CINTA LAMA BELUM KADALUARSA

CINTA LAMA BELUM KADALUARSA
CLBK~77


__ADS_3

Sejak hari dimana Zio mengancam akan menghancurkan bisnis miliknya, Bright mulai menjaga jarak dari Mentari akan tetapi bukan karena ia takut melainkan karena ia sedang menyiapkan rencana. Sudah satu Minggu berlalu sejak hari itu dan setiap hari Dini juga datang mengeluhkan bagaimana Zio terus menolak sedangkan kakeknya sudah tidak bisa bersabar.


Bright pusing dengan semua masalah ini, padahal ia dan Dini jelas sudah tidak memiliki hubungan apapun karena sejak hari dimana Dini dijodohkan ia juga memutus hubungan mereka. Harusnya Bright merasa senang sebab ia terbebas dari Dini dan bisa mengejar gadis yang beberapa waktu ini terus menghantuinya. Mentari mulai menari-nari di pikirannya.


Sejak saat ia tahu Mentari adalah kekasih Zio dan ternyata gadis itu bukanlah wanita penggoda yang akan menghancurkan daddynya seperti yang dilakukan istri ketiga daddynya itu, Bright mulai menaruh perhatian lebih pada sosok Mentari. Baginya Mentari adalah wanita hebat karena tidak terpengaruh akan harta kekayaan lalu justru nasibnya begitu baik dengan mempertemukannya dengan Ezio hanya saja hubungan itu menjadi rumit kembali karena Zio dijodohkan dengan Dini.


"Dini, udah gue bilang lu dekati Zio. Datangi apartemennya, jebak dia. Atau lu bisa ngaja dia bicara dari hati ke hati dan terserah itu buat dia nggak sadar diri dan kuasai dia!"


Begitulah kiranya nasihat yang diberikan Bright pada Dini tadi siang. Dan kini wanita itu sedang menanti Zio membukakan apartemennya. Ya, Dini mendatangi Zio atas saran dari Bright dan pria itu akan mengajak Mentari untuk mendatangi Zio dengan tujuan untuk mendapati perselingkuhan mereka.


Semua rencana sudah diatur sempurna namun sayang sekali Bright tidak berhasil membujuk Mentari.


"Maaf tuan Bright, kita tidak sedekat itu untuk saya ikut bersama Anda. Lagi pula saya mempercayain kekasih saya dan saya yakin dia tidak akan berbuat lebih pada Dini!"


Begitulah penolakan Mentari saat Bright mencoba menghubungi Mentari lewat panggilan telepon dimana ia mendapatkan nomor telepon Mentari dari Mawar.


"Kenapa dia sangat sulit untuk dihubungi?" gerutu Bright.

__ADS_1


Zio menatap layar laptopnya dimana ia sedang memperhatikan gelagat Dini yang berdiri di depan pintu apartemennya lewat kamera CCTV. Ia sangat malas untuk keluar dan ia yakin jika bertemu dengan Dini, maka akan ada sebab akibat yang akan ia tanggung. Zio sudah lama pensiun menjadi seorang casanova dan Dini bisa saja menggodanya jika mereka hanya berdua saja di dalam apartemen.


Kemarin Zio kembali ditanyakan oleh kakeknya apakah bersedia untuk menikah dengan Dini atau tidak dan jawaban Zio masih sama, ia tidak mau! Kakek tidak bisa memaksa hanya saja kali ini ia mengancam.


"Jika kau tidak mau menikah dengan Dini maka kau akan melihat kakekmu menghembuskan napas terakhir."


Zio mengerang frustrasi teringat akan ucapan kakeknya tesebut. Entah apa yang ada dipikiran kakeknya sampai harus berkata seperti itu.


Zio sendiri sudah mulai mengumpulkan informasi tentang Dini dan Bright. Zio sudah tahu tentang hubungan Dini dan Bright, juga tentang keadaan perusahaan tuan Harun Vindex yang sedang berada di masa sulit karena anaknya Damian Vindex -- ayah Dini mengalami banyak kegagalan proyek dan juga penipuan sebab kerjanya hanya bermain wanita dan berjudi.


Semua itu Zio kumpulkan dalam beberapa hari dari orang-orang terdekatnya. Itulah sebabnya ia kembali ke perusahaan dan juga menerima kembali seluruh harta kekayaan di kartu-kartu berisi saldo dana miliknya. Ia bisa membayar detektif untuk mempermudah rencananya. Dan semua berhasil ia dapatkan.


Harusnya Zio mengatakan ini semua kepada keluarganya akan tetapi jelas saja kakeknya pasti langsung menyuntikkan dana ke perusahaan Vindex tanpa berpikir panjang. Namun bukan itu yang Zio mau, ia ingin menuruti alur yang dibuat oleh Dini dan kakeknya. Jika hanya mengharapkan suntikan dana, pasti tuan Harun Vindex sudah mengatakannya kepada kakek Rasyid, namun mereka tidak melakukannya dan berperan seolah semuanya baik-baik saja.


"Masih ada hal yang harus gue selidiki dan gue harus tahu motif dibalik perjodohan ini. Pasti ada niat terselubung dari mereka. Dan Dini, dari informasi yang gue dapatkan dia itu udah lama jalan sama Bright Santoso dan nggak mungkin tiba-tiba mereka berpisah apalagi waktu gue mau nganterin Tari ke perusahaan Bright, gue masih lihat mereka jalan bareng. Pasti ada hal yang lainnya, gue harus cari tahu lagi dan harus secepatnya!"


Zio mengambil ponselnya, ia menghubungi detektif yang ia sewa dan dalam nada sambung pertama panggilannya sudah terjawab.

__ADS_1


"Wanita itu ada di depan apartemen saya dan tolong awasi dia kalau perlu ikuti kemana dia pergi karena saya butuh informasi lengkap lagi untuk kegiatannya dan jangan lupa minta rekanmu untuk mengikuti kegiatan keluarga Vindex dan pastikan semua bukti kalian kantongi," ucap Zio.


"Tentu Pak!"


Zio mematikan panggilannya, ia kemudian melirik jam tangannya dan kini ia yakin Mentari sudah selesai makan malam. Ia berniat menelepon kekasihnya itu. Lebih baik ia menghabiskan waktu bersama Mentari walau hanya lewat telepon.


"Tari, kamu memang udah serius sama aku? Nikah yuk. Halalin secepatnya," ucap Zio yang membuat Mentari berteriak kesal padanya.


Oh ayolah, tadi mereka sedang baik-baik saja mengobrol dan bercanda ria lalu mendadak Zio mengajaknya menikah sedangkan Mentari sendiri tahu kalau saat ini perjodohan antara Zio dan Dini masih terus diperjuangkan.


Boleh nggak sih gue egois? Gue juga mau miliki Zio, tapi bagaimana dengan kakeknya? Gue nggak bisa kayak gini. Semuanya terasa sulit. Semoga suatu saat nanti hubungan gue sama Zio kembali membaik dan mendapatkan restu!


Mentari menjadi galau, ia terkadang berpikir lebih baik ia dan Zio kembali ke masa-masa mereka pacaran selagi masih di bangku kuliah. Ia mencintai Zio tanpa takut status hubungan dan tanpa takut dengan para selingkuhan karena ia tahu Zio hanya mencintainya seorang. Namun semua itu tidak mungkin terjadi karena siapalah yang bisa mengulang kembali masa lampau.


"Atasi dulu masalahmu baru kita akan membicarakan pernikahan. Kau saat ini terikat dengan perjodohan, aku nggak mau disebut pelakor ya," ucap Mentari dengan nada cukup emosi.


"Sebentar lagi sayang, nggak lama lagi aku bakalan menyelesaikan semua masalah ini. Aku harap kamu bersabar dan tolong jika kau melihat sesuatu yang buruk tentangku maka ajaklah aku bicara empat mata daripada kau menyimpannya sendiri. Aku juga berhak kamu akan selalu percaya padaku." Ucapan Zio sukses membungkam mulut Mentari.

__ADS_1


"Dan kau harus janji sayang, begitu masalah ini berakhir maka kau akan siap menikah denganku," ucap Zio.


__ADS_2