CINTA LAMA BELUM KADALUARSA

CINTA LAMA BELUM KADALUARSA
CLBK ~ 131


__ADS_3

Terkejut, tentu saja. Kini Juan menjadi tegang saat Lidya mengeluarkan kata-kata seperti itu. Ia merasa bahwa sekarang Lidya sudah mengingat semuanya. Tetapi sejak kapan? Juan hanya bisa bertanya dalam hatinya saja. Ia terlalu takut mengetahui kebenaran jika Lidya sudah mengetahui tentang kebohongan yang ia ciptakan. Ia akan sangat malu jika memang ingatan Lidya telah pulih kembali.


Lidya memandang Juan dengan senyuman lebar, ia kemudian tertawa. Juan yang melihatnya semakin dibuat bingung. Ia menerka-nerka sebenarnya apa yang sudah terjadi pada Lidya hingga mendadak jadi aneh seperti ini. Mungkinkah ia kerasukan tetapi ini masih pagi. Ingin bertanya tetapi takut salah bicara.


"Kak Juan, mending sekarang jangan bohongi aku lagi deh. Aku mendengar percakapan mereka tentang hubungan kita. Mana mungkin kita sudah menjalin hubungan sedangkan aku baru dua hari di Jakarta sebelum kecelakaan itu terjadi. Setelah aku pikir-pikir, itu memang nggak masuk akal," ucap Lidya yang terdengar ambigu di telinga Juan.


Sekarang Juan kebingungan entah harus menjawab apa. Ia takut salah memberikan jawaban dan ia juga tidak memiliki jawaban yang pasti saat ini. Mungkin saja ia berkata seperti ini tetapi ia salah dan jika berkata seperti itu, ia juga yang akan melakukan kesalahan. Ibarat melangkah, maju kena mundur pun kena.

__ADS_1


Juan hanya bisa menggaruk kepalanya. Ia tersenyum masam pada Lidya. Mungkin gadis ini belum mengingat kisah mereka dan mengingat siapa dirinya, tetapi jika ia mendengar Mentari atau yang lainnya bercerita, Lidya pun bisa mengambil kesimpulan sendiri.


"Kak, jujur saja aku menyukaimu. Entah aku mengingatmu atau tidak, tapi aku merasa suka padamu. Kamu sangat baik dan tampan, akan sangat beruntung diriku yang buruk rupa ini menjadi kekasihmu. Tapi, tidak dengan cara menipu seperti ini. Aku sangat khawatir jika sikap Kak Juan padaku ini hanyalah sebuah dampak dari rasa bersalah Kakak karena aku yang mengalami kecelakaan. Jangan Kak, jangan kasihani aku ...," lirih Lidya di akhir kalimatnya.


Juan dengan cepat menggelengkan kepalanya. "Tidak Lidya, tidak seperti itu. Maaf karena sudah membohongi kamu. Aku tidak bermaksud dan bukan pula karena sebuah rasa kasihan. Rasa ini murni karena aku suka padamu. Aku akui aku menyukaimu saat melihat penampilanmu yang sebenarnya, tetapi bukan hal itu yang lebih membuatku menyukaimu ... hahh, aku mengakui bahwa kamu yang menutupi kecantikanmu itu adalah hal yang membuatku jatuh cinta," ucap Juan yang mau tidak mau mengaku saja.


Sudah terlanjur dan tidak ingin lebih dalam bermain sandiwara seperti ini yang lambat laun pun akan terbongkar, Juan memilih membeberkan segalanya juga termasuk perasaan serta alasannya. Mungkin dengan cara ini, mereka bisa melakukan pendekatan dan semua bisa dimulai dari awal tentunya dengan sebuah hubungan tanpa kebohongan.

__ADS_1


Juan mengangguk seraya berkata, "Bahkan aku yang akan memastikan kamu menutupi kecantikanmu. Semua hanya milikku dan hanya aku yang boleh memandangnya. Ingat Lidya, aku sudah menandaimu sebagai calon jodohku. Jangan pernah berpikir untuk melirik pria lain di kampus atau dimanapun itu. Tetap pada penampilanmu yang aneh itu dan biarkan mereka tidak melihat seperti apa cantiknya dirimu," ujar Juan yang membuat Lidya tersipu malu.


Kini Juan bisa bernapas lega, lepas sudah beban pikirannya dan jika pun Lidya kembali mengingat bagaimana hubungan mereka sebelumnya, ia tidak akan cemas lagi sebab hari ini ia sudah mengakui jika mereka memang tidak memiliki hubungan. Ia juga meminta izin Lidya untuk memulai semuanya dari awal dan gadis itu setuju.


Awalnya berat bagi Juan mengakui jika hubungan itu hanyalah kebohongan belaka dan Lidya bahkan terlihat murung saat ternyata beberapa hari yang mereka lalui ini hanyalah sebuah kebohongan, tetapi setelah mereka bicara dari hati ke hati tentang perasaan, keduanya pun bernapas lega sebab perasaan keduanya saling bersambut.


"Apakah mulai detik ini kamu kembali jadi kekasihku? Oh ya, ini real loh bukan lagi kebohongan dan sandiwara belaka?" tanya Juan sambil tersenyum menggoda Lidya.

__ADS_1


Gadis itu memalingkan wajahnya, ia benar-benar malu. Beda saat ia mendadak tahu dirinya memiliki kekasih tanpa sempat ditanyakan perasaannya, kali ini berbeda. Juan bertanya secara langsung dan ini merupakan yang pertama bagi Lidya.


"Hei tatap aku dong. Aku lagi ngomong ini, dijawab dong pertanyaan aku. Kalau diam aja aku anggap jawabannya iya," ucap Juan sedikit mengancam, ia sebenarnya gemas dengan sikap Lidya hanya saja ia pun ingin memastikan secepatnya seperti apa status hubungan mereka. Juan tidak ingin digantung lagi.


__ADS_2