Cinta Dan Air Mata

Cinta Dan Air Mata
Bahagia


__ADS_3

Dina kini merasa begitu bahagia karena Akhirnya bisa kembali berkumpul dengan anak-anaknya serta cucu yang sangat ia sayangi, Percayalah kebahagiaan dalam hidup itu terasa lengkap ketika orang-orang terkasih selalu support dan juga tidak pernah meninggalkan kita di saat terpuruk ataupun dalam keadaan yang tidak baik-baik saja.


hidup itu sebenarnya hanya sekali saja jadi terkadang orang ingin menjalankan hidup itu dengan tanpa memikul beban pikiran yang begitu banyak, sejatinya manusia itu hanya terdiri dari tulang daging dan juga darah yang terkadang ada rasa capeknya kemudian ada rasa malasnya pokoknya segala macam beban pikiran bercampur Baur menjadi satu.


Dina adalah cerminan seorang sahabat yang begitu Setia mendampingi sahabatnya ketika sedang dalam keadaan terpuruk sampai-sampai melupakan keadaannya sendiri yang sebenarnya lebih harus diperhatikan, namun dirinya yakin kalau sebenarnya kebaikan dan juga keikhlasan suatu saat pasti akan mendapatkan ganjaran yang setimpal.


" nanti kalau baby Arkana sudah besar jangan lupa ya bikin lagi cucu untuk ibu, soalnya Dina itu menguasai Arkana sendirian dan alhasil Ibu Ya seperti begini saja hanya ditemani Surti! "ujar Aida merajuk ketika setiap saat Dina selalu saja mau monopoli Arkana Setelah sembuh dan wanita itu sudah mulai bisa bergerak dengan bebas.


Amir menatap tak percaya ke arah ibunya sebab menurutnya ngomong sih gampang tetapi pelaksanaannya hanya satu orang saja kalau yang mengeluarkannya bukan dikeluarkan secara berjamaah yang mungkin Sakitnya bakalan terbagi-bagi, dalam pikirannya saja belum ada niatan untuk menambah momongan apalagi usia Arkana yang bisa dibilang Baru beberapa bulan itu yang otomatis perlu perhatian ekstra dari kedua orang tuanya.


banyak orang loh yang selalu berpikiran seperti begini melahirkan terus biar kalau capek capeknya satu kali tidak dobel-dobel, Nah sekarang pertanyaannya Memangnya situ pikir itu anak tidak perlu diurus terus itu anak tidak perlu mendapatkan kasih sayang dan juga perhatian Memangnya dibiarkan begitu saja dia bakalan besar sendiri?


ingin sekali Amira membantah perkataan ibunya itu tetapi daripada nanti pembahasan tidak akan pernah habis ya sudah di Iyakan saja toh nanti dirinya juga yang melaksanakannya, entah nanti terealisasikannya sampai kapan yang penting intinya hidup begini saja sudah merasa bahagia.


"Pokoknya Ibu tenang saja nanti rumah ini bakalan rame dengan anak-anaknya Amira yang penting umur kalian selalu panjang dan juga selalu diberikan kesehatan, untuk urusan yang lainnya nanti kita pikirkan berikutnya yang penting sekarang kita harus pikirkan itu adalah menjaga keutuhan keluarga kita kemudian saling mengerti satu sama lain Dan intinya tidak pernah terpisahkan," Amira tidak pernah menginginkan hal yang muluk-muluk di dalam kehidupannya yang penting intinya semua selalu senang bahagia Ya itu sudah lebih dari cukup.


Adam benar-benar merasa bahagia ketika mendapatkan seorang istri yang begitu pengertian yang sudah memberikannya seorang penerus yang begitu sempurna, sampai-sampai pria itu menyesali keputusannya dulu menyakiti berlian seindah Amira itu dan juga sampai-sampai membuat dirinya menjadi orang yang tidak tahu bersyukur sama sekali padahal di luaran sana para pria berbondong-bondong untuk mendapatkan cintanya Amira.


Sebenarnya Tuhan sudah menyiapkan kebahagiaan tersendiri bagi umatnya jika percaya dan juga sabar tidak Banyak mengeluh dan juga tidak banyak meminta, sekarang balik lagi kepada orang tersebut benar-benar ikhlas menjalani semuanya atau lebih memilih untuk Banyak mengeluh dan alhasil beban pikirannya semakin banyak.


" Mas Hari ini tidak ke kantor, kasihan loh Dimas yang lagi pdkt sama Samantha rachelle-nya dia? Itu anak kapan nikah-nikahnya kalau setiap hari kamu bebankan dia dengan segala macam pekerjaan yang tidak ada habisnya, terus Rangga lagi pacarnya yang di Itali sana tiap hari ini telepon loh suruh dia pulang untuk ketemuan masa iya kamu Biarkan terus? "omel Amira.


Adam tahu memang dirinya keterlaluan tetapi Bolehkah hari ini di harinya egois sebentar saja untuk tetap bersama dengan istrinya, masa iya setelah habis melahirkan terus mereka kembali ke rumahnya tiap hari harus pergi meninggalkan Amira dan juga baby Arkana sendirian.

__ADS_1


Dirinya bahkan merasa iri dengan tukang kebun di depan karena setiap hari ada di rumah dan bisa bertemu dengan istrinya, sedangkan dirinya yang notabene merupakan suaminya Amira malah meninggalkan begitu saja dan membiarkan pria lain yang memberikan perhatian.


" Sayang kalau misalnya besok baru suamimu ini pergi kerja boleh tidak, Soalnya hari ini aku benar-benar ingin bersama dengan kalian dan tidak ingin pisah sama sekali? "yang sepertinya Adam itu Tengah modus deh soalnya Masa iya tiap hari disuruh kerja dengan begitu semangat hari ini kok mulai kelihatan lebaynya.


Amira menatap heran ke arah suaminya itu sebab menurutnya terlalu lebay jadi orang, masa iya hanya tinggal pergi kerja tidak perlu harus pakai jalan kaki lagi dan di sana tinggal Hanya duduk terus periksa berkas ya sudah.


"kamu melakukan sesuatu yang masuk akal sedikit deh Mas, Memangnya kamu mau ngapain di rumah coba? mau bantuin tukang kebun di depan atau mau bantuin Bik Surti masak di belakang, jangan ngadi-ngadi deh pergi kerja saja nanti kalau pengen jatah malam dulu baru aku kasih Soalnya kalau sudah siang Jangan harap! "ujar Amira lalu memilih pergi dari situ.


Adam terlihat begitu antusias ketika mendengar perjanjian yang dilontarkan oleh istrinya itu, ya Ini akibat mungkin terlalu lama puasa jadi sekali minta jatah pasti bakalan berkali-kali.


Aida dan Dina sebenarnya sudah pulang dari tadi karena mereka hari ini rencananya ingin menikmati waktu berdua dia sekedar melepas rindu waktu SMA dulu, kedua sahabat itu memang selalu tidak pernah terpisahkan sampai kapanpun bahkan mungkin bisa dibilang hanya maut yang bisa memisahkan mereka.


" Oh iya sudah sebulan lebih kira-kira itu kabar Franda gimana ya, soalnya aku tanya kepada Mas Sakti tetapi katanya tidak tahu? "tanya Dina kepada Aida ya jangan sampai sahabatnya itu mengetahui keberadaan anak tirinya.


Aida menggelengkan kepalanya karena memang dirinya juga tidak tahu-menau soal keadaan dan juga keberadaan Franda saat ini, sebab yang terakhir dirinya dengar orang-orang menggunjingkan tentang Franda yang nekat bunuh diri akibat penyakit yang dideritanya.


"oh Iya kemarin aku dengar dari Jeng Hana katanya itu Franda ditemukan tetapi sudah dalam keadaan tidak utuh, entah karena binatang buas atau apalah itu tetapi yang pastinya Katanya dia sudah dimakamkan tanpa ada kehadiran bapaknya! "jelas Dina membuat Aida hanya bisa menghembuskan nafasnya secara kasar sebab sebenarnya ia sangat menyayangi Franda karena anak itu besar tanpa mendapatkan kasih sayang seorang ibu dan dirinyalah yang memberikan kasih sayang itu.


" Biarlah menjadi urusan mereka mau apa karena kita sudah tidak punya urusan sama sekali dengan mereka, nanti kalau misalnya terlalu kepo dibilang tidak bisa move on pokoknya Posisiku serba salah jadi ya mengalir begini saja yang penting intinya keluarga kita selalu bahagia! " tolak Aida yang benar-benar sudah tidak ingin lagi membahas apapun sebab menurutnya kalau terlalu sibuk dengan urusan orang lain pun rasa-rasanya hanya membuang tenaga.


" Oh iya Tadi katanya aku dengar nanti akan ada yang namanya pertemuan dengan teman-teman alumni di SMA kita dulu, Ya siapa tahu Mungkin kita bisa ketemu sama mereka dan kamu bisa kembali sama Arman soalnya dulu kan kalian itu sejoli tidak bisa terpisahkan? "ujar Dina antusias membuat Aida ingin sekali menjitak kepala sahabatnya itu hanya saja karena baru habis operasi jadinya yang mengurungkan niatnya.


"kamu kalau ngomong jangan sembarangan ya, sudah Setua ini rambut aku saja sudah uban semua kok malah memikirkan hal itu! awas aja ya kalau kamu ngomong sama Amira terus aku kena marah sama dia karena sudah mencoba untuk melakukan hal aneh-aneh, pokoknya teman seperti kamu itu tidak pernah membawaku kepada hal yang baik loh selalu saja kepada hal-hal yang bikin emosi!" omel Aida membuat Dina tertawa cengengesan Padahal tadi ya hanya bercanda saja loh tidak ada serius di dalamnya hanya saja sahabatnya itu yang sepertinya selalu sensitif ketika dirinya membahas sesuatu apapun itu.

__ADS_1


hidup itu hanya sekali saja sebenarnya tidak perlu harus terpuruk pada masa lalu harus ada perubahan namanya, Karena sejatinya manusia itu dibiarkan untuk berpikir sendiri mengambil langkah dalam kehidupannya sendiri Terserah mau baik atau tidak terlepas dari manusia itu sendiri yang memilahnya.


" ya kenapa jadi kamu marah-marah padahal aku hanya menawarkan saja kalau memang tidak berminat Ya sudah biasa saja, masa iya dikasih jalan yang bagus tidak ada niatan untuk melakukannya ya terserah kamu sajalah aku males ngomong sama kamu! "Dina juga tidak mau kalah dan kini memilih menyalahkan Aida membuat keduanya mau tidak mau Saling pandang dan tertawa.


Amira di rumah tidak melakukan apapun dirinya hanya membantu-bantu pekerjaan yang bisa dikerjakan Lalu setelah itu 100% waktunya Ia luangkan mengurus baby Arkana, tetapi dirinya juga tidak tetapi dirinya juga tidak lupa selalu saling memberi kabar kepada Sarah yang ternyata Katanya sudah 2 bulan terakhir ini sedang dekat dengan Daniel bahkan pria itu Intens selalu mengunjungi apartemennya.


seperti saat ini ketika Amira Tengah bersantai membaca novel online kesukaannya seperti biasanya, tiba-tiba ada panggilan masuk yang berasal dari Sarah membuat wanita itu tersenyum sebab Ia yakin pasti ada sesuatu yang ingin diceritakan oleh wanita yang berada di Italy itu.


" Iya Sarah, ada apa lagi sih Kali ini sampai-sampai Kamu tidak paham dengan aku yang lagi pengen banget Santai? " tanya Amira pura-pura merajuk sedangkan Sarah malah berteriak histeris di seberang.


"Astaga Amira kamu tahu tidak kalau semalam itu Daniel melamarku dan katanya minggu depan dia bakalan datang bersama dengan orang tuanya, dan akan mengurus pernikahan kami secepatnya pokoknya intinya sahabatmu ini tidak akan menjomblo lagi dan tidurnya ada teman setiap malam! "ujar Sarah antusias sampai-sampai membuat Amira menjauhkan ponsel dari telinganya sebab menurutnya Sarah itu terlalu lebay masa iya dia yang kawin harus memberikan euforianya untuk Amira juga.


" Ya syukurlah kalau begitu akhirnya kamu sold out juga dengan begitu masalah kamu tidak akan pernah berbagi denganku lagi, nanti Salam ya untuk Daniel katakan padanya aku turut berbahagia untuk kalian kalau selama ini punya salah minta maaf tetapi Percayalah aku selalu mendukung apapun keputusan kalian di sana! "ujar Amira dan tentu saja cara mengiyakan secara antusias karena Biar bagaimanapun Ia juga sangat menyayangi Amira lebih-lebih baby Arkana.


"Oh iya Bagaimana dengan calon menantuku dia lagi tidur atau sedang bersamamu saat ini, aku sangat merindukannya Kapan ya bisa menjodohkan anakku dengan anakmu? "ujar Sarah.


"eh tidak ada yang seperti begitu ya pokoknya aku bakalan mendukung apapun pilihannya tidak perlu harus menjodoh-jodohkan dia segala, lebih baik Tuh kamu jodohkan anak kamu dengan anaknya Diana Bukankah dia sudah nikah lebih dulu jadi otomatis kalian sepertinya cocok jadi besan, "sahut Amira membuat Sarah mengerucutkan bibirnya seolah-olah saat ini Amira Tengah melihat kelakuannya itu.


"kamu itu memang seperti begitu karena pokoknya apa yang aku inginkan pasti kamu tidak pernah mendukungnya, tega sekali sih jadi orang sepertinya tidak punya rasa setia kawan begitulah! "omel Sarah kesal.


Daniel kali ini Tengah diwawancarai oleh kedua orang tuanya ya bukan wawancara sih tapi intinya sedang diinterogasi, mereka tidak ingin pria itu salah mengambil langkah di dalam hidup karena selama ini mereka tidak pernah tahu jika Daniel Tengah mendekati Sarah.


"kamu yakin dengan keputusanmu itu untuk menikah dengan Sarah dan membangun rumah tangga dengan dia, bukan karena kamu ingin mencari pelampiasan agar Amira tahu kalau Sebenarnya kamu juga bisa move on darinya?" tanya Andara penasaran sebab Biar bagaimanapun dirinya sangat tahu kalau anaknya itu memang dari awal tidak ada niatan untuk menikah dengan wanita lain kalau bukan Amira.

__ADS_1


"Mama, sebenarnya maunya apa sih? ketika aku sudah mencari penggantinya Amira dan menemukannya Kenapa kalian Malah seolah-olah seperti meragukan hal itu, aku tidak mungkin bermain-main dengan anaknya orang dan aku juga tidak mungkin mempermainkan ikatan suci pernikahan! "ujar Daniel yang benar-benar serius dengan Sarah Sekarang usianya ini tidak memungkinkan ia untuk main-main.


Andara menganggukan kepalanya Karena setelah mendengar jawaban yang dilontarkan oleh anaknya membuat dirinya yakin kalau memang Daniel itu benar-benar serius dengan Sarah, Syukurlah kalau seperti begini pertanda bahwa anaknya itu sudah mulai memikirkan masa depannya tidak melalui pemikirannya hanya tertuju kepada Amira yang jelas-jelas sudah berbahagia dengan keluarganya saat ini dan tidak akan mungkin berpisah lagi seperti yang pernah terjadi beberapa saat yang lalu.


__ADS_2