
Mentari tersentak karena kedatangan Mawar yang tiba-tiba saat ia sedang fokus mengerjakan laporannya. Mawar terkekeh, ia juga mengatakan pada Mentari untuk tidak terlalu serius bekerja, perusahaan Mawar bukan perusahaan yang besar hingga Mentari harus kerja keras untuk membantunya membayar para karyawan. Namun prinsip Mentari yang memang selalu profesional dan totalitas dalam bekerja membuatnya tidak memandang apakah perusahaan Mawar ini besar atau tidak, baginya selama ia bekerja dan digaji, Mentari akan bekerja sungguh-sungguh.
"Ada apa sih? Ganggu banget," ucap Mentari namun fokusnya tetap pada layar komputer sedangkan jari-jarinya masih sibuk berselancar di keyboard.
"Bagaimana gue mau bicara kalau lu sibuk di depan layar? Berhenti dulu, lihat gue mau ngomong," ucap Mawar memutar bola matanya jengah.
Mau tidak mau Mentari melepaskan sejenak pekerjaannya dan menuruti keinginan atasan sekaligus sahabatnya ini. Jika Mentari pikir-pikir, jalannya menemukan pekerjaannya ini sungguh unik. Ia keluar dari perusahaan pak Santoso dan terdampar di perusahaan Zio dengan mantan kekasihnya sebagai atasannya yang belakangan menjadi kekasihnya kembali. Lalu ia keluar dari perusahaan itu dan bekerja di perusahaan Mawar dengan atasannya adalah sahabatnya sendiri.
Namun ini bukanlah salah satu sikap nepotisme karena Mentari bekerja sesuai dengan skill-nya dan bukan karena orang dalam walau memang sebenarnya ia memiliki kekuatan orang dalam.
"Tadi perwakilan dari perusahaan PT. Bright Santoso telepon gue dan dia minta lu datang untuk menandatangani kesepakatan. Gue nggak tahu kenapa dia minta cuma lu doang yang boleh datang. Gue khawatir sama lu mengingat kejadian lu ketemu sama dia terakhir kali," ucap Mawar dengan wajah yang terlihat gusar.
Mentari menautkan alisnya, ia mencoba memikirkan alasan Bright yang hanya menginginkan dirinya saja yang datang ke perusahaannya. Tapi Mentari akan mencoba bersikap profesional dan jika ternyata nanti Mentari mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan disana maka ia akan bertindak sangat tegas dan untuk pencegahan maka Mentari akan berhati-hati.
"Kapan?" tanya Mentari.
__ADS_1
"Katanya jam dua nanti setelah makan siang," jawab Mawar.
Mentari mengangguk, "Iya, gue bakalan datang dan kalau nggak ada lagi yang lu mau bahas mending sekarang lu kembali ke ruangan lu biar gue bisa fokus kerja," ucap Mentari yang langsung kembali berkecimpung dengan pekerjaannya.
Mata Mawar membulat sempurna, ia tidak menyangka bawahannya ini akan bertindak setengil itu. Beberapa saat kemudian ia tersenyum, ia berucap syukur dalam hati karena memiliki sahabat seperti Mentari yang merupakan wanita pekerja keras serta Mawar merasa begitu terbantu dengan adanya Mentari.
Tari, semoga hidup lu selalu bahagia walau gue tahu nggak mungkin kayak gitu karena hidup itu pasti ada kesedihannya juga. Tapi dengan kebaikan lu, semoga semua yang lu harapkan bisa tercapai. Gue sayang banget sama lu, Tari. Lu sahabat terbaik gue!
.
.
"Anda ingin kemana nona? Biar saya antar," ucapnya hingga membuat Mentari tertawa.
"Cowok siapa sih ini," kekeh Mentari.
__ADS_1
"Ya pastinya cowok kesayangan Mentari Ramdhani binti Ramadhan, dong!" timpalnya.
Wajah Mentari merengut, "Zio! Nggak usah selengkap itu juga kali. Ya udah aku masuk ya," ucap Mentari kemudian ia berputar arah dan masuk ke dalam mobil Zio.
Sambil tertawa Zio mulai menghidupkan mesin mobilnya dan melakukannya. Tak lupa satu tangannya ia gunakan untuk menggenggam tangan Mentari.
Setelah pertemuannya dengan sang kakek, Zio memutuskan untuk kembali ke perusahaan itu pun juga karena setelah kakeknya pulang gantian Juan yang datang dan mengeluhkan segalanya. Padahal baru sehari saja Juan menggantikannya namun adiknya itu sudah terlihat sangat menderita. Akhirnya mau tidak mau Zio harus kembali ke perusahaan yang sudah ia besarkan itu.
Keduanya pun memutuskan untuk makan siang di restoran yang ada di dekat kantor Bright. Disana Mentari menceritakan tentang Bright dan tak ada yang ia tutupi sama sekali termasuk kejadian di restoran waktu itu. Juga tentang keinginan Bright yang hanya ingin bertemu dengannya saja. Zio tentu saja merasa curiga dan perasaannya mendadak tidak enak.
"Aku akan masuk dengan kamu dan menemani kamu rapat. Jika dia menolak maka dalam hitungan detik aku bisa bikin perusahannya bangkrut!" ucap Zio tak terbantahkan.
Hal tersebut membuat Zio langsung pasang badan, ia akan menjaga Mentari dan tidak akan membiarkan siapapun melukai atau menyakiti kekasihnya ini.
Sepertinya gue harus cari tahu siapa Bright ini? Namanya emang pernah gue dengar beberapa kali di pertemuan kalangan pebisnis tapi gue belum pernah bertemu langsung atau memang sudah pernah tapi emang gue yang nggak tahu dia. Dan dari cerita Mentari, sepertinya pria itu memiliki tujuan tertentu sama Tari, gue nggak bisa tinggal diam. Apalagi dia itu lawan jenis dan cewek gue ini seolah memiliki magnet yang bisa menarik siapapun untuk suka sama dia, gue nggak rela nambah saingan baru!
__ADS_1
Zio kembali mengajak Mentari untuk menikmati makanan mereka, ia mengalihkan pandangannya ke arah depan dimana pintu restoran tersebut terbuat dari kaca dan matanya langsung menangkap sosok yang sangat ia kenali berjalan ke arah restoran dengan seorang pria yang tengah ia gandeng tangannya. Zio menyeringai.