
Terlalu senang, itulah yang dirasakan oleh Dini dan Bright saat ini. Keduanya saling menghubungi dan menceritakan tentang perkembangan rencana mereka dengan calon pasangan masing-masing. Keduanya merasa bahwa benar jika Mentari dan Zio memang sedang bermasalah karena bukan hanya Mentari saja yang lebih terbuka pada Bright, Zio pun sama halnya kepada Dini.
Dini juga menceritakan jika ia akan pergi liburan bersama Zio dan ia meminta selama ia pergi bersama Zio, Bright harus bisa meluluhkan hati Mentari dan membuat wanita itu melepaskan Zio.
"Lu tenang saja, gue pasti bisa dapatin Mentari. Lu bakalan jadi saksi kalau nanti kita berdua akan berhasil. Dan ingat, jaga anak kita baik-baik dan gue nggak mau kalau lu sampai bikin anak kita tersakiti sedikitpun!" ucap tegas Bright.
Dini menelan salivanya dengan susah payah. Padahal ia berencana menghilangkan anak ini setelah berhasil menikah dengan Zio, tapi jika hal itu ia lakukan maka Bright pasti akan melakukan sesuatu hal yang membuat ia hancur.
"Tenang aja, gue ini ibunya. Nggak mungkin gue ngelakuin hal-hal yang nyelakain anak gue sendiri," ucap Dini berusaha untuk meyakinkan Bright.
Obrolan mereka berakhir, tetapi tidak berakhir seperti hubungan yang tadinya mereka perbincangkan. Saat ini Mentari dan Zio justru tengah menikmati waktu mereka sambil mengukur jalan di atas motor Zio.
Pria itu — suami Mentari — Dimas Ezio Rasyid, sangat cemburu karena tadi Mentari begitu dekat dengan Bright. Jangan tanyakan darimana ia mendapatkan infonya, jelas Juan melapor tanpa ada yang dikurangkan dan dilebihkan.
Mentari memeluk erat pinggang Zio, dagunya ia sandarkan di bahu Zio, sangat jelas keduanya bagaikan pasangan remaja yang baru saja merasakan asmara. Siapa yang akan menyangka jika keduanya menyimpan masalah besar dan sangat pelik.
__ADS_1
"Sayang mau kemana lagi kita?" tanya Zio dengan suara agak dibesarkan.
"Nggak tahu, asal sama kamu kemanapun itu, aku mau!" jawab Mentari.
"Ke hotel, kita bercinta, mau nggak?" goda Zio, ia tidak benar-benar mengajak Mentari untuk melakukannya karena ia tahu Mentari tidak ingin disentuh olehnya sebelum masalah ini selesai.
"As you wish darling!"
Ciiitttt ....
"Sayang kamu ..."
Mentari tersenyum, ia paham dengan maksud dari ucapan Zio yang menggantung tersebut. Ia kemudian mengangguk dan kembali memeluk Zio erat. "Aku milikmu malam ini sayang," bisik Mentari yang membuat Zio kesulitan menelan salivanya.
Satu kedipan mata dari Mentari langsung menyadarkan Zio. Ia kemudian menyeringai karena ia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan terlangka selama ini. Mentari yang tiba-tiba tidak menolak saat ia meminta haknya, entah apa yang merasukinya tapi Zio merasa sangat bersyukur karena istrinya itu mau memberikan haknya dalam keadaan sadar.
__ADS_1
"Kita ke hotel terbaik di kota ini," ucap Zio kemudian ia bergegas melajukan motornya ke tempat yang sudah ada dalam pikirannya.
Mentari mengangguk dengan malu-malu dan dada yang berdebar-debar. Ia memang sangat sadar mengucapkan hal ini dan ia sendiri yang mengambil keputusan untuk hubungannya dengan Zio. Entah apa yang akan terjadi kedepannya, tetapi Mentari sudah bulat dengan langkah yang akan ia ambil.
Gue emang nggak tahu apa yang bakalan terjadi di hari esok, tapi gue juga pingin merasakan bercinta dengan orang yang gue cinta. Nggak ada salahnya karena kami pun merupakan pasangan yang sah. Gue hanya berharap jika nanti masalah itu membuat gue sama Zio berpisah, setidaknya gue pernah merasakan cinta dan bercinta dengan orang yang gue cinta. dan semoga nantinya akan tumbuh benih dari rahim gue biar nantinya akan ada yang menjadi saksi hubungan kita.
Mentari menggumam dalam hati, ia dengan berani mengambil keputusan yang padahal selama ini selalu ia hindari.
Tak lama kemudian motor Zio berhenti di depan parkiran sebuah hotel berbintang lima. Zio membuka helmnya dengan gerakan slow motion hingga membuat pria itu semakin mempesona.
"Baiklah baby, malam ini kau adalah milikku dan aku adalah milikmu. Mari kita menikmati malam bersama dan merasakan seperti apa cinta di antara kita," ucap Zio dengan bibir menyeringai hingga membuat Mentari bergidik ngeri.
Mampus gue!
...****************...
__ADS_1
Maaf ya upnya dikit, lagi di rumah sakit dan menjaga anak rawat inap 😅😅