Cinta Dan Air Mata

Cinta Dan Air Mata
Penyakit Langka


__ADS_3

"Kalau mau kaca yang transparan ya kenapa tidak membawa Amira kepantai sekalian,karena di sana kan tidak ada sekat yang menghalangi sedikitpun!" Batin Sarah tapi memilih untuk berbicara di dalam hati soalnya terlihat Daniel hari ini sangat sensitif.


Daniel masih bertambah tidak tenang ketika pemeriksaan itu sudah berjalan lebih dari sejam, padahal menurutnya Amira tadi itu saja kenapa harus memerlukan dan memeriksaan yang memakan waktu seperti itu?


"ini dokter sebenarnya sedang memeriksa Amira atau mereka juga ikutan pingsan di dalam? Sampai sekarang aku tidak keluar juga, Memangnya memeriksa sampai sebagaimana model sih dan juga tubuh Amira itu Sebesar apa sampai begitu repot? "Sungut Daniel kesal.


Semua orang pasti bakalan merasa emosi jika berada di posisi Daniel, menunggu itu adalah sesuatu yang sangat tidak menyenangkan sama sekali.


Adam yang setelah tidak ada mendapatkan kepastian dari anak buahnya memilih untuk kembali ke rumah mereka yaitu milik dirinya dan juga Amira, soalnya Ia juga tidak enak hati harus menumpang terus dengan kedua orang tuanya yang sekarang terlihat lebih Acuh dan juga tidak peduli dengan apapun yang ia lakukan di luar sana.


"Apakah aku boleh berharap kalau saat sampai di rumah nanti sudah ada Amira di sana? soalnya aku tidak mungkin pulang dan tinggal sendirian di rumah sebesar itu tanpa dia, hanya saja Sepertinya itu sangat mustahil karena wanita manapun tidak akan pernah mau memaafkan kesalahanku! "batin Adam tetapi tetap saja memilih untuk pulang toh nanti kalau Amira tidak ada ia bakalan selalu menunggu kehadiran istrinya.


Sesampainya di sana terlihat rumah itu dalam keadaan yang begitu sunyi dan juga Sepertinya lampu rumah itu lupa untuk dinyalakan, sampai-sampai terlihat begitu menyeramkan dari luar tetapi Percayalah Adam bukanlah memiliki jiwa yang penakut dengan sesuatu yang mistis dan tidak terlihat.


Adam yang biasanya pulang dari kantor langsung menuju ke ruangan kerjanya tidak peduli dengan apa yang dilakukan oleh Amira di dapur, kali ini memilih untuk pergi ke sana untuk memastikan jangan sampai istrinya itu sudah pulang dan tengah sibuk seperti biasanya.


Sesampainya di sana semua terasa begitu gelap dan juga sunyi pertanda bahwa tidak ada kehidupan bernafas di dalam situ, pria itu hanya memukuli dadanya perlahan karena benar-benar tidak menyangka Jika ia benar-benar ditinggalkan oleh istrinya.


"ini sakit Amira! kalau mau pergi setidaknya kembali lagi dong, masa saya pergi tidak pulang-pulang?" Batin Adam.


Flash Back


"Hei Mas kamu sudah pulang ya dari kantor? Sini deh kamu cicipin masakan aku malam ini pasti kamu bakalan menyukainya, soalnya aku itu memasak rendang kesukaan kamu seperti yang dibilang sama mama Dina waktu itu! "jelas Amira sambil tersenyum dan menunjukkan semangkuk rendang yang begitu menggugah selera dengan asapnya yang masih mengepul.


Wanita itu terlihat begitu antusias menunjukkan hasil masakan yang sudah susah payah ia buat sambil menelpon mertuanya, dirinya berharap agar suaminya menyukai apa yang ia masak dan juga menghargai kerja keras yang sudah dirinya lakukan.


Rendang adalah makanan kesukaannya Adam tetapi karena gengsi dan juga ingin menunjukkan kalau ia sangat tidak menyukai Amira, pria itu memilih pergi begitu saja sekedar mau menjawab perkataan istrinya saja dirinya enggan melakukan.

__ADS_1


Amira mengurutkan keningnya ketika melihat suaminya itu pergi begitu saja Bahkan sepertinya tidak menghargai dirinya sama sekali, seharusnya pria itu sadar kalau ia sudah bersusah payah membuat sesuatu yang selama ini tidak pernah ia lakukan.


"Mas Kamu kok main pergi begitu saja? kalau memang tidak suka ya tolong bilang dong biar aku tahu kalau kamu tidak menyukainya, Tetapi kalau kamu hanya diam dan pergi meninggalkanku tanpa menjawab Apapun yang aku tanyakan itu sangat keterlaluan! "ujar Amira yang benar-benar sangat kesal karena Adam masih saja tetap pada pendiriannya yaitu tidak akan pernah menerima Perjodohan antara dirinya dan juga pria itu.


Adam tertawa sinis mendengar perkataan Amira barusan, karena menurutnya wanita itu terlalu banyak berharap dengan pernikahan mereka yang hanya sekedar ingin mendatangkan cucu bagi keluarga Adiguna Lalu setelah cucu itu muncul mereka bakalan bercerai.


"kamu Sadarkan dengan apa yang aku katakan sebelum menikah? Kalau kamu tidak boleh berharap lebih dengan pernikahan kita ini, karena itu tidak akan pernah kamu dapatkan sampai kapanpun! kalau kamu bertanya kenapa aku tidak akan pernah menerima kamu, Karena bagiku kamu itu tidak sesuai dengan levelku dan juga hanya membuat malu ketika aku membawa kamu pergi kumpul dengan teman-teman! "ujar Adam yang begitu menusuk perasaan Amira Tetapi wanita itu memilih untuk tetap tersenyum karena baginya air matanya itu sangat berharga untuk menangisi pria yang sekeji Adam itu.


Amira tidak peduli kalau memang Adam sudah tidak mau menyukai apa yang ia masak, toh masih ada Surti dan juga Tejo yang bisa menemaninya makan karena itulah kebiasaan di rumah ini.


"Bik Surti Tolong panggilkan Mang Tejo ya datang ke dalam Soalnya aku pengen makan dan ditemani sama kalian!"ujar Amira membuat Surti hanya bisa menghembuskan nafasnya kasar karena dirinya tahu pasti Adam tidak memakan lagi makanan yang sudah susah payah dibuat oleh Amira karena memang selama ini jika Amira sudah memasak untuk Adam kemudian pria itu tidak mau makan ya pasti dirinya dan Tejo lah yang disuruh menghabiskan.


"Mang Tejo dipanggil ibu ke dalam. "panggil Surti dengan nada yang begitu malas dan Tejo tahu apa yang sebenarnya terjadi di dalam rumah saat ini.


"Pak Adam cuek dengan ibu Amira lagi ya? "tanya Tejo pelan.


"ya seperti yang Mamang lihat selama ini kebiasaan dalam rumah Ini kan aku adalah nyonya rumah yang tidak pernah dianggap, jadi Sudah jangan mempedulikan orang-orang seperti dia itu Anggap saja sudah mati soalnya capek kalau terlalu dipeduli kan rasa-rasanya tambah besar kepala! "ternyata Amira mendengarkan apa yang dikatakan oleh Tejo dan dirinya juga tidak mempermasalahkan hal itu karena memang benar perkataan pria itu sesuai dengan kenyataan.


Adam sebenarnya tergiur dengan masakan yang sudah dimasak oleh Surti karena itu merupakan makanan kesayangannya, pria itu bahkan rela mengintip dari lantai atas untuk memastikan Apakah makanan itu bakalan disisakan untuknya tidak karena jika tersisa Maka nanti tengah malam ia bakalan makan meskipun dengan cara mengendap.


Amira tahu kalau saat ini Adam Tengah mencuri pandang ke arah mereka, hanya saja dirinya sengaja melakukan semua ini agar Adam tahu bagaimana menghargai hasil kerja keras orang lain.


Flashback off


"biasanya tanpa aku minta kamu bakalan memaksakan sesuatu untukku, sekarang kamu lagi masak apa untukku saat pulang kantor soalnya aku benar-benar lapar di sana nafsu makanku itu rasa-rasanya tidak ada! "ujar Adam yang berharap agar Amira mendengarkannya.


Ting tong

__ADS_1


Adam mengurutkan keningnya ketika mendengar ada bel yang berbunyi di depan, karena setahunnya rumah ini sudah ia tinggalkan beberapa waktu lamanya yang ia pikirkan pasti tidak ada orang yang mengetahui hal itu.


"perasaan aku baru sampai sini? Kenapa sudah ada orang yang datang bertamu di malam-malam seperti begini, Apakah mereka tidak tahu kalau seharian tuan rumah itu sudah bekerja keras Jadi sekarang perlu istirahat? "batin Adam kesal tetapi mau tidak mau memilih untuk mengecek di depan kira-kira Siapa yang bertamu ke rumahnya.


"Kamu untuk apa datang ke sini? Terus bagaimana caranya kamu bisa tahu alamat rumahku, Jangan bilang kalau selama ini kamu mau mata-mata itu dan juga ingin mengetahui Di mana tempat aku dan istriku tinggal? " tanya Adam dengan nada bicara yang begitu kasar.


"Yes kamu benar sekali my honey! Kalau aku selama 5 bulan ini selalu saja memantau kamu dan karena kamu menginap di rumah orang tuanya kamu ya makanya aku tidak berani mendekat, Tetapi setelah mendengar kabar dari anak buahku Kalau kamu pergi ke rumah yang tidak pernah aku ketahui makanya aku menyusul ke sini Siapa tahu jangan sampai kamu butuh belaian?"tanya wanita itu dengan tersenyum penuh kemenangan karena Akhirnya bisa berduaan dengan pria Pujaan hatinya yang selama ini sudah mencampakkan dirinya begitu saja Bahkan bisa dibilang Adam mengabaikannya menganggap seolah dirinya itu tidak pernah saling kenal dengannya.


"Wah ternyata memang aslinya murahan tetap seperti begitu biarpun sampai beruban sekalipun! Aku heran dulu saat Mama kamu itu melahirkan kamu di tempat mana ya, kalau di rumah bordir ya Pantesan seperti ini bentukan anaknya saat besar! "sinis Adam yang memang menyadari jika sebenarnya kata-katanya itu sangat terlampau kurang ajar Tetapi kalau tidak seperti begitu otomatis wanita itu bakalan bertahan tetap berada di situ.


Wajah Tania memerah karena tidak terima jika kelakuannya disamakan dengan mamanya yang merupakan seorang wanita yang sangat kental dengan keagamaannya, kalau mau menghina dirinya Ya tidak masalah karena memang selama ini ia terlalu liar di luar sana tetapi kalau menyangkut keluarganya itu sudah sangat menginjak harga dirinya.


"Kamu kenapa menghina Mamaku seperti tadi? Memangnya kamu pikir kelakuan kamu itu tidak jauh denganku, Bahkan kamu itu lebih liar daripada aku karena kamu itu selalu saja bergonta-ganti pasangan bukan dalam hitungan hari melainkan hitungan jam! "teriak Tania tidak terima membuat Adam sedikit khawatir jangan sampai para tetangga mendengar teriakan wanita itu dan berpikir yang tidak tidak kalau dirinya memasukkan seorang wanita ketika Amira sedang tidak berada di rumah.


"selagi aku masih berbicara dengan sopan kepada kamu lebih baik kamu pergi saat ini juga! Kamu tahu kan kalau Batas kesabaran seseorang itu tidak lebih dari dua kali, dan jika kamu tidak ingin ada hal-hal yang tidak kamu inginkan terjadi lebih baik kamu pergi saat ini juga! "ujar Adam dengan nada bicaranya yang terlihat datar dan juga sepertinya tidak ingin lagi berlama-lama berbicara dengan Tania.


"Jadi ceritanya kamu marah karena aku bertemu begitu saja kabar yang jelas, tapi sekarang kan aku sudah kembali Ya bisa dong kita mengulang Semuanya dari awal lagi? "ujar Tania yang ingin meraih tangan Adam tetapi pria itu menepisnya bahkan mungkin kata-kata yang lontarkan tadi dan dia seolah-olah tidak peduli sama sekali dengan harga dirinya sebagai seorang wanita.


"Meskipun kamu pergi dengan cara baik-baik, Sekalipun Aku tidak akan pernah kembali! Karena apa? Istriku itu sangat sopan dan juga sangat cantik tanpa ada yang namanya tersentuh oleh teknologi sedikitpun, rajin beribadah dan juga pintar menabung serta pintar memasak dan intinya dia sedang hamil anakku! Jadi pertanyaannya Aku mau mencari yang sempurna seperti apa lagi jika paket lengkap sudah diberikan tuhan kepadaku, Aku sarankan daripada kamu merasa malu nantinya lebih baik kamu pergi saja dan juga cari pria yang sepadan dan juga mau bermain gila dengan kamu!"setelah mengatakan hal itu Adam pun langsung menutup pintu kuat-kuat sampai membuat Tania begitu terkejut dengan apa yang dilakukan oleh pria itu.


"kurang ajar! Bisa-bisanya Dia mempermalukan aku seperti begitu, Memangnya dia pikir aku Tania ini tidak bisa memiliki kelebihan seperti istrinya yang tidak jelas itu?"Tania akhirnya pergi dari situ tetapi di dalam benaknya Ia janji bakalan kembali lagi sampai Adam bakalan mau berhubungan dengannya seperti dulu lagi.


Adam yang sudah masuk ke dalam rumah langsung merosot ke bawah lantai karena benar-benar tidak menyangka dulu dirinya begitu berdosa, sampai-sampai mau berhubungan dengan wanita model seperti Tania yang tidak pernah menjaga aurat dan hanya mengajaknya ke dunia malam yang sangat keji dan juga Nista itu.


semua kebiasaannya itu berubah ketika ia menikah dengan Amira, Karena Wanita itu selalu mengancam bakalan mengadukan kepada orang tuanya jika Adam sampai meminum alkohol lagi.


kalau saja dirinya tidak bermain gila dengan Franda mungkin Amira masih ada di sini dan juga kalau saja ia tidak terpesona dengan janji yang diberikan oleh Franda, istrinya itu akan tetap ada di sampingnya dalam keadaan apapun dan tidak ada niatan untuk pergi meninggalkannya seperti ini.

__ADS_1


"Aku mencari kamu ke mana lagi? Semua orang yang aku kerahkan mereka tidak bisa melacak keberadaan kamu sama sekali, Padahal selama ini mereka tidak pernah mengecewakanku dengan membawa kabar yang sangat tidak memuaskan seperti ini! "ujar Adam yang langsung menuju ke dalam kamarnya dan juga Amira serta mengambil gaun tidur yang biasa dipakai oleh istrinya itu kemudian menciumnya berkali-kali berharap masih ada tersisa wangi tubuh Amira di pakaian itu.


"kembalilah kepadaku sekarang Amira! Aku tobat dan tidak akan mengulangi kesalahan yang bodoh seperti itu lagi, kalau kamu mau marah terserah tetapi nanti saat kita sudah bersama jangan seperti ini meninggalkanku tanpa ada alasan yang jelas!" batin Adam.


__ADS_2