CINTA LAMA BELUM KADALUARSA

CINTA LAMA BELUM KADALUARSA
CLBK~115


__ADS_3

Dini terbangun dan merasakan aroma berbeda dari ruangan yang sedang ia tempati, perlahan ia menyesuaikan matanya dengan cahaya yang datang dan seketika ia sadar dirinya sudah berada di ruangan berbeda, tepatnya di sebuah rumah sakit. Ia yang pingsan karena terus ditampar oleh anak buah Zio dan Oliver serta beberapa kali dibuat tertidur oleh mereka, ia tidak tahu menahu akan dibawa ke tempat ini.


Tidak ada penjagaan, disini benar-benar ia hanya seorang diri. Hal tersebut tentunya membuat Dini kebingungan karena bisanya ia akan dijaga ketat namun kini ia seolah dibiarkan terbaring seorang diri di tempat ini.


"Apa si Zio ingin membebaskan gue? Kenapa tempat ini begitu sepi? Apa dia membuang gue di tempat ini?" tanya Dini kepada dirinya sendiri.


Dini kemudian berusaha untuk duduk dan bersandar di dinding. Ruangan yang ia tempati saat ini bukanlah ruangan VVIP atau VIP dan sejenisnya. Dini berada di bangsal yang begitu sempit seolah ia ini adalah seorang pasien yang sedang terisolasi.


"Apakah dia baru saja membawaku ke rumah sakit tua yang tidak berpenghuni untuk membuatku semakin ketakutan?"kembali Dini bertanya-tanya pada dirinya sendiri, akan tetapi melihat tempat ini seolah masih baik-baik saja, ia mencoba untuk menepis pikirannya tersebut.


Bunyi pintu dibuka dari luar langsung membuat Dini waspada. Ia melihat disana Zio berjalan bersama dengan Oliver masuk ke dalam ruangan ini dan mendekat padanya. Raut wajah Zio terlihat geram dan Dini sepertinya bisa menebak apa yang sudah terjadi mengingat ia terbangun di rumah sakit.


"Dasar perempuan brengsek! Berani sekali lu mau jebak gue dengan kehamilan yang bukan anak gue. Cari mati lu?" teriak Zio tak tertahankan karena Dini sudah membuatnya resah


Bagaimana tidak, ia diancam dengan video lalu kehamilan yang ditudingkan padanya. Benar-benar menyakitkan mental Zio dan untung saja ada Oliver yang datang tepat waktu juga ia yang tidak salah bercerita kepada sang kakek.

__ADS_1


"M-maksud lu apa?" tanya Dini dengan suara bergetar.


"Gue rasa lu paham dengan apa yang gue katakan. So ... karena gue udah tahu lu nggak hamil anak gue, sekarang gue kasih lu pilihan, pergi jauh dari hidup gue atau lu bakalan gue buang ke panti lokalisasi? Atau lu sebaikbya nikah sama orang yang sudah membuat lu hamil," ucap Zio lagi, ia benar-benar sangat ingin menghabisi Dini akan tetapi wanita ini sedang mengandung dan bayi dalam kandungannya itu tidaklah bersalah.


Dini tidak sanggup berkata-kata mendengar ucapan Zio yang jelas sekali begitu marah padanya. Dia sudah hancur karena kebohongannya sudah ketahuan, dan kini ia harus berpikir bagaimana caranya mengancam Zio dengan rekaman tersebut. Akan tetapi, melihat dari tampang Zio, Dini bisa melihat jika Zio tidak takut apapun lagi. Hanya saja bagi Dini, video tersebut adalah kartu Ace untuk bisa menaklukkan Zio.


"Jangan lupa kalau lu punya kelemahan sama gue. Gue akan sebarin video itu dan lu bakalan hancur. Gue nggak mau hancur sendirian, lu harus ikut hancur sama gue!" ucap Dini dengan berani mengancam Zio.


Zio tertawa sarkas diikuti oleh Oliver yang terlihat menatap dan percaya pada Dini yang masih sempat-sempatnya memberikan sebuah ancaman sedangkan ia sudah berada dalam posisi terdesak dan tak bisa berbuat apa-apa lagi.


"Oh ya? Tidak masalah jika sekalipun video itu sudah geu hapus dan lu masih punya salinannya banyak. Nggak masalah, silahkan saja sebarin dan setelah itu gue yakin lu bakalan nggak akan lagi nunjukin muka lu di dunia ini karena gue bisa saja sebarin video dimana lu bercinta dengan Dwine yang lu bayar dengan tubuh lu itu untuk masukin obat perangsang di minuman gue. Gue punya bukti-bukti dan rekaman CCTV yang lu nggak bakalan bisa mengelak lagi. Gimana, setuju?"


Ucapan Zio ptersebut benar-benar tak bisa lagi membuat Dini berkutik. Ia sudah kalah telak dan tak bisa berbuat apa-apa lagi selain setuju dengan semua keinginan Zio. Dini hanya ingin cari amannya saja dan tidak ingin lagi memperpanjang masalah. Kembali bersama Bright bukanlah hal yang buruk, akan tetapi ia tidak yakin Bright mau menerimanya kembali sebab Dini bisa merasakan ada jarak yang sengaja dibangun oleh Bright dengannya.


"Lu benar-benar curang! Lu hancurin semua yang gue punya dan sekarang gue udah nggak punya apa-apa lagi," teriak Dini mengeluarkan keluh kesahnya.

__ADS_1


Harusnya dulu Dini mendengarkan Bright yang jelas mencintai dan menyayangi dirinya dengan setulus hati walaupun tahu sepak terjangnya seperti apa di dunia malam dan pergaulan bebas. Akan tetapi semua ini sudah terlanjur terjadi dan ia tidak bisa mengulang kembali waktu.


Melihat Dini yang terdiam dan tak memiliki daya lagi untuk melawannya, Zio dan Oliver saling berpandangan dan sepertinya tugas mereka hampir selesai. Hanya saja mereka harus kembali memastikan apakah Dini masih menyimpan salinan video tersebut atau tidak. Bisa saja hari ini Dini mengaku menyerah, tapi kemudian hari ketika dia bukan backing yang kuat, dia pasti akan membalas semua kejadian yang menimpanya.


Hari ini kalian boleh menang, tapi tidak dengan hari nanti. Gue bersumpah bakalan balas semua kejadian ini bahkan dengan cara apapun. Kalau kalian nggak bisa gue sentuh, gue masih bisa menyentuh anak kalian nanti. Ini sumpah dan janji gue, kalian akan menerimanya suatu saat nanti!


Tatapan tajam Dini pada keduanya sempat membuat Zio dan Oliver merasa merinding. Entah apa yang terjadi sehingga perasaan mereka menjadi tidak enak padahal satu detik yang lalu semua ya terasa baik-baik saja.


"Kita akan membawanya atau tetap biarkan dia disini dan mencari cara untuk pulang sendiri?" tanya Oliver.


"Biarkan dia di rawat dulu beberapa hari karena tubuhnya pasti lemah karena diberi obat penenang dan juga ditampar berkali-kali. Kita akan dicurigai sudah melakukan kekerasan padanya sedangkan itu semua tidak lewat tangan kita meskipun kita yang membayar orang-orang tersebut," jawba Zio.


Zio kemudian berteriak memanggil orang suruhannya tersebut dan memintanya untuk memanggilkan dokter. Beberapa saat kemudian dokter datang dan Zio memintanya untuk memindahkan Dini ke ruang perawatan VIP dan disana nanti ia tetap menempatkan empat orang ini bergantian berjaga.


"Semua sudah beres dan Dini sudah dijaga dengan ketat. Gue harus kembali mengurus perihal suntikan dana. Gue udah tahu kalau sebagian dana itu digunakan untuk berfoya-foya," ucap Zio, ia pastikan dalam hitungan beberapa hari perusahaan itu pasti akan kembali mengalami penurunan hingga ditutup karena pailit.

__ADS_1


__ADS_2