
Dina sudah tidak sadarkan diri ketika dibawa masuk ke ruangan unit gawat darurat, Padahal tadi wanita itu baik-baik saja dan tidak ada hal Serius yang harus ditakutkan.
Entah kenapa perubahan fisiknya hanya selang waktu beberapa jam saja yang dari awalnya terlihat baik sekarang berubah menjadi tidak baik-baik saja dan lebih parahnya lagi sudah tidak sadarkan diri lagi, belum lagi wajahnya yang tampak pucat seolah-olah tidak ada aliran darah sama sekali membuat semua orang yang tadi begitu cerewet tiba-tiba berubah menjadi panik yang begitu drastis.
Amira pun merasakan hal yang sama dirasakan oleh orang lain yang ada di situ yaitu kebingungan harus bagaimana, ketika mertuanya itu dibawa masuk ke dalam ruangan pemeriksaan oleh dokter dan suster sedangkan mereka hanya diperbolehkan berdiri di luar dan menunggu.
Adam hanya terduduk di kursi yang disediakan di situ sambil menundukkan kepalanya berusaha menahan tangisnya rasa bersalahnya begitu besar dan juga tidak percaya jika Tadi mamanya yang masih sempat memarahinya sekarang malah tidak sadarkan diri dan entah bagaimana keadaannya saat ini.
sebagai seorang anak yang merasa telah gagal membuat kedua orang tuanya bangga dengan kelakuannya dan juga segala macam kebodohan yang pernah ia lakukan sehingga membuat Dina memilih untuk menghukum dirinya, kalau diperbolehkan untuk memilih maka lebih baik yang memilih untuk tidak terlahir di dalam keluarga mereka mungkin dengan begitu Dina dan juga sapi akan baik-baik saja serta tidak akan mengalami yang namanya patah semangat seperti saat ini.
"Aku jahat, aku tidak pantas disebut sebagai anak kalian karena aku hanya mencoreng nama baik kalian saja! Aku juga tidak pantas disebut sebagai seorang suami karena hanya akan membuat istriku merasa begitu terluka ketika melihat wajahku, tetapi salahkah jika aku egois dengan menginginkan tetap berada di tengah-tengah kalian dan juga tidak ingin berpisah dengan siapapun di antara keluarga kita? "gumam Adam monolog.
"kamu tidak salah Dan juga semuanya tidak salah sama sekali karena yang salah adalah takdir yang seolah mempermainkan kita, soalnya kalau selalu menyalahkan Kamu memangnya semua yang pernah terjadi bakalan terhapus dari ingatan? lebih baik banyak berdoa dan pastikan kalau keadaan Mama bakalan baik-baik saja serta dia akan tetap kuat menghadapi semua cobaan yang terjadi ini, jadi anak laki-laki tidak boleh cengeng karena pun Percayalah hanya dia harapan hidup orang satu-satunya maka dari itu jangan membuat hal konyol lagi yang membuat dia kembali merasa putus asa! "ujar Sakti sambil mengucapkan bahu anaknya itu berharap agar bisa memberikan ketenangan dan juga pikiran yang lebih luas lagi.
Amira dari tadi Hanya duduk dengan berselang kursi yang sedikit menjauh dari suaminya, dirinya terkadang merasa bersalah mungkin karena waktu itu memilih hingga membuat Dina memilih untuk menghukum diri seperti yang terjadi saat ini.
coba saja dulu kalau ia tidak memilih pergi dan juga lebih menyelesaikannya secara kekeluargaan Ya tentu saja tidak akan terjadi hal-hal seperti ini, tapi mau bagaimana lagi terkadang hati ingin menolak melaluinya tetap berkehendak bahwa ia harus bisa menenangkan diri dan menjauh dari segala macam gangguan yang menyebabkan patah semangat dan juga enggan hidup di dunia ini.
"Apa Nyonya baik-baik saja? Ini saya ada bawa minuman Silahkan minum untuk lebih menyegarkan pikiran, soalnya dalam kondisi seperti begini anda sebenarnya tidak boleh terlalu stress jika akhirnya nanti buat kondisi bakalan drop! "bujuk Rangga bukan karena ingin kurang ajar terhadap majikannya hanya saja biar bagaimanapun dan juga dalam kondisi apapun kewarasan harus tetap dijaga.
Amira meraih satu botol air mineral yang diserahkan oleh Rangga untuknya entah kapan pria itu mendapatkan benda tersebut tetapi intinya Amira merasa sedikit terbantu, sebab tenggorokannya benar-benar serak saat ini karena tadi terlalu panik hingga berteriak memanggil suster dan juga Dokter begitu kencang.
"Terima kasih banyak, karena hal ini memang benar-benar membantuku! Tapi ingat ya jangan coba-coba kamu sungguh aku dengan minuman ini, karena masalah kita berdua belum kelar sebab setelah ini aku bakalan membuat perhitungan dengan kamu sampai kamu capek sendiri! "ujar Amira sambil menatap jenis ke arah Rangga yang hanya bisa menghela nafasnya kasar karena ia juga sudah melupakan masalah itu kalau misalnya panggilan masih mengingatnya ya jangan salahkan dirinya juga kan.
__ADS_1
"Rangga Saya masih punya mata yang bisa melihat dengan jelas Apa yang kamu lakukan terhadap istri saya, satu kali lagi kamu menatap ke arahnya jangan menyesal besok kamu tidak akan pernah bisa melihat matahari untuk kesekian kalinya lagi! "nada bicara Adam itu terdengar biasa saja tetapi Percayalah ada tersirat ancaman di dalamnya dan ia tidak pernah bermain dengan apa yang dikatakannya itu.
"saya tahu tuan dan tidak akan pernah bisa melanggarnya hanya saja tadi itu....
"Saya tidak butuh penjelasan dari kamu Karena apa yang saya lihat itulah yang menjadi tolak ukurnya, bagaimanapun cara kamu membela diri saya tidak akan pernah mempercayainya jadi lebih baik kamu mewaspadai dari awal daripada terjadi hal-hal yang tidak diinginkan! "jelas Adam lagi sehingga membuat Rangga memilih untuk bungkam daripada harus membantah majikan yaitu yang akhirnya dirinya juga yang kewalahan.
"saya itu lagi ngomong sama dia Jadi bisa kan kalau kamu tidak ingin jika hanya ingin membuat masalah tambah runyam, kalau kamu sadar diri pasti kamu bakalan paham dengan apa yang saya katakan dan satu lagi jangan cari masalah di saat Mama dalam keadaan tidak baik-baik saja! "tegas Amira yang sangat tidak suka ketika suaminya itu terlalu banyak ikut campur masalahnya.
Sakti memilih hanya mendengarkan perdebatan antara anak-anaknya itu tidak ada niatan untuk membantah apalagi menimpali, karena menurutnya mereka itu bukan anak kecil jadi segala sesuatunya harus diatur dan juga segala sesuatunya harus dibilang dulu.
sapi kini tengah memikirkan kondisi istrinya yang jelas-jelas masih ditangani di dalam entah baik atau buruknya dirinya hanya ingin mendengarkan hal itu, kalau memang baik ia bakalan bersyukur pada Tuhan kalau memang tidak baik ia bakalan mencari upaya agar istrinya itu bisa dalam keadaan baik-baik saja.
Jika ditanya kenapa sih manusia itu punya sekali banyak permintaan, ya jawabannya manusia itu adalah makhluk yang diciptakan Tuhan melebihi segala-galanya maka dari itu terkadang permintaannya itu jauh di luar dari ekspektasi tetapi ya memang harus dilakukan.
"Ya Tuhan mereka Kenapa sih belum keluar sampai sekarang, untung juga aku sekolah dokter tapi tidak selesai kalau tidak aku sudah masuk ke dalam dan memastikan secara langsung kinerja para dokter yang terlalu lelet itu? " Omel Adam yang merasa kesal karena dari tadi menunggu tanpa kepastian seperti ini percayalah itu merupakan sebuah rasa yang sangat tidak enak dan juga mengganggu serta membuat ia merasa gemas dengan orang-orang yang ada di dalam ruangan itu.
"Ya sudah sekarang kalau mau sekolah jadi dokter pun tidak ada yang mau melarang kok, daripada hanya ngomong doang buat orang lain yang jadi emosi sama kamu Mas! "omel Amira membuat Adam langsung bungkam sedangkan Rangga hanya tersenyum sebab menurutnya Adam sekarang itu tidak seperti dulu setiap kali dibilang Selalu menyahut Karena sekarang pria itu lebih memilih untuk banyak mengalah dan juga bisa dibilang sebagai suami yang waspada selalu.
"kayaknya kalau seperti begini terus Lebih baik aku tidak usah menikah sama sekali deh, daripada akhirnya nanti dibilang Suami Takut Istri bisa turun pamor! "gumam Rangga pelan tetapi masih bisa didengar oleh Amira membuat wanita itu ingin sekali menjitak kepala pria itu agar sekali ngomong tidak usah mengundang yang namanya provokasi.
"kamu ceritanya mau cari masalah dengan saya atau mau undang masalah, Ya tidak masalah apapun saya akan meladeninya yang penting Intinya kamu juga tidak boleh lari! "omel Amira kesal sebab menurutnya dari tadi Rangga itu melihat wajahnya saja Entah mengapa membuat ia merasa tidak suka sama sekali.
Rangga mengusap wajahnya kasar berharap jika ada setan yang masih tertempel di wajahnya segera menghilang, Soalnya dari tadi Amira setiap kali melihatnya pasti bawaannya emosi terus padahal Ia pun tidak mengatakan hal yang aneh-aneh ataupun melakukan gerakan SKJ yang mengundang emosi.
__ADS_1
"Maaf Nyonya bukan saya ingin menggurui atau Saya pernah berpengalaman di bagian itu atau mungkin saya terlalu percaya mitos tetapi ini sepertinya fakta dan juga merupakan kenyataan, jika anda sedang dalam posisi seperti itu terus merasa benci dengan seseorang jangan menyesal loh nanti anak Anda yang keluar nanti wajahnya bakalan mirip 100% dengan saya! "Rangga sengaja mengatakan hal itu bukan karena tidak menghormati keadaan Dina saat ini hanya saja ingin memecah yang namanya Kesunyian dan juga ketegangan yang terjadi.
Adam membulatkan matanya sempurna karena tidak percaya dengan apa yang didengar oleh dirinya saat ini yaitu Sang asisten tega-teganya mengatakan anaknya Sama persis dengan dirinya nanti, itu pertanyaannya sama saja Rangga mengklaim bahwa dirinya merupakan orang yang memberikan keturunan kepada Amira bukan dirinya yang jelas-jelas bekerja siang dan juga malam.
"Coba kamu ngomong sekali lagi! sepertinya pendengaran saya ada sedikit bermasalah maka dari itu saya ingin memastikannya kali ini, atau kamu lagi memang ingin mencari masalah dengan saya seperti yang dikatakan oleh istriku tadi? "tanya Adam dengan tatapan matanya yang benar-benar tidak bersahabat membuat Rangga bergidik ngeri sedangkan Amirah hanya tersenyum.
Ceklek
pintu ruangan dokter tersebut sudah terbuka membuat Rangga mengusap dadanya perlahan karena merasa lega akhirnya ia tidak terkena amukan dari Adam, sedangkan pria itu ternyata masih menyimpan denda kesumat kepadanya sampai-sampai sekarang tatapan Adam begitu menusuk.
"kali ini kamu lolos tetapi kita tidak tahu nanti beberapa saat kemudian, kalau nyawa kamu masih di badan itu artinya saya sedang berbaik hati tetapi kalau nyawa kamu sudah melayang itu artinya memang sudah saatnya kamu melayang di udara! "ujar Adam membuat Rangga hanya bisa memaksakan senyuman di wajahnya berharap mungkin ketika majikannya Melihat senyumannya itu langsung amarahnya menguap pergi begitu saja tidak tersisa sedikitpun.
"Nasib nasib, Beginilah kalau punya majikannya suami istrinya hobinya marah-marah tidak jelas."batin Rangga ingin menangis tetapi Percayalah seorang pria itu dilarang menangis kecuali emaknya meninggal bapaknya juga meninggal dan ketika wanita yang dicintainya pergi meninggalkannya Entah untuk selamanya atau untuk orang ke-4.
"Permisi apa ini dengan keluarganya ibu Dina Adiguna, karena saya harus berbicara dan menjelaskan kondisi terkini dari pasien? "Tanya Dokter tersebut membuat Adam mengerutkan keningnya sebab menurutnya masa iya keluarga mereka sudah turun pamor sampai-sampai dokter itu pun tidak tahu siapa orang yang saat ini berdiri di hadapannya.
"Kalau boleh tahu di mana dokter yang bisa menangani istri saya, karena beliaulah yang lebih paham segala sesuatunya dan dia juga yang sudah memberikan saran kepada saya untuk melakukan hal yang Nanti juga bakalan saya katakan? "tanya Sakti tenang karena menurutnya orang-orang yang bekerja di dalam perusahaannya termasuk bagian kesehatan itu harus melalui interview dulu Tidak sembarangan masuk maka dari itu ketika melihat dokter asing ini Dirinya belum tahu apapun tentang pria tersebut.
"Perkenalkan nama saya Bayu Wiryawan yang menggantikan Tuan Hermawan bertugas untuk menangani pasien, Saya baru bekerja di sini selama 1 minggu maka dari itu saya belum terlalu mengenal keluarga pasien! "jelas dokter Bayu membuat Sakti Hanya menganggukkan kepalanya soalnya Ia juga bukan seseorang yang gila pangkat ataupun gila kehormatan sampai-sampai harus semua orang yang ia temui harus memberikan hormat kepadanya karena kekayaan yang ia punya.
"Baiklah kalau begitu kita ketemu saja di ruangan dokter, Adam kamu kalau mau ikut ikut kalau tidak lebih baik kamu temani Mama di sini saja!"perintah Sakti karena dirinya sangat tahu bagaimana tabiatnya Adam ketika mendengar penjelasan yang tidak masuk akal dan Hanya mengundang emosi maka dari itu sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan lebih baik mewaspadainya terlebih dahulu.
"Aku ikut Papa, karena Biar bagaimanapun Aku juga ingin Memastikan kondisi Mama sebaik mungkin dan sesuai dengan harapan!"ujar Adam sambil menarik tangan istrinya itu kemudian menggandengnya dan mengikuti dokter tersebut masuk ke dalam ruangan sedangkan Rangga hanya bisa duduk menanti di situ karena Biar bagaimanapun ia hanyalah bawahan yang bisa dibilang sebagai anak buah jadi ketika tidak disuruh untuk ikut maka ia harus memilih untuk tenang dan tidak banyak bertanya apalagi kondisinya seperti saat ini.
__ADS_1
semua orang yang mengikuti dokter ke ruangannya hanya berharap-harap cemas berharap agar tidak ada kabar buruk yang mereka dengar, apalagi bisa dibilang usianya Dina itu sudah tidak mudah lagi Jadi otomatis imun tubuhnya itu tidak terlalu sebagus sewaktu masih muda.