juga! "jelas Adam membuat Amira menarik tangan suaminya itu sambil menggelengkan kepala.


"aku baik-baik saja kamu tidak perlu khawatir jangan terlalu menyikapinya secara berlebihan karena nanti membuat aku yang merasa bersalah, jalani saja dulu nanti endingnya Seperti apa kita lihat ke depannya tidak perlu harus patah semangat ataupun menjadi orang yang paling terpuruk! "tegas Amira karena memang dirinya ingin agar hubungannya dengan ada mengalir begitu saja kalau memang hasil akhir tidak bisa menyatu Ya sudah jangan dipaksakan.

__ADS_1


Akan tetapi jika akhirnya mereka berdua tidak ingin kehilangan ya tidak bisa juga dong memaksakan bahwa mereka harus berpisah, karena sejatinya hati itu tidak bisa dipaksakan dia hanya terbuang dari seonggokan daging yang tidak punya kuasa untuk menolak Apapun Yang Terjadi.


__ADS_2