
Amira tampak tidak sadar dengan keadaan sekelilingnya bahkan wanita itu bisa dibilang sudah tidak tahu lagi Sekarang posisinya ada di mana, sebab ternyata setelah dibawa berputar-putar keliling oleh Rangga wanita itu malah sehingga tidak sadarkan diri seperti saat ini.
"Tuan bangunlah sebab apa yang anda inginkan sudah terjadi, bawalah istri Anda pergi sejauh mungkin tanpa ada orang lain yang bisa menemukannya! Saya mungkin hanya bisa menolong Anda sampai di sini karena harus mengurus kekacauan yang ada, tetapi pesan saya ini kepada Anda cuma satu yaitu jagalah apa yang sudah anda pegang sebelum terlepas dan diambil orang karena jika sudah terlepas belum tentu barang tersebut mau kembali kepada anda lagi! "ujar Rangga sambil tersenyum sebab memang dirinya tidak tahu lagi harus bersikap bagaimana ketika awal mula mendengar rencana yang dikatakan oleh Adam yaitu ingin menculik mengira dan membawa pergi wanita itu sejauh mungkin agar tidak ada orang lagi yang mengganggu hubungan mereka.
Adam yang berada di jok belakang langsung membuka matanya kemudian menatap ke arah istrinya yang tengah tertidur atau lebih tepatnya pingsan di sampingnya saat ini, dirinya sebenarnya merasa bersalah hanya saja ketika semua cara sudah dilakukan tetapi masih menemui jalan buntu dia mau tidak mau harus melakukan cara ekstrem seperti ini.
Adam tanpa banyak bicara langsung menggendong tubuh Amira yang sedang tidak sadarkan diri itu menuju ke dalam jet pribadi miliknya yang sudah mendarat sempurna, pria itu tersenyum di dalam kesedihannya karena dulu Amira dengan mudah datang mendekat kepadanya tanpa ya Melakukan hal seperti ini tetapi sekarang mereka berdua tampak begitu jauh.
"kalau nanti kamu sadar dan melihat kita sudah seperti begini aku minta kamu tetap tenang dan maafkan aku, karena aku tidak ingin kegagalan aku sebagai seorang suami di bawah sampai mati dan hidup dengan penuh penyesalan karena sudah menyia-nyiakan istri sendiri! "bisik Adam pelan.
Adam akan membawa pergi istrinya ke tempat yang tidak akan pernah dipikirkan oleh semua orang dan juga tidak pernah diketahui oleh Rangga, karena memang dari awal sudah ada perjanjian di antara mereka berdua bahwa kemanapun ada membawa istrinya pergi Rangga tidak akan pernah ikut campur apalagi melaporkan semuanya kepada Sakti dan juga Dina serta Aida.
pilot yang membawa jet pribadi miliknya Adam tersebut tersenyum ketika melihat majikannya itu sudah datang sambil menggendong istrinya, pria paruh baya itu sudah mengetahui jalan ceritanya sebab sebelum terbang ke sini kemarin Adam sudah sempat menghubunginya dan mengatakan semua rencana yang ia sampaikan dan akan ia laksanakan nantinya.
"Selamat datang tuan selamat datang kembali di tempat ini dan saya harap ini merupakan perjalanan Anda yang terakhir kalinya melakukan misi rahasia yang mendadak tanpa sepengetahuan dari Tuan Sakti, karena bisa dipastikan kalau sampai beliau tahu bisa panjang urusannya dan pekerjaan saya juga bakal menjadi taruhannya!"pilot tersebut mengatakan semua itu karena memang konsekuensi dari apa yang ia lakukan bersama dengan Adam Ya seperti yang dirinya katakan tadi bahwa jangan sampai Sakti tahu karena kalau Sakti tahu pria tersebut terkenal sangat tidak mudah memaafkan orang yang sudah melakukan kesalahan kepadanya dan juga sudah membuat hal-hal yang di luar perintahnya.
Adam membaringkan Amira di atas ranjang yang sangat nyaman di dalam jet pribadi tersebut dan ia merasanya yakin kalau tidur wanita itu akan lebih nyenyak, Lalu setelah itu menutupi tubuhnya dengan selimut dan memastikan kalau wanita itu tidak terganggu apapun barulah keluar untuk menemui pilot yang akan siap membawanya pergi kemanapun.
"Terima kasih atas bantuan yang diberikan dan juga terima kasih atas pengertian serta dukungan yang kalian berikan kepadaku meskipun ini sebenarnya menentang majikan kalian yang sesungguhnya, namun aku hanya ingin melakukan sesuatu yang aku anggap benar dan juga melakukan sesuatu yang aku yakini Tidak ada salahnya sama sekali! kalaupun nanti yang aku takutkan adalah ketika istriku tersadar dan mengetahui bahwa apa yang aku lakukan itu sudah sangat keterlaluan, Sebab aku yakin dia pasti tidak akan pernah menyetujui Dan juga mungkin masalah kami bakalan lebih runyam tetapi tidak masalah yang penting intinya kami bisa tetap bersama dan tidak ada manusia-manusia kurang ajar lainnya yang mengganggu keutuhan rumah tangga kami!"jelas Adam karena dirinya sangat melihat dengan begitu jelas Apa yang dilakukan oleh Daniel kepada Amira selama ini dan juga bentuk perhatian yang diberikan serta terlihat Amira lebih merasa nyaman dengannya padahal jelas-jelas Adam merasa terganggu dan juga tidak suka dengan kedekatan mereka berdua.
__ADS_1
"Biasanya kata orang kalau hasil itu tidak pernah menghianati usaha yang dilakukan, dan Harapan saya seperti itu Kalau nantinya Nyonya sadar hubungan kalian Malah semakin membaik karena dia menyadari perjuangan yang sedang anda lakukan ini bisa dibilang bukan sesuatu hal yang gampang! Namun balik lagi terletak pada pemikiran setiap orang, Apakah dia bakalan menghargai apa yang anda lakukan atau tetap memikirkan Kesalahan Yang Sama? Memang kesempatan kedua itu selalu ada tetapi terkadang orang yang melakukan kesalahan itulah yang melewatkan kesempatan kedua, jadi jangan pernah mengharapkan untuk mendapatkan yang namanya kata maaf jika kesalahan yang dilakukan terlalu fatal!"perkataan pilot tersebut menjadi pukulan telak bagi Adam karena memang seperti itulah kenyataannya dirinya sudah membuat kesalahan yang sangat fatal dalam hubungan berumah tangga dengan Amira dan juga dirinya seolah-olah melupakan hal yang penting bahwa kehidupan berumah tangga itu harus dilandaskan dengan yang namanya kesetiaan dan juga kejujuran serta saling mengerti antara kedua belah pihak tidak ada yang namanya berat sebelah.
"Ya seperti yang anda katakan kalau memang saya juga sadar bahwa kesalahan yang saya lakukan itu merupakan sesuatu yang sangat berat dari perbuatan kejahatan apapun di dunia ini, atau tetapi apa salah kalau saya egois hanya untuk mempertahankan rumah tangga saya ketika anak dan istri saya sedang berjuang untuk tetap sehat dan juga untuk tetap hadir di dunia ini tanpa kekurangan apapun ? "Adam sebenarnya ikhlas melepaskan Amira hanya saja ketika melihat kondisi istrinya yang telah berbadan dua dan juga memasuki trimester ketiga kehamilannya jiwanya sebagai seorang suami tiba-tiba menolak kalau dirinya mengikhlaskan Amira dengan siapapun.
Amira selalu mengatakan bahwa anak pasti bakalan mencari Papanya di kemudian hari kalau sudah besar ketika tahu bahwa ibunya merupakan seorang single parent, hanya saja Adam tidak menanti kalau sampai pesona istrinya itu pasti akan membuat pria di sekelilingnya begitu gila terbukti dengan Daniel meskipun status Amira yang tidak jelas dan dalam keadaan hamil pria itu masih sempat-sempatnya memberikan perhatian kepada istrinya secara berlebihan.
"yah Saya harap anda tetap seperti begini tidak pernah berubah dan jika nantinya Nyonya Amira marah ataupun tidak terima dengan apa yang Anda lakukan, tetap diam dan dengarkan saja keluh kesah yang akan ia sampaikan karena Percayalah wanita itu hanya ingin didengar dan setiap kali unek-unek yang ia keluarkan itu selesai ya sudah artinya dia bakalan diam seterusnya karena merasa sudah dihargai! "jelas Villa tersebut membuat Adam tersenyum karena memang harusnya seperti begitu dalam menjalani sebuah rumah tangga tidak ada yang namanya egois ataupun bersifat seolah-olah dirinya merupakan orang yang paling penting dan juga tidak peduli dengan pendapat semua orang.
Apapun yang terjadi Hidup itu harus dijalani dan juga segala macam cobaan harus dilalui tidak peduli jika engkau nantinya merasa tidak nyaman, dan juga tidak peduli jika nantinya semua itu berjalan tidak sesuai dengan keinginan karena Terkadang manusia itu hanya bisa merencanakannya saja Tetapi semua sudah ada yang mengatur.
"Saya sangat bersyukur mendengar semua nasihat ini dan Percayalah saya akan pasti selalu mengingatnya, karena sebagai seorang pria sejati apapun saran dan kritik dalam hidup harus dijalaninya dengan sebaik mungkin tidak perlu harus mengeluh dan merasa diri paling benar karena terkadang apa yang kita inginkan tidak sejalan dengan kenyataan dan begitu pula sebaliknya.
Amira dari tadi masih betah tertidur karena memang wanita itu tidak tahu Apapun yang terjadi di luaran sana dan juga apa yang terjadi kepada dirinya, sebab yang ada dalam pikirannya tadi bahwa ia sedang mengantarkan Adam ke rumah sakit untuk memeriksakan keadaan pria itu setelah sehabis berkelahi dengan Daniel.
Sarah yang sudah hampir 1 jaman lebih menunggu Amira dan yang lain ya merasa benar-benar kebingungan karena tidak ada tampak kalau wanita itu berada di tempat tersebut, apalagi ponsel Amira tidak bisa dihubungi sama sekali membuat Sarah mulai berpikiran yang aneh-aneh dan juga sepertinya sangat masuk akal sebab saat ini Amira pergi dengan Adam dan juga Rangga yang jelas-jelas saling berkaitan satu sama lain.
"Ya Tuhan Amira kamu di mana sih kok sampai sekarang tidak kelihatan sama sekali, Semoga kamu baik-baik saja dan mereka sedang tidak menipu kita soalnya tidak mungkin kan jarak dari apartemenku ke rumah sakit ini begitu jauh sampai-sampai memakan waktu hampir dua jam lamanya?"batin Sarah frustasi dan memilih untuk masuk ke dalam rumah sakit dan menanyakan kira-kira ada pasien yang bernama Adam Adiguna atau tidak di dalam rumah sakit tersebut.
"permisi, apa tadi ada pasien atas nama Adam Adiguna yang diantar ke sini akibat menjadi korban perkelahian? "tanya Sarah penasaran dan juga ingin sekaligus memastikan jika yang terjadi itu benar-benar kenyataan.
__ADS_1
"Baiklah tunggu beberapa menit Saya cek dulu data pasien! "jelas penjaga meja loket Rumah Sakit tersebut.
Sarah menunggu dengan begitu cemas dan juga Mulai berpikiran yang aneh-aneh tentang keberadaan Amira saat ini, karena tidak biasa hanya ponsel Wanita itu sangat sulit dihubungi dan juga tidak biasanya Amira menghilang tanpa memberikan kabar kepadanya sedikitpun.
"Maaf Miss, pasien atas nama tersebut tidak terdaftar dan juga tidak sedang berada di rumah sakit ini! Mungkin dia sedang berada di rumah sakit lain tetapi anda selisih perjalanan jadi tidak tahu sama sekali, silakan menghubungi saja orang-orang yang mengantarnya mungkin dengan begitu bisa tahu kemana posisinya pasti yang diantar! "jelas wanita penjaga resepsionis itu membuat Sarah menghembuskan nafasnya kasar karena dirinya sudah mencurigai yang tidak-tidak.
"Oh iya terima kasih nanti saya bakalan menghubungi sahabat saya lagi untuk memastikan keberadaan mereka, kalau begitu saya permisi dulu. "pamit Sarah yang langsung menuju ke dalam mobilnya tetapi sebelum itu kembali menghubungi Amira memastikan Apakah ponselnya sudah bisa dihubungi atau tidak.
Namun Lagi Dan Lagi Semua usaha yang ia lakukan itu nihil sebab yang ada hanya jawaban operator yang terdengar dari seberang, membuat Sarah memilih untuk kembali ke apartemennya dan menghubungi Daniel untuk meminta bantuan pria itu bisa menemukan Amira apalagi saat ini jam sudah hampir menuju ke tengah malam.
Daniel yang sedang kalut hari ini memilih untuk pergi ke salah satu taman tengah kota duduk merenungi apa yang harus ia ambil langkah dalam hidupnya, Apakah harus duduk dan tenang serta melupakan Amira atau memilih untuk berjuang demi mendapatkan wanita itu.
Akan tetapi aksinya untuk duduk dan bingung seperti itu diganggu dengan telepon yang berasal dari Sarah, mau tidak mau ia mengangkat panggilan tersebut jangan sampai ini semua berasal dari Amira ingin sekali melupakan wanita itu tetapi hati nuraninya menolak untuk melakukannya.
"Ya ada apa menghubungiku, kamu tahu sendiri kan aku sedang tidak ingin diganggu saat ini?"tanya Daniel yang begitu kasar membuat Sarah ingin sekali menonjok pria itu karena selalu saja seperti begitu belum mendengarkan alasan orang lain tetapi sudah marah-marah lebih dulu.
"bisa tidak Pak sebelum orang lain ngomong jangan dulu marah-marah seperti itu, tetapi kalau responnya selalu seperti begini orang lain juga bakalan takut loh buat menyampaikan maksud dan tujuan mereka? "omel Sarah kesal sebab pikirannya sedang kalut tetapi Daniel malah memberikan respon yang sangat tidak sedap .
"Wah Kamu yang menelpon saya sekarang giliran kamu marah-marah kepada saya juga, kurang ajar sekali kamu ya sudah berani-beraninya berkata kasar seperti itu? "tanya Daniel yang entah mengapa dirinya merasa bahwa Sarah itu orang yang pas untuk dirinya bisa melampiaskan emosinya.
__ADS_1
"Ya ampun demi Dewa Neptunus Tolonglah diriku! Saya itu menghubungi anda karena ingin menanyakan Apakah anda punya waktu untuk membantu saya mencari Amira, soalnya mereka tadi itu katanya mau membawa Tuan Adam ke rumah sakit tetapi setelah Saya menyusul rumah sakit terdekat ternyata mereka tidak ada sama sekali di rumah sakit itu! Makanya saya bingung harus mencari mereka kemana lagi karena tidak mungkin kan mereka memilih rumah sakit yang lebih jauh, karena kalau mau menolong orang ya harusnya yang lebih terdekat lebih dulu kan?"pertanyaan Sarah itu membuat Daniel betul-betul terkejut dan tidak menyangka bahwa ternyata keadaan Amira sedang tidak baik-baik saja.