Cinta Dan Air Mata

Cinta Dan Air Mata
Fadhil Sakit


__ADS_3

Franda kini sudah dalam perjalanan pulang menuju ke rumah sambil menenteng makanan pemberian dari pemilik Rumah Makan tersebut, dirinya terkadang malas melakukan apapun dan juga sangat tidak suka menghadapi semua kenyataan ini tetapi mau bagaimana lagi karena Hidup itu harus dilanjutkan bukan malah berhenti di tengah jalan dan meminta kepedulian orang lain tanpa kita melakukan apapun.


"loh neng Franda sudah pulang toh, itu apa sih yang dibawa? makanan sisa lagi, sebenarnya eneng itu bekerja untuk apa sih maksudnya kok setiap makanan sisa harus dibawa pulang? rasa-rasanya sepertinya Eneng Franda itu ada tipe orang yang memang maunya berharap dari makanan yang seperti itu, dan juga menurut Ibu sih hanya membuat malu diri sendiri sedangkan masih muda dan masih bisa berusaha! " Franda hanya bisa menghilangkan nafasnya kasar ketika mendengar perkataan dari wanita yang bernama Ibu Sari tersebut yang merupakan salah satu tetangga kos-kosannya karena kebetulan kos-kosannya itu berupa petak jadi pasti saling berdempetan satu dan yang lainnya tetapi ia terpaksa menyewa tempat itu karena selain murah dan juga Tempatnya sangat tidak jauh dari tempat kerjanya saat ini.


"ya Memangnya ada yang salah kalau aku membawa pulang makanan dari tempat kerja, Bukankah tempat kerjaku itu memang menyediakan makanan untuk semua orang jadi kalau kelebihan sepertinya tidak ada yang salah kalau harus ku bawa pulang daripada mubazir? Lagian ibu kalau tidak punya pekerjaan itu baik di rumah dan juga Tidak usah peduli dengan urusan orang lain, karena orang lain itu pengennya berjuang mencari nafkah bukan malahannya duduk terus menerima suapan dari suami pantas saja sekarang kebanyakan suami-suami direbut sama pelakor orang istrinya hanya hobinya duduk dan juga menghabiskan makanan!" sahut Franda tidak mau kalah.


Sari otomatis tidak terima ketika dipermalukan seperti begitu sebab menurutnya tipe wanita seperti Franda itu adalah benalu di dalam kehidupannya, maka ia ingin agar wanita itu segera pergi dari kos-kosan tetapi karena ia tidak punya puasa sebab kos-kosan tersebut merupakan milik dari ibu kost yang terlihat begitu dekat dengan Franda Jadi ia tidak bisa melakukan apapun. .


Franda merasa di atas angin karena wanita yang menjadi teman debatnya kali ini tidak berani berbicara banyak atau lebih memilih untuk diam, sebab menurutnya tipe orang seperti itu ya memang harus diperlakukan seperti yang ia lakukan saat ini agar sadar dan juga tidak melakukan kesalahan yang sama lagi.


"Ibu Kenapa diam? apa yang saya katakan tadi benar dong, kalau kalian para istri itu tidak pernah melakukan pekerjaan apapun di rumah jadinya tahunya hanya menghabiskan makanan dan juga uang suami jadi istri zaman sekarang itu bukannya mengurus body malah menimbun lemak!"sinis Franda lalu memilih untuk meninggalkan Sari yang tengah menahan emosi karena benar-benar tersinggung ya jelas tersinggung lah Franda yang terkenal kalem dan juga Santai kali ini sangat berbeda karena bisa-bisanya sudah bisa melawan.


"kurang ajar sekali manusia itu sudah berani-beraninya mempermalukanku dan untung juga tidak ada orang yang melihatnya Kalau tidak mau ditaruh di mana wajahku ini, Pokoknya aku harus bisa cari tahu kalau dia itu merupakan mantan pelakor yang diusir Makanya sekarang memilih untuk tinggal di tempat kumuh seperti ini! "sari merupakan wanita yang selalu mencurigai sesuatu hal karena maklumlah dia merupakan korban dari sinetron tetapi yang satu Ia tangkap dari kehidupan Franda saat ini bahwa wanita itu sebenarnya sedang menghindar dari seseorang karena masa iya secantik Franda itu kok mau-maunya tinggal di Gang kumuh.


Franda sedikit tersenyum karena kali ini berhasil membungkam mulut dari Sari tersebut dan juga kepalanya tidak ditundukkan saja seperti biasanya, karena menurutnya untuk apa ya harus takut dengan orang-orang seperti itu padahal sama-sama makan nasi dan juga hidupnya tidak pernah bergantungan kepada mereka karena saat pagi pergi kerja ia selalu Mengunci pintu dari dalam jadi mustahil dong kalau ada yang memberikan secuil makanan untuk keluarga mereka.


Franda semakin mempercepat langkah kakinya berharap agar cepat sampai di rumah dan memberikan makanan tersebut kepada Fadil, karena waktu sudah hampir sore hari sedangkan Bapaknya itu belum makan sama sekali Entah Usaha apa yang dilakukan oleh pria tersebut agar bisa kenyang.


ketika ia membuka pintu kos-kosan tempat mereka tinggal terlihat di dalamnya begitu berantakan dengan sesuatu yang di atas meja berserakan di bawah lantai, dan sudah begitu ada koran di mana-mana sedangkan selama ini kebiasaan Fadil itu selalu saja rapi ketika Franda pulang kerja karena memang Hanya itu yang bisa ia lakukan agar anaknya itu tetap membiarkan dia bertahan di rumah itu.

__ADS_1


karena kondisi Franda yang belum stabil akibat pertengkarannya dengan salah satu pelanggan rumah makan dan juga sindiran dari Sari tadi membuat emosinya Ya jelas masih ada di tempat, maka dari itu yang memilih untuk mencari keberadaan Fadel dan memastikan kenapa sampai pria itu membuat rumah mereka seperti kapal pecah Lalu setelah itu tidak ada tanggung jawabnya sama sekali untuk membereskan semuanya dan ia tidak suka kalau hal ini dibebankan hanya kepadaNya saja untuk bisa mengurus rumah dan juga sebagainya.


"bapak, bapak di mana sih Aku mau ngomong nih? "teriak franda dari luar tetapi tidak ada yang merespon perkataannya membuat wanita itu tambah geram dan memilih untuk menyimpan bungkusan makanan itu di atas meja lalu menutupnya dengan tudung saji karena ia harus memastikan sebenarnya di mana Fadil saat ini.


Franda sudah masuk ke dalam kamarnya Fadil tetapi tetap saja kosong tidak ada tanda-tanda kehidupan di dalamnya, membuat wanita itu gusar sendiri karena ia ingin melampiaskan rasa kekesalannya terhadap Bapaknya yang sudah berani-beraninya membuat rumah dalam keadaan berantakan Tetapi lebih parahnya lagi tidak ada rasa tanggung jawab untuk membereskannya.


"bapak Sebelum aku benar-benar marah dan mengusir Bapak dari rumah ini lebih baik sekarang keluar kemudian kita ngomong, setiap orang itu punya kesabaran masing-masing sebelum kesabaran itu memang sudah tidak ada lagi maka aku yakin bapak pasti bakalan paham dengan apa yang aku katakan ini.


Franda benar-benar putus asa ketika di setiap sudut ruangan di dalam rumah tersebut tidak nampak ada Fadil di situ, Makanya sekarang Jalan satu-satunya ia harus pergi ke samping rumah yang ada tempat untuk duduk santai di bawah pohon jambu karena ia yakin pasti ada bapaknya di sana sebab Fadil itu kebanyakan nongkrongnya di situ membuat Franda kadang-kadang merasa kesal karena Bapaknya itu rasa-rasanya sudah seperti menyatu dengan alam lain hobinya di luar rumah setiap hari.


Sesampainya di sana Franda hanya bisa menggelengkan kepalanya karena ternyata ia melihat Fadil tertidur di atas tempat duduk yang sudah disediakan di situ, membuat dirinya memilih untuk mendekati bapaknya itu agar bisa membangunkannya Lalu setelah itu mereka berdua ngobrol sebab Franda tidak tahan harus tinggal di rumah yang sempit tetapi kotor ya minta ampun dan juga rasa-rasanya seperti sudah tidak ada orang lagi yang bisa membersihkannya padahal Ia sendiri merasa benar-benar capek dan tidak ada niatan untuk melakukan pekerjaan double.


"Bapak ngapain sih tidur di sini sedangkan membiarkan rumah di dalam sana itu dalam keadaan hancur berantakan seperti kapal pecah, kalau rasa diri tidak mau membereskannya lebih baik tidak usah ngapa-ngapain deh cukup tidur dengan tenang seperti begini kan bagus tidak perlu harus membuat orang lain kerepotan! "omel Franda sambil mengguncang kuat tubuh Fadil tetapi Percayalah pria itu tidak merespon sama sekali bahkan terlihat sudah seperti orang yang tidak hidup sama sekali.


"Astaga Pak, kenapa sampai seperti begini ayo bangun? "teriak rendah karena meskipun Iya sangat tidak suka bapaknya itu hanya pengangguran dan mengharapkan hidup kepadanya tetapi kesehatan pria tersebut sangat penting.


karena tidak ada respon sama sekali membuat Franda benar-benar panik dan memilih untuk berlari keluar memanggil tetangganya agar segera bisa membantunya membawa fadil ke rumah sakit terdekat, ya Meskipun tabungannya sedikit tetapi saya tidaknya ia masih bisa mempertahankan nyawa pria yang selama ini ia panggil Bapak tersebut.


"Tolong aku mohon tolong aku soalnya bapak pingsan dan aku tidak bisa melakukan apapun, Ya Tuhan semua orang pada ke mana sih itu Bapak kalau nanti lama ditolong bisa bahagia? "gumam Franda yang ingin menangis tetapi ia juga harus tetap dalam keadaan normal dan juga sadar karena ini semua demi kelangsungan keluarga ini.

__ADS_1


"loh neng Franda kenapa teriak-teriak seperti itu, memangnya ada masalah apa di dalam rumah sampai melakukan hal ini tidak seperti biasanya yang hobinya hanya cuek dan juga diam? "tanya Yanto yang merupakan pemilik kos-kosan tempat Franda dan juga Bapaknya tinggal.


"Alhamdulillah akhirnya ada yang muncul juga, Pak Yanto bisa tolong bantu saya untuk mengangkat bapak agar bisa dimasukkan ke dalam mobil soalnya bapak pingsan di samping dan saya tidak bisa mengangkatnya sendirian? "pinta Franda penuh permohonan Ya otomatis di Yanto dengan segera memanggil istrinya.


"Ibu ayo keluar tolongin Bapak sama Franda soalnya itu Fadil pingsan terus tidak ada yang menolongnya, Nanti jangan lupa ya suruh Lala menghubungi taksi Soalnya kita tidak mungkin kan membawa Pak Fadil dengan angkot karena nanti yang ada para penumpang yang lain bisa meneriaki kita sampai mereka puas! "teriak Yanto dari seberang dan Franda memang mengakui hal itu tetapi intinya harus menolong Fadil dulu.


istri dari pria tersebut segera keluar dari dalam rumah dengan menggunakan daster lusuh andalan para emak-emak kalau lagi sedang berada di rumah, karena itu merupakan pakaian kebesaran mereka menggantikan kain Lena dan juga Sutra yang begitu mahal sebab yang paling nyaman ya daster seperti itu kalau bolong satu mah tinggal ditambal lagi.


Fadhil kini sudah berada di rumah sakit setelah melalui perjuangan yang begitu panjang Karena kesusahan kendaraan untuk sampai ke tempat itu, Franda terlihat begitu mencemaskan keadaan bapaknya itu sebab Ia takut jangan sampai ada sesuatu hal yang mengkhawatirkan dan juga lebih parahnya lagi bakalan ada pembengkakan biaya sedangkan ia tidak punya simpanan yang lebih banyak lagi seperti dulu.


Aida kini sudah siuman dan kebetulan berada dalam satu rumah sakit yang sama dengan Fadil, karena terbukti ketika Dina masuk ke dalam ruangan wanita tersebut berbeda beberapa pintu saja terlihat ada Franda yang tengah berdiri di depan pintu sambil menunggu dokter mengecek keadaan Fadhil saat ini.


Ceklek


"Bagaimana keadaan Bapak saya,Dok?"tanya Franda penasaran Soalnya dari tadi dia sudah menunggu di sini Jadi kalau tidak bisa mendapatkan kepastian ya sama saja bohong.


"sepertinya lambung Pak Fadil adalah masalah sedikit mungkin karena selama ini terlalu menunda-nunda untuk Makan sampai-sampai lampunya tersebut terlalu banyak mengeluarkan cairan asam, padahal harusnya sudah tua itu pola makan bisa dijaga tidak harus terlambat terus kan dan juga hanya perbanyak minum kopi padahal itu setelah adalah sesuatu hal yang tidak nyambung!"jelas dokter tersebut membuat Franda menghela nafasnya kasar karena menurutnya jelas saja Fadil terkena lambung karena pria itu hanya menunggu makanan yang ia bawa pulang dari rumah makan Lalu setelah itu memakannya tidak ada niatan untuk mencari jalan bagaimana rupanya agar tidak mati kelaparan di rumah tersebut.


"kalau begitu saya tinggal dulu nanti pak fadilnya bakalan dikasih cairan infus kalau sudah habis bisa langsung pulang soalnya tidak terlalu parah juga, hanya saya sarankan kalau bisa mulai dari sekarang perhatikan pola makannya kalau memang dia lagi tidak ingin makan dipaksa saja karena ini juga bisa berakibat fatal dan Dasar!"setelah mengatakan hal itu Ya jelas saja dokter itu pergi meninggalkan keluarga pasien.

__ADS_1


"Terima kasih banyak dokter nanti saya bakalan mengingat semua nasihat yang Anda berikan dan tidak akan pernah melupakannya, karena ini semua juga adalah kelalaian saya karena terlalu fokus bekerja sampai-sampai melupakan kalau ada orang di rumah yang harus saya urus!" sahut Franda Tidak enak hati dan sedikit merasa malu.


"Tidak masalah juga kan karena kalau semua manusia pada sehat ya nanti rumah sakit ini bakalan tidak berfungsi dong tambah, yang penting Intinya jangan terlalu merasa cemas ataupun merasa frustasi dengan keadaan yang ada coba berjalannya saja nanti kalau nyambung ya sudah lanjut tapi harus memikirkan kondisi sendiri itu juga merupakan sebuah hal yang paling penting. "jelas dokter tersebut dan pergi kembali memeriksa pasien lain sedangkan Franda masuk ke dalam ruangan tempat Fadil berada dan dirinya hanya menggelengkan kepalanya ketika melihat tangan bapaknya itu untuk infus dan juga diperban begitu banyak karena takut dirinya bakal membukanya.


__ADS_2