CINTA LAMA BELUM KADALUARSA

CINTA LAMA BELUM KADALUARSA
CLBK~48


__ADS_3

Danu kemudian mengejar ayahnya, ia tidak ingin hubungan keluarganya merenggang karena masalah perjodohan ini. Danu sendiri sebenarnya merasa keberatan dengan keinginan ayahnya untuk menjodohkan Zio karena ia tahu anaknya itu tidak akan mau dan akan merasa tersiksa. Zio adalah tipe anak yang tidak ingin diatur dan ia lebih suka melakukan segalanya dengan keinginannya sendiri. Sangat benar jika Danu mengatakan jika ayahnya melakukan hal yang mustahil.


Danu tanpa mengetuk pintu kamar itu, ia segera masuk dan mendapati ayahnya sedang duduk di balkon kamarnya. Ia kemudian mengambil tempat di sampingnya sedangkan sang ayah masih enggan membuka suara. Ia membiarkan saja Danu duduk di dekatnya.


"Ayah, apakah gadis yang ayah ingin jodohkan dengan Zio itu sangat cantik?" tanya Danu membuka suara.


Kakek Rasyid menatap Danu, "Tentu saja. Apa kau tidak tahu cucu perempuan Harun satu-satunya itu sangat cantik dan sesuai tipe Zio?" jawabnya sedikit ketus.


Danu paham saat ini jika ayahnya merasa kesal padanya dan juga pada semua anggota keluarganya. Ia harus pandai menggunakan kata-kata agar ayahnya tidak semakin marah.


Kemarahan kakek Rasyid sangat jarang dan ia memang suka mengatur tetapi aturannya tidak pernah membuat mereka merasa dikekang, namun bukan berarti mereka tidak pernah sekali dua kali melanggar.


Kakek Rasyid sendiri tidak pernah membuat seluruh keluarganya merasa kesulitan sebab semua yang ia lakukan semata-mata demi kebahagiaan kelaurganya. Hanya saja kali ini Zio membangkang padahal ia hanya ingin agar cucunya mendapatkan pendamping yang sepadan, memiliki kekuatan dan kekuasaan.


Sebenarnya tidak ada yang salah dari Mentari, kakek Rasyid bukan tipe orang yang memandang segala sesuatunya dari segi harta namun jika ada yang memenuhi kriteria itu maka kenapa tidak ia menjodohkan Zio dan cucu-cucunya yang lain dengan orang yang sepadan dengan mereka.


"Jika benar begitu, lalu mengapa Zio menolak? Bukankah anak nakal itu sangat menyukai gadis cantik dan seksi?" tanya Danu, ia memang sangat penasaran dengan putranya yang merupakan pemburu wanita cantik dan seksi mendadak menolak perjodohannya padahal selain sesuai kriteria wanita favorit Zio, Dini pun sangat kaya raya.


Danu pun mulai berpikir jika saja Zio sudah mengalihkan kriterianya. Atau mungkin sekarang Zio beralih menyukai wanita berhijab bahkan bercadar ya? gumam Danu dalam hati.


"Dia menolak karena punya kekasih. Dan sialnya kekasihnya itu sekarang adalah sekretarisnya dan as known as dia itu mantan kekasihnya ketika mereka masih masa kuliah," jawab kakek Rasyid merasa sewot sendiri.

__ADS_1


Danu langsung tercengang mendengar sang anak memiliki kekasih dan itu adalah karyawannya sendiri sekaligus mantan kekasihnya. Danu sedikit tidak percaya pada Zio yang memang tidak pernah mengenalkan siapapun pada mereka dan selama ini Zio hanya pacaran untuk kesenangan semata, bukan untuk diseriuskan.


"Yang benar ayah?" selidik Danu masih tidak percaya, bahkan sifat Casanova Zio membuat papinya sendiri tidak percaya jika anaknya itu berani bermain hati.


Kakek Rasyid mendengus, "Tentu saja! Jika tidak percaya maka silahkan saja cek langsung di kantornya. Bahkan aku sudah bertemu langsung dengan gadis itu dan dia sangat berani menentangku. Bahkan dia membuatku sampai tidak berkutik dengan bahasanya. Dia benar-benar istimewa hingga Zio menjatuhkan hatinya," cerita kakek Rasyid.


Sekarang aku yang bingung apakah Kekasih Zio itu baik atau tidak baik? Ayah terlihat jelas sedang memujinya juga.


Danu menjadi pusing sendiri, akan lebih baik jika ia sendiri yang langsung menilai. Akan tetapi intuisinya mengatakan jika Zio kali ini tidak salah memilih karena anaknya yang tidak pernah betah dengan satu wanita itu lalu memutuskan untuk menjatuhkan hatinya dan mengenalkan kekasihnya pada keluarga maka jelas gadis itu adalah gadis yang luar biasa.


"Tapi walau begitu aku tetap berharap Zio menikah dengan Dini. Aku tidak menginginkan cucu menantu yang lain karena aku dan Harus sudah sepakat untuk menjodohkan mereka. Sebenarnya dulu kamu ingin menjodohkan anak-anak kami tetapi karena yang lahir itu kau dan Putra, maka kami tidak mungkin menjodohkan kalian berdua. Dan sekarang karena masing-masing dari kami memiliki cucu yang berlainan jenis kelamin, kami pun memutuskan untuk melanjutkan rencana pertunangan tersebut," cerita Kakek Rasyid, keputusannya sudah final dan ia hanya ingin Dini yang menjadi cucu menantunya.


"Tapi ayah--"


"Ya itu karena pesona Zio memang selalu membuat wanita tergila-gila padanya. Ayah sendiri tahu jika putra sulungku itu sangat didambakan oleh kaum wanita," celetuk Danu.


Plaakkk ....


Sebuah pukulan kecil mendarat di kepala Danu dari sang ayah. Kakek Rasyid cukup kesal karena Danu membanggakan kebiasaan buruk anaknya. Hal tersebut seharusnya menjadi aib karena kenyataannya Danu gagal mendidik Zio untuk menjadi anak yang sholeh. Pesona Zio memang tidak diragukan lagi tetapi karena itu semua Zio selalu saja salah melangkah dan justru terjerumus dalam dunia bebas dan merusak cucunya sejak muda.


Danu tidak bisa membantah, ia harus segera pergi dari kamar ini sebelum ia menjadi sasaran kemarahan ayahnya.

__ADS_1


.


.


Zio berangkat dari apartemennya dan menjemput Mentari di rumahnya akan tetapi kata Maya, Mentari sudah berangkat kerja sejak tadi pagi sekali. Zio yang berniat mengawali paginya bersama Mentari kini harus menelan pil pahit karena kenyataannya ia terlambat menjemput.


Zio kemudian melirik jam di pergelangan tangannya. Masih setengah jam lagi dan Mentari justru sudah berangkat. Sedangkan biasanya Zio akan menjemputnya di jam yang sama. Entah apa yang Mentari harus kerjakan hingga ia buru-buru ke kantor, pikir Zio.


Di kantor saat ini, Mentari sudah berada di depan ruang HRD. Ia berencana menemui pak Frits untuk memberika surat resign-nya.


Ya, Mentari sudah mantap untuk keluar dari kantor ini. Bukan karena ia ingin menjauh dari Zio. Tetapi itu memang salah satu faktornya, selain itu Mentari juga ingin membuktikan pada keluarga Zio jika ia bukan seorang gold digger seperti tuduhan kakek Rasyid.


Mentari memilih untuk kerja terpisah dengan Zio agar fokusnya saat kerja tidak pecah. Ia juga ingin membuktikan pada keluarga Rasyid jika dirinya bukan hanya sekadar memperalat dan memanfaatkan posisi Zio.


"Eh Mentari, tumben sudah berada di depan ruangan saya selagi ini. Ada apa?" tanya Pak Frits.


Mentari tersenyum, "Iya Pak, saya memang ada perlu kepada anda," jawab Mentari.


"Perlu apa sih? Jangan yang aneh-aneh ya, saya tidak berani soalnya. Apalagi harus menghadapi pak Zio, saya tidak berani," ujar pak Frits, ia harus antisipasi lebih dulu.


"Oh bukan Pak. Kedatangan kali ini jauh dari yang bapak pikirkan. Saya datang hanya untuk memberikan surat resign saya. Bulan depan saya akan pindah dan itu tinggal beberapa hari saja," ucap Mentari yang kini membuat pak Frits terkejut.

__ADS_1


"Mentari Ramadhani binti Ramadhan, ada apa sebenarnya? Apakah pak Zio menggodamu? Melakukan perbuatan tidak menyenangkan terhadapmu? Atau bahkan dia mungkin sudah--"


__ADS_2