CINTA LAMA BELUM KADALUARSA

CINTA LAMA BELUM KADALUARSA
CLBK~94


__ADS_3

Bright Santoso tersenyum manis menyambut kedatangan Mentari dan Mawar di perusahaannya. Ini adalah kali kedua mereka terlibat proyek bersama, lebih tepatnya perusahaan milik Mawar berhasil meraih tender di perusahaan Bright walaupun hanya bagian kecil saja sesuai dengan kemampuan perusahaan mereka. Mawar bukan orang yang gegabah karena demi meraup tender besar ia rela berhutang sana-sini, ia lebih memilih mengambil sesuai dengan kemampuannya agar bisa menikmati hasilnya.


Mentari bersalaman dengan Pram dan juga Bright, begitupun dengan Mawar. Nampak jelas ketika Mentari mulai membahas poin-poin kontrak mereka, Bright terus saja menatap padanya dan senyuman manis itu tidak pernah lepas dari bibirnya.


"Kau sangat cantik ..."


Mentari yang sedang membacakan beberapa poin-poin kerja sama tersebut dibuat terhenti karena mendengar ucapan lirih Bright tersebut. Ia jadi salah tingkah, bukan karena jatuh cinta namun karena ternyata sedari tadi ia menjelaskan tetapi pria ini ternyata hanya sibuk mengamati wajahnya saja.


Pram berdehem keras berusaha menyadarkan bosnya ini agar tidak bertingkah aneh di depan klien. Mawar sendiri menahan tawanya, ingin rasanya ia mengejek Mentari saat ini juga karena baru saja menikah semalam tetapi pagi ini ia sudah mendapat gombalan receh dari salah satu pengusaha sukses di kota ini.


Bright tersentak, ia langsung mengusap wajahnya kemudian bersikap seolah tidak terjadi apa-apa barusan. Ia meminta Mentari untuk melanjutkan pembahasan pekerjaan ini hingga tuntas, sedangkan ia sendiri justru mengalihkan perhatiannya dari Mentari agar tidak kembali melamun dan mengucapkan hal-hal bodoh yang tidak seharusnya didengar oleh Mentari.


"Cie .. lu sangat laku di pasaran. sayang. Ah, sayang sekali kau sudah menikah," ledek Mawar dengan berbisik di telinga Mentari.


Mentari yang baru saja selesai mempresentasikan isi kerjasama tersebut ingin rasanya membalas ledakan Mawar, akan tetapi Bright sudah kembali fokus padanya dan mulai mempertimbangkan setiap bagian yang tadi sudah diajukan oleh Mentari.


Berapa menit setelah mereka berdiskusi dengan beberapa bagian yang direvisi Bright -- karena menurutnya itu sangat tidak sesuai dengan pekerjaan mereka, akhirnya mereka menemui kesepakatan dan nantinya pekerjaan itu akan berlangsung minggu depan.


Setelah meeting tersebut selesai, Bright menawarkan diri untuk mengajak Mentari dan juga Mawar untuk makan siang bersama, akan tetapi Mentari langsung menolaknya karena ia ingat memiliki janji dengan Zio. Dia tidak ingin membuat Zio marah di hari pertama mereka menjadi pasangan suami istri.

__ADS_1


"Ya sudah, nanti lain kali saja," ucap Bright mencoba menahan kekecewaannya karena lagi-lagi ia ditolak oleh Mentari.


"Maaf tuan Bright, bukan maksud kami untuk menolak ajakan Anda, tetapi setelah ini kami memiliki pertemuan dengan klien di tempat yang agak jauh. Jadi kami memutuskan untuk pergi ke sana lebih dulu di saat jam makan siang agar nanti tidak terlambat," ucap Mentari dengan sejuta alasannya yang bisa dipercaya oleh Bright.


Mawar sendiri tertawa dalam hati, ia tidak menyangka saja jika sahabatnya ini memang benar-benar menjadi incaran para pria sejak mereka masih duduk di bangku sekolah hingga sampai Mentari sudah menikah. Apa kabar dengan Zio sang pencemburu itu jika tahu istrinya masih digombali oleh Bright Santoso.


Mentari dan Mawar kemudian berpamitan, mereka memang harus segera beranjak pergi dari kantor ini sebelum Bright menahan mereka lebih lama lagi. Mawar tidak ingin dijadikan sasaran kemarahan Zio, begitupun Mentari yang tidak ingin memulai perdebatan dengan suaminya itu karena baru tadi pagi mereka berdebat juga. Tadi pula mereka sudah bermesraan dan Mentari tidak ingin siang ini kembali terjadi perdebatan panjang lagi.


Sesampainya mereka di kantor, ternyata di sana sudah ada Zio yang menunggu di parkiran. Mentari langsung berpamitan kepada Mawar untuk masuk ke dalam mobil suaminya, sedangkan Mawar sendiri bergegas menuju ke dalam ruangan karena masih ada beberapa hal yang harus ia selesaikan bersama dengan karyawannya yang lain.


Di dalam mobil Zio mengatakan kepada Mentari jika ia ingin segera mengenalkan Mentari kepada keluarganya dan mengatakan jika mereka sudah menikah, akan tetapi Mentari menolak keras karena menurutnya ini bukan saat yang tepat sebab Zio masih belum selesai dengan masalahnya bersama Dini.


Zio pun langsung menegaskan bahwa sebentar lagi masalah itu akan selesai dengan bantuan kakeknya yang akan menukar perjodohan tersebut dengan memberikan suntikan dana pada perusahaan keluarga Dini.


Zio diam sambil menimbang-nimbang ucapan Mentari tersebut, ia kemudian membenarkan pendapat istrinya itu karena kemungkinan besar memang hal itu sedang direncanakan oleh keluarga Vindex. Apalagi Dini yang sampai melakukan aksi nekat dengan membuatnya melakukan one night stand pada malam itu dan parahnya lagi Dini merekam kejadian malam itu, sesuatu yang seharusnya tidak dilakukan karena akan berakibat fatal jika sampai disalahgunakan.


"Jadi aku harus menunda dulu untuk memperkenalkanmu pada keluargaku?" tanya saya memastikan keinginan Mentari.


Dengan yakin Mentari mengangguk. "Aku hanya ingin semuanya baik-baik saja ketika nanti kita mengakui kepada dunia bahwa kita sudah memiliki hubungan yang sah di mata hukum dan juga agama. Bersabarlah, karena aku sangat bersabar menanti kau menyelesaikan masalahmu itu dengan mereka," ucap Mentari, ia kemudian mengalungkan tangannya di lengan kiri Zio dan menyandarkan kepalanya di bahu Zio.

__ADS_1


Zio menyunggingkan senyum manis melihat sikap manja Mentari terhadapnya. Dengan Mentari yang ingin terus menempel padanya menandakan bahwa istrinya itu tidak ingin mereka berjauhan atau sampai terpisahkan.


"Baiklah, aku akan sangat bersemangat untukmu. Tetapi aku dan kakek akan mencoba dulu membujuk mereka melalui suntikan dana, dan jika itu berhasil maka kau harus segera setuju untuk berkenalan dengan seluruh keluargaku, walaupun sebenarnya kau sudah tahu sih," ucap Zio dan Mentari langsung mengiyakan dengan cepat.


.


.


Kakek Harun menyambut kedatangan kakek Rasyid dan Zio dengan sukacita karena menurutnya kedatangan mereka ini akan membawa kabar baik bagi keluarganya. Dini yang tadinya sedang berada di luar pun dengan segera kembali ke rumah karena mendapat kabar dari kakeknya bahwa Zio akan segera datang.


Di dalam kamarnya, Dini baru saja selesai mempercantik dirinya dan berkata pada pantulan dirinya cermin, "Gue yakin Zio datang untuk melamar dan sebentar lagi gue akan menjadi nyonya Zio. Akhirnya keinginanku untuk jadi istri dari orang yang paling gue cintai selama ini tak sampaikan juga," ucapnya dengan penuh rasa percaya diri.


Sedangkan di luar, kakek Harun dan kakek Rasyid memulai perbincangan mereka dengan berbasa-basi saling menanyakan kabar lalu kakak Rasyid menanyakan tentang kabar perusahaan keluarga Vindex.


"Semuanya baik, Damian mengelola perusahaan dengan sangat baik," jawab kakek Harun saat kakek Rasyid menanyakan soal perusahaan mereka.


Zio mengumpat dalam hati, melihat wajah meyakinkan kakek Harun ini membuat Zio sangat ingin mengacak-acak wajah penuh dengan kemunafikan itu. Sangat jelas informasi yang ia dapatkan bahwa saat ini perusahaan tersebut bahkan sudah memecat lima puluh karyawan mereka tanpa pesangon karena tidak mampu lagi membayar semuanya itu dan kini pria tua ini mengatakan semuanya baik-baik saja, Zio sangat ingin tertawa terbahak.


"Maaf kakek Harun, tetapi dari yang aku ketahui saat ini perusahaan kalian sedang berada di ambang kehancuran. Kemarin lima puluh karyawan kalian baru saja dipecat tanpa pesangon dan hal tersebut sudah masuk ke dalam berita utama dari jajaran para pebisnis. Apakah Kakek bisa menjelaskan tentang hal tersebut?" pancing Zio, karena ia sudah begitu malas untuk berbasa-basi.

__ADS_1


Belum sempat kakek Harun menjawab, dari luar muncul Damian yang sedang berjalan sempoyongan sambil dipapah oleh salah satu wanita yang mengenakan pakaian yang begitu seksi, padahal saat ini masih pukul tiga sore, tetapi pria itu sudah datang dengan keadaan mabuk dan sepertinya wanita di sampingnya adalah wanita panggilan yang saat ini sedang memapahnya.


"Oh ada tamu rupanya, silahkan duduk," ucap Damian, ia kemudian ikut duduk.


__ADS_2