CINTA LAMA BELUM KADALUARSA

CINTA LAMA BELUM KADALUARSA
CLBK~110


__ADS_3

Mentari berjalan masuk ke perusahaan Bright, ia menghadap pada resepsionis dan memintanya untuk menghubungkan kepada Bright dan mengatakan bahwa ia sudah datang. Resepsionis itu pun langsung melakukan keinginan Mentari karena ia sudah menghafal wajah wanita ini yang sering keluar masuk di perusahaan milik Tuan Bright karena mereka menjalin kerjasama.


Tak lupa wanita itu melirik Juan yang berada di samping Mentari. Ia tersenyum manis, terpesona dengan ketampanan adik dari suami Mentari yang memang sangat tampan hanya saja begitu kaku.


Juan merasa risih di tetap seperti itu oleh resepsionis tersebut. Ingin ia menegurnya tetapi di sini posisinya adalah sebagai bodyguard Mentari, ia harus bisa menjaga sikap agar tidak dicurigai oleh siapapun yang berada di kantor ini.


"Baik nona Mentari, tuan Bright menunggu Anda di ruangannya. Silakan ucapnya dengan begitu manis semanis senyuman yang ia lemparkan kepada Juan.


Mentari menahan tawanya karena melihat reaksi Juan yang terlihat seperti tertekan dengan flirting yang diberikan oleh wanita yang bertugas sebagai resepsionis di perusahaan Bright.


"Haih ... mengapa lu tegang begitu? Dia itu lawan jenis, harusnya lu membalas senyumannya atau sekadar menyapa, siapa tahu bisa jadi jodoh," ledek Mentari dan Juan hanya bisa mendengus saja.


Juan tidak ingin menanggapi ucapan Mentari karena bisa jadi panjang karena keduanya jika sudah bercerita dan nyambung, maka akan terjadi perbincangan yang tidak bisa diukur waktunya kapan berhenti dan hanya pada Mentari saja ia bisa menjadi lelaki yang cerewet.


Sayangnya cinta Juan harus pupus dan bertepuk sebelah tangan karena Zio sudah menikung lebih dulu lewat kekuatan hansip.


Mentari terkekeh ketika mereka memasuki lift. Juan lebih memilih untuk bungkam, itulah yang membuat Mentari merasa lucu.


"Lalu perempuan seperti apa yang lu suka? Mbak resepsionis tadi itu cukup cantik, tapi kalau lu tidak tertarik, ada banyak karyawan di kantor lu juga tidak tertarik. Lalu lu sukanya sama yang model seperti apa?" tanya Mentari dan di detik selanjutnya ia dibuat menyesal karena sudah bertanya seperti itu kepada adik iparnya.


"Wanita seperti dirimu, aku menyukaimu. Bukankah kamu tahu?" jawab Juan sarkas.


Mentari langsung terbungkam. Ia tidak lagi ingin menanyai Juan. Keduanya terdiam hingga sampai di ruangan Bright dimana pria itu sudah menyambut dengan senang hati kedatangan Mentari akan tetapi ia menatap tak suka pada kehadiran Juan.


Mentari pun menjelaskan kepada Bright jika Juan adalah bodyguard yang sengaja ditempatkan Zio kemanapun ia pergi. Ia memohon maaf kepada Bright karena harus membawa Juan masuk ke dalam ruangan tersebut.


"Dia membuatku tidak bisa bergerak dengan bebas, bisakah Anda mengizinkannya untuk ikut masuk? Saya tidak ingin terjadi masalah dengan Zio jika bodyguard-nya ini tidak dibiarkan menyaksikan apa yang saya lakukan di dalam sana bersama Anda," pinta Mentari dengan mengiba.


Bright melirik tak suka pada Juan kemudian ia menatap Mentari dengan wajah yang begitu senang. Senyuman tergambar di wajahnya. "Ya sudah silakan saja, akan tetapi dia harus menjaga jarak karena ini adalah pembicaraan penting tentang pekerjaan kita," ucap Bright menyetujui permintaan Mentari.

__ADS_1


Gue sudah bilang dia pasti tidak akan menolak keinginanku, gumam Mentari dalam hati.


Di dalam ruangan tersebut Bright dan Mentari mulai membahas poin-poin pekerjaan mereka yang sempat ia tunda karena ketidakhadiran Mentari tadi. Mentari meminta Bright untuk melaksanakan pembukaan proyek tersebut pada besok pagi dan ia berjanji akan datang langsung menyaksikan pembukaan pekerjaan.


Bright langsung menyetujui keinginan Mentari, kemudian mereka membahas poin-poin lainnya hingga akhirnya menjurus pada permasalahan pribadi — hal yang sengaja Mentari lakukan untuk menggiring Bright membahas masalah rumah tangganya dengan Zio.


"Saya pikir kalian adalah pasangan yang sangat serasi, sangat tidak mungkin bertengkar," ucap Bright namun dalam hati ia begitu girang mendengar Mentari mengeluhkan pertengkarannya dengan Zio.


Mentari tersenyum kecut. "Apa yang terlihat belum tentu apa yang terjadi sebenarnya," ucapnya dengan suara yang lirih.


Mentari melirik ponsel Bright yang berada di atas meja. Seperti yang dikatakan oleh Zio — sebelum ia pergi bersama Dini, ia berharap Mentari bisa membuka ponsel Bright dan mencari apakah di ponsel tersebut terdapat video yang dimaksud oleh Dini atau tidak. Dan itulah tujuan Mentari mendekati Bright selain mengorek informasi tentang bayi yang ada dalam kandungan Dini.


Bright memasang wajah menyesal, ia turut merasa bersedih dengan apa yang menimpa Mentari. Ia harus pandai berakting untuk bisa merebut hati wanita impiannya ini. Dia tidak peduli antara adalah istri shio dan tidak peduli status Mentari nanti yang akan ia nikahi merupakan seorang janda, yang penting Mentari menjadi miliknya.


"Apakah dia sengaja melakukannya? Mungkin saja kamu hanya curiga tanpa alasan. Biasanya lelaki itu membuat pasangannya salah paham dan lupa memberi penjelasan," ucap Bright masih mencoba untuk membujuk Mentari agar bisa memahami Zio padahal sesungguhnya ia hanya ingin terlihat baik di hadapan Mentari.


Ada rasa tidak rela mendengar Mentari berpamitan karena Bright masih ingin menghabiskan waktu bersamanya. Akan tetapi ia harus tetap bersikap profesional dan tidak terburu-buru karena baginya mendekati Mentari bukanlah hal yang harus diburu-burukan. Ia harus bisa menyentuh hati wanita ini lebih dulu dan lebih dalam lagi agar proses mendapatkannya akan lebih mudah.


"Oh ya sudah, lain kali jika butuh teman berbicara jangan sungkan padaku. Saya pasti siap mendengarkan keluh kesahmu. Bukankah kita sudah berteman?" ucap Bright ikut berdiri ketika Mentari sudah berdiri dan berjalan menuju ke pintu.


Mentari tersenyum manis dan itu membuat Bright merasa meleleh. "Asalkan Anda tidak merasa direpotkan oleh saya," ucapnya dengan malu-malu dan ekspresinya itu semakin membuat Bright terpanah.


Juan yang melihat akting Mentari yang begitu luar biasa, dalam hati ia memuji kakak iparnya ini. Ia juga merasa muak dengan sifat Bright yang terlihat sekali sedang mencoba untuk merayu Mentari walaupun secara tidak langsung. Tetapi sebagai lelaki Juan bisa melihat seperti apa gelagat Bright yang menyembunyikan banyak hal dari tatapan matanya kepada Mentari.


Bright menatap tak suka pada Juan yang turut berjalan di samping mereka, akan tetapi ia kembali lagi mengingat bagaimana Mentari dengan leluasa menceritakan tentang hubungannya bersama Zio sedangkan di ruangan itu ada Juan yang merupakan bodyguard kiriman Zio.


Sepertinya memang Mentari benar-benar memiliki masalah besar bersama Zio hingga tak tanggung-tanggung ia menceritakan keburukan suaminya sedangkan ia sedang diawasi, pikir Bright.


"Tolong jaga nona Mentari baik-baik," pinta Bright kepada Juan, sengaja untuk menarik hati Mentari agar wanita itu tahu jika ia penuh dengan kepedulian terhadapnya.

__ADS_1


"Itulah tugas saya, tanpa Anda minta pun saya pasti akan melakukannya. Jadi tidak perlu sok manis terhadapnya. Dan lagi dia bukan nona tetapi Nyonya karena dia sudah menikah dengan bos saya," ucap Juan sarkas, dari tadi ia menahan rasa ingin memaki-maki Bright akan tetapi tidak memiliki kesempatan dan kali ini ia tidak bisa menahan lagi.


Mentari menahan tawanya mendengar Juan yang membalas ucapan Bright dengan begitu ketus. Ia yakin dari tadi Juan pasti menahan rasa ingin ikut campur, apalagi kakaknya dijelek-jelekkan di hadapannya sendiri oleh istrinya sendiri pula.


Bright mengepalkan tangannya, ingin rasanya ia menjawab ucapan Juan akan tetapi untuk tetap terlihat bagus di depan Mentari, ia pun mengurungkan niatnya dan hanya memberikan senyuman manis saja.


"Maaf ya, saya tidak bisa mengantar sampai ke bawah karena masih ada banyak pekerjaan yang harus saya selesaikan. Dan ingat baik-baik pesan saya, kamu bisa menghubungi saya kapanpun kamu inginkan," ucap Bright kembali memberikan perhatian kepada Mentari dan yang diberikan perhatian hanya mengangguk saja.


Oh andaikan Bright melihatnya, Mentari terpaksa menganggukan kepalanya. Sungguh benar-benar wanita itu tersiksa dengan kepura-puraannya pada Bright.


Setelah keluar dari ruangan Bright dan mereka kini sudah berjalan menuju ke mobil, Mentari tak berhenti tertawa. Ia memperhatikan gelagat Juan yang terlihat begitu kesal bahkan sampai di dalam mobil pun Juan kembali mengeluarkan uneg-unegnya. Ia tidak menyukai Bright dan ia ingin cepat-cepat menyingkirkan pria itu jika bisa.


"Dari semua pria yang suka sama lu, lelaki itu yang paling gue tidak suka," ucap Juan di akhir kalimatnya setelah ia mengomel panjang lebar sambil mengemudikan mobil.


Mentari kembali dibuat tertawa, ia kemudian mengatakan bahwa pria lebih gila dari mereka adalah Oliver dan yang lebih nekat adalah Zio — suaminya sendiri.


Juan hanya bisa mendengus karena apa dikatakan oleh Mentari memang benar adanya, kedua kakaknya itu memang di luar nalar.


Beberapa saat kemudian mobil mereka sampai di depan rumah Mentari. Juan berniat untuk segera kembali ke kantor karena masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan akan tetapi Mentari langsung mencegahnya.


"Juan, bagaimana kalau kita mengajak Lidya untuk pergi jalan-jalan? Lagi pula lu tidak perlu kembali ke kantor karena tadi gue sudah mengatakan kepada Zio kalau gue ingin mengontrak lu untuk membawa adik sepupu gue jalan-jalan mengelilingi kota ini ... tapi tidak harus dikelilingi seluruhnya, hanya untuk berjalan-jalan di sekitar sini saja dan juga di sekitar kampus."


Rasanya Juan ingin menangis, entah mengapa ia sangat tidak suka ketika nama Lidya disebut. Juan sama tidak menyukai wanita dengan tampilan yang aneh seperti Lidya dan ia sendiri merasa heran mengapa dia seperti fobia saja ketika melihat gadis itu — padahal mereka sama sekali tidak berbicara dan tidak saling bertegur sapa, dan bahkan mereka baru pertama kali bertemu, dan Lidya sama sekali tidak memperhatikannya sejak tadi.


"Apakah harus?" tanya Juan dengan suara yang begitu lirih.


Mentari mengernyitkan alisnya, ia merasa heran dengan Juan yang seolah sedang menderita tekanan batin.


"Lu kenapa? seperti ada masalah saja," tanya Mentari dan Juan rasanya ingin mengatakan bahwa masalah itu adalah ia tidak menyukai sepupu Mentari itu dan ia tidak tahu apa yang membuatnya tidak menyukai Lidya.

__ADS_1


__ADS_2