
"Ketemu!"
Teman Oliver yang ia tugaskan untuk meretas ponsel Dini yang mereka ambil saat wanita itu tengah pingsan pun mengatakan bahwa ia berhasil menemukan video yang mereka maksud. Dengan cepat Zio dan Oliver mendekatinya dan memeriksa video tersebut.
Zio mengepalkan tangannya, jelas sekali Dini sangat sengaja merekam kegiatan panas tersebut dan memang semua itu sudah di rencakan.
Belum lagi chat yang ditunjukkan olehnya kepada Zio, disana jelas sekali Dini tidak menyimpan atau membagikan video itu kepada Bright, itu artinya ia masih aman dan hanya Dini saja yang mengetahui perkara ini.
Zio ingin tahu juga nanti dari Dini, mungkin saja Dini sudah membuat salinan video tersebut dan menyimpannya di tempat yang aman.
"Bisa lu meretas CCTV di hotel dan juga restoran tempat dimana gue makan malam bersama dengan para klienku? Kebetulan tempatnya tidak jauh dari hotel tempat gue menginap," ucap Zio kemudain ia menyebutkan nama tempatnya dan pria tersebut langsung menjalankan apa yang ia minta.
Untuk beberapa menit pria yang bernama Hansel itu sibuk dengan mengotak-atik keyboard dan fokus menatap layar komputer. Zio yang tidak paham hanya menunggu hasilnya saja dan ia lebih memilih menghubungi Mentari yang ia ketahui sedang bersama dengan Juan untuk menemani sepupu Mentari jalan-jalan.
Zio sudah merindukan istrinya itu dan ia ingin segera pulang akan tetapi masalah ini lebih baik ia utamakan dulu. Teringat ia yang sudah berhasil mendapatkan jatahnya yang selama ini ia nantikan, Zio jadi semakin ingin terus dan terus bersama dengan Mentari.
Oliver tak sengaja melihat gelagat Zio yang tengah senyam-senyum sendiri dan ia paham senyuman itu mengandung kadar kemesuman. Otak Oliver yang memang sudah disetting mesum langsung paham apa yang sedang dipikirkan oleh Zio.
"Jadi lu udah berhasil unboxing si Tari? Gimana, Bro?" tanya Oliver penasaran, karena selama ini Zio selalu mengatakan bahwa Mentari masih perawan.
Zio mengalihkan perhatiannya dari ponselnya ke Oliver. "Menurut lu?"
Oliver tertawa, ia sudah tahu apa jawabannya. "Lu emang cerdas Bro, save the best for the last. Dan gue juga bakalan menyusul," ucap Oliver merasa bangga pada sang sepupu karena selama ini Zio adalah casanova kelas kakap dan ketika menikah ia mendapatkan yang masih tersegel.
__ADS_1
Zio tertawa, ia tahu jika Oliver memang sudah serius kepada Mawar. Zio berharap hubungan Oliver dan Mawar terus langgeng hingga ke pelaminan dan ia tinggal mencarikan jodoh untuk Juan. Adik yang dulu sekali pernah sangat ia benci itu sekarang menjadi salah satu orang kepercayaannya dan selalu bisa ia andalkan.
Dia itu sangat kaku dan jatuh cinta baru pada Mentari saja. Untung gue gercep, kalau enggak Tari bisa saja nikah sama Juan dan gue bakalan galau tingkat internasional bahkan gue bisa asja jadi pebinor. Duh nggak kebayang deh jadinya kalau itu sampai terjadi, gumam Zio dalam hati.
"Ketemu. Coba kalian lihat ini adalah rekaman CCTV di hotel yang tadi disebutkan. Sekarang mari kita lihat tanggal berapa lu berada disana dan kejadian ini berlangsung seperti apa sebelumnya," ucap Hansel.
Zio dan Oliver langsung bersemangat dan Zio pun menyebutkan apa-apa saja yang ditanyakan oleh Hansel.
Tak lama kemudian, Hansel memperlihatkan rekaman CCTV dimana Zio bertemu dengan Dini di lobi hotel dan berujung mereka berdua masuk ke dalam kamar. Zio merasa ada yang tidak beres dari kemunculan Dini. Ia pun mencoba menghubungi kenalannya yang bekerja sebagai resepsionis di hotel tersebut.
"Rel, coba lu cek waktu tanggal enam bulan lalu, ada nggak yang nama Dini Vindex nginap di hotel," pinta Zio yang tidak ingin menyia-nyiakan waktu.
"Oke, tunggu ya," ucap Karel.
"Halo Ezio, lu masih disana?" Terdengar suara Karel memanggil Zio dan Zio pun langsung menyahutinya. "Oke, jadi gue emang nemuin nama Dini Vindex ya, tapi dia chek in-nya di tanggal lima dan check out tanggal enam pada pukul lima sore," ucap Karel yang membuat Zio mengepalkan tangannya.
Zio bertemu dengan Dini di hotel itu hampir larut malam sedangkan menurut informasi dari Karel, Dini sudah check out lebih dulu.
"Thanks Rel, nanti bonus buat lu bakalan gue transfer deh," ucap Zio dan Karel pun mengucapakn terima kasih padanya sebelum panggilan tersebut berakhir.
Oliver dan Hansel melirik Zio, mereka menunggu apakah Zio akan meminta hal yang lain lagi sebelum mereka berpindah meretas bagian yang satunya lagi.
"Hansel, coba lu ke tanggal lima deh," pinta Zio, ia berharap menemukan sesuatu disana.
__ADS_1
Hansel pun langsung menuruti keinginan Zio, ia dengan cepat berpindah ke tanggal yang dimaksud oleh Zio dan disana mereka berhasil menangkap sosok Dini yang check in seorang diri. Rekaman tersebut terus di arahkan pada Dini sampai akhirnya ia menemukan seseorang yang ia kenali mengetuk pintu kamar Dini.
Zio mengepalkan tangannya. Tak ingin menunda lagi, Zio meminta Hansel untuk melihat rekaman CCTV di restoran tersebut.
Terlihat disana waktu dimana beberapa kolega bisnis Zio mulai berdatangan dan ia memang malam itu sedikit terlambat. Zio terkejut saat melihat salah satu koleganya datang bersama dengan seorang wanita yang tidak lain adalah Dini.
Disana terlihat bagaimana mereka berdua terlihat sangat intim. Beberapa saat kemudain terlihat Zio memasuki restoran dan Dwine — nama pria itu pun langsung berdiri menghampiri Zio sedangkan Dini langsung menutup wajahnya dengan buku menu.
Zio dan Dwine berjalan masuk ke dalam ruang yang menjadi tempat pertemuan mereka. Beberapa saat kemudian terlihat Dwine keluar dari ruangan tersebut dan rupanya ia menemui Dini. Mereka pergi ke arah dapur dan berbicara dengan salah satu pelayan lalu mereka memberikan uang kepadanya.
Pelayan tersebut terlihat sedang memasukkan bubuk pada makanan dan minuman yang merupakan pesanan Zio sebab ia memiliki selera yang berbeda dari mereka semua.
"Teka-teki terjawab. Thanks Hansel, lu emang selalu bisa gue andalkan," puji Oliver.
Tanpa perlu penjelasan lagi, semua rekaman ini sudah bisa menjadi bukti kalau semua sudah di rencanakan dan Zio adalah korban disini. Ia pun meminta Hansel untuk menyalin semua rekaman tersebut.
Jadi dia. Gue emang tahu dia adalah salah satu klien yang nggak suka sama gue. Pantas saja akses Dini begitu mudah, dia dibantu Dwine yang juga sama kayak gue, penjahat wanita tapi ya gue udah insaf. Awas aja lu Dwine, setelah Dini gue bakalan bikin perhitungan sama lu.
Hansel sudah selesai menyalin rekaman tersebut dan Oliver langsung mengajaknya pergi. Ia juga sudah mengirimkan bonus atas kinerja Hansel yang sangat memuaskan.
"Tunggu Hansel, gue juga punya bonus buat lu. Dan nanti, gue juga akan minta bantuan lu. Gue ada satu orang yang pingin gue cari tahu dan ini semua berhubungan dengan masalah ini. Tapi belum sekarang, besok bagaimana?" ucap Zio dan Hansel langsung setuju. Pria itu begitu senang karena berhasil mendapatkan dua bonus sekaligus.
Setelah ini giliran si terang-benderang itu yang bakalan gue cari tahu. Gue yakin dia pasti turut andil dalam semua ini.
__ADS_1