CINTA LAMA BELUM KADALUARSA

CINTA LAMA BELUM KADALUARSA
CLBK~82


__ADS_3

Seperti yang sudah dijanjikan, Oliver datang di saat jam pulang kerja. Ia sudah tidak sabar menunggu kedatangan Mentari dan Mawar yang akan pergi bersamanya.


Oliver terkekeh, ia tidak pernah seantusias ini sebelumnya. Biasanya para wanita yang akan bersemangat saat ingin bertemu dengannya bahkan ada yang rela ke salon berjam-jam hanya berpenampilan menarik akan tetapi yang terjadi justru tadi Oliver yang terlalu banyak bergaya. Ia juga biasanya membuat para wanita menunggu bahkan berjam-jam atau bahkan parahnya lagi ia tidak datang namun para wanita itu justru tidak marah dan berniat membuat janji kencan lagi.


"Kenapa mereka lama sekali sih?" gerutu Oliver sambil terus menatap jam yang melingkar di tangannya.


Tak lama kemudian dua sosok yang sedari tadi ia tunggu-tunggu pun datang dan Oliver langsung turun dari mobil bersiap menyambut mereka. Ketika ia mendekat, terjadi perdebatan antara keduanya, dimana mereka membahas tentang akan pergi bagiamana. Mentari tidak mungkin meninggalkan motornya begitupun dengan. Mawar yang ingin membawa mobilnya sendiri.


Oliver berkacak pinggang, Kedua wanita ini sangat bising hanya karena bingung dengan membahas kendaraan mereka masih-masing yang.


"Tidak perlu cemas, setelah makan bersama nanti, gue bakalan antar kalian ke kantor ini lagi. Begitu saja dibuat susah!" ucap Oliver menengahi. Sebenarnya ia sangat ingin melihat adu mulut keduanya namun keduanya punya cara sendiri untuk mengakhiri debat.


Mentari dan Mawar saling menatap kemudian keduanya sama-sama mengangguk. Saat masuk ke dalam mobil, kembali keduanya membuat Oliver merasa pusing sebab tidak ada yang ingin duduk bersamanya di depan.


"Gue bukan sopir kalian!" gerutu Oliver. "Mending lu duduk di depan eh Bu Mawar, bukannya gue mau modus tapi adik gue su Zio itu nggak bakalan suka kalau gue dekat banget sama kekasihnya," lanjutnya dan ya berharap Mentari akan membantunya.

__ADS_1


Jelas saja itu adalah alasan palsu dari Oliver dan Mentari hanya bisa mencibir dalam hati. Akan tetapi setelah ia lihat-lihat, baik Mawar maupun Oliver memang sangat cocok untuk bersama, tidak seperti dirinya yang bergitu berliku-liku bersama Zio.


Setelah mendapat bujukan dari Mentari, Mawar pun bersedia. Ia sebenarnya hanya khawatir jika duduk berdekatan dengan Oliver maka ada kemungkinan ia tidak akan bisa menahan pesona pria tampan tersebut. Namun demi keamanan bersama akhirnya ia rela.


Sepanjang perjalanan baik Mawar maupun Oliver sama-sama saling mencuri-curi pandang. Mentari di belakang memilih untuk melakukan panggilan video bersama Zio agar ia tidak menjadi nyamuk diantara keduanya. Namun sayang, Zio tidak menjawab panggilannya dan hanya mengirimkan pesan jika ia sedang sangat sibuk dan rapat bersama klien sehingga ia tidak bisa menerima panggilan video tersebut.


Entah mengapa hati gue rasanya aneh! Semoga nggak ada sesuatu yang aneh-aneh deh di kehidupan gue!


Mentari mengeluarkan headset dan memakainya setelah ia menyetel lagu di ponselnya. Berbeda dengan dua orang yang berada di depan yang nampak sangat kaku. Oliver biasanya sangat pandai bermulut manis tetapi berhadapan dengan Mawar mendadak semua ilmu tentang meluluhkan hati wanita itu hilang dari memorinya.


"Gu-gue akan mesan makanan di dalam dan nanti kita akan memakannya di mobil jika Mentari belum juga bangun. Gimana?" usul Oliver.


Mawar mengangguk, dalam hati ia kembali memuji kepedulian Oliver sama persis seperti Zio. Membayangkan jika ia mendapatkan hati Oliver saja sudah membuat pipinya memerah. Mendadak dan secara tiba-tiba ia berpikir menjadi kekasih Oliver, sangat tidak masuk diakal!


Oliver tersenyum tampan dan itu membuat Mawar tertegun, terpaku dan terpesona. Entah mengapa sore ini Oliver terlihat lebih tampan dari sebelum-sebelumnya. Apakah mungkin karena setelah ini Oliver tidak akan lagi mengganggunya? Mendadak Mawar menjadi galau. Ia tidak tahu sejak kapan tetapi ia merasa ada yang akan kurang jika tidak menemukan Oliver barang sehari saja.

__ADS_1


"Gue keluar dulu ya," pamit Oliver.


Mawar tersadar dari lamunannya, ia merutuki dirinya yang sempat-sempatnya meng-halu tentang Oliver. Tetapi sebelum terlambat, ia harus menyudahi keegoisannya.


"Oliver!" panggil Mawar ketika Oliver baru saja membuka pintu mobil.


"Ya?" Oliver yang tadinya sudah menurunkan satu kakinya kembali masuk lagi dan membiarkan pintu mobil terbuka saja. "Ada apa?" tanya Oliver.


Mawar menggeleng, tangannya yang tadinya terkepal kemudian ia ulurkan ke hadapan Oliver, "Maukah berteman denganku?" tanya Mawar ragu-ragu kemudian ia menggigit bibir bawahnya.


Oliver tak langsung menjawab, ia menatap tangan Mawar dengan sebelah alis terangkat. Beberapa saat kemudian bibirnya melengkung membentuk senyuman indah.


"Tentu, jangankan berteman, jadi teman hidupmu pun gue siap!" celetuk Oliver sambil melemparkan senyuman andalan yang ia yakini bisa membuat kaum wanita mleyot seketika.


Deggg ...

__ADS_1


__ADS_2