CINTA LAMA BELUM KADALUARSA

CINTA LAMA BELUM KADALUARSA
CLBK ~125


__ADS_3

Juan begitu panik dan keresahannya membuat dokter terganggu ketika sedang memeriksa Lidya. salah satu perawat pun meminta Juan untuk segera keluar karena dapat mengganggu proses pemeriksaan pasien. Awalnya Juan menolak, akan tetapi demi kebaikan Lidya, akhirnya ia pun memilih untuk mengalah.


Juan jelas sangat panik karena ia tidak ingin terjadi sesuatu pada Lidya. Ia sudah jatuh cinta pada gadis ini dan tidak mungkin membiarkannya kenapa-napa.


"Lidya aku mohon bertahanlah, jangan sampai kamu kenapa-napa ,aku akan sangat menyesal jika ini sampai terjadi padamu. Harusnya aku yang berbaring di sana dalam keadaan sekarat, bukannya kamu!" ucap Juan sambil mondar-mandir di depan pintu ruang ICU.


Beberapa saat kemudian salah satu perawat yang tadi menemani dokter untuk memeriksa Lidya keluar. Ia memanggil Juan dan dengan perasaan tak menentu Juan pun ikut masuk ke dalam ruangan dan hal pertama yang ia lihat adalah Lidya yang sedang ditanyai oleh dokter.


Dengan cepat Juan menghampiri Lidya, ia langsung menggenggam tangannya dan berapa kali mengucapkan kata syukur karena Lidya sudah sadar.


Awalnya Lidya agak kaget karena seseorang yang tidak ia kenali menghampirinya, akan tetapi dokter mengatakan jika Juan adalah orang yang datang menemaninya dan juga orang yang datang membawanya ketika kecelakaan tadi.


"Tuan Juan, bisa kita bicara sebentar di ruangan saya? Biar nona Lidya di jaga dulu oleh suster. Ada hal yang penting yang sangat ingin saya sampaikan kepada Anda," ajak dokter tersebut dan mau tidak mau Juan pun menuruti keinginannya.


"Lidya aku ikut dokter dulu ya, kamu tenang-tenang di sini. Tidak lama kok, aku pasti akan segera kembali dan aku akan segera mengabari keluargamu, mereka sedari tadi sangat mencemaskanmu. Untungnya kamu sudah sadar," ucap Juan kemudian dengan refleks ia sampai mengecup dahi Lidya hingga gadis itu memerah pipinya.


"Tuan Anda siapa?" tanya Lidya.


Deggg ...

__ADS_1


Belum sempat Juan bertanya lagi dan belum habis rasa terkejutannya, dokter langsung memanggilnya untuk segera ikut ke ruangannya. Juan pun mau tidak mau harus mengikuti dokter tersebut dengan membawa pertanyaan yang begitu banyak di benaknya. Namun ia yakin dokter pasti akan menjelaskan hal ini.


Sesampainya di ruangan dokter tersebut Juan pun diajak duduk dan dokter mulai menjelaskan apa yang terjadi pada Lidya. Dokter mengatakan bahwa saat ini Lidya mengalami amnesia akan tetapi amnesia tersebut kemungkinan hanya berlaku sesaat saja hingga kondisinya pulih benar.


Setelah tadi dokter melakukan pemeriksaan, ternyata Lidya masih mengingat siapa namanya dan juga keluarganya. Lidya hanya melupakan beberapa bagian saja dari ingatannya.


"TGA? Apa itu Dok? Sejenis penyakit atau sindrom?" tanya Juan.


"Dari hasil pemeriksaan saya, nona Lidya bisa saja mengalami yang namanya Transient Global Amnesia. Namun bisa juga ternyata nona Lidya mengalami amnesia Lakunar ..."


Transient Global Amnesia adalah salah satu jenis amnesia dimana pengidap amnesia jenis ini biasanya akan mengalami hilang ingatan pada kejadian tertentu secara total, walaupun kejadian tersebut baru saja dialaminya. Amnesia jenis ini disebabkan karena adanya cedera yang berhubungan dengan kepala akibat dari terlalu sering melakukan aktivitas yang berat.


Juan pun hanya bisa mengganggukan kepalanya sambil menelan salivanya dengan susah payah. Mengingat apa yang sedang dialami oleh Lidya sekarang, padahal ia berjanji ketika Lidya tersadar nanti, ia akan mengatakan bahwa ia ingin mendekati gadis ini. Namun sayang sungguh sayang, Lidya justru melupakannya.


Mungkin karena gue yang terlalu membenci Lidya ketika pertama kali gue ngelihat. Mungkin karma buat gue. Tapi nggak masalah, demi cinta gue rela berjuang untuk kembali diingat olehnya. Atau lebih baik lagi dia membentuk ingatan baru tentang gue, ucap Juan dalam hati.


Dokter pun mengatakan bahwa besok pagi ia akan melanjutkan pemeriksaan terhadap Lidya dan itu secara keseluruhan. Ia juga mengharapkan keluarga Lidya hadir di saat ia akan memeriksanya nanti sehingga ia bisa memastikan amnesia jenis apa yang tengah dialami oleh Lidya.


"Baik Dok, saya akan menghubungi seluruh keluarga dan saya akan mengumpulkannya mereka besok. Terima kasih untuk penjelasannya Dok, kalau begitu saya permisi dulu," ucap Juan kemudian ia berpamitan undur diri dari ruangan tersebut.

__ADS_1


Dengan langkah gontai Juan berjalan menuju ke ruangan di mana Lidya berada. Ini sudah masuk waktu dini hari, Juan tidak mungkin menghubungi keluarganya, akan tetapi ia hanya bisa mengirim pesan pada ponsel Kakak dan kakak iparnya semoga saja besok pagi mereka akan membacanya dan langsung datang ke rumah sakit.


Juan tersenyum pada Lidya yang saat ini sedang sendirian. Suster yang tadi menangani Lidya itu berpamitan karena ada pasien lain yang harus ia tangani.


"Sedang memikirkan apa?" tanya Juan yang kemudian mengambil bangku dan duduk di samping ranjang Lidya.


Lidya tentu cukup terkejut dengan kedatangan Juan, karena ia sedang melamun lebih tepatnya ia sedang memikirkan hal yang mungkin ia lupakan beberapa waktu yang lalu.


"Mohon maaf karena aku tidak mengingatmu, mungkin saja kita saling mengenal tetapi karena sesuatu hal yang terjadi padaku sehingga aku melupakanmu. Maafkan aku ya," ucap Lidya dengan suara yang cukup lirih. Ia benar-benar berusaha untuk mengingat tetapi ia tidak mendapatkan apapun.


Juan tersenyum, ia tahu jika Lidya baru susah payah untuk kembali mengingat semuanya akan tetapi hal itu pasti justru akan lebih menyakitinya lagi tiba-tiba. Juan mendapat ide dan menurutnya ini yang baru kita lintas di benarnya ini adalah sebuah hal yang sangat brilian.


"Aku memakluminya karena kamu baru saja mengalami kecelakaan, hanya saja aku sedikit kecewa karena kamu melupakanku. Padahal kita baru saja beberapa waktu yang lalu resmi menjadi pasangan kekasih, tetapi kamu sudah melupakanku," ucap Juan dengan memasang wajah yang terlihat begitu sedih dan kecewa.


Mata Lidya membulat sempurna, ia benar-benar terkejut karena selama ini — dari yang ia ingat, dirinya itu tidak pernah mencari hubungan Dan tahu-tahu kini ia sudah memiliki kekasih sangat tampan pula.


"Oh, oh, maafkan saya jika memang seperti itu. Saya benar-benar tidak mengingat kamu dan jika memang kita sepasang kekasih aku mohon maaf ya. Dan semoga ingatan aku bisa segera kembali pulih," ucap Lidya dengan penuh rasa bersalah.


Dalam hati Juan tertawa puas, akhirnya ia berhasil juga mengikat gadis ini sebagai kekasihnya, walaupun hal itu tidak pernah terjadi sebelumnya dan baru akan ia lakukan.

__ADS_1


__ADS_2